Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Nilai Moral Tokoh-Tokoh Dalam Serial Animasi "Riko The Series" Pada Episode 15 Season 2 “Adab Sebelum Ilmu” Hariandi, Ahmad; Larasati, Pooja Rekha; Karlina, Eka; Saputri, Arumningtias Dewi; Larozza, Zilvad
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays's increasingly sophisticated technological development can influence a person's character or personality. Implanting a moral fiber in children should be done along with the advent of technology. Youtube as a social media platform that provides videos to watch can become a device for children's moral imposition with the technology media, among other things the rico series's animation. The study was on analysis of the moral role in the animation series 2episode 15 adab before science. The purpose of this study is to learn the moral values of the animation of rico the series in episode 15 of season 2 with the title adab before science. The study USES qualitative research methods using library study data collection techniques, note and document. The analysis technique used was with Roland barthes' semiotics technique concerning petanda relationships and markers in a mark of meaning. This analysis was done by watching the animation of rico the series on episode 15 of the 2nd season, before science, before science, create a synopsis, and express the meaning of the words and conduct of the characters and the values it contains. The results of this study have been found in the animated series in the 15th episode of culture before the study of the moral value to god consists of saying hello, thanking, and admiring god's greatness, the moral value to the family of counseling in goodness, please help and forgive, and the moral value to oneself of apologizing and acknowledging it.
Pelatihan Penggunaan Fitur Komunitas Belajar pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) di SD 182/1 Hutan Lindung Arsil, Arsil; Hariandi, Ahmad; Gusmaulia Eka Putri, Andi; Noviyanti, Silvina; Faisal Hidayat, Akhmad
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1333

Abstract

Pelaksanaan pemanfaatan fitur komunitas belajar pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) di SD Negeri 182/1 Hutan Lindung bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru dalam menggunakan teknologi pendidikan. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SDN 182/1 Hutan Lindung, Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari, dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai peserta selama empat bulan melalui metode interaktif. Tahapan kegiatan meliputi survei pendahuluan untuk mengidentifikasi kendala penggunaan PMM, pelatihan penggunaan fitur komunitas belajar dan pendaftaran dalam aplikasi, bimbingan dan pendampingan dalam penyusunan program konsultatif, serta evaluasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil memahami cara membuka dan mengakses PMM serta mengoperasikan fitur komunitas belajar dengan baik, meningkatkan kemampuan dalam membuat dan mengelola komunitas belajar secara online, dan mengelola waktu dengan lebih efisien. Temuan ini mengindikasikan bahwa partisipasi dalam komunitas belajar berpengaruh positif terhadap kemampuan pedagogik guru dan mendukung pengembangan profesional mereka, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Pelatihan Perancangan Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di SD 182/1 Hutan Lindung Hariandi, Ahmad; Syahrial, Syahrial; Hayati, Suci; Noviyanti, Silvina; Hidayat, Akhmad Faisal
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1396

Abstract

Kurikulum Merdeka mendambakan pengalaman belajar berkualitas tinggi yang mencukupi kebutuhan belajar setiap peserta didik di kelas salah satunya dengan model pembelajaran berdiferensiasi. Kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi secara optimal jika guru tidak memahami kebutuhan belajar peserta didiknya. Maka perlu dilakukan asemen di dalam kelas untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Masih banyak guru yang tidak melaksanakan asesmen formatif yang menjadi urgensi dalam memantau perkembangan peserta didik selama proses belajar di sekolah. Kendala yang dihadapi guru berkaitan dengan kurangnya pemanfaatan dan pengetahuan penggunaan teknologi untuk merancang asesmen formatif, keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman guru dalam merancang asesmen formatif dalam pembelajaran berdiferensiasi, dan belum beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang juga mengubah ketentuan penilaian. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu survey dan wawancara, pemberian pelatihan, bimbingan dan pendampingan serta evaluasi. Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan, diperlukan upaya untuk meningkatkan mutu proses belajar-mengajar dalam bentuk program pelatihan guru melibatkan kegiatan pengabdian pada masyarakat mengenai perancangan asesmen formatif dalam pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Tujuan akhir pelatihan yang dilakukan adalah mencapai sasaran berikut, yakni menciptakan guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam merancang asesmen formatif untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, serta terwujudnya pendampingan yang bersifat konsultatif
Analisis Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Berburu Sumbun Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Hariandi, Ahmad; Riana, Marda; Rosifa.S, Hamidah; Tania, Tania; Kartika Ningsih, Silvia
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i4.118

