Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Genetic Diversity of Graptophyllum pictum (L.) Griff from Eastern Indonesia Ethnics Based on Sequence-Related Amplified Polymorphismr Azmi, Wihda Aisarul; Husnawati; Puspita, Puspa Julistia; Safira, Ukhradiya M; Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.903 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40644

Abstract

Indonesia berada diposisi kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. G. pictum (L) Griff merupakan salah satu etnomedisin yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, tapi keragaman genetiknya belum dipetakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik G. pictum (L) Griff dari Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP melalui pencarian keberadaan polimorfisme. G. pictum (L) Griff yang digunakan berasal dari 11 etnis Indonesia Timur yang sudah dikeringkan sebelumnya, kemudian dilakukan isolasi DNA kromosom, amplifikasi PCR dengan menggunakan 8 kombinasi primer SRAP terpilih, kemudian dianalisis kekerabatan dari 7 etnis menggunakan software NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariative Analysis System) 2.0 dan PopGene (Population Genetic Analysis) 1.3. Dari hasil penelitian diperoleh nilai Persen Lokus Polimorfik (PLP) sebesar 88.55% dengan total lokus ditemukan 49 (44 lokus poliformik dan 5 lokus monomorfik), dan variasi Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. Handeuleum (G. pictum (L) Griff) merupakan salah satu tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, namun informasi mengenai keragaman genetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik 52 aksesi G. pictum (L) Griff dari 11 etnis Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Sebanyak 52 aksesi G. pictum (L) Griff dan 16 kombinasi primer SRAP digunakan dalam penelitian ini. Analisis kekerabatan dilakukan berdasarkan nilai indeks similaritas dan konstruksi dendogram dengan menggunakan program NTSYS 2.0 dan PopGene 1.3. Sebanyak 49 lokus (44 lokus polimorfik dan 5 lokus monomorfik) diperoleh dari delapan kombinasi primer terpilih dengan presentase polimorfik sebesar 88.55%. Keragaman genetik antar aksesi tergolong tinggi (86%) sedangkan antar etnis tergolong rendah (47.23%). Etnis dengan keragaman tertinggi adalah Demta (81.63%), sedangkan Auyu adalah Etnis dengan keragaman genetik yang paling rendah (2.04%). Berdasarkan nilai Indeks Dissimilarity (ID) atau nilai keragaman yang menunjukkan tingkat kekerabatan, Etnis Bajawa dan Auyu memiliki tingkat kekerabatan terjauh (ID = 1.0720). Informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini bermanfaat untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi daun wungu. Kata kunci: dendogram, handeuleum, SRAP, tanaman obat
ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN DMPA DENGAN PENINGKATAN BB AKSEPTOR KB JUSNI; Husnawati
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v6i1.128

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi.Kontrasepsi suntik KB DMPA adalah alat kontrasepsi berbentuk vial yang berisi hormon jenis progesteron yang disuntikkan setiap 3 bulan. Metode kontrasepsi suntik DMPA merupakan salah satu dari metode yang tersedia pada saat ini, dan paling banyak diminati oleh masyarakat khususnya pasangan usia subur dengan rentang usia 20-35 tahun meskipun kontrasepsi suntik DMPA ini memiliki efek samping salah satunya dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara penggunaan DMPA dengan peningkatan berat badan Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan observasional dengan sampel sebanyak 47 akseptor KB DMPA. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 Di Wilayah Kerja Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna DMPA dengan umur 20-35 tahun 24 akseptor KB DMPA (51%), berdasarkan pendidikan (SD) sebanyak 28 akseptor KB DMPA (60%), berdasarkan pekerjaan(IRT) sebanyak 39 akseptor KB DMPA (83%), pengguna DMPA secara teratur sebanyak 37 akseptor KB DMPA (79%), pengguna DMPA yang mengalami peningkatan BB sebanyak 34 akseptor KB DMPA (72%), serta lama penggunaan 4-10 tahun sebanyak 28 akseptor KB DMPA(60%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengguna DMPA dengan Peningkatan BB akseptor KB Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba