Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Lingkungan Daerah Pesisir Kota Singkawang sebagai Kota Tangguh Jati, Dian Rahayu; Gultom, Bontor Jumaylinda; Affrilyno, Affrilyno
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.11.3.296-309

Abstract

Kualitas lingkungan  dapat menjadi tolak ukur untuk kelangsungan hidup yang baik dan kenyamanan manusia di dalamnya. Perlu adanya pengkajian kualitas lingkungan untuk mengendalikan masalah yang dapat terjadi baik di masa sekarang maupun di masa depan. Hal ini sejalan dengan konsep kota masa depan yaitu konsep Kota Tangguh. Indonesia merupakan negara dengan beberapa kota pesisir, salah satunya adalah Kota Singkawang. Kota Singkawang merupakan kota yang memiliki potensi besar terutama dibidang pariwisata, akan tetapi kota ini juga rentan terkena bencana banjir. Untuk menjadikan Kota Singkawang sebagai kota tangguh, perlu adanya evaluasi kualitas lingkungan terkait penanggulangan bencana yaitu pemetaan lokasi evakuasi. Proses evakuasi memiliki kaitan erat dengan aksesibilitas dan kepadatan manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan populasi dalam grid dan space syntax, serta pemetaan kuadran dari hasil kedua analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang secara rata-rata memiliki keterjangkauan atau aksesibilitas yang cukup baik. Dilihat dari presentasenya, area Kota Singkawang dominan dalam jangkauan aman jika dijadikan sebagai area penanganan bencana. Akan tetapi terdapat 18,69% area yang sulit dijangkau, sehingga tidak disarankan sebagai area peletakan pos evakuasi. Kemudian ditentukan 4 titik lokasi evakuasi yang masing-masing dapat menjangkau 1-3 daerah rawan banjir di Kota Singkawang.
Pola Sebaran Emisi CO, NOx, Partikulat dan SO2 dari Sumber Insinerator Rumah Sakit Menggunakan Model SCREEN3 Wandasundari, Margareta; Jati, Dian Rahayu; Desmaiani, Herda
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.75683

Abstract

Aktivitas pembakaran limbah berbahaya dan beracun (B3) pada insinerator rumah sakit menghasilkan emisi diantaranya karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), partikulat, dan sulfur dioksida (SO2) yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan insinerator. Sebagian besar gas dan partikulat diemisikan melalui cerobong dan terdispersi disekitar kawasan insinerator rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dispersi emisi CO, NOx, partikulat, dan SO2 dari sumber insinerator RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie dengan Model SCREEN3 berdasarkan hasil uji emisi Bulan Juni 2022 dan Juni 2023. Penelitian ini dilakukan pada insinerator RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Model SCREEN3 digunakan untuk mengestimasikan nilai konsentrasi dan jarak konsentrasi maksimum selanjutnya visualisasi dilakukan dengan perangkat lunak Surfer. Hasil permodelan menunjukan konsentrasi emisi dan ambien yang dihasilkan oleh insinerator RSUD Sultan Syarif Muhammad Alkadrie masih memenuhi baku mutu PerMenLHK Nomor P.70/Menlhk/Setjen/Kum.1./8/2016 dan PP 22 Tahun 2021. Hasil visualisasi menunjukan pola dispersi emisi pada Juni 2022 dominan bergerak dari arah selatan barat daya menuju arah timur-timur laut sedangkan pada Juni 2023 dominan bergerak dari arah barat menuju timur
Perencanaan Pemanfaatan Air Buangan AC (Air Conditioner) Sebagai Air Bersih: Studi Kasus Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Tanjungpura Minarni, Minarni; Jati, Dian Rahayu; Desmaiani, Herda
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.64789

