Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN DMPA DENGAN PENINGKATAN BB AKSEPTOR KB JUSNI; Husnawati
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v6i1.128

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi.Kontrasepsi suntik KB DMPA adalah alat kontrasepsi berbentuk vial yang berisi hormon jenis progesteron yang disuntikkan setiap 3 bulan. Metode kontrasepsi suntik DMPA merupakan salah satu dari metode yang tersedia pada saat ini, dan paling banyak diminati oleh masyarakat khususnya pasangan usia subur dengan rentang usia 20-35 tahun meskipun kontrasepsi suntik DMPA ini memiliki efek samping salah satunya dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara penggunaan DMPA dengan peningkatan berat badan Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan observasional dengan sampel sebanyak 47 akseptor KB DMPA. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 Di Wilayah Kerja Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna DMPA dengan umur 20-35 tahun 24 akseptor KB DMPA (51%), berdasarkan pendidikan (SD) sebanyak 28 akseptor KB DMPA (60%), berdasarkan pekerjaan(IRT) sebanyak 39 akseptor KB DMPA (83%), pengguna DMPA secara teratur sebanyak 37 akseptor KB DMPA (79%), pengguna DMPA yang mengalami peningkatan BB sebanyak 34 akseptor KB DMPA (72%), serta lama penggunaan 4-10 tahun sebanyak 28 akseptor KB DMPA(60%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengguna DMPA dengan Peningkatan BB akseptor KB Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKIT TINGGI Husnawati; Aisyah; Ardita Yuan Cahya Pramesti; Diantika Rahmayani; Fasri Dian Safitri; Lala Azela; Muhammad Yudika Chandra; Putri Melati; Putri Nimi Usti; Saskira Windy Noviana; Siti Rahmatun Nur; Waldy Wijayanto; Yolanda Selviana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2250

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian karena mencerminkan kesesuaian antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan pada tanggal 15–17 Juli 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan lima dimensi SERVQUAL meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dianalisis secara univariat menggunakan teknik persentase dan perhitungan TCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai rata-rata 61,67%. Pada aspek tangible pasien menilai ruang tunggu nyaman dan rapi meski media edukasi masih terbatas, pada reliability pasien sangat puas terhadap kejelasan informasi obat dan kelengkapan obat, pada responsiveness pasien menilai apoteker sigap dan cukup cepat dalam melayani, pada assurance pasien merasa apoteker profesional serta menumbuhkan rasa percaya, sedangkan pada empathy mayoritas responden sangat puas terhadap sikap sopan, ramah, dan kepedulian apoteker. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi telah memenuhi harapan pasien, meskipun masih perlu peningkatan fasilitas informasi kesehatan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyediakan sarana edukasi berupa kotak informasi berisi leaflet, brosur, dan poster guna memperkuat mutu layanan serta mendorong penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.