Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH DAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO DI DESA UENUNI KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI Syamsuddin Laude; Abdul Rahim; Syahraeni Kadir; Arifuddin Lamusa; Ismail
Jurnal Abditani Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.179 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v2i0.42

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan penghasil kakao terbesar di Indonesia dan oleh karena itu, kakao ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Adapun mitra yang terlibat pada program pengabdian adalah Masyarakat Di Desa Uenuni Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah melalui kelompok tani Fajar Baru. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya pengetahuan terkait dengan pembuatan pupuk organik (bokashi) dari limbah kakao dan teknologi pengolahan biji kakao menjadi pasta cokelat, bubuk cokelat dan pembuatan aneka produk olahan kakao. Program pengabdian bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam memanfaatkan limbah kakao dan mengolah biji kakao untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk pembuatan pupuk kompos dari limbah kakao dan pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat, pasta cokelat dan produk olahan lainnya. Pelaksanaan program pengabdian melibatkan 3 (tiga) dosen yang memiliki kepakaran multidisiplin meliputi ilmu hortikultura, teknologi pengolahan hasil pertanian dan ilmu manajemen. Hasil pengabdian meliputi pembuatan bokashi dari kulit kakao secara berkelanjutan dan teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk coklat, pasta cokelat dan olahan produk lainnya seperti silver quin dan susu cokelat. Program pengabdian tersebut dapat meningkatkan keterampilan petani kakao dalam pembuatan bokashi untuk pupuk perkebunan kakao, meningkatkan pengetahuan terkait dengan teknologi pengolahan biji kakao menjadi aneka produk olahan kakao yang telah dilatihkan sehingga masyarakat petani dapat menciptakan usaha bisnis pertanian berbasis kakao untuk meningkatkan pendapatan petani.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN KAKAO MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA DI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Abdul Rahim; Gatot Siswo Hutomo; Shahabuddin; Ismail; Farid
Jurnal Abditani Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v3i2.47

Abstract

Salah satu komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Tengah adalah tanaman kakao. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) merupakan Model Pemberdayaan Masyarakat. PPDM bertujuan untuk meningkatkan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mitra dengan cara peningkatan keberdayaan mitra. Ada dua mitra yang terlibat pada program PPDM adalah Mekar Jaya Kakao Tanampedagi dan Mekar Indah Tanampedagi yang keduanya berada di Desa Tanampedagi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pada tahun 2020 diantaranya pembuatan teh daun kakao, mutu biji kakao yang dihasilkan rendah, teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat, pasta cokelat dan lemak kakao masih sangat terbatas termasuk proses pembuatan aneka produk turunan dari cokelat serta pengemasannya. Pelaksanaan program dilakukan oleh 3 (tiga) dosen yang memiliki kepakaran multidisiplin meliputi ilmu hama dan penyakit tanaman dan teknologi pengolahan hasil pertanian. Pada tahun 2020, pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 10 bulan dengan rincian 1 bulan persiapan, 8 bulan pelaksanaan kegiatan utama dan 1 bulan untuk pelaporan. Hasil PPDM pada tahun 2020 telah dilakukan penyuluhan, pelatihan, praktek dan pendampingan pada kegiatan yang telah disepakati dengan mitra diantaranya teknologi pembuatan teh daun kakao, penerapan teknologi fermentasi biji kakao, teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk coklat, pasta cokelat dan lemak cokelat serta diversifikasi produk olahan seperti susu cokelat, minuman, magnum, silverquin, cokelat isi dengan berbagai varian rasa dan es krim. Masyarakat dan mitra memiliki partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan program karena mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan pengelolaan perkebunan kakao secara menyeluruh. Program kegiatan berdampak langsung kepada peningkatan kesejahteraan kelompok tani mitra
SENTRA PENGEMBANGAN KAKAO SECARA TERPADU DI TONUSU KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO Syahraeni Kadir; Sakka Samudin; Ponirin; Abdul Rahim; Diky Gunawan Suwiryono; Victoryos Metoli
Jurnal Abditani Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v3i2.48

