Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Korelasional antara Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Baso Rinaldi, Dedi; Rifdarmon; Maksum, Hasan; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Baso. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 49 siswa kelas X. Disiplin belajar diukur menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berada pada kategori baik (M = 162,22) dan hasil belajar pada kategori cukup baik (M = 79,51). Koefisien korelasi r = 0,203 dengan nilai p = 0,163 (> 0,05) menunjukkan hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 4,12% terhadap variasi hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar perlu disertai penguatan faktor lain untuk mengoptimalkan prestasi belajar siswa SMK. Education plays an important role in improving human resources, and learning discipline is often regarded as a key determinant of achievement. This study investigates the relationship between learning discipline and learning outcomes in the Basic Competency Program (DDPK) subject of the Automotive Engineering Department at SMK Negeri 1 Baso. A quantitative correlational design was applied to 49 tenth-grade students. Learning discipline was measured using a validated Likert-scale questionnaire, whereas learning outcomes were obtained from school records. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson product–moment correlation. The results show that learning discipline is generally good (M = 162.22) and learning outcomes are fairly good (M = 79.51). The correlation between both variables is positive but weak and not statistically significant (r = 0.203, p = 0.163), explaining only 4.12% of the variance. These findings indicate that improving learning discipline alone is insufficient to enhance vocational students’ academic achievement.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.
Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Mahasiswa Teknik Otomotif Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Zulfadli, Zulfadli; Rahmadani, Rahmadani; Yuliady, Ilham; Nanda, Iffarial; Fernandes, Erik; Alfana, Yogi Dian
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 11, No 1 (2025): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtev.v11i1.137465

Abstract

Capaian pembelajaran merupakan output dari kegiatan pembelajaran yang ditentukan melalui kegiatan pengukuran atau evaluasi, yang bertujuan mengukur tingkat pencapaian yang telah diraih. Sementara itu, keaktifan peserta didik merujuk pada keterlibatan atau kesibukan mereka dalam proses pembelajaran. