Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERUBAHAN INTENSITAS CAHAYA DAN SEBARAN IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN BAGAN APUNG Haruna; Kedswin G. Hehanussa; Agustinus Tupamahu; Yohanes D.B.R. Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 3 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan cahaya lampu sebagai alat pengumpul ikan telah dirasakan manfaatnya dan terbukti dapat meningkatkan hasil tangkapan. Dengan kata lain, cahaya adalah salah satu alat bantu pada beberapa metoda penangkapan dan pada prinsipnya dapat digunakan untuk memikat dan menarik ikan yang mempunyai sifat fototaksis positif untuk mendatangi cahaya agar dapat ditangkap. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis pola sebaran intensitas cahaya dan sebaran ikan pada proses penangkapan serta menganalisis perbedaan jumlah echo ikan pada periode sebelum dan sesudah tengah malampada bagan apung. Penelitian ini berlangsung pada Bulan November – Desember 2020 bertempat di Negeri Paperu Teluk Saparua Kabupaten Maluku Tengah. Pola sebaran cahaya mengalami penurunan secara eksponensial, intesitas cahaya 1 lampu terdeteksi kedalaman 26 meter dan horizontal 9 meter dengan intensitas cahaya awal yang masuk sebesar 84.800 lux, 2 lampu 27 meter dengan intensitas cahaya awal yang masuk 187.700 lux, 3 lampu secara vertikal mencapai 26 meter dengan intensitas cahaya awal yang masuk sebesar 176.400 lux, 4 lampu mencapai 24 meter dengan intensitas 155.700 lux, 5 lampu 27 meter dengan intensitas 134.200 lux, dan 6 lampu 28 meter dengan intensitas awal yang masuk sebesar 193.100 lux, dimana intensitas terkecil sebesar 0.001 lux Konsentrasi ikan tertinggi berada pada range kedalaman > 40 dengan intensitas cahaya mencapai 0,000 lux. Adanya perbedaan jumlah hasil tangkapan yang signifikan dengan adanya penambahan jumlah hasil tangkapan setelah sesudah tengah malam.
Karakteristik Ekologis dan Selektivitas Ukuran Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan Hehanussa, Kedswin Gerson; Tuapetel, Friesland; Tuhumury, Julian; Behuku, Alfred
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.79835

Abstract

Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.
TINGKAH LAKU IKAN BUBARA (Caranx ignobilis) TERHADAP LAMA WAKTU PERENDAMAN UMPAN Abdul F Rahawarin; Haruna Haruna; Agustinus Tupamahu; Stany R. Siahainenia; Kedswin G. Hehanussa
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p80-85

Abstract

Umpan merupakan faktor penting pada perikanan pancing. Pemahaman tingkah laku dan respon makan ikan menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikani pola reaksi ikan kuwe (C ignobilis) terhadap perlakuan umpan, dan menganalisis pengaruh lama waktu perendaman umpan dan waktu pengamatan terhadap respon C ignobilis. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan. Umpan yang digunakan adalah potongan daging ikan cakalang. Sampel ikan C ignobilis sebanyak 5 ekor (TL 29-30 cm). Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan masing-masing adalah umpan tidak di rendam, umpan direndam 1 jam dan (C) umpan direndam 2 jam yang dilakukan secara acak pada pagi hari (jam 07.30-09.30) dan malam hari (jam 21.00-23.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga fase dalam proses C ignobilis memangsa umpan meliputi fase appearance, approach, dan attack. Respons makan C ignobilis terhadap potongan umpan cakalang secara parsial pada pagi hari dan malam hari tidak berbeda (P>0,05). Terdapat perbedaan respons makan C ignobilis lebih cepat pada kondisi waktu pagi hari dibandingkan pada malam hari (P<0,05).
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Rtn) Di Pesisir Teluk Ambon Selfi Sangadji; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Agustinus Tupamahu; Barbara G. Hutubessy; Haruna Haruna; Arlisa P. Sihombing
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p31-39

