Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI PENYELAMATAN CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN ASAHAN Amelia, Pidia; Azhari, Ichwan; Fibriasari, Hesti; Syahputra, Ricky Andi; Setiawati, Nanda Ayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30505

Abstract

Kabupaten Asahan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki sejarah yang panjang dan penting. Mulai dari era kesultanan hingga era revolusi kemerdekaan. Dari sejarah yang Panjang tersebut telah meninggalkan berbagai jejak sejarah bendawi yang penting. Kabupaten Asahan memiliki potensi cagar budaya yang sangat besar dan memiliki nilai penting yang tinggi, diantaranya nilai penting pendidikan, agama, ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan. Potensi cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Asahan meliputi bangunan bersejarah, artefak tradisional, dan jejak sejarah lainnya. Kondisi kekinian dari seluruh objek cagar budaya Kabupaten Asahan penting untuk diketahui apakah saat ini dalam kondisi baik, terawat, rusak, telah berubah, atau bahkan telah hilang. Sehingga penting untuk dirancang strategi penyelamatan terhadap kelestarian cagar budaya tersebut. Penelitian ini mengusulkan strategi penyelamatan cagar budaya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi cagar budaya, menyusun strategi penyelamatan, dan melakukan kegiatan publikasi untuk memperkenalkan potensi cagar budaya kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis dan arkeologis. Data akan dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, dan analisis data. Hasil penelitian akan diinterpretasikan untuk merancang strategi penyelamatan cagar budaya.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT BATAK TOBA DI LAGUBOTI TAPANULI UTARA TAHUN 1913-1940 Azhari, Ichwan; Tanjung, Yushar; Amalia, Dwi Suci; Nduru, Desimartin; Manalu, Jeslin; Simamora, Nur Hadizah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35987

Abstract

Laguboti merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara Indonesia, dimana Kecamatan Laguboti terdiri dari 22 Desa dan 1 Kelurahan yang terbagi ke dalam 99 Dusun Kelurahan dalam ibu kota dan pusat pemerintahan Kecamatan Laguboti Desa Haunatas II. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Batak Toba di daerah Laguboti Tapanuli Utara dimana salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan dalam individu dan masyarakat di daerah Laguboti terhadap pengaruh penjajahan Belanda di tahun 1913-1940. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang fokus pada perubahan sosial masyarakat Laguboti. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh kolonialisme Belanda dibeberapa bidang yakni Agama, Kebudayaan, Ekonomi, Pendidikan dan Politik.
Awal Kehadiran Peradaban Islam di Indonesia: Eksplorasi Arkeologis Situs Bongal di Tapanuli Tengah Amelia, Pidia; Azhari, Ichwan; Sari, Ika Purnama
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 10, No 1 (2025): Sejarah Sosial, Praktik Budaya, dan Dinamika Kekuasaan
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v10i1.58267

Abstract

The Bongal site in Central Tapanuli preserves important archaeological evidence of early interactions between the Indonesian Archipelago and the Islamic world during the 7th–10th centuries CE. Excavations at the site have yielded a range of early Islamic artifacts, including glass beads associated with Fustat and Nishapur, Umayyad and Abbasid coins, rings bearing Arabic inscriptions, bronze perfume containers, glazed earthenware and glassware from West Asia, as well as medical and chemical instruments. This study aims to reconstruct the earliest presence of Islamic civilization in Indonesia by examining the role of Bongal as a port within the Indian Ocean trade network. The research employs a literature review, comparative analysis with archaeological findings from West Asia and Southeast Asia, and direct observation of collections housed at the Museum of the History of the Qur’an of North Sumatra. The results indicate that Bongal functioned not only as a distribution center for aromatic commodities such as camphor and benzoin, but also as a conduit for the transmission of technology, religious symbols, and Islamic material culture. These findings support the conclusion that the early Islamization of Indonesia occurred primarily through peaceful commercial interactions, positioning Bongal as one of the earliest gateways of Islamic civilization in the archipelago.
Bongal Site of Central Tapanuli: Early Traces of the Spread of Christianity as a Learning Resource for History Subject in High Schools Sinaga, Rosmaida; Azhari, Ichwan; Simangunsong, Lister Eva; Sumantri, Pulung
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 3 (2025): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i3.1693

Abstract

Purpose of the study: This study aims to present the findings from the Bongal Site as an essential learning resource for the History subject in Senior High Schools, particularly in exploring the dynamics of cultural interaction and the spread of religion in the Indonesian archipelago during ancient times. Methodology: This research employs a qualitative methodology, integrating historical and archaeological approaches. The historical approach is used to reconstruct the process of Christianity’s arrival on the west coast of Sumatra. At the same time, archaeological data are supported by an extensive literature review and field observations. Main Findings: The findings reveal that the spread of early Christianity to Sumatra, though still debated among historians, is evidenced by written sources indicating the presence of the Nestorian Church in the Fansur (Barus) region. Archaeological excavations at the Bongal Site uncovered various artifacts such as rings engraved with crosses, Roman beads, carved stones with Christian symbols, and Byzantine liturgical spoons that support this narrative. Novelty/Originality of this study: The originality of this study lies in the identification and comparative analysis of artifacts that bear significant resemblance to early Roman and Byzantine Christian objects. These findings not only offer new insights into the early presence of Christianity on Sumatra’s west coast but also support the use of the Bongal Site as a contextual and meaningful historical learning resource in secondary education.