Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pantang Makan (Food Tabu) Dan Pendidikan Ibu Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Esklusif Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Bumidaya Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022 Noprianti, Inda; Wati, Desti Ambar; Nurhayati, Aftulsei; Abdullah, Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v6i2.1403

Abstract

Rendahnya pencapaian ASI eksklusif tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif. Ibu tidak memberikan ASI Eksklusif didorong dari ibu yang melakukan pentang makanan sehingga asupan gizi nutrisi ibu tidak cukup untukproduksi ASI. Kemudian pendidikan ibu dapat membuat ibu tidak berfikir kritis, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan pantang makan (food tabu) dan pendidikan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Bumidaya Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitia ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Sampel yang digunakan sebanyak 41 ibu dengan teknik purposive random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebar kepada subjek penelitian. Waktu pelaksanannya telah dilakukan pada bulan Oktober 2022 - Februari 2023. Analisa data menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian menujukan ada hubungan pantang makan (food tabu) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,000)da nada hubungan pendidikan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,000). Hasil penelitian bagi puskesmas dapat melakukan proses evaluasi dan monitoring serta mendukung keberhasilan ASI Eksklusif melalui home visite oleh tenaga kesehatan. Melakukan edukasi media dalam sosialisasi seperti leaflet atau video dan menggunakan media poster khusus promosi kesehatan
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA LANJUT USIA WANITA DI PEKON TERBAYA Satria, Andre; Akhriani, Mayesti; Abdullah, Abdullah; Wati, Desti Ambar
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v6i2.1404

Abstract

Hipertensi di Indonesia sebesar 31,7%, 1 dari 3 penduduk usia 18 tahun keatas menderita hipertensi (Riskesdes, 2018). Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Lampung tahun 2019, hasil estimasi penderita hipertensi di Tanggamus yang berumur > 15 tahun sebesar 431.850 sasaran. Edukasi gizi salah satu cara untuk pencegahan hipertensi, Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi gizi terhadap pengetahuan hipertensi pada lansia wanita di pekon terbayaJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi experiment. Subjek pada penelitian ini adalah wanita lanjut usia. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 di posyandu lansia pekon Terbaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji-t.Hasil analisis menunjukkan bahwa Ada Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Lansia Wanita Di Pekon Terbaya (p=0,000) dengann rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 5,95±2,29, Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bagi petugas Puskesmas setempat untuk dapat meningkatkan edukasi gizi kepada responden agar hipertensi dapat terkontrol dengan baik.
Karakteristik Nata De Soya Limbah Cair Tahu Dengan Penambahan Gula Batu Ika Azahra, Rismantia; Wati, Desti Ambar; Lestari, Lara Ayu; Junita, Dera Elva
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i1.1761

Abstract

Nata de soya is a functional food source of fiber made from liquid tofu waste which is formed from the fermentation process. Nata is made through a non-spontaneous fermentation process by adding the starter Acetobacter xylinum and will grow optimally at a temperature of 28-31oC, pH 3.5-7.5. Success in making nata is determined by adding ingredients, one of which is a source of carbohydrates. This research aims to determine the characteristics physical and chemical of nata de soya with the addition of a carbohydrate source in the form of rock sugar. Based on proximate tests and thickness measurements on nata de soya with rock sugar, the results obtained were 96.7% water content, 0.2% ash, 0.2% fat, 5.0% crude fiber, 7.7% carbohydrates and thickness measurement results Nata 1 cm.
Berat Basah dan Kadar Vitamin C pada Nata De Soya Limbah Cair Tahu dengan Pemanis Gula Batu Wati, Desti Ambar; Ika Azahra, Rismantia; Junita, Dera Elva
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i1.1764

Abstract

Nata is a food product fermented by Acetobacter xylinum which has a white to light gray color, a sour aroma, a bland or slightly sweet taste, slightly transparent, and a chewy texture. Tofu liquid waste still contains nutrients such as 2 g carbohydrates, 1.75 g protein, 1.25 g fat, 0.001 g crude fiber and 4.5 mg calcium which have the potential to be developed into food products that are beneficial for health. This research aims to determine the characteristics of nata de soya with the addition of rock sugar which is assessed based on wet weight and vitamin C content. Fermentation was carried out for 14 days in the Culinary and Dietetics Laboratory of the Nutrition Study Program, Aisyah Pringsewu University. Vitamin C levels were analyzed at the Lampung State Polytechnic Agricultural Products Technology Laboratory (POLINELA). The research results revealed that nata de soya with the addition of 42 g of rock sugar produced a wet weight of 317 g and a vitamin C content of 0.36 mg/g.
Hubungan Asupan Protein, Vitamin A, Zink, dan Fe dengan Kejadian Stunting Usia 1-3 Tahun Kundarwati, Ria Agus; Dewi, Afiska Prima; Abdullah, -; Wati, Desti Ambar
Jurnal Gizi Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.11.1.2022.9-15

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers have a length or height that is less than their age. The purpose of this study was to determine the relationship between intake of protein,vitamin A, zinc, and iron with the incidence of stunting in children aged 1-3 years. The design used in this study is quantitative by using the Case Control approach. Subjectsinvolved in the study were 60 toddlers aged 1-3 years. 30 toddlers as the case group and 30toddlers as the control group at the North Raman Health Center, East Lampung Regency.Bivariate analysis in this study used the Chi Square Test.The results of the analysis using the Chi Square test showed that there was a relationshipbetween protein intake and the incidence of stunting (p = 0.000); there is a relationship betweenzinc intake and the incidence of stunting (p = 0.001); there is a relationship between BSI intakeand the incidence of stunting (p = 0.005). However, there was no relationship between vitamin Aintake and the incidence of stunting (p = 0.078). The conclusion of the research that the genesisof stunting was correlated to the intake of protein, zinc and iron but it was not correlated to theintake of vitamine A.Keywords: Stunting, Protein, Vitamin A, Zinc, and Iron
Pemanfaatan Tepung Kulit Ari Biji Kakao Dalam Pembuatan Soft Cookies di Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Wati, Desti Ambar; Agustina, Putri; Anggraini, Evita; Majid, Afifah Nurhasanah; Usman, Ricky
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v2i1.90

Abstract

Kulit ari biji kakao merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Hal ini karena terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam mengolahnya. Jika ditinjau dari segi gizi, kulit ari biji kakao mengandung antioksidan antioksidan seperti polifenol, flavonoid dan teobromin serta senyawa lainnya yang bermanfaatn bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai manfaat limbah bahan pangan yang dapat dikembangkan masyarakat. Kegiatan dilakukan bulan April-Mei 2024 di rumah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Pekon Podomoro Kabupaten Pringsewu Lampung. Kegiatan meliputi observasi, trial error pembuatan tepung kulit ari biji kakao dan produk soft cookies, sosialisasi dan demonstrasi pembuatan soft cookies substitusi tepung kulit ari biji kakao. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari anggota KWT. Rencana keberlanjutan program dengan mitra yaitu pendampingan sehingga kegiatan lebih terjadwal secara rutin termasuk pendampingan pengemasan hingga pemasaran dengan memanfaatkan sosial media.
The Effect of Jackfruit Seed Flour Substitution in Making Flakes as an Alternative PMT for Malnourished Toddlers Pratiwi, Dilla Cindy; Wati, Desti Ambar; Junita, Dera Elva; Lestari, Lara Ayu; Azhyra, Yolanda
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i3.5973

Abstract

Pendahuluan: Gizi kurang merupakan kondisi berat badan menurut tinggi badan (BB/PB, BB/TB)  berada di grafik -3SD – <-2 SD.  Flakes merupakan sereal yang disukai anak kecil karena memiliki rasa yang manis dan enak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan substitusi tepung biji nangka terhadap kadar energi dan protein flakes sebagai alternatif PMT balita gizi kurang usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf perlakuan (perbandingan tepung beras dan tepung biji nangka) yaitu F0 120:0, F1 90:30, dan F2 60:60. Analisis energi menggunakan metode Bomb Calorimeter dan analisis protein menggunakan metode Kjeldahl di Laboratorium Teknologi Pangan Polinela. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk Test, analisis bivariat menggunakan uji One Way Anova. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi tepung biji nangka maka semakin tinggi kandungan energi dan protein flakes. Hasil uji One Way Anova menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata. Simpulan: formulasi terbaik yaitu flakes dengan formulasi F2 dan produk ini sudah memenuhi standar PMT dari Kemenkes berdasarkan segi energi dan protein. Introduction: A state of undernourished is indicated by a body weight to height ratio (BW/BH) of -3 SD to <-2 SD on the graph. Little ones enjoy cereal called flakes because of its delightfully sweet flavor. This research objective was to determine the effect of differences in jackfruit seed flour substitution on energy and protein levels of flakes as an alternative to SF (Supplementary Feeding) for undernourished toddlers aged 24-59 months. Method: This research used a completely randomized design method with three treatment levels (comparison of rice flour and jackfruit seed flour), namely F0 120:0, F1 90:30, and F2 60:60. Energy analysis uses the Bomb Calorimeter method and protein analysis uses the Kjeldahl method at the Polinela Food Technology Laboratory. Data normality test using the Shapiro Wilk Test, bivariate analysis using the One-Way-Anova test. Results: This research shows that the more substitutes for jackfruit seed flour, the higher the energy and protein content of the flakes. The One-Way-Anova test results showed there was no real difference. Conclusion: The best formulation is flakes with F2 formulation and this product according to the Ministry of Health meets SF standards in terms of energy and protein.
Hubungan Perilaku Pantangan Makan dengan Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Tahun 2024 Syamsta, Nila Rosydiana; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Basuki, Uki
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.2 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i2.14934

