p-Index From 2021 - 2026
5.695
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Islam Futura Al-Albab Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Al Ibtidaiyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Komunikasi Islam JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Akademika : Jurnal Pemikiran Islam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Indo Green Journal EDUCATE : Journal of Education and Culture Journal Of Psychology, Counseling And Education Jurnal Manajemen Pendidikan Islam AT-THUFULY: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Pedagogik Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Jurnal Dieksis ID Journal in Teaching and Education Area Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Jurnal Pendidikan Nusantara PESHUM Indo Green Journal Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat PUDAK: Local Wisdom Community Journal Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) INTIFA: Journal of Education and Language Immortalis Journal of Interdisciplinary Studies Jurnal Dinamika Pendidikan Paradigma: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Al-hikmah : International Journal of Islamic Studies Jelajah Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia ATTANWIR: Jurnal Keislaman dan Pendidikan Indonesian Journal of Applied Community Research Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Digital Peserta Didik Dewi Sri Wahyuniarti; Rahmad Fadhli; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Pedagogik Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1834

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola interaksi dan perilaku peserta didik, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etika dan akhlak di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan rendahnya tanggung jawab bermedia menunjukkan bahwa penguasaan teknologi belum diiringi dengan kematangan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aksiologi filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka normatif dalam pembentukan akhlak digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode analisis filosofis-kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dengan pendidikan Islam, etika digital, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologis Islam, khususnya adil, ihsan, dan amanah, memiliki relevansi konseptual dan aplikatif dalam membimbing perilaku peserta didik di ruang digital. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai fondasi etis yang mengaitkan aktivitas digital dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak digital memerlukan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada internalisasi nilai, bukan semata-mata pada kecakapan teknologis, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.
Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pengembangan Sistem Pendidikan Berbasis Nilai: Integrasi Tauhid, Akhlak, dan Adab M. Masyhuri; Devi Fitri Islamiyah; Kinanti Indiarti; Abdurrahman; Siti Mahmudah Noorhayati
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67114/tadrisuna.v8i2.163

Abstract

This study examines the axiological dimension of Islamic educational philosophy as a normative foundation for constructing a value-based education system. Employing library research grounded in ontological, epistemological, and axiological analysis, the study argues that core values—tauhid, ethics, adab, and maslahah—serve as essential orientations that guide all educational processes. The findings reveal that moral decline and value fragmentation in contemporary education stem from the dominance of cognitive-instrumental paradigms that detach knowledge from ethical and spiritual dimensions. In response, axiology offers a systemic framework that embeds divine values into curriculum development, pedagogical practices, assessment systems, and institutional culture. A value-based Islamic education system positions teachers as moral exemplars, the curriculum as a medium for value internalization, and evaluation as a tool for character formation. This study proposes a conceptual model that integrates tauhid as the central orientation with an ethical, transformative, and sustainable educational structure. The study concludes that holistic implementation of axiological principles strengthens learners’ spiritual identity and enhances the relevance of Islamic education in addressing the challenges of the digital era. This model provides.
The Theory of Tauhid-Based Islamic Education in the Thought of Al-Ghazali and Ibn Khaldun Chotami Fajrin Lowchin; Abi Thohir Muhammad Al Kautsar Rohman; Rizal Setiawan Rohman; Ahmad Sudarmanto Rohman; Siti Mahmudah Noorhayati Rohman
INTIFA: Journal of Education and Language Vol. 3 No. 2 (2026): INTIFA: Journal of Education and Language
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/intifa.v3i2.350

