Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Role of Social Media and Parental Interpersonal Communication with Premarital Sexual Behavior in Adolescents Andriani, Rininta; Dina Cahyani; La Ode Syaiful Islami; Jamal Harimuddin
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 4 (October 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.1630

Abstract

The phenomenon of premarital sexual behavior in Indonesia is increasingly prevalent among adolescents, including in the city of Baubau. One of the reasons is the easy access to pornography on social media. Therefore, the role of parents is needed in supervising and guiding adolescents. This study aimed to determine the role of social media and parents' interpersonal communication with premarital sexual behavior in adolescents in Baubau city. This study used a qualitative research method with a case study approach. Informants were selected by purposive sampling and snowball sampling, totaling 8 teenagers (5 male teenagers and 3 female teenagers) as a key informants. The results of this study show that both male and female adolescents admit that their sexual behavior is inspired or learned through the pornography they watch. However, exposure to pornography through social media is more dominant in contributing to the sexual behavior of female adolescents than male adolescents, because male adolescents prefer to watch pornography through online websites. Interpersonal communication generally went well, where there was empathy, support, and equality. However, the aspect of openness between adolescents and parents regarding sexuality issues does not seem to be fully explored. On the other hand, the positive attitude of parents who give too much freedom to children actually makes adolescents fall into bad sexual behavior. Other factors that influence premarital sexual behavior in adolescents are knowledge, attitudes, peers and level of religiosity. The conclusion in this study is that social media and parental interpersonal communication have a role in premarital sexual behavior in adolescents.
Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau Fitriani Fitriani; Hasrullah Hasrullah; Muhamad Subhan; Rininta Andriani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v5i1.1737

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau yang melayani 19.303 jiwa dengan jumlah balita sebanyak 1.706, tercatat 124 kasus diare pada balita selama periode 2024–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi dasar rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meomeo Kota Baubau. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada November–Desember 2025. Sampel berjumlah 95 balita usia 12–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian meliputi kualitas dan ketersediaan air bersih, kepemilikan dan kelayakan jamban sehat, sistem pembuangan limbah cair rumah tangga, serta pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR) dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas dan ketersediaan air bersih (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001), kepemilikan dan kelayakan jamban sehat (PR=10,14; 95%CI=3,88–26,53; p<0,001), sistem pembuangan limbah cair rumah tangga (PR=10,66; 95%CI=4,52–25,13; p<0,001), serta pengelolaan sampah rumah tangga (PR=6,60; 95%CI=4,09–10,66; p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh komponen sanitasi dasar rumah tangga berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita. Peningkatan akses air bersih, perbaikan jamban sehat, pengelolaan limbah cair, dan pengelolaan sampah rumah tangga perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian diare pada balita.
Proses Collaborative Governance dalam Pencegahan Kematian Ibu saat Persalinan La Ode Syaiful Islamy; Rininta Andriani; Nuhrul Mufida
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.304 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1496

Abstract

Kematian ibu saat melahirkan merupakan isu yang selalu menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Hampir setiap jam ibu di berbagai penjuru dunia mengalami kematian yang disebabkan oleh persalinan. Pencegahan kematian ibu saat melahirkan dapat dilakukan salah satunya dengan cara kolaborasi antara pemerintah dengan beberapa aktor tidak terkecuali masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan proses collaborative governance dalam pencegahan kematian ibu saat melahirkan di Kabupaten Buton Selatan, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen serta dianalisis dengan tahapan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa Adanya dialog yang dilaksanakan baik secara formal dan in formal, adanya saling percaya antar aktor kolaborasi, saling membangun komitmen, berbagi pemahaman dan pengetahuan serta adanya keuntunga yang diperoleh guna pemberian informasi baik bagi ibu hamil, kader, dan kader lansia tentang pentingnya keterlibatan lansia dalam persalinan, pendampingan mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemantauan konsumsi gizi, sehingga dapat disimpulkan kolaborasi dalam pencegahan kematian ibu saat melahirkan sangat penting untuk dilaksanakan demi keselamatan jiwa ibu dan anak
Hubungan Antara Penerapan Protokol Kesehatan dengan Kejadian Infeksi Virus Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Bataraguru : The Relationship Between the Application of Health Protocol with the Incidence of Covid-19 Virus Infection in the Working Area of the Bataraguru Health Center Rininta Andriani; Annisa Kemala Dewi MJ; Wahyuddin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2554