Abstract

Pandemic Covid-19 yang melanda dunia mengakibatkan terkendalanya kegiatan ekonomi termasuk usaha dibidang perikanan tangkap. Kebijakan pemerintah terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan protokol kesehatan yang mengharuskan menjaga jarak akibatpandemi Covid-19 mengakibatkan banyak usaha penangkapan ikan yang mengalami kerugian berupa turunnya ekspor komoditas perikanan dan terputusnya rantai pemasaran (Mardhia, 2020), serta terbatasnya operasi penangkapan ikan dan mobilitas distribusi hasiltangkapan ikan oleh nelayan. Hal yang sama juga terasa oleh rumah tangganelayan yang mendiami pesisir Teluk Ambon, baik dari segi persepsi terhadap pemberlakuan pembatasan operasi penangkapan ikan maupun dari segi pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak Pandemi Covid-19 terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan dan persepsi nelayan di pesisir Teluk Ambon. Penelitian ini dilakukan selama 4bulan yakni pada bulan Februari- Mei 2021. Penelitian ini berlokasi di Pesisir Teluk Ambon, tepatnya di 3 (tiga) Desa pesisir yakniDesaRumah Tiga, DesaHativeBesar,dan Desa Laha. Metode pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara (Agung, 2012). Untuk mengetahui dampak pandemi Covid19 terhadap pendapatan rumahtangga nelayan dan persepsi nelayan dianalisis menggunakan metode deskriptif (Hidayat, 2012; Sugiyono, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- factor yang penyebab perubahan pendapatan rumah tangga nelayan pada saat pandemi Covid-19 di Kecamatan Teluk Ambon adalah adanya pengurangan frekuensi melaut, penurunan harga hasil tangkapan dan berubahnya distribusi hasil tangkapan dimana hasil perbandingan pendapatan rumah tangga nelayan sebelum dan pada saat pandemic covid-19 menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga nelayan mengalami penurunan pada saat pandemi covid-19 dibandingkan dengan pada saat sebelum pandemi covid19, masing-masing pada nelayan mini purse seine sebesar32%, pada nelayan pancing tonda sebesar 37%, pada delayan pancing ulur sebesar 23%, dan nelayan jaring insang sebesar 21%.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DAN JARING INSANG HANYUT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Kedswin G. Hehanussa; Agustin W. Tupamahu; Haruna Haruna; Frentje D. Silooy; Selfi Sangadji; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p57-64

Abstract

Proses tertangkapnya ikan pada mata jaring insang sangat berkaitan dengan desain dan konstruksi jaring yang berpengaruh pada efisiensi jaring insang. Perbaikan selektifitas jaring insang diperlukan informasi karakteristik hasil tangkapan meliputi komposisi hasil tangkapan ikan setiap ukuran mata jaring, komposisi ukuran panjang dan proses tertangkap (terjerat) pada setiap ukuran mata jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut yang dioperasikan di Teluk Ambon Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Secara Keseluruhan total jumlah hasil tangkapan pada jaring insang dasar sebanyak 13 Individus yang di dominasi oleh ikan Samandar, Salmaneti, Kerong-kerong, Bubara dan Gorara, sedangkan jaring insang hanyut sebanyak 15 jenis individu di dominasi oleh ikan tatari taruri, puri, kawalinya dan tola, serta cara ikan tertangkap pada kedua jaring insang dominan secara gilled.
Perbedaan Hasil Dan Lokasi Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Bottom Gill Net Di Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah Julian Tuhumury; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Krisye Patty; Frentje D. Silooy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p1-11

Abstract

Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan april sampai juni 2021. Tujuan penelitian yaitu megetahui jumlah jenis ukuran dan komposisi hasil tangkapan dan meganalisis perbedaan hasil tangkapan pada lokasi berbatu dan berpasir. Hasil tangkapan pada kedua lokasi sebanyak 302 ekor dimana total hasil tangkapan pada lokasi berbatu sebanyak 198 ekor yang terdiri dari 14 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu ikan Sepatu (Pempheris Mangula) sebanyak 83 ekor atau 41,9 %, sedangkan pada lokasi berpasir sebanyak 104 ekor yang terdiri dari 9 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu Gora (Lutjanus Campechanus) sebanyak 37 ekor atau 35,6%. Hasil analisis perbedaan hasil tangkapan menyatakan bahwa terdapat perbedaan jenis hasil tangkapan pada kedua lokasi berdasarkan jumlah jenis hasil tangkapn dengan jumlah hasil tangkapan di lokasi berbatu (Lokasi A) sebanyak 198 ekor dan lokasi berpasir (Lokasi B) sebanyak 104 ekor
SELEKSI TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI PERAIRAN KOTA AMBON NANLOHY, ALBERTH Ch; Hehanussa, Kedswin G.; Tawari, Ruslan H. S.
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p56-68

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2021 melalui survei pada nelayan perikanan pelagis kecil di kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pendapat nelayan teknologi penangkapan ikan skala kecil di wilayah Kota Ambon tergolong sangat ramah lingkungan dan cukup berkelanjutan. Dari tujuh (7) kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, kriteria selektivitas skornya sangat rendah yaitu 59,57%, sedangkan dari lima (5) kriteria teknologi penangkapan berkelanjutan, kriteria investasinya rendah dengan skor 65,50%. . Hasil analisis AHP menunjukkan terdapat tiga alternatif pilihan prioritas utama teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, yaitu selektivitas tinggi dengan skor 0,343, kualitas tangkapan tinggi 0,238, dan penerimaan sosial 0,135. Hasil analisis ini memiliki rasio inkonsistensi sebesar 0,05 (<0,1). Dua prioritas dalam pilihan teknologi berkelanjutan adalah teknologi tangkap yang menerapkan prinsip ramah lingkungan (0,333), dan aspek hukum (0,333). Rasio inkonsistensi dari analisis ini adalah 0,000 (<0,1). Secara keseluruhan, prioritas teknologi penangkapan ikan pelagis kecil yang ramah lingkungan berkelanjutan di Kota Ambon adalah pancing ulur 0,445, jaring insang hanyut 0,247, purse seine 0,171, bagan 0,089, dan jaring pantai 0,049.
HASIL TANGKAPAN BOTTOM GILL NET BERDASARKAN WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN DUSUN SERI PULAU AMBON Soumokil, Lisda C.; Tuapetel, Friesland; Kesaulya, Taufiniringsi; Hehanussa, Kedswin G.; Tuhumury, Julian
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p49-55

Abstract

Hasil tangkapan jaring insang dasar di Dusun Seri Pulau Ambon belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hasil tangkapan bottom gill net berdasarkan waktu penangkapan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan cara eksperimental fishing dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program Exel. Hasil analisa menunjukkan bahwa Jumlah hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 96 dan 173 individu, jenis hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 91 dan 158 individu, dan ukuran pada waktu penangkapan pagi dan malam berkisar antara 29.2 cm dan 29 cm. Jumlah hasil tangkapan dominan waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 63 dan 91 individu, jenis hasil tangkapan dominan yakni Priachantusteyunus sp, Priacanthus sp, Chirocentrus sp dan Abudefduf sp. Dengan rata-rata ukuran tubuh berturut-turut 17.05 cm, 23.10 cm, 18.10 cm dan 14.65 cm.
Karakteristik Ikan Pelagis Kecil Yang Dipasarkan Di Pasar Arumbai, Kota Ambon Ode, Rahayu; Nanlohy, Alberth Ch.; Hehanussa, Kedswin G.; Tuhumury, Julian; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p78-85

