p-Index From 2021 - 2026
6.305
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Paradigma Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Journal of Family Science DIMENSI FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Analisa Sosiologi Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Jurnal Sosiologi Agama Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Journal of Islamic Civilization Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Education and Human Development Journal The Journal of Society and Media JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Entitas Sosiologi Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Partisipatoris Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies JURNAL PENDIDIKAN IPS Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi FENOMENA: Jurnal Penelitian International Journal of Contemporary Islamic Law and Society Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial KRONIK: Journal of History Education and Historiography Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa International Journal of Law and Society Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Media Hukum Indonesia (MHI) The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences The Sociology of Islam Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POLITIK IDENTITAS DALAM FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO Anata Reyustina Almaidah; Agus Machfud Fauzi
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan suatu masyarakat tidak pernah lepas dari yang namanya bingkai politik. Politik hadir sebagai suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh atau mempertahankan kekuasaan. Representasi kehidupan politik ini nampak pada berbagai media yang ada baik dalam media massa dan media cetak. Salah satu media yang seringkali digunakan untuk menampilkan suatu fenomena politik adalah film. Film bukan hanya sebuah tampilan yang memberikan hiburan semata tetapi juga sebagai media dalam menyampaikan suatu pesan kepada penontonnya melalui alur cerita yang ditampilkan. Salah satu tema yang sering ditampilkan dalam sebuah film adalah politik identitas. Tema ini nampak pada salah satu film Indonesia berjudul Kartini yang tayang pada tahun 2017, film ini bercerita tentang sosok inpiratif bernama Kartini yang memerjuangkan hak dari perempuan dan orang orang miskin. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang politik identitas yang ditampilkan dalam film Kartini dan makna dari politik identitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori politik identitas milik Abdillah (2002) yang menyatakan bahwa politik identitas adalah politik yang fokus pada kajian utama mengenai permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan perbedaan yang didasarkan pada asumsi asumsi fisik. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa politik identitas yang ada dalam film Kartini ini telah membangun identitas tentang budaya yang dimiliki Indonesia di mata dunia dan juga sosok Kartini yang berhasil mewujudkan cita citanya di tengah budaya patriarki yang kental.
Religious People's Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin) Maulaya, Nadia Hafifa; Agus Machfud Fauzi
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v8i1.1448

Abstract

Culture is an essential element of social life that influences people's norms and behaviors. Mythologies, especially those with religious and belief dimensions, play a key role in shaping human values and morals. Religion, tradition and myth become the moral framework that protects life in the social order. The Kapuhunan myth in Kalimantan reflects a shift in people's perception of bad luck, especially in Pangkalan Bun City. This research uses a qualitative approach with an interview method to understand how this myth influences the perception of religious communities. This myth is regarded as a symbol of supernatural power that brings disaster, believed by both natives and migrants, shaping the view of food as a determinant of bad luck. From a religious perspective, there is a moral dilemma between conventional beliefs and religious teachings. In Max Weber's theory of social action, instrumental rational, value, affective and traditional actions are reflected in the respect for the Kapuhunan myth. The analysis shows that this myth influences various types of social actions, shapes the behavior of people in Pangkalan Bun City, and raises a dilemma between traditional beliefs and religious teachings.
Perilaku Sosial Antar Umat BeragamaTerhadap Anak- Anak di Kabupaten Ngawi Tanti, Amalia Vidra; Fauzi, Agus Machfud
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2023): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v9i1.3005

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation with a wide range of diversity, including social, political, racial, cultural, and religious ones. Religious differences frequently result in strained relationships between members of a community, especially kids in Ngawi Regency. Religion in the Ngawi Regency community naturally provides a blend of individual and group characters in socializing and will influence social behavior patterns against the backdrop of cultural diversity. The goal of the study was to use interviewing and observational data gathering methods to understand how interreligious social conduct toward children in Ngawi Regency. The findings of this study reveal that youngsters in Ngawi Regency exhibit interreligious social conduct extremely well, happily, amicably, enthusiastically, and preserving numerous community activities.
STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN WONOKARTO KABUPATEN WONOGIRI Marom, Muhammad Yusril; Fauzi, Agus Machfud
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i2.559

Abstract

Pandemi covid-19 telah banyak mempengaruhi struktur sosial masyarakat. Termasuk dalam aktivitas keagamaan, masyarakat di desa Wonokarto Wonogiri dalam beribadah serba dibatasi terutama dari segi jumlah supaya tidak beresiko menimbulkan kerumunan yang dapat menyebabkan penularan virus semakin luas. Serbelum adanya covid-19, banyak kegiatan keagamaan dilakukan, seperti tadarus, tahlilan, pengajian, kultum, dll. Sedangkan di masa pandemi, banyak kegiatan beribadah yang kemudian serba diatur berdasarkan protokol kesehatan serta kebijakan PSBB. Penelitian ini akan lebih menyoroti pada bagaimana upaya-upaya atau strategi yang dilakukan masyarakat setempat untuk bisa tetap mengadakan kegiatan keagamaan di masa pandemi Covid-19. Tujuannya adalah supaya proses masyarakat dalam beribadah dapat dipetakan, sehingga dapat ditemukan solusi aman penyelenggaraan kegiatan keagamaan di masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa banyak kegiatan keagamaan seperti tahlilan yang masih sering diadakan walaupun saat pandemi. Masyarakat setempat memiliki beberapa strategi dalam melaksanakan kegiatan keagamaan supaya dapat berjalan dengan aman.
POLICY IMPLEMENTATION OF A LINE LEARNING SYSTEM TO PREVENT THE SPREAD OF COVID-19 Riswanda, Mike Fatiha Eka; Fauzi, Agus Machfud
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 6 No 1 (2021): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v6i1.1858

Abstract

Abstract : The positive online learning system policy is enforced for all levels of school, from kindergarten, elementary, junior high, high school to tertiary level. This policy was enforced due to the Covid-19 pandemic, for this reason an online learning system or distance learning was implemented as an effort to prevent the spread of Covid-19. The online learning system policy is deemed the right policy to be implemented in the face of the current pandemic because teachers and students do not meet face to face directly. Based on this background, the objectives of this study are 1) understanding and explaining the application of the online learning system policy in Mts Ketegan Sidoarjo, 2) analyzing the motives for implementing the online learning system policy at Mts Ketegan Sidoarjo. The method used in this study is a qualitative method, because to explain the research was carried out in depth. The theory used in this research is Schutz's theory of social motives. Schuzt introduced two motive terms, namely the "cause" motive (because of motive) and the "goal" motive (in order to motive), this theory can be used to reveal the real motive behind the implementation of the online system policy in Mts Ketegan Sidoarjo. The results of this study indicate that the policies are implemented in accordance with applicable regulations because they are given the purpose of the policy itself, namely to prevent the spread of Covid-19. Keywords: action motive; education policy; pandemic   Abstrak : Kebijakan sistem pembelajaran daring positif diberlakukan untuk seluruh jenjang sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kebijakan tersebut diberlakukan akibat adanya pandemi Covid-19, untuk itu sistem pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh diterapkan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan sistem pembelajaran daring dirasa kebijakan yang tepat untuk diterapkan dalam menghadapi pandemi saat ini karena antara guru dengan murid tidak bertatap muka secara langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi  tujuan dari penelitian ini yaitu 1)memahami dan menjelaskan penerapan kebijakan sistem pembelajaran daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo, 2)menganalisis motif pelaksanaan kebijakan sistem pembelajaran daring yang di Mts Ketegan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, karena untuk menjelaskan maka penelitian dilakukan secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori motif sosial dari Schutz. Schuzt memperkenalkan dua istilah motif yaitu motif “sebab” (because of motive) dan motif “tujuan” (in order to motive), teori tersebut dapat digunakan untuk mengungkap motif yang sebenarnya dibalik pelaksanaan kebijakan sistem daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan diterapkan  tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena mengingat dari tujuan kebijakan itu sendiri yaitu untuk mencegah penyebaran Covid-19.   Kata Kunci: motif tindakan, kebijakan pendidikan, pandemi
Perspektif Masyarakat Madura tentang Fakta Medis COVID-19 menurut Sosiologi Agama An-Nisa', Yudita Nuriyah; Fauzi, Agus Machfud
FENOMENA Vol 14 No 2 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 2, 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v14i2.5054

Abstract

Everyone's views are different in responding to the COVID-19 pandemic. According to data from the WHO (World Health Organization), the number of people who have died due to COVID-19 has now reached 16.6 million. The main cause of the spread of the corona virus is not implementing health protocols and having a weak immune system or vulnerable age. But not a few people who refuse the provision of vaccination and the application of health protocols as immunization for the body. As a result of the strong religion and culture held by the Madurese community, the assumption is that death is the nature of God, not the result of the corona virus. This is one of the causes of non-compliance in implementing health protocols. The purpose of this study is to see how the Madurese Muslim perspective regarding the medical facts of Covid-19. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The conclusions and results of this study explain the various perspectives generated by the Madurese Muslim community so that there are those who accept and some who reject the existence of medical facts.
Religious People's Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin) Maulaya, Nadia Hafifa; Agus Machfud Fauzi
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v8i1.1448

Abstract

Culture is an essential element of social life that influences people's norms and behaviors. Mythologies, especially those with religious and belief dimensions, play a key role in shaping human values and morals. Religion, tradition and myth become the moral framework that protects life in the social order. The Kapuhunan myth in Kalimantan reflects a shift in people's perception of bad luck, especially in Pangkalan Bun City. This research uses a qualitative approach with an interview method to understand how this myth influences the perception of religious communities. This myth is regarded as a symbol of supernatural power that brings disaster, believed by both natives and migrants, shaping the view of food as a determinant of bad luck. From a religious perspective, there is a moral dilemma between conventional beliefs and religious teachings. In Max Weber's theory of social action, instrumental rational, value, affective and traditional actions are reflected in the respect for the Kapuhunan myth. The analysis shows that this myth influences various types of social actions, shapes the behavior of people in Pangkalan Bun City, and raises a dilemma between traditional beliefs and religious teachings.
Kediri Government Policy Before Year End Holiday Middle of the Covid-19 Pandemic Megananta, Janatul Rona; Fauzi, Agus Machfud
International Journal of Law and Society Vol 1 No 1 (2022): International Journal of Law and Society (IJLS)
Publisher : NAJAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59683/ijls.v1i1.1

Abstract

All health protocol policies must be adhered to during the current pandemic. This is because the number of people who die every day is skyrocketing due to the Covid-19 virus. The aim of this research is to explain local government policies in dealing with the pandemic ahead of the year-end holidays. The method I use in this research is a qualitative approach, through direct observation and interviews with the people of Kresek Village, Tempurejo, Kediri City. The city government of Kediri has issued a policy, especially Large-Scale Social Restrictions (PSBB), namely a ban on leaving the house to celebrate year-end holidays. This policy is strictly enforced so that all residents do not leave the house to celebrate the year-end holidays. The Kediri City Government recommends that every village maintain security at each post. Uniquely, the sanctions given in each town are different. In the Tempurejo area, if people go out to celebrate the end of the year, they are sanctioned to go around the village for 8 rounds. There is also a policy that if they want to go out of town but do not bring a health certificate and a health certificate, they must spend the night in the Kelurahan, for approx. 8 hours for quarantine. This policy is an initiative of the RT/RW, Kelurahan and Covid-19 cluster, especially in Tempurejo Village, to support the Kediri City Government's Large-Scale Social Restrictions (PSBB) efforts in reducing mortality and Covid-19 during the year-end holidays in the Kediri City area.
Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaaan Berbasis Literasi Digital pada Pelajar Indonesia di Kota Manila Filipina Prabawati, Indah; Widodo, Bambang Sigit; Fauzi, Agus Machfud; Segara, Nuansa Bayu; Fanida, Eva Hany; Prastiyono, Hendri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1946

Abstract

Tantangan global pelajar Indonesia dalam menghadapi nasionalisme dan radikalisasi di Abad 21 semakin berat. Berdasarkan hasil diskusi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina, nilai kebangsaan berbasis literasi digital para pelajar mulai tergerus. Program kebangsaan yang diberikan kepada pelajar Indonesia oleh pemerintah baik melalui kemendikbud maupun instansi terkait di luar negeri sangat minim. Maka, penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina menjadi sebuah keniscayaan. Dengan hadirnya program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Internasional pada pelajar Indonesia di Filipina membawa kebermanfaatan berbagi praktik baik. Program ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina melalui pelatihan kebangsaan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) internal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya di Kota Manila, Filipina. Program pengabdian kepada masyarakat dikemas bentuk metode in-service training sebanyak dua kali dan on job training satu kali. Kegiatan in-service training dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dalam bentuk daring yang meliputi pemahaman kebangsaan dan pendampingan.  Kegiatan on the job training meliputi pendampingan secara tatap muka terhadap para pelajar Indonesia di Filipina untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital. Hasil dalam program pengabdian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik (85,50%) mengenai nilai-nilai kebangsaan setelah diberikan perlakuan. Selain itu, rata-rata respon para mahasiswa terhadap pelatihan LDK sebanyak 94,10% yang berarti respon sangat positif sehingga dapat menguatkan pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan. Penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital semakin tumbuh meningkat pada pelajar Indonesia di Filipina sehingga mampu menjadi inspirasi untuk selalu berkembang dan mengimplementasikan kecintaan terhadap tanah air. Secara keberlanjutan, peserta pelatihan dapat menyebarkan transfer pengetahuan kepada rekan sejawat mahasiswa PPI di Filipina.
Praktik Politik Uang dalam Proses Pemilihan Kepala Desa Sumberingin Kidul Tahun 2019 Rozy, Fathur; Ramadhan, Pratama Aditya; Febriansyah, Rachmad; Fahrurozi, Fandi Ahmad; Rizky, Amarul Ilham; Fauzi, Agus Machfud
SOCIUS Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i1.171

