Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi E-Tilang Sebagi Wujud Perkembangan Hukum di Kota Malang Purborini, Vivi Sylvia; Kasmin, Kasmin; Suryanatha, Ida Bagus
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 6 No 1 (2025): JAPS April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v6i1.174

Abstract

This article discusses technological innovation in public services in the era of industrial technology. In the current context, the Indonesian National Police (Polri) has initiated the ETLE or Electronic Traffic Law Enforcement program as a breakthrough in the framework of electronic road traffic law enforcement. The data analysis technique used in this study is qualitative analysis. The problem approach used in this study is to use socio-legal research. The findings in the writing explain that E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) created by the Malang City Police Traffic Unit as a technology-based law enforcement model is one form of legal progressiveness to answer the demands of the community in facing current legal problems. In the E-TLE law enforcement system, the public does not need to have direct contact with officers in the field so that vulnerability to corrupt practices can be avoided. In addition, handling legal processes related to traffic violations becomes easier by paying fines directly at the Bank so that the public does not need to come to court at the local District Court.
KONSEP CEMAS DAN RASA TAKUT BERLEBIH DALAM QS. AL-BAQARAH (STUDI ASINONIMITAS) kasmin, kasmin; Zuhrah, Nikmatuz; Fatirawahidah, Fatirawahidah; Danial, Danial
EL-MAQRA' Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v4i2.7042

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengkaji studi asinonimitas konsep cemas dan takut dalam QS. Al-Baqarah. Tujuan penelitian ini, ingin mengungkapkan makna dari kata cemas dan takut  terkait konteks penggunaannya dalam QS. Al-Baqarah dan juga menjelaskan bagaimana relevansi analisis makna khauf dan khasyyah menurut Al-Qur’an dengan makna takut dalam bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan atau (library research), dengan analisis menggunakan metode muqaran. Hasil penelitian ini, menguatkan bahwa tidak adanya sinonimitas dalam QS. Al-Baqarah pada kata khauf dan khasyyah, meskipun keduanya memiliki arti yang sama namun penggunaan makna dan kedudukan kata khauf dan khasyyah berbeda. Khauf adalah ketakutan kepada ganjaran Allah terhadap perbuatan yang dilakukannya yang kemudian hari akan dipertanggung jawabkan, khauf ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti takut pada makhluk dan kedudukannya lebih rendah dibandingkan khasyyah. Sedangkan khasyyah adalah ketakutan kepada Allah akan keagungan dan kekuasaannya dan kedudukannya lebih tinggi dari khauf, perbedaan kedudukan tersebut berdasarkan objek ketakutan  dan lebih tinggi untuk ditakuti adalah Allah bukan makhluknya. Adapun relevansi khauf dan khasyyah dalam QS. Al-Baqarah dengan kamus Indonesia yaitu ketakutan yang menambah kedekatan kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Berbeda apa yang diartikan dalam bahasa Indonesia, takut sebagai sesuatu yang dihindari dan mendatangkan bencana.
Produktivitas Kerja Aparatur Pemerintahan pada Kantor Camat Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan Rama, Muhamad Irfan; Sukarmin, Sukarmin; Kasmin, Kasmin
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i2.352

Abstract

Work productivity of government apparatuses at the north wawonii district office, konawe islands regency. the purpose of this study was to find out and describe the work productivity of government officials at the north wawonii district office, konawe islands regency. this research uses qualitative methods and does not use populations, because qualitative research departs from certain cases that exist in certain social situations. so the informants in the study were 1 key informant and 6 sub-district government officials. the results showed that the work productivity of government officials at the north wawonii sub-district office, konawe islands regency, could be achieved in terms of (a) capability, (b) increasing the results achieved, (c) work enthusiasm, (d) self-development, employees can be productive because they often following training or technical guidance (e) quality. the factors that influence the work productivity of government officials at the north wawonii sub-district office, konawe islands regency, consist of factors (1) motivation, with the motivation of employees being able to work more productively, (2) discipline, namely employees who work by obeying the rules and rules can be more productive in carrying out their main tasks and functions (3) work ethics, employees at work have the character, attitude and ethics of always working hard so they can be productive, (4) skills, namely employees in work are supported by work skills obtained through training and technical guidance so that they are more productive at work, (5) education, namely employees who have formal education affect the ability of employees to work. because low education with higher education is different in work productivity.
Akuntabilitas Kepemimpinan Madrasah dalam Integrasi Keilmuan Hasbiyallah, Hasbiyallah; Kasmin, Kasmin; Ihsan, Mahlil Nurul
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4665

