Articles
Hegemoni Pejudi Dalam Pilkada Di Indonesia
Agus Machfud Fauzi
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 10, No 2 (2017): November
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this research is to investigate the problem of election of regional head which is bewitched by gambling in Indonesia, by taking sampling in DKI Jakarta. Pilkada is an election in local local government scope to elect regional leaders. The principle of democracy is injured by the behavior of gamblers and voters by controlling some of the elections in gambling games. The phenomenon of gambling in Pilkada is seen since the first Pilkada implementation in 2005 and it is still ongoing until 2017. Gambling colored in the elections, usually the candidate desired by the owner of the capital won the contestation Pilkada because he got a place in the gamblers gambling, but only this time the implementation of elections in big cities won by candidates who do not want the owners of capital.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN TRADISI MUDIK LEBARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Nuria Febri Rahayu;
Agus Machfud Fauzi;
Dinda Ayu Aprilianti
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/supremasi.v16i1.20342
Penelitian bertujuan untuk mengetahui intensitas kebijakan berupa regulasi dengan tradisi mudik lebaran yang diberlakukan oleh pemerintah pada masa pandemi covid-19 di Desa Wedoro. Teori yang digunakan adalah teori perubahan sosial dari Selo Soemardjan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi Covid-19. Munculnya fenomena tersebut pemerintah mengantisipasi dengan memberlakukan kebijakan berupa regulasi yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Namun, nyatanya masih terdapat beberapa warga yang menyempatkan waktu untuk pulang kampung (mudik). Ketika lebaran tiba, warga di desa Wedoro mengikuti anjuran pemerintah untuk lebaran dirumah saja dan tidak melakukan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melakukan mudik adalah masyarakat yang mayoritas berkedudukan asli Madura. Dalam tradisi Madura terdapat istilah toren, ketika lebaran tiba, warga berbondong-bondong mudik lebaran. Sehingga tradisi yang melekat pada kelompok masyarakat tidak dapat diubah atau diganggu gugat meski dalam keadaan tertentu pandemi. Menurut sebagian besar dari mereka tradisi mudik merupakan hal wajib dilakukan. Berdasarkan fenomena tersebut, perangkat Desa Wedoro mengeluarkan kebijakan bahwa setiap warga yang melakukan kegiatan mudik lebaran maka harus membawa surat keterangan sehat dan bebas Covid-19. melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 1 (satu) minggu. Apabila terdapat warga yang teridentifikasi terpapar Covid-19, maka 1 (satu) keluarga melakukan perawatan inap di Puskesmas terdekat dan mendapat dana bantuan dari desa untuk keperluan sehari-hari. Upaya yang dilakukan pemerintah menimbulkan perubahan-perubahan yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk pada tatanan pola perilaku masyarakat. Dengan adanya perubahan yang terjadi selalu didasari dengan perencanaan untuk menghasilkan apa yang ingin diwujudkan. Perubahan akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan pengendalian atau pengawasan dari yang menghendaki perubahan (agent of change).