Abstract

Perilaku pantang makanan adalah kebiasaan masyarakat yang didasarkan pada prinsip upaya mengurangi risiko kesehatan dan nutrisi dari makanan yang dilarang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada sepuluh ibu yang menyusui bayi berusia 0-6 bulan, ditemukan bahwa 6 (60%) dari ibu tersebut memiliki pembatasan diet, termasuk ikan, daging, dan telur, karena khawatir ASI akan berbau amis, bayi tidak ingin menyusu, bayi akan muntah. Serta sebanyak 4 (40%) ibu memiliki ASI yang tidak cukup dengan 2 (20%) bayi berusia 3 bulan dan 1 (10%) bayi berusia 2 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara perilaku pantang makanan dan produksi ASI pada ibu menyusui untuk bayi berusia 0-6 bulan di area kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Sukabumi tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menyusui bayi berusia 0-6 bulan, total 114 ibu dengan sampel 40 ibu. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Kesimpulannya, terdapat korelasi signifikan antara perilaku pantang makanan dan penurunan produksi ASI di antara ibu menyusui, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil penelitian (p=0.036). Ini menekankan pentingnya mengevaluasi ulang pembatasan diet dan mempromosikan edukasi nutrisi untuk mendukung produksi ASI yang cukup dan kesehatan bayi secara keseluruhan.
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN MAKAN DENGAN DAYA TERIMA MAKANAN BIASA PASIEN RSU AZ – ZAHRA KALIREJO: The Level of Satisfaction with Food Service and the Acceptability of Regular Food at Az – Zahra Hospital Sindi, Mesayu Ade Aprilia; Nurhayati, Aftulesi; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.820

Abstract

Kepuasan pelayanan makan merupakan salah satu indikator keberhasilan rumah sakit. Daya terima merupakan kemampuan seseorang menerima makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan sisa makanan yaitu ≤ 20%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kepuasan pelayanan makan dengan daya terima makanan biasa. Rancangan penelitian ini adalah analitik cross sectional, dengan instrument yang digunakan camstock dan angket kepuasan pelayanan. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 73 responden yang di ambil dengan teknik Purposive Sampling. Kriteria Inkulsi meliputi : Pasien bersusia ≥ 15 tahun dan mendapatkan 9x makan biasa. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian ini terdapat responden berjenis kelamin perempuan 64,4% dan laki – laki sebanyak 35,6%. Tingkat kepuasan paling banyak dalam kategori sangat puas 45,2% dengan daya terima makanan sebanyak 76,6%. Analisis statistika menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepuasan pelayanan makan dengan daya terima makanan makanan biasa (p = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat kepuasan dengan daya terima.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PASIEN DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSU MUHAMMADIYAH METRO Hanapertiwi, Sartika; Nurhayati, Aftulesi; Wati, Desti Ambar; Abdullah, Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1868

Abstract

A class of metabolic illnesses known as diabetes mellitus (DM) is typified by hyperglycemia, which is quantifiable by blood sugar levels. As the population ages, the prevalence of diabetes rises to 19.9%, or 11.2 million persons between the ages of 65 and 79. With a total of 546 cases, type II diabetes mellitus ranks first among the top 10 conditions at the Muhammadiyah Hospital Metro in 2021. The research objective was to determine the correlation between the knowledge level and dietary compliance with blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients at Muhammadiyah Hospital Metro. This research is a quantitative study using a cross-sectional research design with a sample of 56 people consisting of 14 men and 42 women. Purposive sampling was used as a sampling technique. The independent variables in this study were the level of knowledge and dietary compliance, analyzed using a questionnaire on the knowledge level and dietary compliance. Meanwhile, the dependent variable in this study is blood sugar levels at any time. Univariate data is presented in the form of percentage, median, maximum, and minimum. Bivariate analysis used the Mann-Whitney test. The study's frequency distribution reveals that the GDS has a median value of 181 mg/dl, a maximum value of 320 mg/dl, a minimum value of 105 mg/dl, low compliance rates of 14 people (25%), good knowledge levels of 42 people (75%), no diet adherence among 10 people (17.9%), and diet adherence among 46 people (82.1%). According to the study's findings, type 2 diabetes patients at Muhammadiyah Hospital Metro have higher blood sugar levels when their knowledge (p value 0.016) and dietary compliance (p value 0.000) are higher.