Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Finansial Penambangan Runtuhan Level Ekstraksi Tambang Bawah Tanah PT XYZ Wayangkau, Edoardo Stevie; Zulbainarni, Nimmi; Hartoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Vol. 8 No. 1 (2022): JABM Vol. 8 No. 1, Januari 2022
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.8.1.236

Abstract

This study aims to conduct a financial analysis on extraction level mining at PT XYZ's DOZ underground mine. The cave of the extraction level in question is the pillars of panels 22 to panel 27. The age of this project is about 2.4 years which has started in July 2019 and is expected to end in December 2021. Actual production in 2020 if added with projections in 2021 will be able to obtain production of 323,044 tons with an average content of 1.58% Cu and 0.80ppm Au where the average price of Cu is USD 3.3/lb and Au is USD 1,786/oz, the predicted total revenue will be USD 36,125.622. After deducting capital costs, operational costs, taxes and royalties, the net income of this mining business is around USD 19,771,933. Obtaining this advantage when using a discount rate of 8%, it can be seen that NPV is at USD 16,925,310 (>1), BCR is at 1.10 (>1) and IRR is 218% (>1). Information will describe that this project will bring profit. The sensitivity test carried out on four parameters commodity prices, capital costs, operational costs and interest that commodity prices are very sensitive to any increase or decrease in price per unit. Keywords: analysis financial, underground mine, cash flow, discounted cash flow, sensitivity analysis.
The Influence of Personal Selling and Digital Marketing on The Formation of Brand Equity XYZ Insurance Jakarta Branch Valentina, Virgin; Purnaningsih, Ninuk; Hartoyo
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Vol. 9 No. 2 (2023): JABM Vol. 9 No. 2, Mei 2023
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.9.2.355

Abstract

XYZ Insurance is an insurance company that has only been running for three years and is considered to have no brand equity (brand strength) in the eyes of customers. The purpose of this research were identify the perception of personal selling and digital marketing on the formation of brand equity, Analyzing the effect of personal selling and digital marketing on the formation of brand equity and Formulate managerial implications that will be applied by XYZ Insurance to increase brand equity. The data processing and analysis techniques used in this study are descriptive analysis and brand equity analysis with structural equation modelling (SEM) with a variance approach (VB-SEM) with partial least squares (PLS-SEM) technique. The results showed that the results showed that both personal selling and digital marketing had a significant effect on brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty. While the indirect effect explains that personal selling through brand awareness, brand association, and loyalty variables has a good mediating role on brand equity. Meanwhile, digital marketing through brand awareness, perceived quality, and loyalty variables has a role as a mediating variable, but it is still doubtful because it has an insignificant effect on brand equity. Therefore, it is expected to improve brand equity are in developing the company's brand awareness, both in terms of personal selling agents and developing the use of digital media. Keywords: XYZ Insurance, SEM-PLS, brand awareness, brand loyalty, brand equity
STUDI POTENSI EKONOMI KREATIF USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN PEMALANG Imron, Ali; Hartoyo; Ariyanti, Rizka
IC Tech: Majalah Ilmiah Vol 18 No 1 (2023): IC Tech: Majalah Ilmiah Volume XVIII No. 1 April 2023
Publisher : P3M Institut Widya Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47775/ictech.v18i1.269

Abstract

Tujuan dari Studi Potensi Ekonomi Kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Di Kabupaten Pemalang adalah mengidentifikasikan potensi 15 subsektor industri kreatif dan berbagai faktor yang menjadi komponen dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pemalang. Kolabrori dari pemerintah, cendekiawan, dan bisnis memiliki peranan yang besar dan prasyarat mendasar untuk merealisasikan ekonomi kreatif. Selain itu berperan sebagai penggerak faktor pencapaian sasaran ekonomi kreatif dalam 15 subsektor industri kreatif. Jumlah pelaku industri kreatif di Kabupaten Pemalang sebesar 6.764 usaha, maka besarnya sampel minimal adalah sebesar 98,54 rumah tangga. Dengan mempertimbangkan menurunkan toleransi kesalahan pengambilan sampel maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150 pelaku usaha industri kreatif. Potensi industri kreatif di Kabupaten Pemalang cukup besar, tercatat lebih dari 6.479 pelaku usaha atau UMKM yang bergerak di industri ini. Dari 15 subsektor industri kreatif, 12 subsektor diantaranya telah telah teridentifikasi keberadaannya dan berkembang cukup baik di Kabupaten Pemalang. Sedangkan 3 subsektor diantaranya yaitu periklanan, percetakan dan penerbitan dan pasar barang seni masih belum digeluti oleh masyarakat. Kinerja rantai nilai industri kreatif menunjukan bahwa terdapat 7 subsektor industri kreatif di Kabupaten Pemalang yang dikategorikan cukup berkembang dalam proses penciptaan nilai produk/jasa yang dihasilkan. Sementara 5 subsektor industri kreatif lainya dikategorikan kurang berkembang dalam proses penciptaan nilainya.
Penegakan Hukum Oleh Polri dalam Memberantas Pelaku tindak Pidana Judi Online di Indonesia M. Maulana Husni AL Mubarok; Hartoyo; Dedi Wardani Nasution; Wahyu Prawesthi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5171

Abstract

Peredaran narkotika merupakan salah satu bentuk kejahatan serius yang memiliki dampak luas terhadap ketertiban sosial, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan generasi bangsa. Kompleksitas kejahatan narkotika tidak hanya melibatkan pelaku tunggal, tetapi juga jaringan terorganisasi yang melakukan permufakatan jahat dalam aktivitas jual beli narkotika. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum terkait penerapan norma pidana terhadap pelaku yang terlibat dalam kesepakatan melakukan tindak pidana narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana permufakatan jahat dalam jual beli narkotika Golongan I serta mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pada Putusan Nomor 579/Pid.Sus/2025/PN Sby. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan tipe penelitian kepustakaan melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data penelitian diperoleh dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menjadi dasar hukum dalam menilai adanya permufakatan jahat dalam transaksi narkotika. Pertimbangan hakim didasarkan pada pembuktian unsur kesepakatan pelaku, alat bukti, serta peran terdakwa dalam jaringan peredaran narkotika. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kajian hukum pidana mengenai penerapan norma permufakatan jahat serta implikasinya bagi praktik penegakan hukum dalam pemberantasan kejahatan narkotika di Indonesia.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Permufakatan Jahat Jual Beli Narkotika Golongan 1: Studi Putusan Nomor 579/PID.SUS/2025/PN SBY Wira Bawa , I Ketut; Wahyu Prawesthi; Renda Aranggraeni; Hartoyo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5172

Abstract

Penegakan Permufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika merupakan bentuk kejahatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan lebih dari satu pelaku dalam suatu kesepakatan untuk melakukan peredaran gelap narkotika. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kejahatan narkotika tidak hanya dilakukan secara individual, tetapi sering kali dilakukan melalui jaringan yang terorganisasi. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk mengkaji penerapan hukum pidana terhadap permufakatan jahat dalam praktik peradilan guna memastikan efektivitas penegakan hukum serta perlindungan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana permufakatan jahat dalam jual beli narkotika golongan I serta mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 579/Pid.Sus/2025/PN Sby. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim dalam putusan tersebut menerapkan ketentuan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan mempertimbangkan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana berdasarkan alat bukti yang sah serta keyakinan hakim. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan hukum pidana terhadap permufakatan jahat memiliki peran penting dalam menanggulangi jaringan peredaran narkotika. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian hukum pidana khususnya mengenai penerapan konsep permufakatan jahat dalam praktik peradilan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas penegakan hukum narkotika melalui pendekatan empiris guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan hukum pidana dalam masyarakat.