p-Index From 2021 - 2026
5.004
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Penelitian Agama Paradigma Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) DIMENSI FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Politea Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Islamic Civilization Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Education and Human Development Journal The Journal of Society and Media JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Entitas Sosiologi Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) JURNAL PENDIDIKAN IPS Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi FENOMENA: Jurnal Penelitian Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial KRONIK: Journal of History Education and Historiography Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa International Journal of Law and Society Media Hukum Indonesia (MHI) The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary
Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Politik Pemilih Pemula Etnis Minoritas Pasca Reformasi Fauzi, Agus Machfud; Legowo, Martinus; Maliha, Novi Fitia; Mudzakkir, Moh; Harianto, Sugeng; Raditya, Ardhie; Sudrajat, Arif
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.41030

Abstract

Muda-Mudi Budhayana Surabaya merupakan pemilih pemula yang mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap Pemilu, biasanya kelompok minoritas tidak mempunyai kepedulian terhadap agenda politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap partisipasi kelompok minoritas dalam agenda pemilu paska era reformasi, ini juga untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya peduli terhadap dunia bisnis dan ekonomi, namun juga mempunyai perhatian dan berpartisipasi terhadap pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode campuran antara kuantitaf dan kualitatif, supaya lebih menghasilkan penelitian yang mendalam. Peneliti menggunakan teori voting behavior untuk menganalisis perilaku pemilih Muda-Mudi Budhayana, yaitu seperti apa saja perilaku mereka dalam dunia politik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku politik mereka berpartisipasi aktif dalam pemilu dengan wawasan politik terbuka setelah dicabutnya Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967. Implikasi penelitian ini dalam dunia bisnis maka berpengaruh lebih bagus dalam menjalankan roda bisnis sebab ada kebebasan dalam menjalankan.
Hegemoni Pejudi Dalam Pilkada Di Indonesia Agus Machfud Fauzi
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 10, No 2 (2017): November
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to investigate the problem of election of regional head which is bewitched by gambling in Indonesia, by taking sampling in DKI Jakarta. Pilkada is an election in local local government scope to elect regional leaders. The principle of democracy is injured by the behavior of gamblers and voters by controlling some of the elections in gambling games. The phenomenon of gambling in Pilkada is seen since the first Pilkada implementation in 2005 and it is still ongoing until 2017. Gambling colored in the elections, usually the candidate desired by the owner of the capital won the contestation Pilkada because he got a place in the gamblers gambling, but only this time the implementation of elections in big cities won by candidates who do not want the owners of capital.
ANALISIS POLITIK IDENTITAS DALAM FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO Anata Reyustina Almaidah; Agus Machfud Fauzi
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan suatu masyarakat tidak pernah lepas dari yang namanya bingkai politik. Politik hadir sebagai suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh atau mempertahankan kekuasaan. Representasi kehidupan politik ini nampak pada berbagai media yang ada baik dalam media massa dan media cetak. Salah satu media yang seringkali digunakan untuk menampilkan suatu fenomena politik adalah film. Film bukan hanya sebuah tampilan yang memberikan hiburan semata tetapi juga sebagai media dalam menyampaikan suatu pesan kepada penontonnya melalui alur cerita yang ditampilkan. Salah satu tema yang sering ditampilkan dalam sebuah film adalah politik identitas. Tema ini nampak pada salah satu film Indonesia berjudul Kartini yang tayang pada tahun 2017, film ini bercerita tentang sosok inpiratif bernama Kartini yang memerjuangkan hak dari perempuan dan orang orang miskin. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang politik identitas yang ditampilkan dalam film Kartini dan makna dari politik identitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori politik identitas milik Abdillah (2002) yang menyatakan bahwa politik identitas adalah politik yang fokus pada kajian utama mengenai permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan perbedaan yang didasarkan pada asumsi asumsi fisik. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa politik identitas yang ada dalam film Kartini ini telah membangun identitas tentang budaya yang dimiliki Indonesia di mata dunia dan juga sosok Kartini yang berhasil mewujudkan cita citanya di tengah budaya patriarki yang kental.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA POLITICAL BRANDING WALIKOTA SOLO PADA AKUN TWITTER @gibran_tweet Ririn Aminarsih; Agus Machfud Fauzi
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 5 No 1 (2023): DIPLOMASI DAN ISU-ISU INTERNASIONAL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2023.v05.i01.p06

Abstract

Media sosial dapat digunakan sebagai media dalam pembentukan personal branding, tidak terkecuali oleh para tokoh politik. Salah satu media sosial yang digunakan oleh para tokoh politik adalah Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan personal branding Gibran Rakabuming Raka, walikota Solo melalui akun twitter pribadinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma interpretatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika oleh Charles Peirce. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis personal branding walikota Solo yang kerap kali membalas komentar-komentar pada akun sosial media Twitter pribadinya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan personal branding Gibran Rakabuming terbentuk melalui tiga indikator political branding yaitu Appearance, Personality, dan Political Key Message. Political branding yang ingin dibentuk oleh Gibran Rakabuming Raka yaitu, sebagai sosok Walikota yang memiliki kerja nyata dalam membangun Kota Solo, transparan, dekat dengan rakyat khususnya kaum milenial, santai, sederhana, dan merakyat.
Religious People's Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin) Maulaya, Nadia Hafifa; Agus Machfud Fauzi
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v8i1.1448

Abstract

Culture is an essential element of social life that influences people's norms and behaviors. Mythologies, especially those with religious and belief dimensions, play a key role in shaping human values and morals. Religion, tradition and myth become the moral framework that protects life in the social order. The Kapuhunan myth in Kalimantan reflects a shift in people's perception of bad luck, especially in Pangkalan Bun City. This research uses a qualitative approach with an interview method to understand how this myth influences the perception of religious communities. This myth is regarded as a symbol of supernatural power that brings disaster, believed by both natives and migrants, shaping the view of food as a determinant of bad luck. From a religious perspective, there is a moral dilemma between conventional beliefs and religious teachings. In Max Weber's theory of social action, instrumental rational, value, affective and traditional actions are reflected in the respect for the Kapuhunan myth. The analysis shows that this myth influences various types of social actions, shapes the behavior of people in Pangkalan Bun City, and raises a dilemma between traditional beliefs and religious teachings.
Konstruksi Mahasiswa Jurusan Hukum Unesa Tentang Pemilih Golput Dalam Pemilu 2024 Rahmah, Laila Natasya; Fauzi, Agus Machfud
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 2 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Volume 13, Edisi 2
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i2.72252

Abstract

Fenomena golongan putih sudah terjadi sejak era orde lama dan masih terjadi hingga era orde baru saat ini, namun dengan makna yang berbeda. Golongan putih atau yang disingkat dengan golput diistilahkan sebagai fenomena yang terjadi pada masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih, namun tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Dalam sebuah negara dengan sistem demokrasi, pentingnya partisipasi mayarakat dalam penggunaan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Sehingga fenomena golput yang seringkali terjadi dalam masa pemilihan umum menjadi persoalan yang perlu dibahas. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mengapa sampai sekarang masih banyak orang yang memilih golput dan mengapa masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dan tidak dianjurkan untuk golput. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teori konstruksi social dari Peter L. Berger. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi mahasiswa jurusan hukum Unesa terkait fenomena golput yang masih terjadi hingga pemilu terakhir yaitu pemilu 2024 karena kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat yang menganggap tidak pentingnya pemilu, serta banyaknya kekecewaan yang diterima masyarakat terkait berjalannya system pemerintahan di Indonesia. Hasil penelitian pada poin kedua rumusan masalah yaitu bahwa partisipasi masyarakat dalam pemberian suara pada pemilu merupakan hal penting dalam terbentuknya system demokrasi yang kuat, sehingga suara yang diberikan akan mampu dalam menghasilkan seorang pemimpin yang layak dalam mengelola negara dengan baik.AbstractThe white phenomenon has been going on since the old order and it's still going on until the new order, but in a different sense. The abstainer or shortened golput is listed as a phenomenon that occurs in a society that is registered as an elector, but does not exercise its right to vote in general elections. In a country with a democratic system, the importance of the participation of workers in the exercise of their right to vote in general elections. So the phenomenon of abstainer which often occurs during general elections becomes a matter to be discussed. The problem with this study is why so far so many people are voting for golput and why the public should use its right to vote and not recommend it for the golput. This research uses a qualitative approach, with the social construction theory of Peter L. Berger. The data collection techniques used are literature studies and interviews. The results of this study show that the construction of Unesa law students is linked to the phenomenon of abstainer which continued until the last election, the 2024 elections, due to the lack of socialization towards the people who regarded the election as irrelevant, as well as the many disappointments received by the people regarding the course of the government system in Indonesia. The results of the research on the second point of the formula problem is that the participation of the public in voting in elections is essential in the formation of a strong democratic system, so that the vote given will be able in producing a leader worthy in managing the country well.
Perilaku Sosial Antar Umat BeragamaTerhadap Anak- Anak di Kabupaten Ngawi Tanti, Amalia Vidra; Fauzi, Agus Machfud
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2023): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v9i1.3005

