Articles
Kontroversi Sosial Caleg Perempuan PKS (Komunikasi Politik, Dogma Agama & Afirmasi)
Agus Machfud Fauzi;
Fadilah Salsa Novinayah;
Oktavia Ayu Darmawan;
Rivaldi Rivaldi
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Mediakom Vol 03, No 01, Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/mdk.v3i1.2410
This study aims to explain the implementation of government policies related to a 30% quota for women in the East Java PKS DPW, in addition to knowing its implementation. The social controversy responding to the PKS policy in presenting female legislative candidates aims to show to the public that there is a conflict between government policy and Islamic dogma which is the principle in the PKS. This study used qualitative research methods. The results showed that the implementation of government policies related to the 30% quota for women in the PKS East Java DPW had exceeded those specified, which was at 46%, whereas according to their interpretation that the prevailing religious dogma had no conflict between prevailing teachings with the government's policy of 30% of women's quota, all of them have their share in life. Al-Quran Surah An-Nisa verse 34 and Surah Al-Ahzab verse 33 textually prohibit women from becoming leaders, this is a source of religious dogma. Social controversy about women becoming leaders is eliminated when they have competence and capacity because the existence of leaders here is not in the context of congregational prayer but rather in carrying out state and national work programs.
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT PENGANUT SAPTA DARMA DALAM MEMEGANG TEGUH NILAI PANCASILA
Fathur Rozy;
Rachmad Febriansyah;
Pratama Aditya Ramadhan;
Fandi Ahmad Fahrurozi;
Amarul Ilham Rizky;
Agus Machfud Fauzi
Jurnal Perspektif Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Perspektif: Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jp.v4i1.57
Aliran kepercayaan penghayat Sapta Dharma dalam tataran fundamentalnya menuangkan Pancasila didalam ajaran mereka. Adanya nilai Pancasila didalam ajaran sapta dharma menjadikan aliran kepercayaan ini memiliki keunikan dari aliran kepercayaan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial yang ditanamkan oleh warga sapta darma dalam memegang teguh nilai Pancasila sebagai bentuk ajaranya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang otentik. Dalam penelitian ini menggunakan menggunakan teori kontruksi sosial Peter L. Berger sebagai alat analisisnya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, wawanacara dan dokumentasi pada beberapa informan pemeluk kepercayaan Sapta Dharma di Surabaya. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Sapta Dharma Kota Surabaya. Proses penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa Internalisasi nilai Pancasila dilakukan secara institusional yang diawali dari prses eksternalisasi dimana berawal dari turunnya sebuah wahyu ajaran wewarah pitu yang di dalamnya berisi mengenai ajaran tentang kepribadian manusia dan sikap nasionalisme dari pengamalan nilai Pancasila dan taat terhadap hukum negara Indonesia.
Rasionalitas Masyarakat Desa Sidorejo Terhadap Aktivitas Remaja Karang Taruna dalam Pembentukan Akhlak di Masa Pandemi
Sustianing Solicha;
Agus Machfud Fauzi
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 4, No 2 (2021): TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/tarlim.v4i2.4863
During this pandemic, the morality of teenagers in Sidorejo Village is concerning. That is, their morality is getting worse. At the same time, many organizations in Sidorejo Village are not developing well. Adolescence is a period where individuals seek a way of life, accept moral (ethical) norms as well as religious and aesthetic norms. Many have limitations, however, thereby making their external activities depend on others. This contradictory situation goes hand in hand, and constitute the background of this study. The present study aims to figure out how people living in Sidorejo Village react to the behavior of the youth group in forming their morality during the pandemic. This study is informed by the theory of social action proposed by Max Weber. The study is a case study using a qualitative approach with data collection techniques involving interviews. The results showed that only some of the youth who were participants in the youth organization were willing to take part in these activities due to being member activities held in schools or others. The role of the community is to guide the holding of religious activities such as reading the Qur'an and memorizing via virtual means. The results showed that the formation of adolescent morals have both good and not so good characters, which means that many teenagers participate in those activities but also spend their times doing things that are not useful.
