Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset untuk Upaya Penurunan Stunting Risnah, Risnah; Sumarmi; Nur Andani; Harmawati; Ratna Mahmud; Salmah Arafah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/03wd9t60

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan masa depan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting melalui strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ABCD (Asset Based Community Development).  Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Takalar dan melibatkan keluarga, kader kesehatan, serta kelompok dasawisma setempat. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan forum diskusi untuk mengevaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang stunting dan peran keluarga dalam pencegahannya. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara edukasi kesehatan, dan pemberdayaan komunitas dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting di tingkat masyarakat.
Penyuluhan Pentingnya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks Sedini mungkin di Kabupaten Takalar Sumarmi Sumarmi; Salmah Arafah; Ernawati Ernawati; Kamriana Kamriana; Mantasia Mantasia; Riska Nuryana; Alwi Alwi; Sri Kurnia Sah Puteri; Dewi Dewi
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i4.403

Abstract

Cervical cancer is one of the most common types of cancer in the female genital organs caused by human papillomavirus (HPV), and preventive measures are highly recommended rather than curative measures. Prevention efforts are still poorly understood, so education is needed to increase vaccination coverage. The aim of this service is to increase participants' understanding of cancer vaccines. This method was used to discuss with partners at SDN Pusat No. 1 Patalasang District. Takalar, and students and teachers participate. Participants' knowledge was assessed through pre-test and post-test. The test result in front of 6 teachers and 15 students was 71.4, increasing to 98.2 at the time of the test. All service participants were satisfied with the implementation of the service because they felt the information was very useful and they needed it. All participants feel the benefits of using the services. Participants hope to continue this service in the future with free pap smears and vaccinations. It can be concluded that advice on cancer prevention and vaccination increased participants' understanding from 71.4 to 98.2 and was highly appreciated by the participants.
The Relationship Between Sleep Quality and Blood Pressure in Students Muhammad Irwan; Irfan Irfan; Evawaty Evawaty; Rahmin Rahmin; Risnah Risnah; Salmah Arafah
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i1.4865

Abstract

Introduction: Sleep is one of the physiological needs that has an impact on the quality and balance of life. The habit of poor sleep quality or a short amount of sleep is also associated with an increase in an individual's blood pressure. If someone's sleep duration is short, the sympathetic nervous system activity will increase, making the person vulnerable to stress, ultimately leading to an increase in blood pressure. Poor sleep quality and quantity not only causes physical discomfort, but also impairs individual memory and cognitive abilities. If this poor quality and quantity of sleep is left unattended for several years, more dangerous complications are likely to occur, such as heart attacks, strokes and psychological problems (such as depression or other mood disorders). The purpose of the study was to determine the relationship between sleep quality and blood pressure in final semester students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Sulawesi Barat. Methods: The study used a cross-sectional approach. The number of samples of 45 respondents was selected by simple random sampling technique Results: The results of the chi-square test showed that there was no relationship between sleep quality and blood pressure (p>0.1). Conclusion: there is no significant relationship between sleep quality and blood pressure in students of the Faculty of Health Sciences in the Final Semester of the Universitas Sulawesi Barat.
PENGARUH TERAPI KOMPRESI TERHADAP PENURUNAN EDEMA PADA PASIEN CHF DI RSUD PROF. DR. H. A. ANWAR MAKKATUTU BANTAENG: The Effect of Compression Therapy on Reducing the Degree of Edema in Patients with CHF at RSUD Prof. Dr. H. A. Anwar Makkatutu Bantaeng salmah arafah; sumarmi sumarmi; Dewiyanti Dewiyanti; Kamriana Kamriana; Alwi Alwi; Nur Hijrah Syaharani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2282

Abstract

Latar belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan gangguan fungsi jantung yang menyebabkan penumpukan cairan sehingga menimbulkan edema pada ekstremitas. Edema yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas dan memperburuk kondisi pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi kompresi. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh terapi kompresi terhadap penurunan derajat edema pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Derajat edema diukur sebelum dan sesudah terapi kompresi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya penurunan derajat edema setelah pemberian terapi kompresi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi kompresi terhadap penurunan derajat edema pada pasien CHF. Kesimpulan: Terapi kompresi berpengaruh terhadap penurunan derajat edema pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng.
PENGARUH EDUKASI PSIKORELIGIUS SHALAT DHUHA BERBASIS DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP RISIKO KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR: The Effect of Family Support-Based Psycho-Religious Dhuha Prayer Education on Family Knowledge and Attitudes Toward Relapse Prevention in Patients with Schizophrenia Kamriana Kamriana; salmah arafah; Hermadin; Nur Hijrah Syaharani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2287

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis dengan risiko kekambuhan yang tinggi. Dukungan keluarga dan pendekatan psikoreligius memiliki peran penting dalam pencegahan kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi psikoreligius shalat dhuha berbasis dukungan keluarga terhadap pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest yang melibatkan 58 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa edukasi psikoreligius mengenai shalat dhuha yang didukung oleh keterlibatan keluarga. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap responden setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan bahwa edukasi psikoreligius shalat dhuha berbasis dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia (p = 0,000). Kesimpulan, edukasi psikoreligius melalui shalat dhuha dengan dukungan keluarga efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia.
Effectiveness of ginger (zingiber officinale) phytotherapy in reducing premenstrual syndrome severity among adolescent girls: A quasi-experimental controlled study Suriani Bahrun; Muhammad Basir; Salmah Arafah; Kamriana Kamriana; Mantasia Mantasia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 2 (2026): Articles in Press
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i2.330

Abstract

Introduction: Premenstrual syndrome (PMS) is a prevalent condition among adolescent girls, characterized by physical, emotional, and behavioral symptoms that may impair daily functioning and quality of life. Despite its high prevalence, evidence on comprehensive, non-pharmacological interventions targeting PMS in adolescents, particularly in school-based settings, remains limited. This study aimed to evaluate the effectiveness of ginger phytotherapy in reducing PMS severity among adolescent girls. Research Methodology: A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted at SMP Negeri 3 Makassar, Indonesia, between January and February 2026. A total of 50 participants were recruited through purposive sampling, of whom 46 completed the study. PMS severity was assessed using DSM-IV-TR–based criteria before and after intervention. Participants received ginger decoction 2–3 times daily for 7 days before menstruation, following a standardized protocol. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test, with effect size calculated. Multivariate analysis was performed using ordinal logistic regression. Statistical significance was set at α = 0.05. Results: There was a significant reduction in PMS severity following the intervention (Z = −2.81, p = 0.005; r = 0.41). The proportion of participants with mild PMS increased from 10.9% to 78.3%, while the proportion with severe PMS decreased from 10.9% to 0%. Multivariate analysis showed that ginger phytotherapy significantly reduced the likelihood of higher PMS severity (OR = 0.16; 95% CI: 0.04–0.58; p = 0.006). Conclusion: Ginger phytotherapy is an effective and feasible non-pharmacological intervention for reducing PMS severity among adolescents. Its integration into school-based health programs may support menstrual health management in resource-limited settings.
Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon) Dewiyanti Dewiyanti; Ernawati Ernawati; Adam Badwi; Alwi Alwi; Patmawati Patmawati; Sumarmi Sumarmi; Salmah Arafah; Kamriana Kamriana
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6722