Abstract

Pilkades merupakan suatu ajang yang digunakan untuk menyeleksi calon Kepala Desa yang akan memimpin suatu desa dalam jenjang waktu tertentu. Dalam pelaksanaanya Pilkades sering diwarnai dengan beberapa bentuk kecurangan seperti salah satunya politik uang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap dan mengetahui terjadinya fenomena politik uang yang terjadi di dalam proses pemilihan kepala desa. Penelitian ini dilakukan dengan perspektif teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif guna mendapatkan informasi yang mendalam dan mendukung proses analisis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber informan adalah masyarakat yang memiliki hak pilih pada Pilkades. Penelitian dilakukan di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil dari penelitin ini adalah kontestasi politik di Desa Sumberingin Kidul ditemukan praktik politik uang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kontestasi politik yang sehat masih belum melekat di dalam tubuh masyarakat.
Co-Authors Abdulrahim, Mohamed Omar Abidin, Muhammad Daffa Rizki Adawiah, Wardatul Affandi, Mochamad Arif Ahmad Ridwan Alifiah, Firda Nur Alivia Anjelita Syafa Rizqi Alya Safira amartha, tasya zevila Ambarwati, Maha Dewi Amelia, Avita Aminarsih, Ririn An-Nisa', Yudita Nuriyah Anata Reyustina Almaidah Andre Aazahria Setiawan Anggraeni, Nina Aprillia, Fransisca ARDHIE RADITYA Arisholina, Sejati Ayuning Astuti, Ilmi Dewi Bambang Sigit Widodo Bella Ayu D Cahyani, Retno Aprin CHOIRUL ALVIN NISYAM, MUHAMMAD Darmawan, Oktavia Ayu Dewi, Khofifah Kurnia Erfina Dwi Eva Hany Fanida, Eva Hany Fahrurozi, Fandi Ahmad Fakhiroh, Zakiyyatul FATHUR ROZY Febriansyah, Rachmad Fihtri, Elvira Gamayao, Paul Adynn Gultom, Ferdi HAMDAN ASRORUDIN, MOHAMMAD Hanindraputri, Eufrasia Kartika Ifadah, Aniq IKHWAN, MASRUL INDAH PRABAWATI Iqbal, Mohammad Maulana Kanahaya, Agista Nora Karerina, Nina Khamimiya, Aza Rifda Krismawati, Dwi Ladiqi, Suyatno Maliha, Novi Fitia Maliha, Novi Fitia Marom, Muhammad Yusril MARTINUS LEGOWO Maulaya, Nadia Hafifa Megananta, Janatul Rona Melpin Simaremare Mudzakir, Moh Mudzakkir, Moh Nathacha, Nathacha Neny Sujianti Sujianti Nimas Noormala D Novinayah, Fadilah Salsa Nuansa Bayu Segara NURLAILI, AGUSTINA PAMBUDI HANDOYO Permatasari, Shevia Putri Prastiyono, Hendri Pratama, Dini Putri Dwi Permata Indah Putri, Dewi Ananda Putri, Rizky Sintiah Putri, Rizky Trisna Putri, Sindi putri, tiara ilmiwati Ramadhan, Pratama Aditya Ramadhania, Dwi Ricard, Luki Ririn Aminarsih Riswanda, Mike Fatiha Eka Rivaldi, Rivaldi Rizky Trisna Putri Rizky, Amarul Ilham Rohmah, Muhimmatur Rusadi, Millena Apriliani Sa'adah, Khoridatus Safitriana, Rahma SARI AGUSTIN, RIZKA Sarwandari, Aninda Putri Sayyidatul, Bilqis SETIAWAN PUTRI, DEWANDA Setiawan, Moch Aji Sudrajat, Arif SUGENG HARIANTO Suhada, Husna SULISTYO, EDI Susanti, Maya Dwi Syaifullah, Khalid Tanti, Amalia Vidra Tiara Ilmiwati Putri Tito Surya Baskara Ulumuddin , Naufalul Ihya’ Utami, Diyah VERADELLA ANUGRAH, YESHINTA Wishnu, Mochamad Bayu Wulan, Nawang Wulandari, Nanda Tri Ifkinil Wulaningsih, Ayu Zahra, Hanifah Az