Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Keyakinan Siswa Memahami Konsep Fisika dengan Metode Eksperimen Berbantuan PhET Ni Made Sukmayanti; Haeruddin Haeruddin; Ielda Paramita; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.4933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika antara pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbantuan PhET dan metode pembelajaran biasa. Selama ini, PhET lebih banyak diteliti dari aspek kognitif, sementara pengaruhnya terhadap keyakinan siswa masih jarang dikaji. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 68 siswa SMA Negeri 5 Palu tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 37 siswa kelas XI M2 (kontrol) dan 31 siswa kelas XI M3 (eksperimen). Instrumen penelitian berupa tes keyakinan siswa. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,44 > 0,05, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan PhET belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika. Temuan ini memberikan masukan penting bagi pendidik dalam mempertimbangkan media pembelajaran berbasis simulasi PhET untuk penguatan aspek afektif siswa.
Pengaruh Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana dalam Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Agustina Agustina; Ielda Paramita; Unggul Wahyono; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5586

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP sering masih berpusat pada guru, sehingga keterampilan proses sains siswa cenderung rendah. Selain itu, keterbatasan sarana eksperimen membuat siswa sulit melakukan pembelajaran secara aktif dan investigasi ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen melaksanakan pembelajaran dengan kegiatan pembuatan alat eksperimen sederhana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan alat eksperimen yang sudah tersedia. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 75,87, sedangkan kelompok kontrol 67,83. Uji-t menunjukkan bahwa thitung ≥ ttable(2,05 ≥ 1,67) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model Discovery Learning dengan keterlibatan siswa dalam pembuatan media eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Analisis Potensi Etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara Sebagai Sumber Belajar Fisika Cresia Kartina Hiwauna; Nurasyah Dewi Napitupulu; Muslimin Muslimin; Gustina Gustina; Ielda Paramita; Wahyuni N. Laratu
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar fisika menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada 2 Tokoh Adat, 2 Masyarakat, dan 5 Guru IPA/Fisika, serta dokumentasi. Penelitian berfokus pada unsur budaya lokal seperti alat musik tradisional (gendang/kanda dan suling/tulali), tarian daerah (tarian dondi), dan rumah adat (Sou tambi), yang dikaji berdasarkan kesesuaian nilai etnosains terhadap konsep IPA SMP dan Fisika SMA. Hasil penelitian kesesuaian etnosains dengan konsep fisika SMA/IPA SMP menunjukkan unsur budaya lokal berkaitan langsung dengan konsep getaran dan gelombang, resonansi, gaya dan gerak, Hukum Newton, Hukum Hooke Dan Elastisitas, Prinsip Bernoulli, tekanan serta perpindahan kalor. Berdasarkan penilaian tingkat potensi etnosains Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar Fisika SMA/IPA SMP meliputi kriteria: relevansi kontekstual, keterkaitan dengan konsep fisika SMA/IPA SMP, nilai edukatif, ketersediaan dan keterjangkauan, kesesuaian kurikulum, serta potensi pengembangan media/modul menunjukkan budaya lokal masyarakat Lore Utara memperoleh rentang skor rata-rata 8,75-10,75 dengan tingkat Berpotensi-Sangat Berpotensi. Sehingga, budaya lokal masyarakat Lore Utara berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep fisika, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, peningkatan kualitas pendidikan berbasis lingkungan serta karakter lokal.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains Siswa yang Diajar Dengan Alat Peraga Filter Air Menggunakan Karbon Aktif pada Materi Teknologi Ramah Lingkungan Sarmila Sarmila; Sahrul Saehana; Darsikin Darsikin; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Ielda Paramita
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains siswa yang diajar dengan alat peraga filter air menggunakan karbon aktif pada materi teknologi ramah ringkungan. Menggunakan metode eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group. Penelitian ini melibatkan dua kelas VIII di SMP Negeri 4 Palu sebagai sampel. Yaitu Kelas VIII Bogenville sebagai kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga filter air berbasis pipa, serta kelas VIII Seroja sebagai kelas kontrol dengan menggunakan alat peraga berbantuan botol. Instrumen penelitian mencakup tes keterampilan proses sains, Lembar kerja siswa, dan perangkat pembelajaran. Pengujian data dilakukan menggunakan metode Independent Sample t-Test pada skor posttest dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, sehingga lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga filter air berbasis karbon aktif berbentuk pipa lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan bentuk botol. Secara praktis, alat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami konsep penyaringan secara lebih sistematis melalui pengalaman langsung. Secara pedagogis, penggunaan alat peraga yang interaktif mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains.
EKSPLORASI FAKTOR DETERMINAN RENDAHNYA MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR FISIKA DI SMPN 19 PALU Moh. Rifki Asrat; Muh. Syarif S. Abd. Syukur; Nurjannah; Ielda Paramita
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.948

Abstract

Rendahnya motivasi belajar fisika sering kali menyebabkan penurunan prestasi akademik dan lemahnya keterampilan berpikir kritis, namun akar penyebab spesifik dalam konteks lokal masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor penentu yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar fisika siswa di SMPN 19 Palu. Menggunakan desain kualitatif deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan di Kelas VIII D selama tahun ajaran 2025/2026 melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 responden kuesioner, 6 informan wawancara, dan 1 guru fisika. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa umumnya masih rendah: 40% kategori rendah, 40% sedang, dan 20% tinggi. Faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi lemahnya kemampuan matematika dasar, kurangnya kebiasaan belajar mandiri, dan rendahnya efikasi diri dalam menyelesaikan soal hitungan. Faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan kelas yang kurang kondusif, dan metode mengajar yang belum efektif. Hasil trianggulasi menunjukkan faktor paling dominan adalah rendahnya efikasi diri siswa dan gangguan kelas akibat pengaruh teman sebaya. Temuan ini menjadi dasar bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran adaptif demi meningkatkan motivasi siswa.