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation with a wide range of diversity, including social, political, racial, cultural, and religious ones. Religious differences frequently result in strained relationships between members of a community, especially kids in Ngawi Regency. Religion in the Ngawi Regency community naturally provides a blend of individual and group characters in socializing and will influence social behavior patterns against the backdrop of cultural diversity. The goal of the study was to use interviewing and observational data gathering methods to understand how interreligious social conduct toward children in Ngawi Regency. The findings of this study reveal that youngsters in Ngawi Regency exhibit interreligious social conduct extremely well, happily, amicably, enthusiastically, and preserving numerous community activities.
STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN WONOKARTO KABUPATEN WONOGIRI Marom, Muhammad Yusril; Fauzi, Agus Machfud
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i2.559

Abstract

Pandemi covid-19 telah banyak mempengaruhi struktur sosial masyarakat. Termasuk dalam aktivitas keagamaan, masyarakat di desa Wonokarto Wonogiri dalam beribadah serba dibatasi terutama dari segi jumlah supaya tidak beresiko menimbulkan kerumunan yang dapat menyebabkan penularan virus semakin luas. Serbelum adanya covid-19, banyak kegiatan keagamaan dilakukan, seperti tadarus, tahlilan, pengajian, kultum, dll. Sedangkan di masa pandemi, banyak kegiatan beribadah yang kemudian serba diatur berdasarkan protokol kesehatan serta kebijakan PSBB. Penelitian ini akan lebih menyoroti pada bagaimana upaya-upaya atau strategi yang dilakukan masyarakat setempat untuk bisa tetap mengadakan kegiatan keagamaan di masa pandemi Covid-19. Tujuannya adalah supaya proses masyarakat dalam beribadah dapat dipetakan, sehingga dapat ditemukan solusi aman penyelenggaraan kegiatan keagamaan di masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa banyak kegiatan keagamaan seperti tahlilan yang masih sering diadakan walaupun saat pandemi. Masyarakat setempat memiliki beberapa strategi dalam melaksanakan kegiatan keagamaan supaya dapat berjalan dengan aman.
POLICY IMPLEMENTATION OF A LINE LEARNING SYSTEM TO PREVENT THE SPREAD OF COVID-19 Riswanda, Mike Fatiha Eka; Fauzi, Agus Machfud
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 6 No 1 (2021): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v6i1.1858

Abstract

Abstract : The positive online learning system policy is enforced for all levels of school, from kindergarten, elementary, junior high, high school to tertiary level. This policy was enforced due to the Covid-19 pandemic, for this reason an online learning system or distance learning was implemented as an effort to prevent the spread of Covid-19. The online learning system policy is deemed the right policy to be implemented in the face of the current pandemic because teachers and students do not meet face to face directly. Based on this background, the objectives of this study are 1) understanding and explaining the application of the online learning system policy in Mts Ketegan Sidoarjo, 2) analyzing the motives for implementing the online learning system policy at Mts Ketegan Sidoarjo. The method used in this study is a qualitative method, because to explain the research was carried out in depth. The theory used in this research is Schutz's theory of social motives. Schuzt introduced two motive terms, namely the "cause" motive (because of motive) and the "goal" motive (in order to motive), this theory can be used to reveal the real motive behind the implementation of the online system policy in Mts Ketegan Sidoarjo. The results of this study indicate that the policies are implemented in accordance with applicable regulations because they are given the purpose of the policy itself, namely to prevent the spread of Covid-19. Keywords: action motive; education policy; pandemic   Abstrak : Kebijakan sistem pembelajaran daring positif diberlakukan untuk seluruh jenjang sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kebijakan tersebut diberlakukan akibat adanya pandemi Covid-19, untuk itu sistem pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh diterapkan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan sistem pembelajaran daring dirasa kebijakan yang tepat untuk diterapkan dalam menghadapi pandemi saat ini karena antara guru dengan murid tidak bertatap muka secara langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi  tujuan dari penelitian ini yaitu 1)memahami dan menjelaskan penerapan kebijakan sistem pembelajaran daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo, 2)menganalisis motif pelaksanaan kebijakan sistem pembelajaran daring yang di Mts Ketegan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, karena untuk menjelaskan maka penelitian dilakukan secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori motif sosial dari Schutz. Schuzt memperkenalkan dua istilah motif yaitu motif “sebab” (because of motive) dan motif “tujuan” (in order to motive), teori tersebut dapat digunakan untuk mengungkap motif yang sebenarnya dibalik pelaksanaan kebijakan sistem daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan diterapkan  tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena mengingat dari tujuan kebijakan itu sendiri yaitu untuk mencegah penyebaran Covid-19.   Kata Kunci: motif tindakan, kebijakan pendidikan, pandemi
Perspektif Masyarakat Madura tentang Fakta Medis COVID-19 menurut Sosiologi Agama An-Nisa', Yudita Nuriyah; Fauzi, Agus Machfud
FENOMENA Vol 14 No 2 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 2, 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v14i2.5054

