p-Index From 2021 - 2026
5.004
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Penelitian Agama Paradigma Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) DIMENSI FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Politea Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Islamic Civilization Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Education and Human Development Journal The Journal of Society and Media JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Entitas Sosiologi Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) JURNAL PENDIDIKAN IPS Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi FENOMENA: Jurnal Penelitian Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial KRONIK: Journal of History Education and Historiography Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa International Journal of Law and Society Media Hukum Indonesia (MHI) The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary
Claim Missing Document
Check
Articles

RASIONALITAS PELAKSANAAN “INTERNSHIP PROGRAM” PADA SEKOLAH BERBASIS AGAMA CHOIRUL ALVIN NISYAM, MUHAMMAD; MACHFUD FAUZI, AGUS
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Islam Manbaul Ulum memiliki program sekolah yang menarik untuk tingkat sekolah menengah pertama. Program tersebut adalah Internship Program, program yang mendatangkan mahasiswa atau mahasiswi bahkan bisa seorang aktifis dari luar negeri untuk bisa magang disekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan mengenai rasionalitas Internship Program dan pelaksanaannya pada sekolah berbasis agama. Peneliti menggunakan teori rasionalitas yang dikemukakan oleh Max Weber sebagai dasar analisis data. Penelitian ini hanya menggunakan 2 tipe rasionalitas, yakni rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai/tujuan. Hal tersebut dikarenakan karena temuan data yang ditemukan oleh peneliti dalam proses penelitian hanya mengarah pada tipe rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai/tujuan. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan verstehen. Penggunaan pendekatan tersebut memiliki tujuan yakni agar kedekatan antara informan dengan peneliti bisa terjalin dengan baik, sehingga bisa memperoleh data terperinci sesuai dengan fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Internship Program memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah dalam menumbuhkan atmosfer berbahasa Inggris. Kata Kunci: Internship Program, Max Weber, Bahasa Inggris
PERTUKARAN SOSIAL ELIT PENDUKUNG DAN PASANGAN CALON PADA PILKADA: STUDI KASUS KEMENANGAN SYAHTO PADA PILKADA TULUNGAGUNG 2018 HAMDAN ASRORUDIN, MOHAMMAD; MACHFUD FAUZI, AGUS
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan bupati Tulungagung 2018 menjadi ajang kontestasi dua pasangan calon yang terdiri dari calon petahana melawan calon baru sebagai penantang. Proses berjalan sebagai mana mestinya, sampai pada dua minggu sebelum hari pencoblosan calon bupati petahana terkena operasi tangkap tangan KPK. Meskipun terkena kasus korupsi calon petahana masih mampu memenangkan kontestasi dengan selisih suara yang signifikan yaitu 60:40 persen. Trik pemenangan yang digunakan oleh pasangan calon petahana hampir sama seperti kontestasi pada tahun sebelumnya yaitu memanfaatkan relasi sosial baik yang berawal dari hubungan pertemanan sampai hubugan bisnis. Relasi sosial yang kuat memunculkan militansi pendukung yang selanjutnya disebut relawan. Relawan terbentuk dari kesepahaman atas pilihan rasional terhadap pasangan calon bupati. Kesepahaman tersebut di dipengaruhi oleh peran elit yang ada di tengah masyarakat. Namun apa yang menjadi alasan elit masyarakat masih mendukung calon petahana meskipun tercemar integritasnya karena korupsi. Terdapat kemungkinan adanya transaksional atau pertukaran antara elit dengan calon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pertukaran sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data miles dan huberman. Menggunakan sudut pandang Peter M Blau dalam mengupas pertukaran pada dunia politik. Terdapat fakta bahwa antara elit dan calon terjadi pertukaran baik yang sifatnya individu untuk elit sendiri maupun untuk masyarakat atau masa dari elit. Elit memberikan dukungan dan mengkondisikan masa diberikan reward berupa intriksik (rasa hormat, kasih sayang, pertemanan) maupun ekstrinsik (uang, jabatan, proyek). Namun pertukaran tidak selamanya seimbang. Terdapat elit yang merasa reward yang diberikan tidak sesua dengan yang disepakati diawal, sehingga elit tersebut membelot dan mengarahkan dukungan ke calon lawan. Kata kunci: pilkada, pertukaran sosial, pendukung
RASIONALITAS DEMONSTRASI ORANGTUA TOLAK SISTEM ZONASI DALAM PEMILIHAN SEKOLAH NURLAILI, AGUSTINA; MACHFUD FAUZI, AGUS
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penolakan terhadap kebijakan seleksi zonasi sekolah pada penerimaan peserta didik baru menimbulkan reaksi yang cukup besar di masyarakat Indonesia. Kebijakan seleksi zonasi yang diterapkan untuk meratakan persebaran fasilitas pendidikan diharapkan dapat memajukan sekolah secara merata dengan menerima siswa baru terdekat tanpa memandang label ?pandai? atau ?tidak pandai?. Namun aturan tersebut justru memunculkan demonstrasi yang dilakukan oleh orangtua. Tindakan penolakan tersebut dilakukan oleh orangtua baik anaknya telah diterima di sekolah negeri maupun belum mendapatkan kepastian. Penelitian dilaksanakan di Kota Surabaya sebagai kota yang memiliki kebijakan khusus dalam menangani masalah pendidikan, subjek penelitian adalah orangtua peserta demonstrasi tolak sistem zonasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alasan terjadinya demonstrasi, mengidentifikasi karakteristik keluarga dan kondisi objektif keluarga kemudian mengidentifikasi rasionalitas demonstrasi yang dilakukan orangtua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis realitas sosial dari tindakan demonstrasi. Teori yang digunakan untuk mengkaji lebih dalam tindakan demonstrasi menggunakan teori Tindakan Rasionalitas Max Weber. Teori tindakan rasionalitas menjelaskan mengenai motif dari tindakan sosial yang dilakukan oleh individu atau masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tindakan rasionalitas yang mendasari tindakan demonstrasi yang dilakukan oleh orangtua yaitu tindakan rasionalitas instrumental dan tindakan tradisional. Kesimpulannya, orangtua melakukan kegiatan demonstrasi untuk menghentikan sistem seleksi zonasi sekolah. Keinginan untuk menghentikan sistem seleksi zonasi juga dipengaruhi oleh adanya pemikiran tradisional terkait labelling pada sekolah. Kata Kunci: Demonstrasi, Rasionalitas, Sekolah, Seleksi Zonasi
RASIONALITAS DEMONSTRASI ORANGTUA TOLAK SISTEM ZONASI DALAM PEMILIHAN SEKOLAH NURLAILI, AGUSTINA; MACHFUD FAUZI, AGUS
Paradigma Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penolakan terhadap kebijakan seleksi zonasi sekolah pada penerimaan peserta didik baru menimbulkan reaksi yang cukup besar di masyarakat Indonesia. Kebijakan seleksi zonasi yang diterapkan untuk meratakan persebaran fasilitas pendidikan diharapkan dapat memajukan sekolah secara merata dengan menerima siswa baru terdekat tanpa memandang label ?pandai? atau ?tidak pandai?. Namun aturan tersebut justru memunculkan demonstrasi yang dilakukan oleh orangtua. Tindakan penolakan tersebut dilakukan oleh orangtua baik anaknya telah diterima di sekolah negeri maupun belum mendapatkan kepastian. Penelitian dilaksanakan di Kota Surabaya sebagai kota yang memiliki kebijakan khusus dalam menangani masalah pendidikan, subjek penelitian adalah orangtua peserta demonstrasi tolak sistem zonasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alasan terjadinya demonstrasi, mengidentifikasi karakteristik keluarga dan kondisi objektif keluarga kemudian mengidentifikasi rasionalitas demonstrasi yang dilakukan orangtua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis realitas sosial dari tindakan demonstrasi. Teori yang digunakan untuk mengkaji lebih dalam tindakan demonstrasi menggunakan teori Tindakan Rasionalitas Max Weber. Teori tindakan rasionalitas menjelaskan mengenai motif dari tindakan sosial yang dilakukan oleh individu atau masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tindakan rasionalitas yang mendasari tindakan demonstrasi yang dilakukan oleh orangtua yaitu tindakan rasionalitas instrumental dan tindakan tradisional. Kesimpulannya, orangtua melakukan kegiatan demonstrasi untuk menghentikan sistem seleksi zonasi sekolah. Keinginan untuk menghentikan sistem seleksi zonasi juga dipengaruhi oleh adanya pemikiran tradisional terkait labelling pada sekolah. Kata Kunci: Demonstrasi, Rasionalitas, Sekolah, Seleksi Zonasi
SOLUSI KAMPANYE TERSELUBUNG DI HARI TENANG PEMILU Fauzi, Agus Machfud
Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Vol 2, No 3 (2015): Pendidikan di Ruang Sosial
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/metafora.v2n4.p83-89

Abstract

Quiet days is one of a series of elections be used as a policy in each of the Electoral Law (Legislative, President and Head of Region) in order to be a separation between the days of the campaign were at odds a little bit with the D-day implementation of the voting and counting. A quiet day at the time of the elections is an opportunity for electoral participants to rest after a long activity to meet constituents during the campaign schedule. Election participants are expected colling down after delivering a program, a vision and mission for the implementation of the campaign with a variety of creative shapes and models of the campaign. Voters as the object of the campaign as well as subjects that determine victory or defeat of election participants, given the opportunity to weigh up between the pair of candidates, that is where the best of the candidates who have offered programs, vision and mission during the campaign. Quiet day is expected to be the capital of preparation conscience of voters, still somewhat tainted by parties who are not responsible, either the presence of a covert campaign, black campaign, partisan survey implementation and violations of other quiet day.
Konstruksi Masyarakat pada Tradisi Nyajen Sebagai Usaha Keberhasilan Cakades Jelang Pilkades Karerina, Nina; Ifadah, Aniq; Arisholina, Sejati Ayuning; Wulaningsih, Ayu; Ricard, Luki; Fauzi, Agus Machfud
Jurnal Penelitian Agama Vol 22 No 1 (2021)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v22i1.2021.pp103-114

Abstract

Local beliefs and cultural values are still attached to the Javanese community, especially in the countryside. Karangpuri Village still preserves the tradition of its general, especially in political terms. Next April there will be a village head election. cakades carries on the tradition of iajen for the smooth running of the pilkades. This study uses a qualitative method with a descriptive approach with the foundation of Peter L. Berger's sosial construction theory. This research was conducted in Karangpuri Village, Sidoarjo. The goal is to find out the Karangpuri village community construction against the tradition of the generalthe results of this study are that the community sees this as normal and should be done by everyone who has a desire for fluency, pangestu to ancestors, and as a form of preserving local culture and beliefs inherited from previous ancestors.
Hegemoni Kiai di Desa Payaman Solokuro Lamongan pada Pemilu 2019 Sa'adah, Khoridatus; Fauzi, Agus Machfud
Politea Vol 4, No 1 (2021): Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v4i1.10248

Abstract

A Kiai has a high position both socially and spiritually that affects the power of influence over society's choices. The writing was intended to analyze the travel process of hegemoni by Kiai as a sales figure for the golongan karya political party. The research approach used is descriptive qualitative through interviews and observations at the Darul Ma 'arif village Payaman Solokuro Lamongan. The hegemonic theory of Antonio gramsci was used as a basis for analysis. The final result is that the hegemoni sequence of Kiai is absorbed in two parts. This division is based on the difference in age and background. The first group is a society that is over 60 years old and hegemoni is taking a spiritual approach. Its real form, the practice of hegemony was melted down during recruitment. Intellectual ramming is directed as a measure of obedience to the strings to receive a blessing. The second group is scolars and educators. Hegemoni in this group uses discussion forums or coordination meetings by all members of the foundation. The hegemonic column for the educated and more rational group of educators. The real inversion, ramming was done by showing a good track record by the golongan karya party.
Eksistensi Kegiatan Keagamaan Islam Aboge pada Masa Pendemi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo Dewi, Khofifah Kurnia; Fauzi, Agus Machfud
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27552