Abstract

Kegiatan meyumbun atau mencari kerang sumbun ini awalnya merupakan sebuah tradisi dari Suku Duano, tradisi untuk mengajarkan lebih menghormati alam dan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Berburu Sumbun Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian menggunakan in-depth interview dan kajian literatur. Analisis data kualitatif menggunakan metode Miles-Huberman analysis dengan tiga tahapan yaitu; 1) reduksi data (Data reduction); 2) penyajian data (Data display); 3) penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing And Verivication). Berdasarkan hasil penelitian penulis maka hasil dari penelitian ini ialah Nilai-nilai kearifan lokal tersebut berupa (1) ide atau gagasan, serta kebiasaan (folkways), meliputi pelarangan penebangan kayu mangrove untuk tujuan komersial, tidak melakukan penangkapan kepiting dan kerang kepah berukuran kecil, pengaturan jarak penempatan alat tangkap ikan tradisional, (2) tata nilai kelakuan (mores) meliputi tidak boleh bersiul saat melakukan penangkapan ikan atau saat berada di sungai dan laut, tidak boleh berbicara kotor (takabur) saat berada di laut, menjaga daerah hutan dan perairan yang dipandang sebagai wilayah keramat, dan (3) budaya serta adat istiadat (custom) meliputi penghormatan terhadap laut (menyemah laut), tolak bala dan acara “Robo-robo”.
Educational Innovation for Leaders of Private Islamic Religious Universities Mahdayeni, Mahdayeni; Mutalib, Abdul; Hawasyi, Luqmanul Hakim; Aprianto, Iwan; Hariandi, Ahmad
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 1 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i1.5000

Abstract

This research aims to analyze educational innovations carried out by leaders at Private Islamic Universities in Jambi Province. Using a descriptive qualitative approach with case studies at two institutes in Jambi Province, this research involved observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Research locations include the Yasni Muaro Bungo Islamic Institute and the Tebo Islamic Institute. Research subjects included the IAI Chancellor, lecturers, and staff. The research results show that higher education leaders in Jambi Province have innovated in Islamic religious education through several leadership patterns. They optimize the internal and external potential of the campus, implement superior strategies for lecturers and students, and activate communication between campus leaders and employees. Obstacles include limited human resources, inadequate facilities, and an insufficient budget to support quality lecture activities. To overcome these obstacles, the Leadership has established a systematic work structure, explained job descriptions clearly, carried out collaboration and comparative studies with academic and government institutions, both private and state, and designed a qualification-based national curriculum. They also provide opportunities for lecturers to continue their education to the doctoral level and participate in certification programs, training and research seminars, and community service. Recommendations include competent support, management improvements, and adaptive leadership development. Government support and the development of quality and adaptive Leadership are also recommended.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Sikap Sosial Peserta Didik Melalui Pembelajaran Ips Terpadu Sekolah Dasar Rizky, Rizky; Hariandi, Ahmad; Noviyanti, Silvina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13181

Abstract

Implementasi pendidikan karakter merupakan ihwal karakter, atau pendidikan yang mengajarkan hakikat karakter dalam ketiga ranah cipta, rasa, dan karsa. Pendidikan karakter berpijak pada karakter dasar manusia yang bersumber dari nilai norma universal sebagai pengejawantahan nilai agama yang bisa disebut the golden rule. Ternyata siswa memiliki nilai karakter yang berbeda, Bantuan sosial adalah salah satunya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa situasi aktual menunjukkan bahwa pentingnya kepedulian sosial mulai berkurang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dimana pendekatan ini lebih menekankan terhadap analisis proses berpikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang sedang diamati. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian deskriptif yaitu peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. implementasi pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial peserta didik melalui pembelajaran IPS terpadu kelas V SDN 55/I Sridadi yaitu dengan melakukan interaksi melalui bahasa yang baik, dan dapat berbicara dengan sopan. Kedua, adapun faktor pendorong seperti adanya peraturan dan tata tertib sekolah adanya dukungan antara orang tua dan guru. Adapun faktor penghambatnya seperti, minimnya peran orang tua, adanya teknologi, pergaulan di luar sekolah. Ketiga, dampak implementasi pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial peserta didik yaitu akan meningkatkan kepercayaan terhadap siswa, dapat bertanggung jawab, berinteraksi dengan baik dan dapat berpikir kritis
Efektivitas Pendekatan Kontekstual Berbantuan Media Konkret Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III Sekolah Dasar Munisah, Siti; Hariandi, Ahmad; Faisal Hidayat, Akhmad
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i1.322