PANDEMI COVID-19, MEMULUSKAN BISNIS PENIPUAN BERKEDOK JASA PINJAMAN UANG
Fatimah Aulia Rahma;
Agus Machfud Fauzi;
Muh. Rizal S
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/supremasi.v16i1.19680
Pandemi covid-19 telah melumpuhkan segala aspek kehidupan mulai dari aspek ekonomi, politik, hingga hukum. Dampak pandemi Covid-19 sudah dialami khususnya pada bidang ekonomi yang mengakibatkan terjadinya terjadinya kriminalitas yang terkait erat dengan kebutuhan finansial manusia. Hubungannya dengan pandemi covid-19 adalah tentang kebijakan pemerintah yang terkesan mendadak dan kurang memperdulikan rakyat kecil dan menengah, sehingga sebagian masyarakat melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa memikirkan resikonya. Mengingat kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19 adalah pembatasan kegiatan masyarakat, larangan berkumpul dan melarang masyarakat beraktivitas di malam hari, membuat masyarakat kelabakan karena efek dari pembatasan sosial tersebut salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh perubahan kebijakan pemerintah di masa pandemi dengan tingkat kriminalitas yang terjadi. Pendekatan yang digunanakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan memfokuskan pada jenis kejahatan yang jarang dilakukan dan mudah untuk dikerjakan yaitu penipuan bisnis jasa pinjaman uang. Sasaran utama adalah masyarakat desa yang berprofesi sebagai pedagang, karena pedagang pada masa pandemi merosotnya penghasilan yang disebabkan oleh sepinya pasaran hingga habisnya modal untuk esok hari, hal tersebuat membuat pelaku kejahatan penipuan jasa simpan pinjam membidik para pedagang pasar, dengan dalih mereka akan meminjami modal usaha untuk membeli bahan pokok. Cara yang digunakan awalnya sangat halus dan meyakinkan sehingga membuat banyak yang percaya, namun pada akhirnya saat hutang tersebut jatuh tempo, para pelaku pinjaman online sangat berbeda tidak seperti pada saat menawarkan, mereka sangat memaksa untuk menagih hutang dengan bunga yang tinggi dan terkadang tidak segan-segan melalukan perampasan barang berharga dari korbannya untuk jaminan hutang. Sampai saat ini kasus tersebut belum ada yang melaporkan ke polisi, karena masyarakat masih belum paham prosedur dalam membuat laporan kepolisian.
UPAYA KEMENTERIAN AGAMA DALAM MENANGKAL RADIKALISME DI KABUPATEN GRESIK
Mohammad Maulana Iqbal;
Agus Machfud Fauzi
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25217/jf.v5i2.1261
Radicalism is not a new face for the Gresik people. However, since its existence, radicalism has continued to exist as an element which has disturbed the stability of the social order in society. Therefore, it is necessary to have certain parties such as the Ministry of Religion of Gresik Regency who are able to ward off radicalism for the sake of equilibrium in the social order in society. This study aims to see the various efforts made by the Ministry of Religion of Gresik Regency in counteracting radicalism in Gresik Regency. Through the perspective of Social Action theory initiated by Max Weber, it will show the ratio pattern used by the Ministry of Religion of Gresik Regency in acting to counter radicalism. More than that, this research also uses qualitative methods by conducting direct interviews with the Ministry of Religion of Gresik Regency. Through interviews, it was found that efforts to counter radicalism by the Ministry of Religion of Gresik Regency were carried out by means of cooperation with certain parties. More than that, the Ministry of Religion of Gresik Regency also prioritizes a dialogical approach to groups indicated as radical in order to instill a more moderate mindset in these groups. Based on some of these efforts, it shows that the Ministry of Religion of Gresik Regency uses the Weber Instrumental Rationality pattern in its cooperation on several parties and also the use of Weber's Value Rationality in the orientation that it wants to achieve in an action
Fenomena Money Politik pada Pemilihan Kepala Desa Petiken Tahun 2018
Salsabila Athaya Fauzi;
Agus Machfud Fauzi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 23, No 1 (2021): Juni (2021)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26623/jdsb.v23i1.3243
Pemilihan Kepala Desa menjadi satu agenda besar di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Tindakan suap-menyuap untuk memperoleh suara bukanlah suatu hal yang baru pada agenda tersebut. Karena pemikiran masyarakat yang menanggap bahwa ini hanya skala kepala desa, sehingga banyak sekali individu yang menganggap hal ini kurang penting. Hak pilih yang tidak digunakan dilirik oleh calon kepala desa untuk mendapatkan suara. Calon kepala desa memberi uang kepada mereka agar mendapatkan suara dari masyarakat, terutama individu yang tidak ingin mencoblos. Penelitian ini melihat fenomena yang terjadi di masyarakat mengenai money politic atau politik uang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat alasan masyarakat mengambil uang yang berasal dari calon kepala desa. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ialah masyarakat Desa Petiken yang meneriman suap serta tidak ingin ikut serta dalam pemilihan pada awalnya. Penelitian ini melihat menggunakan kacamata teori Alfred Schutz tentang fenomenologi. Hasil penelitian ialah bahwa minat masyarakat untuk datang ke tps dapat di beli dengan uang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat pada calon kepala desa sehingga mereka memilih untuk golput, jika tidak ada uang atau umpan untuk pergi maka tidak akan pergi. Masyarakat yang diberi uang merasa bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan jika mengabil uang tersebut dan menjalankan hak suara yang mereka miliki.
ANTUSIASME WARGA KELURAHAN NGAGEL REJO SURABAYA JELANG PILWALI 2020
Maulana Firdaus Ferdiansyah;
Liesmay Dwi Kurniawati;
Ridho Akbar Prakoso;
Adinda Ajeng Apriliana;
Ike Dewi Purwanty;
Agus Machfud Fauzi
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 9 No 1 (2020): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32663/jpsp.v9i1.1174
Direct election 2020 in Surabaya are threatened with a decline in a politican participation. This condition is getting worse and has the potential to become a problem in the election of the mayor of Surabaya due to the expiration of two periods of Tri Rismaharini as the mayor of Surabaya. Placing the people of Surabaya in a difficult position to elect a new leader of Surabaya. Allegedly the departure of Tri Rismaharini will exacerbate the low enthusiasm of the community in the mayor election in 2020. The purpose of this study is to find out how the enthusiasm of the residents of the Ngagel Rejo urban village of Surabaya ahead of the 2020 pilwali. Using descriptive qualitative methods will thoroughly describe community enthusiasm. With Max Weber's theory of social action approaches and Fukuyama's concept of public trust. The results showed that the enthusiasm of the community was still very low, it was shown from the low curiosity, lack of knowledge about the figure of the candidate for mayor, pessimism, loss of trust in the government and politicians to the general election which he considered a regular 5 year routine and better used for work .
Rasionalitas Tindakan Sosial dalam Tradisi Nyadran di Desa Bluru Kidul Kabupaten Sidoarjo
Ridho Tri Winisudo;
Agus Machfud Fauzi
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v24i2.3132
The fishing community in the Bluru Kidul area has a religious tradition known as the Nyadran Ceremony. This tradition is carried out from generation to generation by the people of Bluru Kidul village as a form of thanksgiving for the crops they get and also as a prayer ritual to get abundant marine products. The activities of the Nyadran ceremony include making tumpengan up to praying together at the meal of Dewi Sekar Dadu as the leuhur there. This Nyadran ceremony is carried out once a year before the fasting month. This research will discuss the rationality of the fishing community towards the religious tradition of Nyadran as a support for the marine products of the people of Bluru Kidul Village, Sidoarjo Regency. The purpose of this research is to find out how the community responds and acts towards the Nyadran religious tradition as a tradition to support their seafood. This study uses a qualitative phenomenological approach. This study uses Max Weber's theory of rationality. The results of this study are there are 4 actions of the fishing community regarding nyadran religious activities. First, because this activity is to get abundance in seafood and also as gratitude to the Almighty. Second, fishing communities follow because it is an inherent tradition for them. third, it is a hereditary tradition carried out by his previous ancestors that must be continued. Fourth, the emotional bond between the fishing community and God regarding the marine products of the fishing community.
Peran Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Religiusitas Warga Desa Giri, Kabupaten Gresik Di Masa Pandemi Covid-19
Andini Nurrahmah Dewi;
Agus Machfud Fauzi
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v24i1.2678
The Covid-19 pandemic in Indonesia is causing many changes in all areas of life both political, religious, social, economic and cultural. The increasing number of positive cases indicates that Covid-19 is a non-natural disaster that should be watched by the whole community. In the current pandemic situation, religious leaders in Giri Village play an important role in inviting villagers to continue to try to implement health protocols and worship God. This study aims to find out and analyze the role of religious figures in Giri Village in improving the religiosity of citizens during the Covid-19 Pandemic. This study uses descriptive qualitative method by observing directly at the research site and conducting interviews on several informants. This study uses the functional structure theory of Talcott Parsons which states that everyone has their own role and function in society which is a system. This study found that people can follow the direction of religious leaders who have a role in improving the worship activities of citizens. The National Covid-19 Task Force has the slogan "Iman, Aman, Imun". The slogan is the background of this research, that religious figures play a role in iman points during the Covid-19 pandemic.
