Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DISSEMINATION OF THE IMPORTANCE OF A MANUAL STORAGE SYSTEM AND PREPARATION FOR THE IMPLEMENTATION OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS AT THE TK. HOSPITAL. III REKSODIWIRYO PADANG Wahyuni, Annisa
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i1.1571

Abstract

Hospitals have an important role in the basic health needs of society. This of course affects the management and quality of service which can be seen from the medical record administration system, one of which is the aspect of good medical record keeping. This service activity aims to increase the knowledge of officers about the importance of a medical record storage system and preparation for transforming into an Electronic Medical Record System (RME). The service was carried out at the Tk Hospital. III Reksodiwiryo Padang. The activity method begins with the pre and post-tests and then continues with the socialization of the storage system based on Permenkes Number 24 of 2022. The results of the activity obtained an increase in the knowledge of officers about the importance of the medical record storage system with an average score obtained by the participant's pre-test was 49.5, while the average post-test score is 83 with a percentage increase of 66.5%, which means that more than half experience an increase in knowledge. It can be concluded that this activity has a positive impact on the knowledge of the staff at the hospital.
Kreatifitas Mahasiswa PIAUD dalam Merancang APE (Alat Pembelajaran Edukatif) sebagai Media Belajar Anak Usia Dini: Creativity of PIAUD Students in Designing APE (Educational Learning Tools) as Early Childhood Learning Media Harahap, Sartika Dewi; Wahyuni, Annisa
JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ) Vol. 1 No. 2 (2021): Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal- Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/tila.v1i2.557

Abstract

Pendidikan anak usia dini (Paud) ataupun taman kanak-kanak sejatinya adalah wadah belajar dengan cara bermain. Maka sudah semstintya seorang guru paud maupun TK harus menawarkan ragam permainan namun tidak meninggalkan sisi edukasi. Bagi sebagain orang tua menitipkan anaknya di Paud ataupun TK merupakan cara penunjang pembentukan karakter, religius, sosial dan budaya sebagai pengalaman tambahan diluar rumah. Hal ini tentunya menjadi PR penting bagi guru dan calon guru di PAUD/PIAUD ataupun TK/RA. Penelitian ini dirumuskan dari realisasi teori dan hasil praktek pembelajaran mahasiswa program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dalam mengikuti mata kuliah Pembelajaran Alat Permainan Edukatif di semester V (lima) STAIN Mandailing Natal. Mata kuliah ini disusun sesuai dengan kurikulum yang digunakan di Prodi tersebut untuk memberikan keterampilan, stimulasi, kecakapan untuk menghadapi dunia kerja yakni mengajar Anak Usia Dini dimasa yang akan datang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran dan memdeskripsikan pemahaman tentang sejauh apa kreatifitas Mahasiswa dalam merancang Alat Pembelajaran Edukatif sebagai media belajar anak usia dini. Mahasiswa membuat sendiri APE dan mempresentasikannya dikelas diikuti dengan nama, fungsi, cara menggunakan, serta kelebihan dan kekurangan APE yang dibuat sendiri oleh 11 Mahasiswa tersebut. Penelitian ini ditulis dengan metode deskripsi dengan memaparkan hasil dari observasi langsung tentang keberhasilan mahasiswa pada saat presentasi APE tersebut. Di akhir mata kuliah mahasiswa memberikan kesimpulan bahwa menghadirkan APE yang mereka rancang akan memberikan kontribusi pengalaman belajar sambil bermain menjadi lebih menarik, inovatif, penting, tepat guna. APE juga dapat mengembangkan kemampuan meyerap dan menghasilkan pembelajaran baik secara kognitif, afektif, konatif maupun psikomotorik. untuk anak usia dini.
OPTIMALISASI PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. HB. SAANIN PADANG Wahyuni, Annisa
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current digital era, health information management has undergone a significant transformation with the adoption of Electronic Medical Records (RME). Prof. Mental Hospital HB. Saanin Padang has started implementing RME using the SIMRS application, which is an integrated communication information technology system. The transition process to RME is required to be completed no later than 31 December 2023, in accordance with Minister of Health Regulation (Permenkes) Number 24 of 2022 concerning Medical Records. The aim of this activity is to improve the efficiency and quality of mental health services through optimizing the implementation of RME. The methods used in this activity are socialization, brainstorming, SWOT analysis, which involves observation to identify existing strengths, weaknesses, opportunities and threats. The results of the activities show that the implementation of RME still faces various obstacles, including the lack of integrated RME between outpatient and inpatient units, the process of switching from manual to electronic systems, as well as the availability of budget and infrastructure. Further discussion shows that several strategies can be implemented to overcome these obstacles, such as conducting initial trials, providing intensive training, and optimizing budget use. In conclusion, optimization in the implementation of RME is expected to bring positive changes in mental health management in Indonesia.
ANALISIS PENGELOLAAN REKAM MEDIS BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN LAM-KPRS MRMIK 5 DI RSIA MUTIARA BUNDA PADANG Nasution, Nurhasanah; Wahyuni, Annisa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30563