Abstract

Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Tanjungpura menggunakan prasarana mesin Air Conditioner (AC) yang menghasilkan rata - rata air buangan cukup banyak sehingga, perlu dilakukan studi mengenai potensi air buangan AC sebagai air bersih dengan menganalisis kuantitas dan kualitas udara serta perencanaan pemanfaatannya. Tahapan analisis data dilakukan pengumpulan data dengan pengukuran debit, setelah itu dilakukan analisis hasil uji pendahuluan yang telah dilakukan uji dilaboratorium SUCOFINDO. Perencanaan pengolahan ini dilakukan dengan menentukan desain unit pengolahan air buangan, yaitu bak penampung sebagai tempat pengolahan dan penampungan. Berdasarkan uji pendahuluan kualitas air buangan AC yang dihasilkan cukup baik, kecuali nilai parameter nitrit yang melebihi kadar batas baku mutu menurut PERMENKES No. 32 tahun 2017, yaitu 3, Nilai 77 mg/L yang diperbolehkan dalam kadar air adalah 1 mg/L. Kapasitas air buangan AC yang dihasilkan adalah debit air buangan sebanyak 0,4231 m3/hari. Pemanfaatan air buangan AC yang direncanakan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas cuci dan kakus dengan menggunakan metode adsorpsi arang aktif. Jumlah kuantitas air bersih yang diperoleh adalah sebesar ±423,1 l/hari, maka air bersih yang dihasilkan dapat memenuhi adalah sekitar 17% dengan kapasitas kebutuhan air bersih untuk cuci 10,2% dan kakus 6,8% dari total kebutuhan air bersih 7200 l/hari.
Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Bersih Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) dan Timbal (Pb) Melalui Filter Pipa Bersusun Berbasis Adsorben Alami Dentry, Dentry; Fadilhadi, Muhammad; Victoria, Clara; Atasy, Kurnia; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.64280

Abstract

Air hujan dapat menjadi salah satu alternatif sebagai sumber air bersih yang tersedia setiap musim hujan dan berpotensi untuk mengurangi tekanan terhadap pemakaian sumber air bersih (fresh water sources). Penampungan air hujan yang mengalir dari atap rumah dapat dijadikan sebagai alternatif sumber air bersih yang hanya membutuhkan pengolahan sederhana sebelum air digunakan. Pengolahan sederhana dapat berupa penyusunan pipa bersusun yang terdiri dari adsorben ijuk, pasir, kerikil, arang aktif dan spons yang berguna untuk mengurangi kandungan polutan dari air hujan. Pengolahan sederhana tersebut dapat mengurangi kadar besi dan timbal pada air hujan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan air hujan sebagai air bersih yang mengurangi beban pemakaian air PDAM dan penerapannya dapat dilakukan secara mandiri oleh warga karena bahan dan peralatan mudah diperoleh serta pengoperasiannya mudah untuk menurunkan kadar besi dan timbal pada air hujan. Hasil yang didapatkan yaitu kadar Besi (Fe) yang sebelumnya 0,11 mg/l turun menjadi 0,05 mg/l dan kadar Timbal (Pb) yang sebelumnya 0,14 mg/l turun menjadi 0,03 mg/l.
Analisis Sebaran Limbah Plastik Cup Sebagai Salah Satu Sumber Potensi Bank Sampah Di Kota Pontianak Taufani, Achmad Ravi; Irsan, Robby; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.67342

