Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Ekologis dan Selektivitas Ukuran Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan Hehanussa, Kedswin Gerson; Tuapetel, Friesland; Tuhumury, Julian; Behuku, Alfred
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.79835

Abstract

Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.
TINGKAH LAKU IKAN BUBARA (Caranx ignobilis) TERHADAP LAMA WAKTU PERENDAMAN UMPAN Abdul F Rahawarin; Haruna Haruna; Agustinus Tupamahu; Stany R. Siahainenia; Kedswin G. Hehanussa
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p80-85

Abstract

Umpan merupakan faktor penting pada perikanan pancing. Pemahaman tingkah laku dan respon makan ikan menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikani pola reaksi ikan kuwe (C ignobilis) terhadap perlakuan umpan, dan menganalisis pengaruh lama waktu perendaman umpan dan waktu pengamatan terhadap respon C ignobilis. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan. Umpan yang digunakan adalah potongan daging ikan cakalang. Sampel ikan C ignobilis sebanyak 5 ekor (TL 29-30 cm). Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan masing-masing adalah umpan tidak di rendam, umpan direndam 1 jam dan (C) umpan direndam 2 jam yang dilakukan secara acak pada pagi hari (jam 07.30-09.30) dan malam hari (jam 21.00-23.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga fase dalam proses C ignobilis memangsa umpan meliputi fase appearance, approach, dan attack. Respons makan C ignobilis terhadap potongan umpan cakalang secara parsial pada pagi hari dan malam hari tidak berbeda (P>0,05). Terdapat perbedaan respons makan C ignobilis lebih cepat pada kondisi waktu pagi hari dibandingkan pada malam hari (P<0,05).
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Rtn) Di Pesisir Teluk Ambon Selfi Sangadji; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Agustinus Tupamahu; Barbara G. Hutubessy; Haruna Haruna; Arlisa P. Sihombing
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p31-39

Abstract

Pandemic Covid-19 yang melanda dunia mengakibatkan terkendalanya kegiatan ekonomi termasuk usaha dibidang perikanan tangkap. Kebijakan pemerintah terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan protokol kesehatan yang mengharuskan menjaga jarak akibatpandemi Covid-19 mengakibatkan banyak usaha penangkapan ikan yang mengalami kerugian berupa turunnya ekspor komoditas perikanan dan terputusnya rantai pemasaran (Mardhia, 2020), serta terbatasnya operasi penangkapan ikan dan mobilitas distribusi hasiltangkapan ikan oleh nelayan. Hal yang sama juga terasa oleh rumah tangganelayan yang mendiami pesisir Teluk Ambon, baik dari segi persepsi terhadap pemberlakuan pembatasan operasi penangkapan ikan maupun dari segi pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak Pandemi Covid-19 terhadap pendapatan Rumah Tangga Nelayan dan persepsi nelayan di pesisir Teluk Ambon. Penelitian ini dilakukan selama 4bulan yakni pada bulan Februari- Mei 2021. Penelitian ini berlokasi di Pesisir Teluk Ambon, tepatnya di 3 (tiga) Desa pesisir yakniDesaRumah Tiga, DesaHativeBesar,dan Desa Laha. Metode pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara (Agung, 2012). Untuk mengetahui dampak pandemi Covid19 terhadap pendapatan rumahtangga nelayan dan persepsi nelayan dianalisis menggunakan metode deskriptif (Hidayat, 2012; Sugiyono, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- factor yang penyebab perubahan pendapatan rumah tangga nelayan pada saat pandemi Covid-19 di Kecamatan Teluk Ambon adalah adanya pengurangan frekuensi melaut, penurunan harga hasil tangkapan dan berubahnya distribusi hasil tangkapan dimana hasil perbandingan pendapatan rumah tangga nelayan sebelum dan pada saat pandemic covid-19 menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga nelayan mengalami penurunan pada saat pandemi covid-19 dibandingkan dengan pada saat sebelum pandemi covid19, masing-masing pada nelayan mini purse seine sebesar32%, pada nelayan pancing tonda sebesar 37%, pada delayan pancing ulur sebesar 23%, dan nelayan jaring insang sebesar 21%.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DAN JARING INSANG HANYUT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Kedswin G. Hehanussa; Agustin W. Tupamahu; Haruna Haruna; Frentje D. Silooy; Selfi Sangadji; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p57-64