Abstract

There are many followers of Aboge Islam (Alip Rebo Wage) in Probolinggo Regency, including the Districts of Leces, Tegalsiwalan, Dringu, and Bantaran. Adherents experience differences in calculations because it is based on the Old Javanese calender and is influential on Islamic holidays. Of course it is different from the calculation of the Hijri calender. Aboge Muslims do not mind these differences in calculations. The existence of Aboge Muslims until now is still a lot because they consider it a legacy from their ancestors. The spirit in religious activities is also different, of course. The purpose of this study was to determine whwther there were changes in the religious activities of Aboge Muslims during the pandemic in Probolinggo Regency. Using qualitative research methods because they are appropriate and suitable for analyzing phenomena. Herbert Mead’s theory of action explains action, in the form of religious activities of Aboge Muslims during the Covid-19 pandemic in Probolinggo Regency. The results of this study stated that there is no significant difference in religious activities before and during the pandemic. The implementation of religious activities is carried out with enthusiasm and the intention has not decreased to worship amid the Covid-19 pandemic.Keywords : Islam Aboge, religious activities, pandemic Penganut Islam Aboge (Alip Rebo Wage) banyak terdapat di Kabupaten Probolinggo, meliputi Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Dringu, dan Bantaran. Penganutnya mengalami perbedaan dalam perhitungan karena didasarkan pada kalender Jawa Kuno dan berpengaruh pada hari besar Islam. Tentunya berbeda dengan perhitungan kalender Hijriyah. Penganut Islam Aboge tidak mempermasalahkan perbedaan perhitungan tersebut. Eksistensi penganut Islam Aboge sampai sekarang masih banyak karena mereka menganggap sebagai warisan leluhur. Semangat dalam kegiatan keagamaan juga berbeda pastinya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pada kegiatan keagamaan penganut Islam Aboge pada masa pandemi di Kabupaten Probolinggo. Menggunakan metode penelitian kualitatif karena tepat dan sesuai untuk melakukan analisis fenomena. Teori tindakan Herbert Mead menjelaskan tentang tindakan, berupa kegiatan keagamaan penganut Islam Aboge pada masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada kegiatan keagamaan sebelum dan saat pandemi. Pelaksanaan kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan penuh semangat dan niat tidak mengalami penurunan untuk beribadah ditengah pandemi COVID-19.Kata kunci : Islam Aboge, kegiatan keagamaan, pandemi Covid 19.
HUBUNGAN AGAMA DAN PEKERJAAN SEBAGAI PSK DI KEMBANG KUNING SURABAYA Neny Sujianti Sujianti; Tito Surya Baskara; Bella Ayu D; Nimas Noormala D; Agus Machfud Fauzi
Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Vol. 24 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Tabuah : Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.583 KB) | DOI: 10.37108/tabuah.v24i2.347