Abstract

Fenomena rumah minum saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat khususnya anak muda, seiring kemajuan teknologi dapat berdampak negatif. Pola kehidupan perkotaan, masyarakat membutuhkan suatu wadah seperti rumah minum yang dapat mereka percayai dalam mengemukakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya, atau setidaknya satu tempat dimana mereka bisa berkumpul dan saling berbagi cerita. Penggunaan plastic cup perlu menjadi perhatian karena kini penggunaannya menjadi tren baru mengingat aktivitas rumah minum yang melonjak tinggi. Kecenderungan atau tren ini membuat rumah minum menggunakan kemasan sekali pakai, yaitu plastic cup sebagai alasan praktis dalam penyajian kopi. Sehingga terjadi peningkatan sampah plastic cup di Kota Pontianak akibat peningkatan jumlah rumah minum. Analisis timbulan sampah plastic cup dan potensi nilai ekonomi sampah plastic cup dari aktivitas rumah minum di Kota Pontianak dilakukan untuk menggambarka besaran keuntungan dari sampah plastic cup yan dijual ke bank sampah terdekat dengan rumah minum di tiap kecamatan. Hasil analisis timbulan sampah dan potensi nilai ekonomi sampah plastic cup dari aktivitas rumah minum di Kota Pontianak disajikan dalam bentuk peta. Hasil menunjukkan Timbulan sampah plastic cup dari aktivitas rumah minum di Kota Pontianak mencapai 90,65 kg/hari setara dengan 33.087,25 kg/tahun. Potensi ekonomi sampah plastic cup di Kota Pontianak berdasarkan harga jual bank sampah umum terdekat bahwa nilai ekonomi sampah plastic cup tertinggi berasal dari Kecamatan Pontianak Kota yakni sekitar Rp. 8.337.330,00 dan nilai ekonomi sampah plastic cup terendah berasal dari Kecamatan Pontianak Utara sekitar Rp. 2.838.240,00.
ANALYSIS OF CONSTRUCTION SAFETY RISK MANAGEMENT BASED ON PU MEMORY NUMBER 10 THE YEAR 2021 " CASE STUDY: PROVISION OF SANITATION FACILITIES IN INSTITUTIONS RELIGIOUS EDUCATION" Assegaf, Syarifah Thahirah; Pramadita, Suci; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v23i1.58895

Abstract

Due to workers' lack of awareness regarding the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) in the workplace, the level of work safety in Indonesia still needs to be higher. Construction projects require effective risk management in order to reduce workplace accidents. The construction project for the provision of sanitation facilities and infrastructure at religious education institutions works on the construction of the bathroom, latrines, toilets, ablution facilities, hand washing facilities, and clothes washing facilities, as well as a domestic wastewater treatment plant (WWTP). This study aims to identify hazards based on the project under study, analyze the OHS risk assessment based on the Minister of Public Works Regulation No. 10 of 2021, and analyze the hazards and risk control efforts at each project stage. The result of this study showed that there are 78 risks found in 9 stages of work. Based on the risk assessment of the project under study, two levels of risk were identified, namely low risk and medium risk. A score of a moderate risk level of 6.57 was found in the installation of fabricated WWTP that showed injury risk due to materials and equipment at the Al-Muttaqin Islamic Boarding School, Mubarak Islamic Boarding School, and Darul Hidayah Islamic Boarding School, falling risk due to uneven surface conditions in the Pondok Pesantren Darul Ihsan Islamic Boarding School and the risk of falling into a dug hole at the Nahdotus Shibiyan Islamic Boarding School.
Comparative Analysis of Rainfall Estimation Methods Using Observation Data and Satellite Data in Coastal Areas of Kalimantan Barat Province Triono, Reno; Utomo, Kiki Prio; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i4.80879

Abstract

This study analyzes the accuracy of satellite rainfall data compared to observed data at several stations in West Kalimantan from 1998 to 2019. Three methods"”Normal Ratio, Algebraic Mean, and Inverse Square Distance"”were employed to address missing rainfall data. Among these, the Inverse Square Distance method provided the highest coefficient of determination (R ²), with values nearing one at Ketapang, Tebas, and Singkawang stations. Evaluation using RMSE and Relative Bias revealed variations in data accuracy across stations. Satellite data showed high accuracy at Sukadana and Ketapang but lower accuracy at Singkawang, highlighting the need for location-specific calibration. Graphical analyses showed consistent annual rainfall patterns between satellite and observed data despite differences in magnitude during specific years. Comparative studies of three data sources"”observational, satellite, and BMKG"”demonstrated similar trends, with satellite data exhibiting fewer fluctuations and higher stability. Satellite rainfall data is a reliable alternative for estimating rainfall patterns in areas with limited observational data. However, further adjustments are required to enhance its accuracy in specific locations. This study underscores the importance of refining satellite data models for better hydrological management and prediction accuracy.