Abstract

Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan bentuk Quasi Eksperimen. Salah satu model yang dapat digunakan yaitu pendekatan kontekstual. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 59 orang siswa kelas III SDN 55/1 Sridadi. Adapun sampel penelitian ini yakni seluruh anggota populasi yang meliputi kelas IIIA yang berjumlah 31 orang siswa serta kelas IIIB yang berjumlah 28 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas data berdistribusi normal dengan signifikansi Xhitung (5,79) < Xtabel (7,81) pada kelas pre test dan signifikansi Xhitung (6,04) < Xtabel (7,81) pada kelas post test. Uji homogenitas diperoleh Fhitung (1,211) < Ftabel (1,884) dengan taraf signifikansi 5% dengan menggunakan uji varians. Sedangkan pada Uji T didapatkan thitung (1,754) ≥ ttabel (1,672) yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Pendekatan kontekstual berbantuan media konkret lebih efektif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 55/1 Sridadi.
Nilai-Nilai Moral Terkandung dalam Tradisi Arakan Sahur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hariandi, Ahmad; Sari, Chika Orsalia Yovita; Zahara, Denisya; Hapsari, Hasta Purwindah; Mubarokah, Lailatul Badriatul
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.133

Abstract

The people of Kuala Tungkal are characterized by this culture in their own unique way. The Arakan Sahur tradition is one that originates from Kuala Tungkal. In this tradition, members of the public play Malay musical instruments such as drums, kulintang, tambourines and bells to prepare food for the procession, which have been passed down from generation to generation. Today, this tradition is part of the annual calendar of West Tanjung Jabung Regency. As a result, researchers are interested in lifting this tradition to investigate its moral principles. An emic approach to qualitative research is used in this study. The findings of this study indicate that the Arakan Sahur tradition which has existed since the time of our ancestors and is still practiced today contains moral principles. Religious Values, Social Values, Cultural Values, Educational Values, and Cultural Values are the four moral values. This tradition must be protected and strengthened by continuing to carry out the Sahur Arakan tradition consistently during the holy month of Ramadan as a sign of Kuala Tungkal City residents and a form of appreciation for being given the opportunity to feel the atmosphere of Kuala Tungkal City. this fasting month. Masyarakat Kuala Tungkal dicirikan oleh budaya ini dengan caranya sendiri yang unik. Tradisi Sahur Arakan adalah salah satu yang berasal dari Kuala Tungkal. Dalam tradisi ini, anggota masyarakat memainkan alat musik Melayu seperti gendang, kulintang, rebana, dan genta untuk menyiapkan makanan arakan telah diwariskan secara turun-temurun. Hari ini, tradisi ini menjadi bagian dari kalender tahunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Akibatnya, para peneliti tertarik untuk mengangkat tradisi ini untuk menyelidiki prinsip-prinsip moralnya. Pendekatan emic untuk penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sahur Arakan yang telah ada sejak zaman nenek moyang dan masih dipraktikkan hingga saat ini mengandung prinsip-prinsip moral. Nilai Religius, Nilai Sosial, Nilai Budaya, Nilai Pendidikan, dan Nilai Budaya adalah empat nilai moral. Tradisi ini harus dilindungi dan dikukuhkan dengan terus melaksanakan tradisi Sahur Arakan secara konsisten selama bulan suci Ramadhan sebagai tanda warga Kota Kuala Tungkal dan bentuk penghargaan karena masih diberi kesempatan untuk merasakan suasana Kota Kuala Tungkal. bulan puasa ini.
Implementasi Numerasi pada Sekolah Penggerak di Sekolah Dasar Nanda, Violyta Putri; Hariandi, Ahmad; Sholeh, Muhammad
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5113

Abstract

This research aims to describe the implementation of numeracy in driving schools in elementary schools. This research was carried out at State Elementary School 198/I Pasar Baru in the odd semester of the 2023/2024 academic year. Research data was obtained through observation, interviews and document study. The research subjects in this study were school principals, teachers and students. Test the validity of the data using triangulation. The results of this research show that the strategies used by teachers in improving numeracy skills in class V of State Elementary School 198/I Pasar Baru are consistent with literature which emphasizes the importance of strategies in achieving numeracy learning objectives.
Model of Sekolah Penggerak in Building Accelerated Transformation of Jambi University Partner Schools Hariandi, Ahmad; Sholeh, Muhammad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6400

Abstract

This research is based on the Sekolah Penggerak model in the development of accelerated school transformation from the implementation of the Sekolah Penggerak program at partner schools at Jambi University. From the results of the initial grand tour, it can be seen that the partner school learning environment still contains bullying and disruption, as well as learning that is not yet student-centered. The research results show that the main elements of the Sekolah Penggerak model in developing accelerated school transformation are leadership development, which is the driving force in the governance system, improving the quality of communication, improving the quality of teachers, and problem-solving. These elements can improve the stages of school transformation at level 3, namely the expected stage, where bullying rarely occurs, and teachers carry out learning according to needs. The synergy of elements in increasing the stages of school transformation leads to the implementation of the School Mobilization Program, namely accelerating school transformation, improving the quality of education, increasing the competence of school principals and teachers, and accelerating the implementation of digitalization in schools. And open up opportunities to become a transformation catalyst for other schools