Abstract

Everyone's views are different in responding to the COVID-19 pandemic. According to data from the WHO (World Health Organization), the number of people who have died due to COVID-19 has now reached 16.6 million. The main cause of the spread of the corona virus is not implementing health protocols and having a weak immune system or vulnerable age. But not a few people who refuse the provision of vaccination and the application of health protocols as immunization for the body. As a result of the strong religion and culture held by the Madurese community, the assumption is that death is the nature of God, not the result of the corona virus. This is one of the causes of non-compliance in implementing health protocols. The purpose of this study is to see how the Madurese Muslim perspective regarding the medical facts of Covid-19. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The conclusions and results of this study explain the various perspectives generated by the Madurese Muslim community so that there are those who accept and some who reject the existence of medical facts.
Co-Authors Abdulrahim, Mohamed Omar Affandi, Mochamad Arif Alifiah, Firda Nur Alya Safira Amelia, Avita Aminarsih, Ririn An-Nisa', Yudita Nuriyah Anata Reyustina Almaidah Aprillia, Fransisca ARDHIE RADITYA Arisholina, Sejati Ayuning Astuti, Ilmi Dewi Bambang Sigit Widodo Bella Ayu D Cahyani, Retno Aprin CHOIRUL ALVIN NISYAM, MUHAMMAD Darmawan, Oktavia Ayu Dewi, Khofifah Kurnia Eva Hany Fanida, Eva Hany Fahrurozi, Fandi Ahmad Fakhiroh, Zakiyyatul FATHUR ROZY Febriansyah, Rachmad Fihtri, Elvira Gamayao, Paul Adynn Gultom, Ferdi HAMDAN ASRORUDIN, MOHAMMAD Ifadah, Aniq IKHWAN, MASRUL INDAH PRABAWATI Iqbal, Mohammad Maulana Karerina, Nina Khamimiya, Aza Rifda Krismawati, Dwi Maliha, Novi Fitia Marom, Muhammad Yusril MARTINUS LEGOWO Maulaya, Nadia Hafifa Megananta, Janatul Rona Melpin Simaremare Mudzakir, Moh Mudzakkir, Moh Neny Sujianti Sujianti Nimas Noormala D Novinayah, Fadilah Salsa Nuansa Bayu Segara NURLAILI, AGUSTINA Permatasari, Shevia Putri Prastiyono, Hendri Pratama, Dini Putri Dwi Permata Indah Putri, Dewi Ananda Putri, Rizky Sintiah Putri, Rizky Trisna Putri, Sindi putri, tiara ilmiwati Rahmah, Laila Natasya Ramadhan, Pratama Aditya Ricard, Luki Ririn Aminarsih Riswanda, Mike Fatiha Eka Rivaldi, Rivaldi Rizky, Amarul Ilham Rohmah, Muhimmatur Rusadi, Millena Apriliani Sa'adah, Khoridatus SARI AGUSTIN, RIZKA Sarwandari, Aninda Putri SETIAWAN PUTRI, DEWANDA Setiawan, Moch Aji Sudrajat, Arif SUGENG HARIANTO Suhada, Husna SULISTYO, EDI Tanti, Amalia Vidra Tiara Ilmiwati Putri Tito Surya Baskara VERADELLA ANUGRAH, YESHINTA Wishnu, Mochamad Bayu Wulaningsih, Ayu Zahra, Hanifah Az