Solidaritas Sosial Komunitas Sholawat Syekher Mania Labang dalam Membangun Eksistensi Di Masa Pandemi Covid-19
Naufalul Ihya Ulumuddin;
Agus Machfud Fauzi
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/sosio.v7i2.9820
Religion for society becomes a sacred act. Due to the pandemic, this habit must be hampered. As the majority religion in Indonesia with various cultures and traditions, Islam must also feel the same way. The pandemic has forced religious rituals and traditions to stop. Syekher Mania, as one of the largest prayer communities in Bangkalan, faces a dilemma in maintaining its existence. This research aims to determine the existence of the Syekeher Mania Labang prayer community in the Pandemic Period. The method used is qualitative. Considering the purpose of the research, which requires in-depth field data, this method is the right choice. The theoretical perspective used is Emile Durkheim's social solidarity. It is considered relevant to the research objective, which is to uncover the existential dilemma of a community that contains human individuals. The results showed that the Syekher Mania Labang sholawat community had carried out social solidarity-based movements and strategies to maintain their existence as individual human beings in one association.
ANALISIS KESIAPAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN TUBAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Yessika Nurmalasari;
Agus Machfud Fauzi
Borneo Law Review Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No 1 Juni 2021
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/bolrev.v5i1.1975
Abstract Elections are activities that aim to elect the leader of a region. Regional head elections held in 2020 are slightly different elections compared to elections in previous years. This difference is related to the Covid-19 pandemic that plagues the world, including Indonesia. The 2020 election sparked pros and cons in the community. Using digital literacy methods with a qualitative approach, this article examines the readiness of Tuban Regency in the face of the 2020 elections. Based on the results obtained, Tuban Regency held elections in 2020 with various preparations that meet health protocols. Like when conducting voter registration, the recorded officer uses a complete self-supporting tool to prevent the transmission of the Covid-19 virus.Keywords : 2020 election, Covid-19 Abstrak Pemilihan umum merupakan kegiatan dimana bertujuan untuk memilih pemimpin suatu wilayah. Pemilihan umum kepala daerah yang diselenggarakan di tahun 2020 merupakan pemilihan umum yang sedikit berbeda dibandingkan dengan pemilihan umum di tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan ini terkait dengan adanya pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pilkada 2020 yang memicu adanya pro dan kontra dalam masyarakat. Dengan menggunakan metode literasi digital dengan pendekatan kualiatatif, artikel ini mengkaji tentang kesiapan Kabupaten Tuban dalam menghadapi pilkada 2020. Berdasarkan hasil yang didapat, Kabupaten Tuban mengadakan pilkada 2020 dengan berbagai persiapan yang memenuhi protocol kesehatan. Seperti saat melakukan pendataan pemilih, petugas yang mendata menggunakan alat pelingdung diri yang lengkap guna mencegah penularan virus Covid-19.Kata kunci : Pilkada 2020, Covid-19
Praktik Politik Uang dalam Proses Pemilihan Kepala Desa Sumberingin Kidul Tahun 2019
Fathur Rozy;
Pratama Aditya Ramadhan;
Rachmad Febriansyah;
Fandi Ahmad Fahrurozi;
Amarul Ilham Rizky;
Agus Machfud Fauzi
SOCIUS Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/scs.v7i1.171
Pilkades merupakan suatu ajang yang digunakan untuk menyeleksi calon Kepala Desa yang akan memimpin suatu desa dalam jenjang waktu tertentu. Dalam pelaksanaanya Pilkades sering diwarnai dengan beberapa bentuk kecurangan seperti salah satunya politik uang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap dan mengetahui terjadinya fenomena politik uang yang terjadi di dalam proses pemilihan kepala desa. Penelitian ini dilakukan dengan perspektif teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif guna mendapatkan informasi yang mendalam dan mendukung proses analisis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber informan adalah masyarakat yang memiliki hak pilih pada Pilkades. Penelitian dilakukan di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil dari penelitin ini adalah kontestasi politik di Desa Sumberingin Kidul ditemukan praktik politik uang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kontestasi politik yang sehat masih belum melekat di dalam tubuh masyarakat.
