Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH SENAM ERGONOMIK TEHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULUKUNYI: The Effect Of Ergonomic Gymnastics On Lowering Blood Pressure In Hypertensive Patients In The Working Area Of The Bulukunyi Health Center Arafah, Salmah; Dewiyanti; Kamriana; Alwi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut (WHO) tahun 2008 menunjukkan, di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah di wilayah kerja Upt puskesmas bulukunyi. Desain : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan exprimental design dengan rancangan One group pre post test design. Sampel sebanyak 32 orang yang mengalami Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas bulukunyi Kabupaten Takalar. Hasil : Didapatkan hasil dari uji wilcoxon dengan nilai (p=0,000). Kesimpulan : Ada Pengaruh pemberian senam ergonomik Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Bulukunyi Kabupaten Takalar. Saran: Pemberian senam ergonomik diharapkan dapat dimasukkan dalam program pengelolaan penyakit tidak menular karena mampu untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi Di wilayah kerja Upt Puskesmas Bulukunyi.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA PASIEN REMATIK DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG: The Effect Of Progressive Muscle Relaxation Therapy On Reducing Joint Pain In Rheumatic Patients At Mangarabombang Health Center dewi, Dewiyanti; Arafah, Salmah; Sumarmi; Kamriana; Alwi; Vionita, Virta; Suardi; Patmawati; Nurhidayah, Irfanita
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1501

Abstract

Latar Belakang: terapi latihan otot progresif merupakan metode terapi non farmakologis yang bisa membantu mengurangi nyeri. Teknik relaksasi otot progresif bertujuan untuk mempertahankan kondisi relaksasi kumupulan otot, dimulai dari atas kearah kaki atau dari bawah kearah kepala dan meningkatkan respons relaksasi dengan mengurangi nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pegaruh terapi otot progresif terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik di Wilayah Kerja Puskesmas Mangarabombang Kabaputen Takalar. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan pendekatan One group pre-post tes design. Dengan subjek penelitian pasien reaumtik sebanyak 36 responden, dalam pengambilan responden dengan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan Uji T-Test Paired Sampel dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil: penelitian membuktikan bahwa responden berdasarkan umur 45-54 tahun (n=20, 56%), pendidikan tingkat SD (n=18, 50%), tingkat nyeri sebelum terapi latihan otot progresif nyeri ringan 11 (31%) responden, nyeri sedang 19 (53%) responden, nyeri berat 6 (17%) responden, sedangkan tingkat nyeri setelah terapi latihan otot progresif dengan nyeri ringan 25 (69%) dan (31%) responden nyeri sedang, dan nyeri berat 0 (0%). Terdapat pengaruh signifikan terhadap pemberian terapi relaksai otot progresif (p=0,000) < α=0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif yang menghasilkan peningkatan dan signifikan terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati, Ernawati; Arafah, Salmah; Dewiyanti, Dewiyanti; Sadli, Adi; Oktaviana, Dina; Sumarmi, Sumarmi; Risnah, Risnah; Harmawati, Harmawati; Patmawati, Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
SIMULASI PRE HOSPITAL BLS (BASIC LIFE SUPPORT) PMR (PALANG MERAH REMAJA) TINGKAT SMA KABUPATEN TAKALAR Dewiyanti, Dewiyanti; Patmawati , Patmawati; Kamriana , Kamriana; Arafah, Salmah; Sumarmi, Sumarmi; Ernawati , Ernawati; Oktaviana, Dina; Kartini, Anita
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.60

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit bila tidak ditangani segera. Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan pertolongan awal untuk mempertahankan fungsi vital melalui tindakan seperti penilaian respons, aktivasi sistem bantuan, serta resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Pada konteks sekolah, remaja—terutama anggota Palang Merah Remaja (PMR)—berpotensi menjadi penolong awam pertama dalam situasi pra-rumah sakit (pre-hospital). Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR dalam melakukan pertolongan awal BLS pada kasus henti jantung. Metode: Program dilaksanakan melalui edukasi singkat, demonstrasi, dan simulasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipasi aktif pada 40 anggota PMR tingkat SMA Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengukuran pengetahuan dan observasi keterampilan sebelum dan setelah simulasi menggunakan kuesioner serta lembar observasi berbasis SOP BLS. Hasil: Sebelum simulasi, seluruh peserta berada pada kategori pengetahuan kurang (40; 100%) dan keterampilan kurang (40; 100%). Setelah simulasi, kategori pengetahuan meningkat menjadi baik pada 33 peserta (82,5%) dan keterampilan baik pada 30 peserta (75%). Kesimpulan: Simulasi pre-hospital BLS pada anggota PMR tingkat SMA di Kabupaten Takalar menunjukkan perbaikan kategori pengetahuan dan keterampilan setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pembinaan rutin kesiapsiagaan kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset untuk Upaya Penurunan Stunting Risnah, Risnah; Sumarmi; Nur Andani; Harmawati; Ratna Mahmud; Salmah Arafah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/03wd9t60

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting melalui strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ABCD (Asset Based Community Development).  Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Takalar dan melibatkan keluarga, kader kesehatan, serta kelompok dasawisma setempat. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan forum diskusi untuk mengevaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting dan peran keluarga dalam pencegahannya. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara edukasi kesehatan, dan pemberdayaan komunitas dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting di tingkat masyarakat.
Iron intake and anemia as predictors of preeclampsia risk in pregnant women in the second trimester Arafah, Salmah; Dewiyanti, Dewiyanti; Ernawati, Ernawati; Oktaviana, Dina; Kamriana, Kamriana; Alwi, Alwi; Zainuddin, Zainuddin; Syaharani, Nur Hijrah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2716

Abstract

Preeclampsia remains one of the leading causes of maternal morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. Iron deficiency anemia is considered a modifiable risk factor; however, few studies have specifically examined the relationship between anemia status and iron intake and the risk of preeclampsia during the second trimester of pregnancy. This study aimed to analyze the relationship between anemia status and iron intake and the risk of preeclampsia among second-trimester pregnant women. A cross-sectional analytical design was employed involving 150 pregnant women selected through purposive sampling in the working area of Pattallassang Public Health Center, Takalar Regency, between January and March 2025. Data were collected through hemoglobin level examination, a Food Frequency Questionnaire (FFQ) for iron intake assessment, and medical records for preeclampsia diagnosis. Data were analyzed using chi-square and logistic regression tests to determine the associations and predictive strength. The results showed that 30% of respondents experienced preeclampsia, 42% had anemia, and 64% had an inadequate iron intake. Anemia and inadequate iron intake were significantly associated with an increased risk of preeclampsia (p < 0.05). In conclusion, anemia and iron intake are important predictors of preeclampsia risk, highlighting the need for nutritional screening and early intervention to prevent further complications.