Abstract

Latar belakang: Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yaitu virus corona jenis terbaru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya yang menyerang sistem pernapasan. Puskesmas Bataraguru menduduki peringkat ke-6 dari 17 Puskesmas di Kota Baubau jumlah terbanyak pasien Covid-19 dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 56 kasus sampai dengan bulan Juli 2021. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan kejadian infeksi virus Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Bataraguru. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei analitik menggunakan desain Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 6.893 jiwa dengan sampel sebanyak 379 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Penelitian dilakukan bulan Oktober-November 2021. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji korelasi secara koefisien kontingensi). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel memakai masker nilai p-Value = 0.001 < 0.05, variabel mencuci tangan nilai p-Value = 0.006 < 0.05, dan variabel menjaga jarak nilai p-Value 0.002 < 0.05 dengan kejadian infeksi virus Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Bataraguru. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan kejadian infeksi virus Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Bataraguru. Saran dalam penelitian ini yaitu perlu dilakukan kolaborasi antar lintas sektor untuk melakukan kegiatan penyuluhan tentang memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi virus Covid-19.
Studi Kualitatif Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Melai : Qualitative Study of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Prevention in Households in the Working Area of the Melai Community Health Center Rininta Andriani; Haeruddin K; Azfari Azis; Eky Endriana A; La Ode Syaiful Islamy H
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3826

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Baubau tahun 2020, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi di 17 wilayah kerja Puskesmas Baubau, salah satunya di Puskesmas Melai. Tahun 2020 terdapat 7 kasus DBD. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam tentang perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue pada rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Melai Kota Baubau. Metode: Metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan peneliti adalah Instrumen utama. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 10 orang. Analisis data menggunakan Miles and Huberman. Keabsahan data menggunakan Triangulasi. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat belum memahami dengan baik terkait apa itu DBD, penyebab DBD, cara penularan, dan sebagian informan memahami bagaimana pencegahan DBD seperti melalui 3M plus (Menguras, Menutup, Mengubur), menggunakan kelambu, memakai bubuk abate, dan lotion anti nyamuk. Sikap masyarakat positif dimana masyarakat memberikan respon berupa dukungan dan setuju bahwa pencegahan DBD dilakukan dengan 3M Plus. Aspek tindakan sebagian besar sudah melakukan tindakan pencegahan demam berdarah namun masih terdapat beberapa masyarakat yang tidak disiplin dalam melakukan 3M Plus seperti tidak disiplin dalam menguras baknya. Kesimpulan: Mayoritas masyarakat belum paham tentang apa itu DBD, penyebab, cara penuralan dan pencegahan DBD. Sikapnya positif untuk mencegah DBD. Sebagian sudah melakukan tindakan pencegahan DBD seperti memakai abate dan kelambu walaupun kadang tidak disiplin dalam menguras bak penampung air.
Gambaran Sikap Kerja Duduk Pada Kursi Dan Meja Kerja Yang Tidak Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau: Description of Working Posture Sitting on Non-Ergonomic Chairs and Work Desks with Work Fatigue of Baubau City Health Service Employees Rininta Andriani; Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Jumadi; Isma
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.8602

Abstract

Kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis dapat memengaruhi kelelahan kerja, produktivitas, dan sikap kerja karyawan. Berdasarkan teori kelelahan kerja (Fatigue Theory), postur kerja yang tidak sesuai menyebabkan kelelahan fisik dan potensi cedera otot, sehingga menurunkan kinerja. Teori ergonomi menekankan pentingnya desain tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan manusia untuk meminimalkan beban kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Sikap Kerja Duduk Pada Kursi Dan Meja Kerja Yang Tidak Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, yang merupakan pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau pada bidang kesehatan masyarakat, dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja duduk pada kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri punggung, leher, dan bahu yang berdampak pada penurunan produktivitas kerja pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Berdasarkan analisis antropometri, ukuran kursi dan meja belum sesuai dengan tinggi badan rata-rata pegawai (155–160 cm), sehingga posisi duduk tidak ideal dan menimbulkan kelelahan. Dengan demikian, kesesuaian fasilitas kerja dengan ukuran tubuh pekerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas kerja.
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Melalui Pembuatan Bubur Kacang Merah Sebagai Strategi Penurunan Angka Stunting di Desa One Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah: Innovation In Local Food Processing Through The Production Of Red Bean Porridge As A Strategy To Reduce Stunting Rates In One Waara Village, Lakudo District, Central Buton Regency Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Irwan Amar; Rininta Andriani; Jumadi; Wa Ode Azfari Azis; Eky Endriana Amiruddin; Muh. Subhan; Fitriani; Wahyuddin; Taswin; Nurhidayati; Dahmar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9057

