Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penjamah Makanan Dengan Pengelolaan Hygiene Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu Utami, Yuke Yuristya; Wati, Desti Ambar; Lestari, Lara Ayu; Junita, Dera Elva
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan makanan yang hygiene dan sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan makanan institusi. Hygiene sanitasi penjamah makanan merupakan syarat utama agar tidak kontaminasi penyakit terhadap makanan yang di sajikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi praktik hygiene sanitasi penjamah makanan adalah pengetahuan dan sikap dalam pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total Populasi penelitian ini adalah  42 orang tenaga penjamah dan sampel pada penelitian ini adalah 32 penjamah makanan pada rumah makan Puti Minang Pringsewu yang telah dilakukan pada bulan Oktober s/d bulan November 2024 di rumah makan Puti Minang Pringsewu. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penjamah rumah makan Puti Minang Pringsewu dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahun, kuesioner sikap dan lembar check list pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,045) dan sikap (p=1,000) dengan pengelolaan hygiene sanitasi makanan. Diharapkan pihak rumah makan Puti Minang Pringsewu menfasilitasi tenaga penjamah untuk mengikuti pelatihan tentang hygiene sanitasi makanan, melakukan pengawasan dalam penerapan prinsip-prinsip hygiene sanitasi makanan dan menyediakan sarana prasarana atau fasilitis untuk dapat memenuhi syarat penerapan higiene sanitasi.  
Hubungan Lemak Viseral dan Massa Otot dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Wati, Desti Ambar; Nuzila Meysa Rhasetia
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i2.13148

Abstract

Background: Visceral fat and skeletal muscle mass are important components in glucose metabolism regulation, particularly in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Visceral fat is aasociated with insulin resistance, while skeletal muscle serves as the primary site of glucose uptake after meals. Objective: To analyze the association between visceral fat and muscle mass with random blood glucose levels in patients with T2DM. Methods: This cross-sectional study was conducted in July 2024 at the Kota Agung Primary Health Center, Tanggamus Regency, involving 58 T2DM patients selected through purposive sampling. Visceral fat and muscle mass were measured using bioelectrical impedance analysis (BIA), and random blood glucose levels were assessed using a glucometer. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. Result: A significant positive association was observed between visceral fat and random blood glucose levels (r = 0.387, p = 0.003). Conversely, a significant negative association was found between muscle mass and random blood glucose levels (r = –0.386, p = 0.003). Female patients generally showed higher visceral fat, lower muscle mass, and higher random blood glucose levels than male patients. Conclusion: Visceral fat is positively associated, and skeletal muscle mass is negatively associated with random blood glucose levels in T2DM patients. These findings highlight the importance of body composition in glycemic control and suggest that interventions targeting visceral fat reduction and muscle mass preservation may be effective in managing T2DM.