Abstract

This study aims to analyze the theory of tauhid-based Islamic education from the perspectives of Al-Ghazali and Ibn Khaldun, as well as to examine its relevance to contemporary Islamic education. This research employs a qualitative approach with a library research design, drawing on primary sources from the major works of both scholars and supported by relevant academic literature. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis and a comparative approach. The findings reveal that tauhid functions as a philosophical foundation encompassing ontological, epistemological, and axiological dimensions in Islamic education. In Al-Ghazali’s perspective, education emphasizes spiritual purification and the integration of knowledge and action as a path toward closeness to Allah. Meanwhile, Ibn Khaldun highlights the development of religious and intellectual malakah (habitual dispositions) as the basis for the formation of a civilized society. Despite their different emphases, both scholars consistently position tauhid as an integrative principle that unifies faith, knowledge, and action. This study concludes that the synthesis of Al-Ghazali’s and Ibn Khaldun’s thoughts produces a holistic, integrative, and transformative paradigm of tauhid-based Islamic education. This paradigm is highly relevant in addressing contemporary challenges such as secularization and moral crises by orienting education toward the formation of the insān kāmil (perfect human being), who is balanced in spiritual, intellectual, and social dimensions. Therefore, tauhid-based education offers a strategic contribution to the development of a sustainable and value-oriented Islamic education system.
Filsafat Kurikulum Pendidikan Islam Ananda Pane; Kholid Jamhuri Harahap; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.140

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan Islam yang berfungsi sebagai panduan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep filsafat kurikulum pendidikan Islam, mengidentifikasi landasan-landasan yang mendasarinya, serta menjelaskan prinsip dan asas yang menjadi pedoman pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode kajian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam memiliki karakteristik khusus yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadis, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dalam seluruh aspek pendidikan. Landasan kurikulum pendidikan Islam meliputi landasan religius, filosofis, psikologis, sosiologis, dan organisatoris yang saling berkaitan dan melengkapi. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan Islam mencakup keterkaitan dengan ajaran Islam, komprehensif, relevansi, efisiensi, individualitas, dan efektivitas. Sementara itu, asas-asas kurikulum meliputi asas religius, falsafah, psikologis, sosiologis, organisatoris, sosial budaya, dan teknologi. Kurikulum pendidikan Islam yang dikembangkan dengan memperhatikan landasan, prinsip, dan asas tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi yang diperlukan untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
Peran Pendidikan Dalam Kemajuan Dan Kemunduran Peradaban: Perspektif Ibnu Khaldun Faiqotus Nabila; Samsimah; Saepul Malik; Siti Mahmudah Noorhayati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18230

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kemajuan dan mencegah kemunduran peradaban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji peran pendidikan dalam perspektif pemikiran Ibnu Khaldun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan serta perannya dalam dinamika peradaban, baik sebagai faktor kemajuan maupun kemunduran. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap Muqaddimah dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, lemahnya pendidikan dapat menyebabkan stagnasi intelektual dan kemunduran peradaban. Konsep pendidikan Ibnu Khaldun yang menekankan pembelajaran bertahap, pendekatan humanis, dan integrasi ilmu serta akhlak terbukti relevan dengan pendidikan kontemporer. Dengan demikian, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun peradaban yang maju, berkelanjutan, dan beradab.
Internalisasi Maslahat Dalam Pendidikan Islam:Telaah Atas Pemikiran Al-Shatibi Hanafi; Munawir; Abdul Haris; Siti Mahmudah Noorhayati
PARADIGMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2026): MEI
Publisher : Educational Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/aqfqdd03

Abstract

This study examines the internalization of maslahat values in Islamic education through the framework of maqashid al-shariah formulated by Abu Ishaq al-Shatibi. Contemporary Islamic education encounters various challenges, including moral decline, materialistic tendencies, extremism, and the weakening of intellectual and spiritual traditions, which highlight the need for an educational paradigm oriented not merely toward knowledge transmission but also toward the cultivation of values and public benefit. This study aims to analyze al-Shatibi’s concept of maslahat and formulate its relevance to the reconstruction of contemporary Islamic education. Employing a qualitative approach through library research, the study analyzes primary sources, namely al-Muwafaqat fi Ushul al-Shariah and al-I’tisham, supported by secondary sources consisting of scholarly books and journal articles on maqashid al-shariah and Islamic education published between 2020 and 2025. Data were examined using descriptive, analytical, and critical approaches within the perspective of Islamic educational philosophy. The findings demonstrate that maslahat, particularly through the framework of al-kulliyyat al-khams, provides a comprehensive philosophical foundation for Islamic education. Its internalization can be realized through four interconnected dimensions: educational objectives and philosophy, an integrated curriculum based on al-kulliyyat al-khams, dialogical-reflective pedagogical methods, and educational environments that nurture the values of maslahat. The novelty of this study lies in the formulation of an integrative model of maslahat internalization based on al-Shatibi’s maqashid al-shariah, connecting philosophical, curricular, pedagogical, and socio-cultural dimensions into a coherent educational framework. This study concludes that maqashid-based Islamic education contributes to the formation of learners who possess intellectual competence, moral integrity, and social responsibility in responding to contemporary challenges.
Epistemologi Dalam Filsafat Pendidikan Islam Azhar Azmi Manurung; Syifa Zulfi; Siti Mahmudah Noorhayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep epistemologi dalam filsafat pendidikan Islam, meliputi sumber dan validitas pengetahuan, serta pendekatan epistemologi bayani, irfani, dan burhani. Epistemologi dalam pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan rasio dan empirisme sebagaimana tradisi Barat, tetapi juga menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur-literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pengetahuan dalam epistemologi pendidikan Islam terdiri dari tiga pilar utama: ayat-ayat ilahiyah (Al-Qur'an dan Sunnah), ayat-ayat insaniyah (potensi akal, indera, hati, dan fitrah manusia), dan ayat-ayat kauniyah (fenomena alam semesta). Validitas pengetahuan dalam Islam diukur bukan hanya dari aspek rasionalitas dan empirisitas, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan nilai-nilai tauhid, moral, dan tujuan spiritual. Ketiga pendekatan epistemologi—bayani (tekstual), irfani (intuitif-spiritual), dan burhani (rasional-empiris)—saling melengkapi dalam membentuk fondasi epistemologi pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengintegrasikan ketiga pendekatan epistemologi tersebut secara seimbang agar menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai khalifah Allah di muka bumi
METODE DIALEKTIKA DALAM PENDIDIKAN ISLAM: SINTESIS KLASIK-MODERN MENUJU INSAN KAMIL Aura sufi sabila; Despita Amalina Harahap; Widya Eka Putri Pohan; Siti mahmudah noorhayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.198

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan reduksi fungsi ke aspek kognitif semata, dikotomi ilmu agama-umum, dan krisis identitas moral akibat globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini mengkaji metode dialektika sebagai solusi potensial melalui sintesis tesis-antitesis yang mengintegrasikan pemikiran filsuf Islam klasik (Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun) dengan konteks modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan dialektika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dialektika efektif mengintegrasikan rasionalitas (Al-Farabi) dengan spiritualitas (Al-Ghazali), individualitas dengan sosialitas (Ibnu Khaldun), serta idealisme dengan realisme untuk mencapai keseimbangan ruhani-jasmani-akal menuju pembentukan insan kamil. Implementasi dialektika dalam kurikulum melalui tahap tesis (pengenalan materi), antitesis (diskusi ketegangan), dan sintesis (proyek kreatif) terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, identitas Islam, dan tanggung jawab sosial siswa, sehingga pelatihan guru PAI menggunakan metode dialektika, pengembangan kurikulum berbasis langkah tesis-antitesis-sintesis, serta penelitian empiris lanjutan untuk validasi implementasi di madrasah Indonesia sangat urgensi.
PENANAMAN NILAI KEDISPLINAN DAN KEMANDIRIAN SANTRI MELALUI KEPEMIMPINAN PEMIMPIN DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO Siti Mahmudah Noorhayati; Muhammad Shoffa Saifillah A.F
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.4141

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga tradisional islam yang saat ini masih bertahan ditengah-tengah arus moderisasi. Dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, dunia pesantren mulai dituntut untuk turut terlibat tidak hanya pada masalah agama saja tetapi juga masalah budaya dan tradisi yang saat ini berkembang di masyarakat,salah satunya kedisplinan dan kemandirian. Pondok pesantren al-hidayah jambi dalam pelaksanaanya dalam membimbing dan mengevaluasi para santri di ketuai oleh Kiai. Kedisplinan dan Kemandirian yang dapat dicontoh dari Kiai suatu pondok pesantren sangat berpengaruh besar bagi santri,dikarenakan Kepemimpinan Kiai dianggap mampu mempengaruhi, mendorong, serta menggerakkan perubahan terhadap prilaku santri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kiai pesantren dalam meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur.
Peran Kepemimpinan Berintegritas Berbasis Nilai Islam Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Esti Purwanti; M Yamin; Nur'aini; Nurul Hikmah; Siti Mahmudah Noorhayati
Journal in Teaching and Education Area Vol. 3 No. 2 (2026): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/28vdzr53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan berintegritas berbasis nilai Islam dalam meningkatkan kinerja organisasi. Kepemimpinan Islam menekankan nilai-nilai utama seperti amanah, keadilan (‘adl), dan tanggung jawab (mas’uliyyah) sebagai landasan dalam menjalankan fungsi kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah terbaru periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berintegritas berbasis nilai Islam memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi, baik secara langsung maupun melalui variabel mediasi seperti motivasi kerja dan kepuasan kerja. Nilai amanah terbukti meningkatkan kepercayaan dan komitmen karyawan, nilai keadilan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sementara nilai tanggung jawab memperkuat kontrol internal dan orientasi jangka panjang pemimpin. Selain itu, integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam kepemimpinan mampu membentuk budaya organisasi yang etis, adaptif, dan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan mekanisme mediasi psikologis dalam menjelaskan peningkatan kinerja organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur kepemimpinan Islam serta implikasi praktis bagi organisasi dalam membangun sistem kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada nilai moral.
Co-Authors Abd. Hafid Abdul Haris Abdul Muhaimin Akhmadi Abdurrahman Abdurrahman Hakim Abi Thohir Muhammad Al Kautsar Rohman Addawiyah, Aishah Ayu Ade Junaidi Rahmat Ade, Moses Affan Haydar Agustianda Ahmad Khoirul Fata Ahmad Khoirul Fata Ahmad Nurkholis Ahmad Sudarmanto Rohman Aldira Salsabilla Alfiyah, Nur Ali Patoni Ali, Makhrus Amisah Amisah An Nu'man Ananda Pane Annisa Sayyidatul Aulia Arif Setiawan Alfiyanto Aura Sufi Sabila Azhar Azmi Manurung Bayu Segara Putra Firdenik Cesa Cesa Chika Salzabila Damayanti Chotami Fajrin Lowchin Dayu Sumantoro Despita Amalina Harahap Devi Fitri Islamiyah Dewi Sri Wahyuniarti Djamil, Zakiyah Muhammad Eni Fariyatul Fahyuni Esti Purwanti Faiqotus Nabila Fathullah Ghazali Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fera Ayu Lestariningtyas Fitrianti Wulandari Gustiranda, Anugrah Hadi Supratman Hanafi Hidayatullah Ibnu Al-Kautsar Harahap Istul Maula Januariansyah Arfaizar Kalsum , Minangsih Kalsum Minangsih, Kalsum Khoiroh, Ummul Kholid Jamhuri Harahap Kinanti Indiarti M Mutawakkilallah M Yamin M. Fauzan Almursyidi M. Masyhuri M. Shoffa Saifillah Al Faruq Mahfudz Khudhori Makhasin Masdar Helmi Meysi Salsahbilla Mohammad Thoyib Maulana Mufarochah, Siti Mufid Renov Maradika Muhamad Arif Muhamad As'ad Humam Muhammad Basith A Muhammad Kamalludin Muhammad Shoffa Saifillah A.F Munawir Naning Yuliani Nasrullah Muhammad Anshor Naufal Hilmi Neni Hariyani Hairunnisa Nur Hasan Nur'aini Nurul Hikmah Paradita Purnama Rahmad Fadhli Rani Selfiana Reno Aji Prayitno Rifki Alfauzi Rizal Setiawan Rohman Robbaniyyah, Khodijah Irbatur Romiyati Saepul Malik Saifuddin Saifuddin Saimin Saimin Salasiah Salasiah Samsimah Siti Hotija Siti Maryam Siti Zainab Syifa Zulfi T. Lailatul Sahanry Umi Masturoh Widya Eka Putri Pohan Widyaningrum, Novita Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yusdani Zainuddin Abas Zamzami Islamy Zulfahmi