Abstract

Penghasil kakao terbesar di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Tengah sehingga kakao ditetapkan sebagai komoditas unggulan. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan tema PPDM Sentra Pengembangan Kakao Secara Terpadu Di Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. PPDM bertujuan untuk peningkatkan pengembangan kelompok tani dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat barbasis perkebunan kakao. Ada dua kelompok tani sebagai mitra PPDM yaitu Harapan Baru dan Koromboyo Lestari yang keduanya berada di Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah. Pelaksanaan program direncanakan pada tahun 2020 melibatkan tiga dosen yang memiliki kepakaran multidisiplin meliputi ilmu perbenihan dan kultur jaringan, teknologi pengolahan hasil pertanian dan ilmu manajemen. Hasil pelaksanaan kegiatan program PPDM pada tahun 2020 melalui penyuluhan, pelatihan, praktek dan pendampingan yang telah disepakati dengan mitra diantaranya teknologi pembibitan tanaman kakao, teknologi budidaya, teknologi pembuatan pupuk organik dengan menggunakan limbah kakao (daun dan kulit kakao), teknologi pemangkasan dan kebersihan perkebunan tanaman kakao, teknologi pengendalian hama dan penyakit kakao dan teknologi fermentasi. Kegiatan ini memiliki dampak ekonomi terutama warga masyarakat Desa Tonusu khususnya kelompok tani mitra karena dapat langsung diaplikasikan pada perkebunan kakao mereka. Masyarakat dan mitra memiliki partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan program karena mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan pengelolaan perkebunan kakao secara terpadu dan terintegrasi. Luaran yang telah diperoleh diantaranya penangkar bibit kakao, pupuk organik, produktvitas kebun meningkat dan terjadi peningkatan mutu biji kakao yang dihasilkan
FERMENTASI DAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO DI TONUSU KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO Syahraeni Kadir; Sakka Samudin; Ponirin; Abdul Rahim; Diky Gunawan Suwiryono; Irmayanti
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i2.121

Abstract

Kakao merupakan komuditas unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah. Program Pengembangan Desa Mitra( PPDM) dengan tema PPDM Sentra Pengembangan Kakao Secara Terpadu Di Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso yang bertujuan untuk peningkatkan pengembangan kelompok tani dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk peningkatan pemberdayaan warga masyarakat barbasis perkebunan kakao. Ada 2 kelompok tani selaku mitra PPDM ialah Harapan Baru dan Koromboyo Lestari yang keduanya terletak di Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah. Permasalahan mitra pada tahun 2021 antara lain kualitas biji kakao yang dihasilkan rendah dan teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat, pasta cokelat, lemak kakao dan proses pembuatan aneka produk turunan dari cokelat dan pengemasannya masih terbatas. Pelaksanaan program dilaksanakan oleh 3(tiga) dosen yang mempunyai kepakaran multidisiplin meliputi ilmu benih, dan teknologi pengolahan hasil pertanian serta ilmu manajemen dan pemasaran. Pada tahun 2021, kegiatan dilaksanakan 10 bulan dengan rincian 1 bulan persiapan, 8 bulan pelaksanaan kegiatan dan 1 bulan pelaporan. Hasil PPDM pada tahun 2021 sudah dilakukan penyuluhan, pelatihan, praktek dan pendampingan kegiatan antara lain teknologi fermentasi biji kakao dan teknologi pengolahan biji kakao menjadi bubuk coklat, pasta cokelat dan lemak cokelat serta diversifikasi produk olahan sperti susu cokelat, minuman, silverquin, cokelat isi dengan bermacam varian rasa dan es krim. Warga masyarakat dan mitra mempunyai partisipasi yang besar dalam penerapan program sebab mereka memerlukan pengetahuan serta keahlian yang relevan dengan pengelolaan perkebunan kakao secara terintegrasi. Program aktivitas berefek langsung kepada penambahan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya kelompok mitra yang terlibat.
PENGEMASAN DAN APLIKASINYA PADA PRODUK OLAHAN KAKAO SERTA PEMBUKUAN MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA DI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Abdul Rahim; Gatot Siswo Hutomo; Shahabuddin; Rizki Anandar
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i2.122

Abstract

Tanaman kakao merupakan komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga komoditas utama dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan judul Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kakao Secara Terpadu Menuju Sentra Kampung Kakao melalui PPDM di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. PPDM bertujuan meningkatkan keberdayaan kedua mitra Mekar Jaya Kakao Tanampedagi dan Mekar Indah Tanampedagi yang berdomisili di Desa Tanampedagi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra pada tahun ketiga 2021 adalah desain kemasan, aplikasinya pada produk olahan kakao dan sistem pembukuan usaha tani pada kedua mitra. Pelaksanaan program dilakukan oleh 3 (tiga) dosen yang memiliki kepakaran multidisiplin meliputi ilmu perbenihan, ilmu hama dan penyakit tanaman, teknologi pengolahan hasil pertanian dan ilmu manajemen agribisnis. Pelaksanaan program berlangsung 10 bulan dengan rincian 1 bulan persiapan, 8 bulan pelaksanaan kegiatan utama dan 1 bulan untuk pelaporan. Hasil PPDM pada tahun 2021 telah dilakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pada kegiatan teknologi desain kemasan, aplikasi kemasan pada aneka produk olahan kakao dan implementasi pembukuan pada kedua UMKM. Hasil kegiatan tersebut meingkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra diantaranya desain kemasan mencapai 85%, aplikasi kemasan pada aneka produk olahan cokelat mencapai 98% dan pembukuan usaha tani kakao mencapai 87%. Masyarakat dan mitra memiliki partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan kegiatan sehingga program ini dapat berkelanjutan dan berkembang menjadi usaha pertanian berbasis kakao serta dapat terintegrasi menjadi desa wisata kakao.
Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Abdul Rahim; Herlianti Herlianti; Rostiati Rostiati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v3i2.23