Abstract

Small pelagic fish play a crucial role in the marine food chain and have significant economic value, yet information about them remains scarce. This research aims to map the origin and characteristics of small pelagic fish marketed at Arumbai Market in Ambon City. The study was conducted over six months, from May to October 2023, at Arumbai Market. The research utilized survey methods and interviews, and the data were analyzed descriptively. Observations were made on the quantity and size structure of four dominant fish species from five different fish landing locations: Hila, Tulehu, Laha, Hitu, and Latuhalat. The results of this research revealed variations in the composition of dominant small pelagic fish species sold, from the highest to the lowest, namely Decapterus sp, Rastreligger sp, Selar sp, and Auxis sp. The contribution of the five fish landing locations is as follows: Hila (31%), Hitu (24%), Tulehu (18%), Laha (15%), and Latuhalat (12%). Differences in the composition of the quantity and size marketed are suspected to be due to variations in seasons, fishing tools, and capture areas.
KOMPARASI JUMLAH HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR PADA DAERAH KARANG DAN LAMUN DI DESA LEBETAWI, KOTA TUAL Paillin, Jacobus Bunga; Haruna, Haruna; Hehanussa, Kedswin G.; Silooy, Frentje
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 1 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv13i1p19-27

Abstract

Bottom gillnet is a fishing gear which is operated in the morning, afternoon, and evening in the waters around Lebetawi Village. However, there is limited information about the specific composition of catch, especially the differences of catch between coral and seagrass areas. The aim of this study is to compare the number of catches from coral and seagrass areas and how the fish were first caught. The research was conducted for two months, from December 2023 to January 2024, in the waters of Lebetawi Village, Tual City, Southeast Maluku Regency. Data was collected from precisely observation on bottom gillnet aperated at seagrass and coral habitatss. The catches consisted of 18 species, with total 220 individuals fish and weight 34,161.18 grams. Throughout the fishing operations at both habitats, all demersal and pelagic fish were captured by way of gilled and wedged.
Co-Authors Abdul F Rahawarin Agustin W. Tupamahu Agustinus Tupamahu Ailatat, Kautsar Albert Ch Nanlohy Alberth CH Nanlohy Arlisa P. Sihombing Assagaff, Sayid B. Barbara G. Hutubessy Barbara Grace Hutubessy Basa T Rumahorbo Battu, Yudistira S. Behuku, Alfred Boli, Elisabert Bre Ch Nanlohy, Albert Christian Ernsz Pattipeiloh Donal Noija Engelbert, Jouvicho Fauziyanto, Randy Frentje D. Silooy Friesland Tuapetel G Hutubessy, Barbara Hamzah, Hardi Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna, Haruna Hermawan, Fajar Hutubessy, B G Hutubessy, B. G. Hutubessy, Barbara G Jacobus Bunga Paillin Juliana Tuhumury Karepesina, Musa Karisoh, Gabriela O. Kasmin, Kasmin Katili, Lidya Kesaulya, Taufiniringsi Kilbaren, Syarifudin A. Krisye Patty La Demi, La Demi Lolita Tuhumena Made Mahendra Jaya Mandey, Vera Kostansie Mochammad Riyanto Muh. Kasim Muhammad Natsir Kholis Nanda Radhitia Prasetiawan Nanlohy, Albert Ch Nanlohy, Alberth Ch. Nicea Roona Paranoan Ninfint Tuankotta Ode, Rahayu Pailin, J B Paillin, Jacobus Bunga Payapo, Muhammad Z. U. Payapo, Muhammad Z.U. Pontoh, Peggy R. H. S. Tawari Rahmat Hidayat Sanduan Ramadei, Yohana Roma Yuli Hutapea Ronald Darlly Hukubun Ruslan Husen Saban Tawari Salasi Wasis Widyanto Sanduan, Rahmat Hidayat Selfi Sangadji Selfi Sangadji Silooy, Frentje Silooy, Frentje D. Soumokil, Lisda C. Stany R Siahainenia Stany R. Siahainenia Sulaeman Martasuganda Titasam, Onesimus Tomasila, Leopold A. Tri Nanda Citra Bangun Tuapetel, Friesland Tuhumury, Semuel F Umacina, Rahmiyanti Umbekna , Sara Umbekna, Sara Usemahu, Abdul A. Wambrauw, Daniel Z.K. Way, Jufentus Ronaldo Yohanes D.B.R. Minggo