Abstract

Proses tertangkapnya ikan pada mata jaring insang sangat berkaitan dengan desain dan konstruksi jaring yang berpengaruh pada efisiensi jaring insang. Perbaikan selektifitas jaring insang diperlukan informasi karakteristik hasil tangkapan meliputi komposisi hasil tangkapan ikan setiap ukuran mata jaring, komposisi ukuran panjang dan proses tertangkap (terjerat) pada setiap ukuran mata jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut yang dioperasikan di Teluk Ambon Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Secara Keseluruhan total jumlah hasil tangkapan pada jaring insang dasar sebanyak 13 Individus yang di dominasi oleh ikan Samandar, Salmaneti, Kerong-kerong, Bubara dan Gorara, sedangkan jaring insang hanyut sebanyak 15 jenis individu di dominasi oleh ikan tatari taruri, puri, kawalinya dan tola, serta cara ikan tertangkap pada kedua jaring insang dominan secara gilled.
Perbedaan Hasil Dan Lokasi Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Bottom Gill Net Di Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah Julian Tuhumury; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Krisye Patty; Frentje D. Silooy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p1-11

Abstract

Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan april sampai juni 2021. Tujuan penelitian yaitu megetahui jumlah jenis ukuran dan komposisi hasil tangkapan dan meganalisis perbedaan hasil tangkapan pada lokasi berbatu dan berpasir. Hasil tangkapan pada kedua lokasi sebanyak 302 ekor dimana total hasil tangkapan pada lokasi berbatu sebanyak 198 ekor yang terdiri dari 14 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu ikan Sepatu (Pempheris Mangula) sebanyak 83 ekor atau 41,9 %, sedangkan pada lokasi berpasir sebanyak 104 ekor yang terdiri dari 9 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu Gora (Lutjanus Campechanus) sebanyak 37 ekor atau 35,6%. Hasil analisis perbedaan hasil tangkapan menyatakan bahwa terdapat perbedaan jenis hasil tangkapan pada kedua lokasi berdasarkan jumlah jenis hasil tangkapn dengan jumlah hasil tangkapan di lokasi berbatu (Lokasi A) sebanyak 198 ekor dan lokasi berpasir (Lokasi B) sebanyak 104 ekor
PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN WISATA BERBASIS DIGITAL DI KAMPUNG ENGGROS KOTA JAYAPURA Nicea Roona Paranoan; Sara Umbekna; Axelon Samuel Renyaan; Halle Fenny Peday Watori; Ramson Ompusunggu; Retno Angraeni S; Lolita Tuhumena; Hardi Hamzah; Kedswin G. Hehanussa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3345

Abstract

Enggros merupakan kampung terapung yang berada di perairan Teluk Youtefa dengan destinasi wisata yang menarik. Keberadaan kampung ini dengan alam yang indah serta hasil perikanan ikan belanak sekitar kawasan kampung Enggros dapat dikembangkan menjadi ekonomi kreatif. Namun, masyarakat terbatas dan belum memiliki keterampilan yang baik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi wisata. Oleh sebab itu, program pengabdian yang dilakukan menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA) yang diterapkan kepada kelompok masyarakat dilakukan bulan Agustus sampai Oktober 2025. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan produktivitas industri kreatif lokal, yang juga mendukung keberlanjutan ekonomi Kampung Enggros, seuai Sustainable Development Goals 14 tentang Ekosistem Laut yang berfokus dengan mendaur ulang limbah menjadi aksesori, dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke laut. Hal ini membantu mengurangi polusi plastik dan limbah organik yang merusak ekosistem laut. Pelaksanaan kegiatan dengan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi dan evaluasi terkait program pengabdian ini kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sosialisasi dengan pemberian materi tentang ekonomi kreatif dan penerapan teknologi digital melalui website kampung enggros telah diterima oleh masyarakat secara antusias, pelatihan peggunaan canva untuk pembuatan brosur, demonstrasi antara tim pengabdi dan sekumpulan ibu- ibu berjumlah 10 orang dalam pembuatan asesoris berupa anting, kalung, gelang, jepitan dan gantungan kunci. Kemudian, penilaian terhadap pelaksanaan program kegiatan pengabdian oleh kumpulan ibu-ibu sebagai mitra (jumlah 10 orang) dikategorikan sangat baik karena antusias tinggi dan kolaborasi yang baik di Kampung Enggros Kota Jayapura.
Tracing Language in Traditional Fisheries: Identity, Functions, and Oral Heritage of Maluku Fishermen Hiariej, Chrissanty; Hehanussa, Kedswin G.
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v8i1.11578

