Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Gaya Belajar dengan Kompetensi Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Aziz, Abdul; Hadi, Yul Alfian; Rodiyah, Hadiahtul; Marsa Ibrahim, Doni Septu
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v11i1.30105

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi atau hubungan gaya belajar siswa dengan kompetensi membaca siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Adapaun sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang telah dipilih, menggunakan Teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner gaya belajar Visual, Audiotery, dan Kinestetik ) serta menggunakan tes literasi membaca. Analisis dilakukan menggunakan korelasi person untuk mengatur hubungan antara gaya belajar dan komptensi literasi membaca siswa. Adapaun hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki dominan gaya belajar visual memiliki hubungan signifikan dengan kompetensi literasi membaca, dengan nilai korelasi Pearson atau r_hitung gaya belajar visual sebesar 0,501> r_tabel = 0,361. Sedangkan siswa yang memiliki dominan gaya belajar auditory r_hitung sebesar 0,273 < r_tabel = 0,361. Dan gaya belajar siswa dominan kinestetik r_hitung sebesar 0,278 < r_tabel= 0,361. Dapat di simpulkan bahwa siswa dengan dominan dengan gaya belajar visual cenderung memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditory dan kinestetik. Sebaliknya, gaya belajar auditory dan kinestetik tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kompetensi literasi membaca. Namun kombinasi gaya belajar siswa harus tetap dilakukan dalam proses pembelajaran, dikarnakan gaya belajar siswa masih memerlukan dukungan dari indra yang lainnya.
Implementation of Merdeka Curriculum Concept, Challenges and Benefits in Elementary School Education Aziz, Abdul; Mukti, Husnul; Rahmawati, B. Fitri; Hadi, Yul Alfian
IJE : Interdisciplinary Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2025): July Interdisciplinary Journal of Education (IJE)
Publisher : Sumber Belajar Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61277/ije.v3i2.210

Abstract

This study aims to analyze the concept, challenges, and benefits of implementing the independent curriculum at the elementary school level through a literature review approach. The independent curriculum is presented as a reform towards relevant and more student-centered learning, emphasizing flexibility and the development of Pancasila student profiles.  Based on the literature review, it was found that there were challenges in its implementation, such as lack of teacher understanding, limited resources, and resistance to change. However, this curriculum also brings significant benefits, such as increased student learning motivation, teacher creativity, and the possibility of holistic learning outcomes. This study recommends ongoing support, such as intensive training and development of learning communities, to overcome these challenges. Therefore, the autonomous curriculum is expected to be implemented optimally, creating an adaptive and high-quality ecosystem for elementary educatio
PERAN TRISENTRA PENDIDIKAN DALAM OPTIMALISASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK DI SDN 2 PANCOR Abdul Hakim; Ahmad Yasar Ramdan; Dina Fadilah; Yul Alfian Hadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35250

Abstract

This research aims to analyze the role of the tri center of education family, school, and community in optimizing the implementation of the Child-Friendly School (CFS) program at SDN 2 Pancor. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the school principal, parents, and local community members. The findings reveal that the successful implementation of the child-friendly school program at SDN 2 Pancor is the result of strong synergy among the family, school, and community. Families play a vital role as the first and foremost educational environment, providing guidance, learning support, and instilling values of discipline and respect. Schools act as formal learning centers that create safe, comfortable, and inclusive environments through participatory learning and the provision of adequate facilities. Meanwhile, the community serves as a strategic partner by offering moral support, social engagement, and maintaining a healthy environment through joint activities, religious guidance, and community safety agreements around the school. Thus, collaboration among these three educational pillars has proven effective in creating a safe, enjoyable, and child-friendly learning climate. The results of this study are expected to serve as a reference for other schools in developing similar sustainable programs.
The Influence of Inclusive Education on Students’ Social Skills and Self-Esteem at SDN 1 Gereneng in the Academic Year 2025/2026 Indriani, Ria; Sulastri, Andi; Husni, Muhammad; Hadi, Yul Alfian
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i3.2970