The motive for the action of online gambling as an additional livelihood during social restrictions due to the Covid-19 pandemic
Yayi Putri Dwihayuni;
Agus Machfud Fauzi
Jurnal Sosiologi Dialektika Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Dialektika
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jsd.v16i2.2021.108-116
Gambling is one of the sub-cultural deviations that have mushroomed in society. Gambling has so far been prohibited by law, but during the difficult times of the pandemic and the implementation of social restrictions in Nganjuk Regency, gambling has become a classic excuse in the midst of the current difficult economy. However, during the social restrictions gambling was mostly done online (via electronic media). This study aims to research and find the background of why many people like to play online gambling. The research method was qualitative. Primary data were obtained through observation and in-depth interviews. This study finds factors that influence the prevalence of gambling during social restrictions, both internal and external factors. This study also finds that online gambling has many types such as lottery gambling, dice, games using cash as the dowry for bets. On the other hand, online gambling is done as entertainment or a hobby. This study concludes that the Covid-19 pandemic causes social problems so that online gambling is used as an additional livelihood and as a hobby by the people in Nganjuk Regency.
Penolakan Masyarakat Terhadap Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja dalam Perspektif Sosiologi Hukum
Hesty Kartikasari;
Agus Machfud Fauzi
DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Vol 4, No 1 (2021): Doktrina:Journal of Law April 2021
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/doktrina.v4i1.4482
AbstrakTujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap UU Cipta Kerja yang terlah disahkan oleh DPR RI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi literatur. Hasil pembahasan menyatakan bahwa pengesahaan RUU yang disahkan dalam sidang Paripurna pada 5 Oktober 2020 menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak elemen masyarakat yang tidak setuju dengan pengesahaan UU Cipta Kerja tersebut. UU Cipta Kerja dinilai tidak memihak pada masyarakat terutama kaum buruh. Beberapa pasal dalam UU Cipta Kerja dinilai merugikan kaum buruh. Salah satunya mengenai uang pesangon dan nilai santunan yang diturunkan. Banyak masyarakat yang kontra dengan pengesahaan UU tersebut. Masyarakat, terutama yang berasal dari elemen buruh dan mahasiswa melakukan aksi demo di berbagai wilayah untuk menolak pengesahaan UU Cipta Kerja. Di Sidoarjo demo dilakukan oleh para buruh dan mahasiswa di depan gedung DPRD Sidoarjo pada Kamis 8 Oktober 2020. Beberapa elemen mahasiswa turun ke jalan dan mendatangi gedung DPRD dan menyampaikan tuntutan penolakan atas pengesahaan UU Cipta Kerja.Kata kunci: Pengesahan, UU Cipta Kerja, MasyarakatAbstactThe purpose of writing this article is to find out how the public responds to the UU Cipta Kerja which has been legalized by the Indonesian Legislative Assembly. The data collection technique that being used literature review. The results of the discussion stated that the ratification of the RUU which was passed in Sidang Paripurna October 5, 2020, attracted various reactions from the public. Many elements of society expressed their with the passage of the UU Cipta Kerja. UU Cipta Kerja is considered to be impartial to the community, especially the workers. Several articles in the UU Cipta Kerja are considered to be detrimental to workers. One of them is regarding severance pay and lowered compensation value. Many people contravene the legalization of the law. The community, especially those from labor and student elements, held demonstrations in various regions to reject the ratification Creation of the UU Cipta Kerja. In Sidoarjo a demonstration was held by workers and students in front of the Sidoarjo DPRD building on Thursday, October 8, 2020. Several student elements took to the streets and came to the DPRD building and submitted demands for rejection of the ratification of the UU Cipta Kerja.Keyword: legalized, UU Cipta Kerja, Society