Abstract

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. Demi mewujudkan akuntabilitas pelayanan yang baik kepada masyarakat, setiap rumah sakit diwajibkan untuk melakukan akreditasi sesuai dengan Undang-Undang. Proses  kegiatan penyelenggaraan  rekam  medis  dimulai  pada  saat  diterimanya  pasien  di  rumah  sakit,  dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medis pasien oleh dokter atau dokter gigi atau tenaga kesehatan lain yang  memberikan  pelayanan  kesehatan  langsung  kepada  pasien.  RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit swasta, yang merupakan rumah sakit ibu dan anak pengembangan dari RSB Mutiara Bunda. RSIA Mutiara Bunda telah melaksanakan akreditasi pada tahun 2023 dengan menggunakan instrumen LAM-KPRS, sehingga dalam pelaksanaannya perlu melakukan evaluasi terhadap perbaikan-perbaikan yang diberikan oleh surveyor akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan rekam medis berdasarkan elemen penilaian LAM-KPRS MRMIK 5 di RSIA Mutiara Bunda Kota Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan suatu variabel tanpa membuat perbandingan atau hubungan. Informan dalam penelitian ini adalah Manajer Pelayanan, Kepala Rekam Medis, Petugas Rekam Medis, Petugas IT. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa capaian MRMIK 5 dapat dikatakan terpenuhi dari setiap kriteria yang ada di instrument MRMIK LAM-KPRS. Saran yang diberikan sebaiknya sosialisasi lebih ditingkatkan untuk pemahaman terkait prosedur seperti SOP dan alur kerja agar pekerjaan lebih dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penambahan staf untuk petugas RM juga disarankan mengingat penyimpanan di RSIA Mutiara Bunda menggunakan sistem desentralisasi sehingga akan sedikit kesulitan jika staf RM hanya satu orang.
Sosialisasi Akreditasi Rumah Sakit Berdasarkan Elemen Penilaian Lam-KPRS MRMIK 5 Di RSIA Mutiara Bunda Nasution, Nurhasanah; Wahyuni, Annisa
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7795

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong agar rumah sakit mengutamakan mutu, pelayanan, keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat adalah dengan mewajibkan rumah sakit untuk melakukan akreditasi.Pelaksanaan akreditasi harus dilakukan bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan. Akreditasi dapat berguna untuk menjamin mutu pelayanan yang baik dan dapat digunakan untuk menjalin keselamatan bagi pasien serta keluarga pasien. akreditasi adalah pengakuan yang diberikan kepada rumah sakit karena telah berupaya meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Pengakuan ini diberikan oleh lembaga independen yang bertugas melakukan akreditasi dan sudah memperoleh pengakuan dari Menteri Kesehatan. Lembaga independen yang bertugas melakukan akreditasi terhadap rumah sakit di Indonesia adalah Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS) dan beberapa lembaga akreditasi mandiri salah satunya Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS). RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit swasta, yang merupakan rumah sakit ibu dan anak pengembangan dari RSB Mutiara Bunda. RSIA Mutiara Bunda merupakan rumah sakit tingkat paripurna dengan rata-rata kunjungan rawat inap 220 orang perbulannya. RSIA Mutiara telah melaksanakan akreditasi rumah sakit pada tahun 2023, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terkait hasil akreditasi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hal tersebut maka penting dilakukan kegiatan sosialisasi terrkait akreditasi berdasarkan elemen penilaian LAM-KPRS. Metode pelaksanaan berupa pemberian sosialisasi terkait elemen penilaian akreditasi khususnya MRMIK 5. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 4 Juli 2025 di RSIA Mutiara Bunda. Kegiatan ini berlangsung dengan baik, dilihat dari peserta yang antusias dan aktif selama kegiatan PkM. Kegiatan PkM diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari Tim PKM, petugas rekam medis, perawat dan petugas rumah sakit. Beberapa saran dan masukan yang diberikan tim pengabdi ke pihak mitra diantaranya membuat regulasi atas hal-hal yang perlu seperti aturan monitoring evaluasi kegiatan di unit rekam medis
The Locating Chromatic Number of Pentagonal Circular Ladder Graph PCLn Des Welyyanti; Wahyuni, Annisa; Haripamyu
InPrime: Indonesian Journal of Pure and Applied Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Sciences and Technology, UIN Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tt7bzq90

Abstract

Locating coloring is a type of vertex coloring applied to connected graphs, where each vertex is assigned a color such that adjacent vertices receive different colors. In this setting, each color corresponds to a color class, which consists of all vertices assigned that color. A central notion in locating coloring is the color code of a vertex, determined by its distances to each color class. A coloring is classified as a locating coloring when every vertex in the graph has a unique color code. The locating chromatic number of a graph is the minimum number of colors needed to achieve such a coloring. The Pentagonal Circular Ladder graph is a structure formed by combining a circular graph with pentagonal components. This article examines the locating chromatic number of the Pentagonal Circular Ladder graph and provides an analysis of the behavior of locating colorings within this graph family.Keywords: Locating chromatic number; Partition; Locating coloring; Color code; Pentagonal Circular Ladder Graph. AbstrakPewarnaan lokasi merupakan jenis pewarnaan titik yang diterapkan pada graf terhubung, di mana setiap titik diberi warna sehingga titik-titik yang bertetangga tidak memiliki warna yang sama. Dalam konteks ini, setiap warna membentuk sebuah kelas warna yang terdiri atas seluruh titik yang diberi warna tersebut. Salah satu konsep utama dalam pewarnaan lokasi adalah kode warna suatu titik, yang ditentukan berdasarkan jaraknya terhadap setiap kelas warna. Suatu pewarnaan disebut pewarnaan lokasi apabila setiap titik dalam graf memiliki kode warna yang berbeda. Bilangan kromatik lokasi dari suatu graf didefinisikan sebagai jumlah minimum warna yang diperlukan untuk menghasilkan pewarnaan semacam ini. Graf Pentagonal Circular Ladder merupakan struktur graf yang dibentuk melalui penggabungan graf lingkaran dengan komponen-komponen pentagonal. Artikel ini mengkaji bilangan kromatik lokasi dari graf Pentagonal Circular Ladder serta memberikan analisis mengenai perilaku pewarnaan lokasi pada keluarga graf tersebut.Kata Kunci: Bilangan kromatik lokasi; Partisi; Pewarnaan lokasi; Kode warna; Graf Pentagonal Circular Ladder. 2020MSC: 05C12, 05C15.