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan ketinggian tempat tumbuh optimal untuk menghasilkan teh daun kelor yang memiliki karakteristik kimia dan organoleptik teh daun kelor yang baik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu faktor. Penelitian ini diawali dengan survai untuk mendapatkan tempat tumbuh tanaman kelor yang berada di ketinggian 0-150 meter diatas permukaan laut (dpl) di Desa Laswani, 151-300 m dpl di Desa Watunonju, 301-450 m dpl di Desa Bora, >451 m dpl di Desa Sigimpu. Variabel pengamatan yang digunakan yaitu kadar air, keasaman air, antioksidan dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketinggian 300-450 m dpl dihasilkan teh daun kelor yang sesuai karakteristik kimia dan organoleptik dengan keasaman, antioksidan dan organoleptik (warna, rasa) teh daun kelor meningkat dengan bertambahnya ketinggian tempat tumbuh tanaman kelor. Daun kelor yang berada diketinggian 301-450 m dpl berpotensi digunakan sebagai bahan teh daun kelor
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS VIRGIN COCONUT OIL PADA BERBAGAI KONSENTRASI CAIRAN JERUK NIPIS Sri Ayu; Abdul Rahim; Usman Made
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.127 KB) | DOI: 10.31970/pangan.v3i2.14

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang dihasilkan dari daging buah kelapa tua. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi cairan jeruk nipis yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris VCO yang baik. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% cairan jeruk nipis yang ditambahkan ke dalam santan. Variabel analisis meliputi rendemen, kadar air, kadar asam lemak bebas, angka asam, bilangan penyabunan dan sensoris. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam berdasarkan uji F 5%. Jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi cairan jeruk nipis yang optimal adalah 2%. Rendemen, kadar air dan bilangan penyabunan VCO menurun dengan meningkatnya konsentrasi cairan jeruk nipis sedangkan kadar asam lemak bebas dan angka asam VCO meningkat dengan meningkatnya konsentrasi cairan jeruk nipis. Sifat sensoris aroma VCO meningkat sedangkan warna dan rasa VCO menurun dengan bertambahnya konsentrasi cairan jeruk nipis.
SIFAT KIMIA, FUNGSIONAL DAN REOLOGI PATI AREN FOSFAT PADA KOMBINASI KONSENTRASI PATI AREN DAN WAKTU REAKSI YANG BERBEDA Abdul Rahim; Gatot Siswo Hutomo; Syahraeni Kadir; Nur Alam; Abd Hamid; Jusman Jusman
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.294 KB) | DOI: 10.31970/pangan.v3i2.16

Abstract

The objectives of the study were to obtained the optimal combination of starch concentration and reaction time in the synthesis of phosphorylated arenga starches. Synthesis of phosphorylated arenga starches using sodium tripolyphosphate reagents and arenga starch 20 and 30% (b/v) with variations of time reaction 30 and 45 min. Chemical, functional and rheological characteristics of phosphorylated arenga starcheswere investigated i.e. percent phosphate and degree of substitution (DS), binding of phosphate groups using FourierTransform Infrared (FTIR), water and oil holding capacity (WHC, OHC), swelling power and solubility and emulsion separation volume. The results showed a combination of 30% arenga straches with a reaction time 45 min were optimal combination that to produced phosphorylated arenga starches with the highest of phosphate content (2.710%) and DS 0.147. The FTIR spectra of phosphorylated arenga starches have been a change in vibration of OH groups that replace the reaction of phosphate groups with OH in starch molecules. WHC and swelling power increased, but solubility phosphorylated arenga starches decreased with the in increasing combination of arenga starch concentration and reaction time. The emulsion separation volume the most stable at the combination of highest arenga starch concentration and the long reaction time. Phosphorylated arenga starches which produced were used as emulsifiers for food aplication
SIFAT FISIK DAN KIMIA EDIBLE FILM PATI UMBI GADUNG PADA BERBAGAI KONSENTRASI Mohammad Deden; Abdul Rahim; Asrawaty Asrawaty
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i1.35

Abstract

Today, the use of synthetic polymers as plastics has an important role in the economy of modern industrial society. Plastic packaging is often used as a food packaging material. However, the use of plastics can pollute the environment, because plastic is difficult to degrade naturally. One alternative to replacing the use of conventional plastics as food packaging is biodegradable plastic called edible film. The use of gadung tuber starch as a raw material for making edible films will not disturb food stability, because gadung is not consumed such as rice, corn and cassava. Gadung tubers are very good for edible film polymer materials containing high carbohydrates. Aim to determine the physical and chemical properties of the edible film starch of gadung tubers at various concentrations. The conclusion is that the optimum conditions for making edible films are good at 6% starch concentration with KA 11.50% and an average thickness of 0.13 mm.
OPTIMALISASI EKSTRAKSI KULIT ARI BIJI KAKAO PADA BERBAGAI KONSENTRASI PELARUT SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Amalia Noviyanty; Asriani Hasanuddin; Abdul Rahim; Gatot Siswo Hutomo
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.373 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum ekstraksi senyawa antioksidan dari kulit ari biji kakao pada berbagai konsentrasi pelarut etanol. Konsentrasi pelarut yang digunakan terdiri atas 3 level yaitu etanol 75%, etanol 85%, etanol 95%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang diterapkan pada pengamatan rendemen ekstrak kering, total fenolat dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut etanol 95% memberikan nilai rendemen ekstrak, total fenolat dan aktivitas antioksidan terbaik yaitu 9,79%; 99,07 ppm dan 49,89 ppm.
Co-Authors A. Lanyala, Ilham Abd Hamid Abdul Hadid Abdul Halid Abdul Rahman ADHI SAPUTRA Adhi Saputra Akbar Akbar Amalia Noviyanty Amalia Noviyanty Andri Anggraeni Dwi Pangesti Anthon Monde Arifuddin Lamusa Asnani Asnani Asrawaty Asrawaty Asrawaty, Asrawaty Asriani Hasanuddin Badrin Badrin Baharuddin Baharuddin Chitra Anggraeni Salingkat Chitra Anggriani Salingkat Chitra Anggriany Salingkat Delfrin Poliwa Desi Wahyuni Arsih Diky Gunawan Suwiryono Diky Gunawan Suwiyono Eko Priyantono Eko Rusmanto Farid Farid Gatot S. Hutomo Gatot S. Hutomo Gatot Siswo Hutomo Gatot Siswo Hutomo Gatot Siswo Hutomo Gatot Siswo Hutomo Gatot Siswo Hutomo Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Herlianti Herlianti Herwanto Wasmun Hidayat, Alif I Kadek Agus Heriawan I Nyoman Partayasa If'all, If'all Ilham A. Lanyala Irmayanti Irwan Lakani Ismail Jugni Hadiustri Agape Jusman, Jusman Khusnul Hatimah Korompot, Siti Maimuna Laurencia Br. Manurung, Dewi Sartika Made Antara Made Krisna Laksmayani Made Krisna Laksmayani Made Tangkas Mappiratu Mappiratu Minarny Gobel Minarny Gobel Moh. Darwis Mohammad Deden Muh. Misbahul Munir Muhammad Fawzul Alif Nugroho Muhammad Iqbal Muhardi Muhardi Muhd. Nur Sangadji Munir, Muh. Misbahul Mutmainah Mutmainah Naomi Uli Arta Siagian Nur Alam Nur Alam Nur Alam Nur Alam Nurfathia Djau Partayasa, I nyoman Ponirin Ponirin Ponirin Ponirin Ponirin Pratiwi Pratiwi Pratiwi, Yuliani Putri Andini Rahmat Muhajir Rahmi, Rahmi Rizal Rizal Rizal Rizal Rizki Anandar Rosmianti Rostiati Dg Rahmatu Rostiati Dg. Rahmatu Rusmanto, Eko Sakka Samudin Septian Palma Ariany Shahabuddin Saleh Siti Maemunah Sitti Marwiah Sri Ayu Sukisman Abdul Halid Sukmawati, Sukmawati Syahraeni Kadir Syahreni Kadir Syamsuddin Laude Syamsudin laude Umar Santoso Usman Made Victoryos Metoli Wasmun, Herwanto Yudha Kurniawan Yuliani Pratiwi Yuniarti L. Imran yunita, Haerina ⁠Muhammad Fawzul Alif Nugroho ⁠Syahraeni Kadir