Abstract

Commercial Sex Work is work that is prohibited by religion but is lawful for those who undergo this work. The woman who works as a commercial sex worker is considered a social disease in the community. In addition to religious factors that are forbidden, economic factors become the cause due to the increasing daily needs. These factors are the cause of someone doing this job. This research uses a descriptive qualitative method using the phenomenology of Alfred Schutz. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are that someone who works as a prostitute is not only prohibited by religion but the economic factors that cause him to do this work
Sosiologi Keluarga Pada Partisipasi Politik Pemilih Pemula Fauzi, Agus Machfud
SOSIETAS Vol 9, No 1 (2019): SOSIETAS: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.184 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v9i1.19572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menempatkan keluarga sebagai pendidik pertama bagi anak sehingga berperan dalam menanamkan pengetahuan politik bagi generasi penerus. Selanjutnya dari penelitian ini adalah bagaimana keluarga bisa memberikan pengetahuan politik bagi anak sebagai pemilih pemula di pemilihan mendatang agar pemilih pemula mempunyai skala prioritas dalam memilih calon pemimpin yang berkualitas pula. Memasuki fase sebagai pemilih pemula dihrapakan bisa meningkatkan partisipasi politik demi hadirnya pemimpin. Peneliti memilih lokasi penelitian yaitu pada tiga kota dengan tiga sampel yang berbeda (Tuban, Bojonegoro dan Sidoarjo). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penjelasan secara deskriptif sedangkan penggaliannya menggunakan pendekatan In-depth interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan pada setiap informasi yang mempunyai peran keluarga yang berbeda di mana di masyarakat kota keluarga lebih memilih untuk membiarkan dan mempercayakan keputusan kepada anak, apalagi sudah ada program sosialisasi dari penyelenggara pemilu, media informasi yang semakin mempermudah untuk memberi informasi kepada generasi muda. Peran keluarga yang ada didesa menunjukan hasil bahwa para orang tua lebih memilih untuk memaksakan anggota keluarga dalam penetuan memilih calon pemimpin, apalagi sebelumnya kandidat sudah memberikan segelontor dana bagi warga desa. Pada keluarga urban mengalami hal yang sama seperti keluarga masyarakat kota yang mana cara berfikirnya hampir sama seperti keluarga yang ada di kota meski ada sedikit perbedaan.
Co-Authors Abdulrahim, Mohamed Omar Affandi, Mochamad Arif Alifiah, Firda Nur Alya Safira Amelia, Avita Aminarsih, Ririn An-Nisa', Yudita Nuriyah Anata Reyustina Almaidah Aprillia, Fransisca ARDHIE RADITYA Arisholina, Sejati Ayuning Astuti, Ilmi Dewi Bambang Sigit Widodo Bella Ayu D Cahyani, Retno Aprin CHOIRUL ALVIN NISYAM, MUHAMMAD Darmawan, Oktavia Ayu Dewi, Khofifah Kurnia Eva Hany Fanida, Eva Hany Fahrurozi, Fandi Ahmad Fakhiroh, Zakiyyatul FATHUR ROZY Febriansyah, Rachmad Fihtri, Elvira Gamayao, Paul Adynn Gultom, Ferdi HAMDAN ASRORUDIN, MOHAMMAD Ifadah, Aniq IKHWAN, MASRUL INDAH PRABAWATI Iqbal, Mohammad Maulana Karerina, Nina Khamimiya, Aza Rifda Krismawati, Dwi Maliha, Novi Fitia Marom, Muhammad Yusril MARTINUS LEGOWO Maulaya, Nadia Hafifa Megananta, Janatul Rona Melpin Simaremare Mudzakir, Moh Mudzakkir, Moh Neny Sujianti Sujianti Nimas Noormala D Novinayah, Fadilah Salsa Nuansa Bayu Segara NURLAILI, AGUSTINA Permatasari, Shevia Putri Prastiyono, Hendri Pratama, Dini Putri Dwi Permata Indah Putri, Dewi Ananda Putri, Rizky Sintiah Putri, Rizky Trisna Putri, Sindi putri, tiara ilmiwati Rahmah, Laila Natasya Ramadhan, Pratama Aditya Ricard, Luki Ririn Aminarsih Riswanda, Mike Fatiha Eka Rivaldi, Rivaldi Rizky, Amarul Ilham Rohmah, Muhimmatur Rusadi, Millena Apriliani Sa'adah, Khoridatus SARI AGUSTIN, RIZKA Sarwandari, Aninda Putri SETIAWAN PUTRI, DEWANDA Setiawan, Moch Aji Sudrajat, Arif SUGENG HARIANTO Suhada, Husna SULISTYO, EDI Tanti, Amalia Vidra Tiara Ilmiwati Putri Tito Surya Baskara VERADELLA ANUGRAH, YESHINTA Wishnu, Mochamad Bayu Wulaningsih, Ayu Zahra, Hanifah Az