Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PEMBELAJARAN GITAR AKUSTIK PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Lestari, Faralita; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15291

Abstract

Judul penelitian ini adalah proses kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah SMP Negeri 1 Banda Aceh. Rumusan permasalahannya terkait tentang bagaimana pembelajaran gitar akustik pada kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis pendekatannya adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh, sedangkan objek penelitiannya adalah proses pembelajaran ekstrakurikuler gitar disekolah tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan kepribadian siswa termasuk dalam katagori baik dalam proses pembelajaran gitar yang dilaksanakan selama 2-3 bulan dari bulan Agustus sampai November. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mula-mula siswa dan siswi mengenal tali/senar pada senar gitar 1 sampai 6 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bungong Jeumpa, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan akord lagu bungong jeumpa. Sambil siswi belajar akord tersebut guru ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan mengajar satu perasatu. Untuk latihan pada lagu Bungoeng Jeumpa dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik penjarian. Untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata kunci: Proses, Latihan, Ekstrakurikuler, Gitar
TRANSFORMASI TRADISI MEUDIKEE DALAM KONTEKS MASYARAKAT SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Fitri, Lidia; Ramdiana, Ramdiana; Selian, Rida Safuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13141

Abstract

Penelitian ini berjudul Transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Mengangkat masalah bagaimana tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan bagaimana transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi Meudikee dalam kontes masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Jenis pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan merujuk ke dalam jenis penelitian menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini ialah TPA Baburrisyad desa Mesjid Baro Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, objek yang diteliti adalah menegenai tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga Kabupaten Bireuen. Sumber data yaitu Tgk. Jamil sebagai pimpinan pesantren, Tgk. Maidi dan Ustazah Fakriah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah mereduksi data terlebih dahulu kemudian penyajian data dalam bentuk uraian singkat selanjutnya verefikasi data atau penarikan kesimpulan dan menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga sebagai tradisi yang sangat sakral berisikan doa, shalawat sanjungan kepada nabi Muhammad SAW dalam memperingati hari kelahirannya dan tradisi Meudikee dalam masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen mengalami perubahan yang signifikan terutama dari bentuk meliputi anggota, gerak, syair, properti dan kostum serta fungsinya telah menjadi seni pertunjukan sebagai hiburan tanpa mengubah fungsi utamanya yaitu sebagai tradisi maulid (memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW).Kata kunci: transformasi, tradisi, Meudikee
MEUREUKON DI KABUPATEN PIDIE JAYA Fitria, Fitria; Ramdiana, Ramdiana; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13139

Abstract

Penelitian yang berjudul Mereukon di Kabupaten Pidie Jaya ini mengangkat masalah nilai-nilai pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam Meureukon di Kabupaten Pidie Jaya, apakah fungsi Meureukon di dalam kehidupan bermasyarakat Kabupaten Pidie Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dan fungsi terkandung dalam Meureukon di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekaan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang Mereukon di kabupaten Pidie Jaya. Subjek Penelitian ini adalah komunitas Jamaatul Fata Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan objek yang akan diteliti mengenai nilai-nilai pendidikan yang terkadung Meurukon di Kabupaten Pidie Jaya dan fungsi Meureukon di dalam kehidupan bermasyarakat Kabupaten Pidie Jaya. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Meureukon adalah salah satu tradisi masyarakat Pidie Jaya, Meureukon merupakan sebuah media pembelajaran agama atau media dakwah karena syair-syairnya membahas tentang pengetahuan agama. Meureukon bukan hanya kegiatan berkumpul atau tempat belajar agama, namun di dalam Meureukon terkandung nilai-nilai pendidikan yang bersifat religius, kebersamaan, sosial dan estetis serta memiliki fungsi antara lain sebagai sarana upacara adat istiadat, sebagai sarana komunikasi, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana pendidikan, sebagai sarana ekspresi dan pengembangan diri.Kata Kunci: nilai-nilai pendidikan, Meureukon
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fharina, Reny; Fitri, Aida; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13135

