Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains siswa yang diajar dengan alat peraga filter air menggunakan karbon aktif pada materi teknologi ramah ringkungan. Menggunakan metode eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group. Penelitian ini melibatkan dua kelas VIII di SMP Negeri 4 Palu sebagai sampel. Yaitu Kelas VIII Bogenville sebagai kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga filter air berbasis pipa, serta kelas VIII Seroja sebagai kelas kontrol dengan menggunakan alat peraga berbantuan botol. Instrumen penelitian mencakup tes keterampilan proses sains, Lembar kerja siswa, dan perangkat pembelajaran. Pengujian data dilakukan menggunakan metode Independent Sample t-Test pada skor posttest dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, sehingga lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga filter air berbasis karbon aktif berbentuk pipa lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan bentuk botol. Secara praktis, alat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami konsep penyaringan secara lebih sistematis melalui pengalaman langsung. Secara pedagogis, penggunaan alat peraga yang interaktif mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains.