Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROFITABILITAS DAN KELAYAKAN USAHA CABAI KERITING DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Alfira Nurafni Kaharuddin; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir; Muh Ikmal Saleh; Jumiati Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1862

Abstract

Produksi cabai keriting di Desa Balassuka belum optimal akibat berbagai faktor seperti metode budidaya yang kurang tepat, pemilihan benih yang tidak sesuai, penggunaan pupuk yang belum maksimal, serta pengelolaan tanaman yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar petani belum mampu menghitung biaya operasional usahatani secara rinci.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi dan keuntungan usahatani cabai keriting serta menilai kelayakannya untuk dikembangkan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih 35 petani berdasarkan strata luas lahan (0,24–1 hektar). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup perhitungan penerimaan, profitabilitas, dan rasio kelayakan (R/C).Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi rata-rata sebesar Rp 8.774.954 dan pendapatan sebesar Rp 52.075.714 per musim, dengan keuntungan 4,98% dan R/C ratio 5,98. Ini menunjukkan bahwa usahatani cabai keriting sangat layak untuk dikembangkan.Disarankan adanya penguatan akses permodalan melalui kredit usaha tani dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan guna memperluas skala usaha. Selain itu, penyuluhan yang rutin dan berkualitas sangat dibutuhkan, karena sebagian petani masih belum memahami teknik pengendalian hama, prediksi cuaca, dan fluktuasi harga secara optimal.
NAFKAH RUMAH TANGGA USAHATANI CENGKEH DI KELURAHAN BONTOLERUNG KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA Dzulfitri Ramadhani Kadir; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir; Jumiati Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.1866

Abstract

Petani cengkeh yang tinggal di daerah dataran rendah dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menjaga kelangsungan usahataninya. Salah satu kendala utama dalam pengembangan usaha pertanian adalah keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola mata pencaharian rumah tangga petani cengkeh di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 10 kepala keluarga petani, penelitian ini menemukan bahwa sebagian petani memanfaatkan peluang dari sektor pertanian lain untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya. Terdapat 10 petani yang melakukan diversifikasi ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis sumber penghasilan, seperti cengkeh, yang rentan terhadap fluktuasi harga dan risiko lainnya, memanfaatkan lahan yang tersedia, beberapa petani mengelola tanaman holtikultura. Selain itu, diversifikasi sumber pendapatan juga dilakukan melalui aktivitas berdagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi usaha menjadi strategi utama rumah tangga petani cengkeh untuk meningkatkan ketahanan ekonomi mereka, dalam penelitian ini menunjukkan adanya dukungan kebijakan pertanian untuk membantu petani dalam mengembangkan usaha non-cengkeh sebagai sumber pendapatan tambahan.
Livelihood Strategies of Porang Farming Households in Bontolempangan Village, Bontolempangan Sub-district, Gowa Regency, Indonesia Nurwahidah Nurwahidah; Jumiati Jumiati; Nadir Nadir; Amruddin Amruddin; Firmansyah Firmansyah
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v5i2.16244

Abstract

Porang cultivation is characterized by delayed economic returns and high exposure to market and climate uncertainties, requiring farming households to adopt adaptive livelihood strategies. Understanding how households manage income volatility and welfare stability in such conditions is critical for rural development policy. This study examines how porang-farming households in Bontolempangang Village construct and organize their livelihood strategies to manage risk, stabilize income, and reduce vulnerability. Using a qualitative case-study approach, the study analyzes household livelihood structures, income sources, and adaptive strategies across on-farm, off-farm, and non-farm sectors. Data were examined through a sustainable livelihoods framework to identify patterns of diversification and risk management. The findings reveal that livelihood patterns are multi-stranded and risk-oriented. Households adopt adaptive strategies grounded in a combination of multiple income sources, including: (i) agricultural livelihood engineering (intensification and extensification), (ii) occupational and institutional diversification, and (iii) spatial strategies such as temporary/circular migration and remittances. Agriculture remains the primary livelihood base, with maize functioning as a short-cycle cash-flow bridge, rice as a subsistence anchor with marketable surplus, and cattle raising as a precautionary liquid asset. These strategies are reinforced by off-farm bamboo crafts and non-farm income (e.g., construction work and village institutional honoraria), which improve cash-flow stability and facilitate consumption smoothing. Porang-farming households construct resilient livelihood systems through strategic diversification and cross-sectoral income buffering. The integration of agricultural and non-agricultural activities serves as an adaptive mechanism to manage delayed returns and mitigate economic vulnerability under uncertain market and environmental conditions.
RISIKO HARGA PRODUSEN DAN KONSUMEN KOMODITAS CABAI RAWIT DI KABUPATEN GOWA Muh Reynaldi Armansyah; Ratnawati Tahir; Jumiati Jumiati; Muh Arifin Fattah; Mohammad Natsir; Sri Mardiyati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21738

Abstract

Risiko harga cabai rawit merupakan salah satu aspek penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan produsen maupun beban pengeluaran konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko harga komoditas cabai rawit di Tingkat produsen dan konsumen di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan yaitu data sekunder, data time series harga bulanan cabai rawit tingkat produsen dan konsumen dari bulan Januari 2022 hingga Oktober 2025 bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai risiko harga koefisien variasi produsen sebesar 0,46 %, bahwa risiko harga cabai rawit di tingkat produsen berada pada kategori risiko rendah karena angka KV lebih kecil dari 0,5. Serta nilai risiko harga koefisien variasi konsumen sebesar 0,36 % nilai koefisien variasi yang rendah di bawah 0,5. Hal ini dapat dilihat bahwa risiko biaya cabai rawit oleh produsen dan konsumen yakni pada cuaca yang tidak menentu serta fluktuasi harga saat menjelang hari besar.Kata kunci: Risiko Harga, Fluktuasi, Cabai Rawit, Produsen, Konsumen.
Anti-Corruption Education and the Strengthening of Students’ Moral Awareness: The Role of School Culture and Teacher Modeling Randy Saputra Randy; Jumiati Nur; Rismawati Rismawati
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10454

Abstract

This study aims to analyze the implementation of anti-corruption education in strengthening students’ moral awareness at SMAN 3 Pangkep. This research is motivated by the importance of character education and integrity development among students amid the persistence of corruption-related behavior in society. Previous studies have generally focused on the conceptual integration of anti-corruption values in learning, while limited studies have explored the role of school culture, teacher role modeling, and contextual habituation in strengthening students’ moral awareness. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, and students as informants. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings reveal that anti-corruption education at SMAN 3 Pangkep is implemented through the integration of anti-corruption values into Civic Education learning, school culture, and teacher role modeling. The study identified the development of students’ moral awareness related to honesty, responsibility, discipline, and fairness through contextual learning experiences and daily habituation practices. However, several students still demonstrated inconsistent behavior regarding discipline and academic honesty, indicating that moral awareness formation is a continuous process requiring sustainable reinforcement. This study concludes that anti-corruption education contributes positively to strengthening students’ moral awareness when supported by contextual learning, integrity-based school culture, and consistent teacher role modeling. The findings imply the importance of collaborative and sustainable character education practices in developing students’ integrity within school environments.