Abstract

Akuntabilitas kepemimpinan madrasah merupakan bentuk perwujudan rasa tanggung jawab yang mencerminkan sikap transparan kepada publik atau masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan. madrasah sebagai system pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan agama dan umum, Makalah ini bertujuan menjelaskan bagaimana bentuk akuntabilitas kepala madrasah dalam kerangka integrasi ilmu pengetahuan di MAN untuk membantu siswa MAN mengembangkan dan menghubungkan konsep sains dan agama. Metode penelitian ini dengan pendekatan kualitatif metode studi kasus dengan cara menyelidiki pembelajaran integrasi ilmu. Penelitian ini menunjukan bahwa akuntabilitas kepala MAN IC semakin tinggi dan semakin dipercaya oleh masyarakat, MAN IC dinilai public sebagai MAN yang berhasil mengintegrasikan ilmu agama dan science terbukti dari prestasi-prestasi siswa MAN IC di bidang-bidang science mampu berkompetisi dengan sekolah-sekolah umum bereputasi nasional dan internasional tanpa mengabaikan ilmu-ilmu agama yang menjadi kekuatan di MAN. Rekomendasi penelitian ini bahwa kepada para pemimpin madrasah untuk meningkatkan akuntabillitas kepemimpinannya sehingga mampu mewujudkan visi madrasah hebat madrasah bermartabat.
Hubungan Manajemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan Inovasi Layanan Administrasi Azzahra, Siti Fatimah; Sanusi, Hary Priatna; Kasmin, Kasmin
MES Management Journal Vol. 3 No. 1 (2024): MES Management Journal 
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mesman.v3i1.193

Abstract

One-Stop Integrated Service as a process of simplifying administrative services controlled by a management system as a form of administrative service innovation. This study aims to examine the relationship between One-Stop Integrated Service Management and administrative service innovation in Education unit services at the Ministry of Religious Affairs of West Jakarta City. The research was carried out with a quantitative approach with the type of survey research. The research data was collected by questionnaire method. The population in this study was visitors to the One-Stop Integrated Service Education service unit with incidental sampling techniques. Data analysis techniques use correlation analysis. The results showed that: (1) One-Stop Integrated Service Management has an average calculation of 2.54 so that it can be rated high. (2) Administrative service innovation has an average of 3.08, which is in the high category. (3) The relationship between One-Stop Integrated Service Management and Administrative Service Innovation. The value of the relationship between the two variables is 0.521, the results show that the correlation is quite strong and positive value between the two variables. This research shows that One-Stop Integrated Service Management is related to administrative service innovation. 
HUBUNGAN BUDAYA RELIGIUS DENGAN BUDAYA KERJA TENAGA KEPENDIDKAN Aulia, Annisa Nur Azizah; Irawan, Irawan; Kasmin, Kasmin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.6559

Abstract

Pada prakteknya penanaman pembiasaan atau budaya keagamaan di sekolah ini untuk memberikan bimbingan agar memiliki akhlak yang mulia. Dengan penanaman nilai-nilai keagamaan tersebut maka dapat menciptakan pembiasaan atau budaya kerja yang secara konsisten juga dapat memengaruhi cara berinteraksi. Walaupun pada kenyataannya seringkali terdapat penyimpangan yang disebabkan kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan budaya religius dan budaya kerja yang sudah berusaha diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Budaya Religius terhadap Budaya Kerja Tenaga Kependidikan di Sekolah Islam Muhammadiyah Kecamatan Jatinangor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Berdasarkan hasil pengujian budaya religius memiliki hasil sebesar 4,4 dengan kategori tinggi. Hasil pengujian budaya kerja tenaga kependidikan sekolah memiliki hasil sebesar 4,3 dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya religius memiliki hubungan yang kuat dan signifikan yang dibuktikan melalui uji korelasi dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Kontribusi budaya religius dalam peningkatan budaya kerja tenaga kependidikan sekolah sebesar 61,1%. Hipotesis yang diajukan peneliti diterima yang dibuktikan dengan uji t dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Maka terdapat hubungan yang signifikan antara budaya religius dengan budaya kerja tenaga kependidikan di Sekolah Islam Muhammadiyah Kecamatan Jatinangor.