Abstract

Tari Guel merupakan, tari yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan musik iringan adalah musik pengiring sebagai pengendali keselarasan sebuah prosesi tari. Penelitian mengangkat masalah bagaimana perkembangan alat musik iringan Tari Guel di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah S. Kobat, Mukhlis Gayo, Ibrahim Kadir dan Teuku Aga. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat musik iringan Tari Guel yang dipentaskan di Kabupaten Aceh Tengah mengalami perkembangan dalam beberapa periode, periode pertama 1972-1980 menggunakan gegedem, canang, gong dan vokal dengan dinamik lembut, dengan tempo bervariasi, irama dinamis dan terdengar harmoni. Kemudian berkembang pada periode kedua yaitu pada tahun 1980-2000 ada penambahan alat musik pendukung seperti teganing, bantal didong, bensi dan syair untuk membuat bunyi musik lebih beragam dan tidak mengubah unsur musik pada periode sebelumnya. Selanjutnya periode tahun 2000-2012 terdapat penambahan syair internal, penambahan alat musik suling untuk menggantikan vokal dan mengurangi alat musik pendukung sebelumnya, alasannya karena sulitnya mencari pelantun tradisi saat itu dan sebagai bentuk kreativitas seniman , dinamik menjadi agak cepat dan tempo tidak banyak variasi dan menjadi cepat juga, alat musik pada periode adalah gegedem, canang, gong, dan suling. Perkembangan terakhir tahun 2012-2018 yaitu, pergantian alat musik gegedem menjadi rapai karena sulitnya mencari gegedem dan rapai dianggap lebih sesuai kebutuhan pentas, unsur musik dinamik dalam periode terakhir ini menjadi lebih cepat dan juga tempo yang lebih cepat dari tempo periode sebelumnya, alat musik yang digunakan pada periode ini diantaranya adalah rapai, gong, canang, suling, dan bantal didong.Kata Kunci: perkembangan alat musik iringan, tari Guel.
SENI TUTUR NANGA-NANGA DI DESA KAMPUNG AIE KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Trianov, Rilky; Ramdiana, Ramdiana; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13123

Abstract

Penelitian yang berjudul Seni Tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue ini mengangkat masalah bagaimana fungsi dan makna yang terkandung dalam seni tutur Nanga-nanga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang seni tutur Nanga-nanga di Desa Kampung Aie Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Subjek penelitian ini adalah Tokoh masyarakat Desa Kampung Aie dan organisasi PKK, sedangkan objek yang akan diteliti yaitu fungsi dan makna dari Nanga-nanga itu sendiri. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya seni tutur Nanga-nanga adalah salah satu kesenian tradisional yang telah lama mengakar di Simeulue yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang, pada setiap lirik-lirik yang disampaikan mengandung nilai-nilai estetika antara perpaduan irama dengan makna syairnya yang mendayu-dayu. Selain itu Nanga-nanga juga memiliki makna pada setiap liriknya disesuaikan dengan fungsinya, fungsi Nanga-nanga ada beberapa, yaitu fungsi religi, pendidikan, sosial, nasehat dan hiburan.Kata Kunci: seni tutur, Nanga-nanga
TRANSFORMASI GEUDEU-GEUDEU MENJADI SENI PERTUNJUKAN DI TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA Wahyuni, Laina; Ramdiana, Ramdiana; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13121

Abstract

Penelitian ini berjudul Transformasi Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan di Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendakatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian tentang budaya Geudeu-geudeu ini menunjukkan bahwa Geudeu-geudue adalah permainan rakyat yang merupakan salah satu identitas dari masyarakat dan berkembang didalamnya sesuai dengan lingkungan adat istiadat dimana masyarakat itu berada. Budaya Geudeu-geudeu yang dimainkan oleh 3 orang laki-laki yang dulunya merupakan upacara ritual paska panen tetapi sekarang berubah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Penelitian mengenai Geudeu-geudeu ini telah terjadi transformasi yang sangat sederhana walau tidak secara keseluruhan.Kata Kunci: transformasi, pertunjukan, Geudeu-geudeu
MANTRA DAN GERAK TARI SINING Ulfa, Marisa; Ramdiana, Ramdiana; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13122

Abstract

Penelitian ini tentang Makna Mantra dan Makna Gerak Tari Sining menyangkut masalah bagaimana makna mantra dan makna gerak Tari Sining. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna mantra dan makna gerak Tari Sining. Pendekatan yang gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, mantra dalam tari Sining menunjukan bahwa pada dasarnya mantra pada pendirian pertama rumah masyarakat gayo berfungsi sebagai doa, doa yang dimaksud disini adalah doa agar rumah yang akan dibuat diberkahi oleh Allah swt, pada setiap paragraf dari masing-masing mantra yang digunakan pada tarian ini memiliki makna tersendiri dalam setiap paragrafnya dan gerak pada gerakan pada tari Sining ini ada 19 gerak namun hanya beberapa gerak saja yang memiliki makna gerak dan disetiap ragam gerak memiliki beberapa rangkaian gerak.Kata Kunci: makna, mantra, gerak, tari Sining,
RITUAL ADAT ALAS PEMAMANEN DI DESA BAMBEL KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA Raseha, Enggi; Ramdiana, Ramdiana; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13119

Abstract

Penelitian yang berjudul Ritual Adat Pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, mengangkat masalah bagaimana prosesi ritual tradisi Pemamanen dan apa saja yang menyebabkan perubahan di ritual Pemamanen suku Alas di Aceh Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ritual adat Pemamanen dan apa saja faktor penyebab perubahan di tradisi Pemamanen di Kute Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang ritual adat Pemamanen dan objek dalam penelitian ini adalah ritual adat alas Pemamanen di desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual adat alas Pemamanen yaitu Ngelumbe, Tebekhas, Titah Pekhintah, Mebhagah, Jagai, persiapan meyambut Pemamanen, Sabhungen Silime-lime, persiapan bagi Pemamanen yang datang, Ngerana, Senat. Ritual adat Pemamanen ini mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: karena adanya penemuan baru, adanya pengaruh budaya lain, adanya perkembangan teknologi, sehingga menyebabkan ritual tersebut mengalami perubahan. Ritual adat Pemamanen ini masih dilaksanakan secara adat.Kata Kunci: ritual, adat Alas, Pemamanen
KAJIAN KOREOGRAFI TARI TRADISI BLANG KARYA M. RIZA Zannah, Ismiyatul; Supadmi, Tri; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9643

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Tradisi Blang Karya M.Riza. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana koreografi Tari Tradisi Blang karya M.Riza. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang proses kreatif, dan mengetahui koreografi yang meliputi aspek bentuk, teknik dan isi serta tenaga, ruang dan waktu yang digunakan serta ciri khas atau gaya Tarian Tradisi Blang. Sumber data dan Lokasi dalam penelitian ini adalah Koreografer sanggar seni Geunaseh Banda Aceh dan lokasi peneltian terletak di sanggar seni Geunaseh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tradisi Blang diciptakan pada tahun 2013 oleh Muhammad Riza yang diTarikan oleh 4 penari laki-laki dan 9 penari wanita yang dilengkapi dengan properti caping tani, pade bijeh, tampah, Dalong dan layang-layang. Tarian ini memiliki tujuh belas gerakan dan memiliki 36 pola lantai. Tari Tradisi Blang diiringi dengan alat musik tradisional Seperti Seurune Kale, Seruling, Rapai, Geundrang, Peluit Bambu dan Kerincing. Kajian koreografi Tari Tradisi Blang terdiri dari observasi, eksplorasi, improvisasi dan evaluasi. Tari tradisi Blang termasuk kedalam Tari pertunjukkan yang berfungsi sebagai hiburan semata.Kata Kunci: kajian, koreografi, Tari Tradisi Blang.
UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) PADUAN SUARA MAHASISWA (PSM) SUARA AKADEM UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH Alfath, Muhammad; Syai, Ahmad; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i1.9636

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Suara Akadem Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses kegiatan latihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh, dan kendala apa saja yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kegiatan latihan paduan suara Akademia Unsyiah, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi pada saat proses latihan paduan suara Akademia Unsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Pelatih dan Anggota paduan suara akademia Unsyiah, objek penelitian ini yaitu Sentra UKM Paduan Suara Mahasiswa Suara Akademia Unsyiah Banda Aceh. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh meliputi pemilihan latihan, pengenalan lagu Aneuk Nanggroe dan pembagian nada suara lagu Aneuk Nanggroe. Kendala-kendala yang dialami ketika proses latihan paduan suara akademia universitas syiah kuala Banda Aceh terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta anggota tidak fokus pada saat latihan, pelatih tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman anggota terhadap lagu Aneuk Nanggroe yang telah diberikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses latihan paduan suara akademia Unsyiah Banda Aceh pada dasarnya sama dengan latihan pada UKM paduan suara mahasiswa lainnya. Sebelum pelatih melakukan latihan, pelatih mempersiapkan hal-hal penting dalam proses latihan paduan suara, yang meliputi perencanaa latihan, mempersiapkan lagu, partitur dan mempersiapkan tempat latihan.Kata Kunci: Proses latihan, Unit Kegiatan Mahasiswa, paduan suara