Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Korelasional antara Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Baso Rinaldi, Dedi; Rifdarmon; Maksum, Hasan; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Baso. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 49 siswa kelas X. Disiplin belajar diukur menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berada pada kategori baik (M = 162,22) dan hasil belajar pada kategori cukup baik (M = 79,51). Koefisien korelasi r = 0,203 dengan nilai p = 0,163 (> 0,05) menunjukkan hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 4,12% terhadap variasi hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar perlu disertai penguatan faktor lain untuk mengoptimalkan prestasi belajar siswa SMK. Education plays an important role in improving human resources, and learning discipline is often regarded as a key determinant of achievement. This study investigates the relationship between learning discipline and learning outcomes in the Basic Competency Program (DDPK) subject of the Automotive Engineering Department at SMK Negeri 1 Baso. A quantitative correlational design was applied to 49 tenth-grade students. Learning discipline was measured using a validated Likert-scale questionnaire, whereas learning outcomes were obtained from school records. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson product–moment correlation. The results show that learning discipline is generally good (M = 162.22) and learning outcomes are fairly good (M = 79.51). The correlation between both variables is positive but weak and not statistically significant (r = 0.203, p = 0.163), explaining only 4.12% of the variance. These findings indicate that improving learning discipline alone is insufficient to enhance vocational students’ academic achievement.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.