Abstract

This study investigates the influence of inclusive education on students’ social skills and self-esteem at SDN 1 Gereneng in the 2025/2026 academic year. Using simple linear regression analysis, the findings demonstrate that inclusive education significantly predicts both variables, with 89.1% of the variance in social skills (F = 69.729; p < 0.05; R² = 0.891) and 92% of the variance in self-esteem (F = 97.562; p < 0.05; R² = 0.920) explained by its implementation. The results indicate that inclusive educational practices not only enhance students’ collaboration, empathy, responsibility, and self-regulation in social interactions but also strengthen their confidence and sense of self-worth. Theoretically, this research contributes to educational psychology by affirming the role of inclusive environments in fostering both social competence and self-esteem. Practically, it highlights the importance of designing learning strategies, extracurricular activities, and school climates that balance cognitive, affective, and social dimensions. These findings suggest that inclusive education provides a critical foundation for developing equitable, supportive, and diversity-affirming learning environments that nurture students’ holistic growth.
Analisis Analisis Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) Melalui Budaya Lokal Begawe Dalam Penanaman Nilai-nilai Pancasila Siswa Kelas IV SDN Barelantan nurhayani, risya; Muhammad Husni; Yul Alfian Hadi; Rohini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33730

Abstract

  This study aims to analyze the implementation of the culturally responsive teaching (CRT) approach through the local culture of Begawe in instilling Pancasila values in fourth-grade students at SDN Barelantan. The research employed a qualitative method with a narrative approach, using observation, interviews, and documentation as data collection techniwues. The findings reveal that the Begawe  tradition, as a local culture of the Sasak community, embodies values aligned with Pancasila, such as mutual cooperation, togetherness, deliberation, tolerance, and social jutice. Through the implementation of CRT, teachers lonk learning materials with students cultural experiences, making learning more contextual and meaningful. This process enhances student engagement, encourages active participation in discussions, collaboration in group work, and respect for peers opinions. Keywords: Culturally Responsive Teaching, Local Culture, Pancasila Values ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) melalui budaya lokal Begawe dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas IV SDN Barelantan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif melalui observasi, wawncara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Begawe, sebagai budaya lokal masyarakat Sasak, memuat nilai-nilai yang selaras dengan Pancasila, seperti gotong royong, kebersamaan, musyawarah, toleransi, dan keadilan social. Melalui penerapan CRT, guru mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman budaya siswa sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna, proses ini meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong mereka lebih aktif berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghargai pendapat teman.    Kata Kunci: Culturally Responsive Teaching, Budaya Lokal, Nilai-nilai Pancasila
Implementasi Metode Story Telling Terhadap Kemampuan Bicara Anak Berkebutuhan Khusus dengan Gangguan Speech Delay Suhirman, Suhirman; Aziz, Abdul; Fitriani, Rohyana; Hadi, Yul Alfian; Ningsih, Sapitria
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.2184

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya hambatan atau gangguan keterlambatan berbicara yang dialami anak speech delay di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang obyektif tentang Penerapan Story Telling dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak speech delay. Subjek penelitian ini adalah seorang anak speech delay di TK Hamzanwadi Pancor. Untuk mencapai tujuan diatas, maka penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik dan dianalisis melalui statistic deskriptif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan persentase kemampuan berbicara setelah diberikan intervensi melalui penerapan Story Telling. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan pada fase baseline-1 (A1) ke fase intervensi (B) sebesar 20%, dan pada fase intervensi (B) ke fase baseline-2 (A2) sebesar 90%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara anak speech delay berpengaruh signifikan melalui penggunaan media boneka tangan.
Peran Mahasiswa Asistensi Mengajar Dalam Penerapan Proyek Mini Garden Gizi di Sekolah Dasar Hakim, Arif Rahman; Hadi, Yul Alfian; Saputra, Muhammad Aziz; Amrina, Amrina; Tista, Anggi; Humaeroh, Humaeroh; Ulpiana, Via
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.717

Abstract

Program Asistensi Mengajar (AM) sebagai bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam ekosistem pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan peran mahasiswa AM dalam merancang dan menerapkan program inovatif berupa "Mini Garden Gizi" di Sekolah Dasar. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang melibatkan observasi awal, sosialisasi program, pembimbingan intensif, dan evaluasi hasil belajar siswa. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan lahan sekolah yang terbatas untuk dijadikan media pembelajaran praktis mengenai gizi, biologi tanaman, dan kelestarian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Selain itu, pemahaman siswa mengenai pentingnya gizi seimbang dan cara menanam sayuran meningkat. Program ini juga berhasil menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila, khususnya aspek gotong royong dan tanggung jawab. Mahasiswa sebagai fasilitator memperoleh pengalaman nyata dalam manajemen proyek edukasi dan penerapan metode PjBL di kelas. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa AM dan pihak sekolah sangat efektif dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan berdampak.