Abstract

Pengolahan pangan lokal di Desa One Waara masih terbilang bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun temurun. Pada umumnya pangan lokal terbanyak di desa One Waara yaitu kacang merah. Selain itu kacang merah banyak dikonsumsi masyarakat setempat sebagai makanan sehari-hari seperti sop, bubur, es kacang merah. Kejadian stunting dapat dihindari apabila mempunyai cukup pengtahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur makanan anak. Tujuan dari Program Pengelolaan ini yaitu dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal yang melimpah di Desa One Waara. Metode yang digunakan meliputi diskusi, tanya jawab serta praktek pembuatan bubur kacang merah. Hasil kegiatan pengabdian adalah kacang merah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dari segi penampilan, warna dan rasa sehingga mempengaruhi penampilan dari produk-produk olahan, menjadikan produk olahan pangan dan dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaitkan dengan kesehatan, meningkatnya wawasan para kelompok pengolah makanan dan kelompok ibu-ibu.
Model Collaborative Governance dalam Pengawasan Orang Asing di Kota Baubau Asman Safitra; La Ode Syaiful Islamy; Rahmawati Rahmawati; Rininta Andriani
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 - September 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/8xpbn894

Abstract

This study aims to analyze cross-sectoral collaboration in the supervision of foreign nationals at the Class II Non-TPI Immigration Office in Baubau, using the collaborative governance approach. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that foreign nationals supervision in Baubau has undergone significant transformation through the establishment of the Foreigners Supervision Team (TIM PORA), serving as a coordination forum among various institutions such as Immigration, Police, Military, and Kesbangpol. The study identifies the four pillars of collaborative governance: initial conditions that were previously sectoral and unstructured; institutional design through TIM PORA, though lacking a comprehensive inter-agency MoU; collaborative processes characterized by open communication and flexible coordination; and facilitative leadership conducted inclusively by the Immigration Office. This collaboration has enhanced inter-agency synergy and supervision effectiveness, evidenced by jointly resolved immigration violation cases. Nevertheless, challenges persist, including overlapping authorities, limited operational regulations, and resource constraints. The study confirms the relevance of collaborative governance as an effective, responsive, and adaptive model for managing foreign nationals supervision amidst the complexities of globalization and transnational mobility.
Effectiveness of E-Procurement Policy in Procurement Planning at the Public Works and Spatial Planning Departmentof Baubau City Marjan Unidayan; La Ode Syaiful Islamy; Rininta Andriani
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 - September 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/aap79n75

Abstract

This study examines the effectiveness of the e-procurement policy in the procurement planning stage at the Public Works and Spatial Planning Office (PUPR) of Baubau City. The study is significant since procurement planning serves as the foundation for achieving efficiency, transparency, and accountability in public spending, as mandated by LKPP Regulation No. 11 of 2021. The objective is to evaluate the extent to which the e-procurement policy achieves effectiveness across six key activities: needs identification, determination of goods/services types, procurement methods, work packaging, scheduling of goods/services utilization, and budget management. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, the study explores experiences, perceptions, and challenges of stakeholders through interviews, observations, and policy document analysis. The findings reveal a misalignment between procurement plans and realization in 2023–2024, with 22% of packages experiencing contract delays. The main contributing factors include low technical literacy in using the Electronic Procurement System (SPSE), weak integration of asset data and technical documents, and delays in revising Detail Engineering Designs. Although the financial absorption rate is relatively high (99.17%), administrative and technical shortcomings hinder smooth implementation. In conclusion, the effectiveness of e-procurement policies is highly dependent on data accuracy, human resource capacity, and procedural consistency. Therefore, strengthening digital literacy and monitoring systems is crucial for optimizing regional procurement.
Peran Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Buton La Ode Muhammad La Ode Muhammad; La Ode Syaiful Islamy; Rahmawati Rahmawati; Rininta Andriani
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026 - September 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/g3shyk67

Abstract

Village financial management plays a crucial role in realizing transparent, accountable, and sustainable village development. However, various challenges persist, including the limited capacity of village officials, weak documentation, and the suboptimal implementation of cashless transactions. This study aims to analyze the role of the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) in village financial management in Buton Regency, focusing on the supervision mechanisms applied and the obstacles faced. The research employs a qualitative descriptive approach through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, using the Miles and Huberman interactive data analysis model. The results show that APIP plays a significant role through four stages of supervision: setting standards, reviewing results, comparing implementation with standards, and taking corrective actions. The Buton Regency Inspectorate has implemented supervision based on regulations and an early warning system, encouraging the follow-up of findings through educational approaches and technical assistance. Although this has positively impacted transparency and accountability, the implementation still faces obstacles such as limited human resources at the village level, low understanding of regulations, and minimal utilization of digital technology. In conclusion, the role of APIP in Buton Regency functions not only as an administrative controller but also as a coach and educator, serving as the key to achieving more accountable, transparent, and corruption-free village financial governance.