Abstract

Language that develops within coastal communities is the result of long-term interaction between humans and the marine environment. In fishermen’s lives, language functions not only as a means of communication, but also as a medium for storing ecological knowledge, shaping cultural identity, and transmitting social values. This study aims to analyze the role of language in the lives of Maluku fishermen, particularly in relation to the formation of coastal community identity, the function of language in fishing activities, and the existence of oral traditions as part of maritime cultural heritage. This study employs a descriptive qualitative approach using literature review and conceptual analysis of various forms of language use in traditional fisheries. The data consist of fishermen’s vocabulary, terms for naming marine spaces, and forms of oral traditions such as folklore, mantras, pantun, and maritime proverbs found in coastal communities. The results show that the language of Maluku fishermen has broad functions in coastal community life. It serves not only as a technical communication tool in fishing activities, but also as a marker of community identity and a medium for storing ecological knowledge related to marine conditions, fishing seasons, and traditional fishing strategies. In addition, language functions as a medium of cultural expression reflected in various forms of oral traditions passed down through generations. From an ecolinguistic perspective, the marine lexicon used by fishermen represents the reciprocal relationship between humans and the maritime environment. Therefore, documenting and preserving fishermen’s language is an important step in maintaining maritime cultural identity while sustaining local ecological knowledge that supports sustainable marine resource management.
Struktur Komunitas dan Biomassa Ikan Target pada Terumbu Karang KKLD Misool Selatan, Papua Barat Daya Frederik Rijoly; Stefanno Markus Anthony Rijoly; Kedswin Gerson Hehanussa
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.7844

Abstract

Coral reef ecosystems are among the most biodiverse marine ecosystems and play a crucial role in supporting tropical fisheries productivity and the sustainability of coastal resources. Monitoring the biomass of target fish is an important indicator for assessing ecosystem condition and the effectiveness of marine protected area management. This study aimed to analyze species richness and the biomass structure of target fish in the Food Security and Tourism Sub-Zone of the Regional Marine Conservation Area (KKLD) of South Misool, Southwest Papua. Data were collected from May 8 to 16, 2025, at 12 sites using the Underwater Visual Census (UVC) method at depths of 5 m and 12 m. The results recorded 80 species belonging to 15 families, with species richness ranging from 22 to 43 species per site. The total biomass of target fish reached 1665.62 tons/km², ranging from 24.97 to 640.03 tons/km², with the highest biomass observed at Magic Mountain and the lowest at Fyabya. Biomass distribution was strongly influenced by the presence of large-bodied and schooling species. Correlation analysis indicated no significant relationship between species richness and fish biomass (p > 0.05), suggesting that biomass is primarily driven by body size and the dominance of particular species rather than species number. Overall, the target fish community in this area is considered to be in good condition and supports sustainable coral reef ecosystem management.
Combination of Bait and Shelter use on the Effectiveness of Trap Buton Catch Results in the Waters of Malaku village, North Seram. Kedswin Gerson Hehanussa; Haruna haruna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.32576

Abstract

Coral reef ecosystems serve as vital habitats for various economically valuable fish species. One of the widely used fishing methods by traditional fishermen is bottom fish traps, whose effectiveness is influenced by various operational factors. This study aimed to analyze the effect of combining bait and coconut leaf shelters on the catch effectiveness of Buton fish traps. The research was conducted from September to November 2024 in the waters of Wahai Village, Malaku Hamlet, North Seram District, Central Maluku, using an experimental fishing method with four treatments: control trap (without bait or shelter), baited trap, shelter-only trap, and trap with both bait and shelter. The results showed that the highest number of fish was caught in the control trap (117 individuals or 38.49%), followed by the trap with bait and shelter (77 individuals or 25.33%), baited trap (65 individuals or 21.38%), and shelter-only trap (45 individuals or 14.80%). The Kruskal-Wallis statistical test based on catch quantity revealed a significant difference (H-value = 19.94557 > H-table = 7.814728, p < 0.05), while catch weight showed no significant difference. These findings suggest that fish social interaction and natural behavior play a more crucial role in trap effectiveness than the presence of bait or shelter alone. 
IMPLEMENTASI RUMPON RAMAH LINGKUNGAN (BIODEGRADABLE FAD) SEBAGAI SOLUSI EKOLOGIS PADA PERIKANAN TUNA Haruna Haruna; Simon Tubalawony; Agustinus Tupamahu; Kedswin Gerson Hehanussa
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.2.176-185