Abstract

Salah satu konsep penting dalam rantai kelangsungan hidup pasien stroke adalah deteksi dini stroke sebagai metode early warning sign. Deteksi dini prehospital yang tepat memengaruhi tingkat perawatan stroke yang diperlukan. Sangat penting untuk mewaspadai stroke dengan cepat karena sebagian besar (95%) gejala awal stroke terjadi di luar rumah atau di rumah sakit. Penatalaksanaan ideal terjadi selama periode emas 3-6 jam setelah pasien stroke pertama kali ditemukan. Risiko cacat permanen meningkat jika mendapatkan perawatan medis lebih dari 12 jam setelah stroke.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tentang deteksi dini stroke serta keterampilan manajemen kegawatdaruratan prahospital pasien stroke untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan sebelum pasien dibawa ke rumah sakit. Metode mengukur pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon). Hasil kegiatan dari 40 responden yaitu pengetahuan kurang pre-test 27 (67,5%) dan post-test menurun menjadi 9 (22,5%). Sedangkan   pengetahuan baik mengalami peningkatan pre-test 13 (32,5%) dan post-test 31 (77,5%). Keterampilan pre-test dan post-test dengan total responden 40. Pre-test keterampilan  kurang 25 (62,5%) dan post-test menurun menjadi 7 (17,5%). Sedangkan   keterampilan baik mengalami peningkatan pre-test 15 (37,5%) dan post-test 40 (82,5%). Kesimpulan terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah dilakukan Simulasi EMS (Emergency Medical System) deteksi dini stroke dengan metode BEFASTER (Balance, Eyes, Face, Arm, Speech, Time, Emergency Respon).  
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati Ernawati; Salmah Arafah; Dewiyanti Dewiyanti; Adi Sadli; Dina Oktaviana; Sumarmi Sumarmi; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati; Patmawati Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TEHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULUKUNYI: The Effect Of Ergonomic Gymnastics On Lowering Blood Pressure In Hypertensive Patients In The Working Area Of The Bulukunyi Health Center Salmah Arafah; Dewiyanti; Kamriana; Alwi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut (WHO) tahun 2008 menunjukkan, di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah di wilayah kerja Upt puskesmas bulukunyi. Desain : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan exprimental design dengan rancangan One group pre post test design. Sampel sebanyak 32 orang yang mengalami Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas bulukunyi Kabupaten Takalar. Hasil : Didapatkan hasil dari uji wilcoxon dengan nilai (p=0,000). Kesimpulan : Ada Pengaruh pemberian senam ergonomik Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Bulukunyi Kabupaten Takalar. Saran: Pemberian senam ergonomik diharapkan dapat dimasukkan dalam program pengelolaan penyakit tidak menular karena mampu untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi Di wilayah kerja Upt Puskesmas Bulukunyi.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA PASIEN REMATIK DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG: The Effect Of Progressive Muscle Relaxation Therapy On Reducing Joint Pain In Rheumatic Patients At Mangarabombang Health Center Dewiyanti dewi; Salmah Arafah; Sumarmi; Kamriana; Alwi; Virta Vionita; Suardi; Patmawati; Irfanita Nurhidayah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1501

Abstract

Latar Belakang: terapi latihan otot progresif merupakan metode terapi non farmakologis yang bisa membantu mengurangi nyeri. Teknik relaksasi otot progresif bertujuan untuk mempertahankan kondisi relaksasi kumupulan otot, dimulai dari atas kearah kaki atau dari bawah kearah kepala dan meningkatkan respons relaksasi dengan mengurangi nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pegaruh terapi otot progresif terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik di Wilayah Kerja Puskesmas Mangarabombang Kabaputen Takalar. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan pendekatan One group pre-post tes design. Dengan subjek penelitian pasien reaumtik sebanyak 36 responden, dalam pengambilan responden dengan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan Uji T-Test Paired Sampel dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil: penelitian membuktikan bahwa responden berdasarkan umur 45-54 tahun (n=20, 56%), pendidikan tingkat SD (n=18, 50%), tingkat nyeri sebelum terapi latihan otot progresif nyeri ringan 11 (31%) responden, nyeri sedang 19 (53%) responden, nyeri berat 6 (17%) responden, sedangkan tingkat nyeri setelah terapi latihan otot progresif dengan nyeri ringan 25 (69%) dan (31%) responden nyeri sedang, dan nyeri berat 0 (0%). Terdapat pengaruh signifikan terhadap pemberian terapi relaksai otot progresif (p=0,000) < α=0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif yang menghasilkan peningkatan dan signifikan terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik.