Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lanjut Usia di UPTD Puskesmas Sumanda Kabupaten Tanggamus Kusuma, Wita Aprilia; Abdullah, Abdullah; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1871

Abstract

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah arteri dimana tekanan darah sistol lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan diastol lebih atau sama dengan 90 mmHg atau keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia di UPTD Puskesmas Sumanda kabupaten tanggamuas. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 59 orang menggunakan tenknik Total Sampling. Analysis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Gamma. Hasil analisis menggunakan uji Gamma didapatkan hasil ada hubungan antara status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia dengan nilai p-value 0,000 (>0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dengan hipertensi pada lanjut usia.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA PEMASAK DENGAN METODE INDEX STAFFING NEEDS (ISN)) DI INSTALASI GIZI RSUD Dr. H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Nurhikmah, Nurhikmah; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Abdullah, Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jnf.v7i2.1873

Abstract

Analisis kebutuhan tenaga harus dilakukan karena jika terjadinya ketidak seimbangan antara tenaga yang tersedia dengan waktu kerja dan beban kerja akan mengakibatkan tinggi resiko terjadinya kecelakan kerja. Tujuan menganalisis Kebutuhan Tenaga Pemasak di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung digunakan Metode ISN, dikarenakan dari data laporan tahun 2023 dalam satu hari melayani makan pasien ratarata sebanyak 339 pasien, sedangkan saat ini memiliki jumlah tenaga pemasak 29 orang. Jenis penelitian adalah metode kualitatif analitik menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasi dan wawancara. Waktu penelitian bulan Desember 2023 sampai Januari 2024. Unit SDM yang diteliti pada penelitian ini adalah tenaga tenaga pemasak 29 orang di Instalasi Gizi RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jumlah Waktu Kerja Tersedia dengan menggunakan metode ISN yaitu 1737,5 jam. Kebutuhan tenaga pemasak metode ISN yaitu 38 orang, kekurangan tenaga pemasak berjumlah 9 orang.
ANALYSIS OF COOKING STAFF NEEDS USING THE INDEX STAFFING NEEDS (ISN) AND WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEEDS (WISN) METHOD IN THE NUTRITION INSTALLATION AT Dr. H ABDUL MOELOEK REGIONAL HOSPITAL OF BANDAR LAMPUNG: ANALYSIS OF COOKING STAFF NEEDS USING THE INDEX STAFFING NEEDS (ISN) AND WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEEDS (WISN) METHOD IN THE NUTRITION INSTALLATION AT Dr. H ABDUL MOELOEK REGIONAL HOSPITAL OF BANDAR LAMPUNG Nurhikmah, Nurhikmah; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Abdullah, Abdullah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v7i1.349

Abstract

Introduction: An examination of energy requirements is necessary because an imbalance between working hours and workload andthe amount of energy available could lead to a significant risk of workplace mishaps. The research objective was to analyze the needfor cooking staff in the nutrition installation at the Dr.H Abdul Moeloek Regional Hospital of Bandar Lampung using the ISN and WISN methods, this is because from the 2023 report data, in one day the cooking staff serving meals to an average of 339 patients,whereas currently there are 29 cooking staff. Method: This research type is a qualitative analytical method using a cross-sectional design with an observation and interviewapproach. The research period is December 2023 to January 2024. The HR unit studied in this research is 29 cooking staff at theNutrition Installation at Dr. RSUD. H Abdul Moeloek Regional Hospital of Bandar Lampung. Result: The WISN approach yields 1.731,25 hours of total working time available, but the ISN method yields 1.737,50 hours/year.When the number of employees needed is taken into account, HR finds that the sub-units cooking staff has the greatest annual mainactivity of 784 minutes/year and the lowest annual main activity of 6076 minutes/year. The total result of all annual main activities forthe typical workload is 25090 minutes/year. The normal limit covers meeting activities, conversing, making personal phone calls,using the restroom, eating, and drinking. The criterion for the total allowance is 0.85. Conclusion: In the case of the ISN technique, where 38 people are needed for cooking staff, the shortage is 9 individuals; in the case of the WISN method, where 43 people are needed for cooking staff, the shortage is 14 people. Compared to ISN calculations, WISN calculations are more accurate and practical since they take into account the workload in the field.
INOVASI COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG KULIT ARI KEDELAI DAN PISANG AMBON UNTUK PENINGKATAN GIZI ANAK DI POSYANDU SUKOHARJO Wati, Desti Ambar
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.990

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 persentase kejadian stunting yaitu 21,5% diatas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022 mengungkapkan bahwa Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting sebesar 16,2%. Salah satu upaya dalam menindaklanjuti masalah tersebut adalah menciptakan produk pangan dengan bahan inkonvensional yang mengandung zat gizi yang cukup, terjangkau dan mudah diperoleh seperti kulit ari biji kedelai. Kandungan protein dan mikronutrien pada kulit ari kedelai yang dikombinasikan dengan pisang ambon memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam upaya pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting serta pemanfaatan kulit ari kedelai sebagai bahan dasar dalam pembuatan cookies. Kegiatan dilakukan dengan sosialisasi dan demo masak di Posyandu Sukoharjo dengan sasaran ibu balita. Pengetahuan tentang stunting dan pemanfaatan kulit ari kedelai menjadi produk cookies menjadi meningkat di kalangan masyarakat.
The Relationship Between Age and Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Wonogiri Health Center, North Lampung in 2024 Wardhani, Erma Septya; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.459

Abstract

Background & Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, carbohydrate intake, and fiber intake on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients at Wonogiri Health Center. Method: This study was conducted in December 2024. This research design uses analytic observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample of this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus in the Wonogiri Health Center work area as many as 57 respondents. Bivariate analysis of this study using the Spearman Rho test. Result: his study shows that there is no significant relationship between age and blood sugar levels of respondents (Sig. > 0.05). This happens because each individual has differences regarding other risk factors such as lifestyle, physical activity that may affect the condition of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between age and blood sugar levels of respondents.
PEER EDUCATION KARTU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH RUTIN (KARTINITIN) SEBAGAI UPAYA PENEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK N 1 GADINGREJO Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Salsabilla, Arina; Rahmadani, Syafika Zahra; Wiyana, Alda
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.735

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Kadar hemoglobin yang normal bagi remaja putri adalah sekitar 12g/dl. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan terkait anemia kepada remaja putri dan mengkoordinasi konsumsi tablet tambah darah secara rutin melalui edukasi kepada remaja putri. Metode yang digunakan yaitu peer educator dengan menggunakan media power point dan kartu kendali (KARNITIN). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, terbukti dari nilai pre test lebih rendah dibandingkan nilai post test, 33 orang siswi memiliki peningkatan nilai dan 6 orang siswi memiliki nilai tetap. Hasil uji beda antara pre test dan post test pada kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dengan sesudah dilakukan kegiatan edukasi berdasarkan nilai (p value <0.05). Kata kunci: anemia, peer educator, kadar hemoglobin
Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik, Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tantri, Agesti Avita; Wati, Desti Ambar
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11757

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan zat gizi makro, indeks glikemik dan beban glikemik yang di tandai tingginya kadar glukosa darah sewaktu (GDS) akibat gangguan fungsi insulin.        Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik Dan Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross sectional yang  dilakukan pada Tanggal 19 Juni- 14 Juli 2024 di RSU Az-Zahra Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Populasi berjumlah 162 orang dan responden berjumlah 50 orang yang diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan form recall 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi gamma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang pasien DM Tipe 2 terdapat 39 (78%)  pasien memiliki kadar GDS hiperglikemik, 24 (48%) asupan energi defisit tingkat berat, 25 (50%) asupan karbohidrat defisit tingkat berat, 20 (40%) asupan protein defisit tingkat berat, 21 (42%) asupan lemak defisit tingkat berat, 25 (50%) indeks glikemik rendah, 26 (52%) beban glikemik rendah.Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat antara asupan zat gizi makro (energi p= 0,001. karbohidrat p= 0,002. protein p= 0,005, lemak p= 0,004), indeks glikemik (p=  0,001) dan beban glikemik (p=0,001) dengan kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Diharapkan pasien DM tipe 2 dapat menerapkan prinsip 3J yaitu tepat jenis, jumlah dan jadwal makanan yang dikonsumsi dalam pengendalian glukosa darah sewaktu.
PENERAPAN PRINSIP GIZI SEIMBANG DAN PROGRAM ISI PIRINGKU DALAM MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN OBESITAS SENTRAL PADA ANGGOTA KEPOLISIAN RESOR PRINGSEWU Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian; Almiasi, Wasis; Nurhayati, Putri; Kinanti, Inggit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i1.4285

Abstract

ABSTRAK Obesitas sentral menjadi perhatian serius dalam konteks kesehatan global karena dampak signifikan pada peningkatan risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik. Prevalensi obesitas sentral di Provinsi Lampung mencapai 25,98% pada tahun 2018. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada anggota kepolisian di Kepolisian Resor Pringsewu, Lampung, tentang obesitas sentral menggunakan media PIPERACEACE (Flipchart for the Application of Balanced Nutrition and the Contents of Isi Piringku Program to Prevent Central Obesity). Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota kepolisian tentang prinsip gizi seimbang dan penggunaan program isi piringku dalam pencegahan dan pengendalian obesitas sentral. Proses edukasi melibatkan tahapan skrining, pretes dengan kuesioner sebelum penyampaian materi, dan postes dengan kuesioner sebagai evaluasi setelah penyampaian materi. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 93%, dengan skor pretes dan postes yang meningkat drastis. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa edukasi menggunakan media PIPERACEACE berhasil meningkatkan pengetahuan anggota Kepolisian Resor Pringsewu, Lampung, tentang obesitas sentral, memberikan dasar untuk upaya pencegahan yang lebih efektif kepada masyarakat.   ABSTRACT Central obesity has become a serious concern in the global health context due to its significant impact on the increased risk of serious diseases, including heart disease, type 2 diabetes, and metabolic syndrome. In the Lampung Province, the prevalence of central obesity reached 25.98% in 2018. This community service initiative involves providing education to police officers in the Pringsewu Police Resort, Lampung, about central obesity using the PIPERACEACE media (Flipchart for the Application of Balanced Nutrition and the Contents of MyPlate Program to Prevent Central Obesity). The education aims to enhance the knowledge of police officers regarding the principles of balanced nutrition and the utilization of MyPlate Program content in preventing and controlling central obesity. The education process includes screening stages, a pre-test with a questionnaire before delivering the material, and a post-test with a questionnaire as an evaluation after the material delivery. The results of the education show a 93% increase in knowledge, with pre-test and post-test scores experiencing a drastic improvement. The conclusion of this community service is that education using the PIPERACEACE media successfully enhances the knowledge of police officers in the Pringsewu Police Resort, Lampung, about central obesity, providing a foundation for more effective prevention efforts in the community.
Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik, Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tantri, Agesti Avita; Wati, Desti Ambar
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11757

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan zat gizi makro, indeks glikemik dan beban glikemik yang di tandai tingginya kadar glukosa darah sewaktu (GDS) akibat gangguan fungsi insulin.        Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik Dan Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross sectional yang  dilakukan pada Tanggal 19 Juni- 14 Juli 2024 di RSU Az-Zahra Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Populasi berjumlah 162 orang dan responden berjumlah 50 orang yang diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan form recall 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi gamma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang pasien DM Tipe 2 terdapat 39 (78%)  pasien memiliki kadar GDS hiperglikemik, 24 (48%) asupan energi defisit tingkat berat, 25 (50%) asupan karbohidrat defisit tingkat berat, 20 (40%) asupan protein defisit tingkat berat, 21 (42%) asupan lemak defisit tingkat berat, 25 (50%) indeks glikemik rendah, 26 (52%) beban glikemik rendah.Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat antara asupan zat gizi makro (energi p= 0,001. karbohidrat p= 0,002. protein p= 0,005, lemak p= 0,004), indeks glikemik (p=  0,001) dan beban glikemik (p=0,001) dengan kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Diharapkan pasien DM tipe 2 dapat menerapkan prinsip 3J yaitu tepat jenis, jumlah dan jadwal makanan yang dikonsumsi dalam pengendalian glukosa darah sewaktu.
Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik, Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tantri, Agesti Avita; Wati, Desti Ambar
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11757

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan zat gizi makro, indeks glikemik dan beban glikemik yang di tandai tingginya kadar glukosa darah sewaktu (GDS) akibat gangguan fungsi insulin.        Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik Dan Beban Glikemik Dengan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross sectional yang  dilakukan pada Tanggal 19 Juni- 14 Juli 2024 di RSU Az-Zahra Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Populasi berjumlah 162 orang dan responden berjumlah 50 orang yang diambil dengan teknik sampling purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan form recall 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi gamma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang pasien DM Tipe 2 terdapat 39 (78%)  pasien memiliki kadar GDS hiperglikemik, 24 (48%) asupan energi defisit tingkat berat, 25 (50%) asupan karbohidrat defisit tingkat berat, 20 (40%) asupan protein defisit tingkat berat, 21 (42%) asupan lemak defisit tingkat berat, 25 (50%) indeks glikemik rendah, 26 (52%) beban glikemik rendah.Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat antara asupan zat gizi makro (energi p= 0,001. karbohidrat p= 0,002. protein p= 0,005, lemak p= 0,004), indeks glikemik (p=  0,001) dan beban glikemik (p=0,001) dengan kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Diharapkan pasien DM tipe 2 dapat menerapkan prinsip 3J yaitu tepat jenis, jumlah dan jadwal makanan yang dikonsumsi dalam pengendalian glukosa darah sewaktu.