Abstract

Tanjung Air Panas Hamlet, Tulehu Village, is one of the traditional tuna fisheries centers using hand line fishing gear located on the eastern coast of Ambon Island. In fishing practices, local fishers utilize conventional fish aggregating devices (FADs), which are mostly made of synthetic materials such as plastic and nylon nets. The use of these materials has the potential to contribute to marine pollution and is less supportive of sustainable marine ecosystem management. This community service activity aimed to introduce and implement environmentally friendly fish aggregating devices (biodegradable FADs) made from locally available natural materials such as bamboo, coconut leaves, and rattan. The implementation methods included socialization, training on FAD construction, technical assistance, and evaluation using a Likert-scale questionnaire to assess fishers’ level of understanding, technical skills, and attitudes toward the introduced technology. The activity involved two groups of tuna hand line fishers with a total of 25 participants who took part in the entire program. The evaluation results showed that the average scores of the indicators ranged from 4.1 to 4.8 (good to very good category). Fishers’ understanding of the concept of environmentally friendly FADs obtained an average score of 4.6, technical skills in assembling and installing FADs ranged from 4.2 to 4.3, and fishers’ willingness to shift from synthetic-material FADs to natural-material FADs obtained a score of 4.7. These results indicate a positive response from fishers toward the implementation of environmentally friendly FADs, particularly in terms of knowledge, technical skills, and ecological commitment. The application of biodegradable FADs has the potential to serve as an environmentally friendly fishing technology alternative and support sustainable tuna fisheries management in Tulehu waters.
Co-Authors Abdul A. Usemahu Abdul F Rahawarin Agustin W. Tupamahu Agustinus Tupamahu Agustinus Tupamahu Agustinus Tupamahu Albert Ch Nanlohy ALBERTH Ch NANLOHY Alberth Ch. Nanlohy Arlisa P. Sihombing Assagaff, Sayid B. Axelon Samuel Renyaan Barbara G. Hutubessy Barbara G. Hutubessy Barbara Grace Hutubessy Basa T Rumahorbo Battu, Yudistira S. Behuku, Alfred Boli, Elisabert Bre Ch Nanlohy, Albert Chrissanty Hiariej Christian Ernsz Pattipeiloh Donal Noija Fajar Hermawan Frederik Rijoly Frentje D. Silooy Frentje Silooy Friesland Tuapetel G Hutubessy, Barbara Halle Fenny Peday Watori Hamzah, Hardi Hardi Hamzah Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna Haruna, Haruna Hiariej, Chrissanty Hutubessy, B G Hutubessy, B. G. Hutubessy, Barbara G J.B. Paillin Jouvicho Engelbert Julian Tuhumury Juliana Tuhumury Karisoh, Gabriela O. Kasmin Kasmin Kautsar Ailatat Krisye Patty La Demi, La Demi Lidya Katili Lisda C. Soumokil Lolita Tuhumena Made Mahendra Jaya Mandey, Vera Kostansie Mochammad Riyanto Muh. Kasim Muhammad Natsir Kholis Muhammad Z. U. Payapo Musa Karepesina Nanda Radhitia Prasetiawan Nanlohy, Albert Ch Nicea Roona Paranoan Ninfint Tuankotta Pailin, J B Payapo, Muhammad Z.U. Pontoh, Peggy R. H. S. Tawari Rahayu Ode Rahmat Hidayat Sanduan Ramadei, Yohana Ramson Ompusunggu Randy Fauziyanto Retno Angraeni S Roma Yuli Hutapea Ronald Darlly Hukubun Ruslan H. S. Tawari Ruslan Husen Saban Tawari Salasi Wasis Widyanto Sanduan, Rahmat Hidayat Sara Umbekna Selfi Sangadji Selfi Sangadji Selfi Sangadji Selfi Sangadji Silooy, Frentje D. Simon Tubalawony Stany R Siahainenia Stany R. Siahainenia Stany R. Siahainenia Stefanno M A Rijoly Sulaeman Martasuganda Syarifudin A. Kilbaren Taufiniringsi Kesaulya Titasam, Onesimus Tomasila, Leopold A. Tri Nanda Citra Bangun Tuhumury, Semuel F Umacina, Rahmiyanti Umbekna , Sara Umbekna, Sara Wambrauw, Daniel Z.K. Way, Jufentus Ronaldo Yohanes D.B.R. Minggo