Analisis Konflik Pilkades Desa Sudimoro Tahun 2020 Terkait Money Politik
Mohammad Fajrul Falah;
Agus Machfud Fauzi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 6, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36982/jpg.v6i3.1785
The election of a village head that becomes a 5-year agenda in a village, apart from being a form of democratic party, is also a new hope and motivation for the village community. The village head election is expected to produce village leader candidates who care for the people so that they can make a major contribution to the progress of the village. Therefore, the enthusiasm of the people to participate in the democratic party performance is expected to be great and the public can channel their voting rights according to their respective consciences. The purpose of this study was to identify and analyze the conflicts that occurred in the Pilkades in Sudimoro village due to the practice of money politics. The research method used in this study is a qualitative method by conducting interviews and observations, then for the theory of researchers using conflict theory from Lewis Coser. The results obtained after research on conflicts that occurred in the Pilkades have become a natural thing as a form of competition to be the best so that they can be chosen by the community. Keyword: General Election, Village Head, Money Politics, Conflict
Javanese-Mataraman Muslim Obedience towards Religious and State Leaders in Performing Friday Prayers during the COVID-19 Pandemic
Agus Machfud Fauzi;
Novi Fitia Maliha;
Mustofa Mustofa
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 16 No. 1 (2021): September
Publisher : Postgraduate Studies of Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/islamica.2021.16.1.105-122
The Javanese-Mataraman Muslims have an ambiguous attitude in responding to government policies and religious leaders in carrying out Friday prayers during the early phase of COVID-19 pandemic, symbolically obeying not to do it. However, in reality, they still carry out Friday prayers. This article aims to find out the attitude of the community in making decisions on Friday prayers. They usually have an accommodative attitude in responding to the pros and cons of life problems. This article uses mixed methods with a snowball sampling technique to make it easier to find out the community’s attitudes using the dramaturgy approach since it had information about the informants’ front stage and backstage. The results of this study explain that they have obedience in the front stage. In contrast to the backstage, they perform Friday prayers even though the state and religion prohibit it. The dramaturgy is related to the religious understanding of the Javanese-Mataraman community, hampered by the rigid interpretation of the fiqh of worship, not to the knowledge of maqāṣid al-sharī‘ah.
PERAN KIAI MEMBENTUK KEPATUHAN LANSIA DALAM MENGGUNAKAN MASKER MELALUI PENDEKATAN SPIRITUALITAS THE KIAI ROLE FORMS ELDER OBEDIENCE IN USING THE MASK THROUGH A SPIRITUALITY APPROACH
Khoridatus Sa’adah;
Agus Machfud Fauzi
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v22i1.9017
Lansia atau biasa dikenal dengan sebutan sepuh tidak banyak mengetahui tentang masker dan pandemi covid-19. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Pada dasarnya, sosialisasi yang dilakukan tidak banyak memberikan hasil sebab lansia yang tidak pernah mengenal masker selama hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Kiai dalam upaya mensosialisasikan penggunaan masker melalui spiritualitas masyarakat lansia. Hal menarik dalam penelitian ini adalah keberhasilan peran Kiai bukan dipahami lansia sebab manfaat menggunakan masker. Namun, dorongan untuk bersikap sami’na wa atho’na atau dalam tafsiran lain adalah mendengar dan mematuhi Kiai sebagai individu yang memberikan contoh dan teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teori yang digunakan adalah peran dari Robert Linton dengan melihat peran Kiai dalam pendekatan melalui spiritualitas masyarakat lansia untuk menggunakan masker demi mencegah penyebaran virus covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kiai dalam memberikan anjuran menggunakan masker dilakukan melalui sisi spiritualitas masyarakat lansia. Kebutuhan spiritualitas masyarakat lansia yang dipenuhi dengan banyak mengikuti kajian keagaaman berdampak pada posisi Kiai begitu tinggi di mata masyarakat lansia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Kiai untuk mensosialisasikan atau dalam kata lain memberikan anjuran untuk selalu menggunakan masker dalam berbagai aktivitas demi menjaga diri dari penyebaran virus covid-19.
Partisipasi Politik Pemilih Pemula Etnis Minoritas Pasca Reformasi
Agus Machfud Fauzi;
Martinus Legowo;
Novi Fitia Maliha;
Moh Mudzakkir;
Sugeng Harianto;
Ardhie Raditya;
Arif Sudrajat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.41030
Muda-Mudi Budhayana Surabaya merupakan pemilih pemula yang mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap Pemilu, biasanya kelompok minoritas tidak mempunyai kepedulian terhadap agenda politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap partisipasi kelompok minoritas dalam agenda pemilu paska era reformasi, ini juga untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya peduli terhadap dunia bisnis dan ekonomi, namun juga mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode campuran antara kuantitaf dan kualitatif, supaya lebih menghasilkan penelitian yang mendalam. Peneliti menggunakan teori voting behavior untuk menganalisis perilaku pemilih Muda-Mudi Budhayana, yaitu seperti apa saja perilaku mereka dalam dunia politik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku politik mereka berpartisipasi aktif dalam pemilu dengan wawasan politik terbuka setelah dicabutnya Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967. Implikasi penelitian ini dalam dunia bisnis maka berpengaruh lebih bagus dalam menjalankan roda bisnis sebab ada kebebasan dalam menjalankan.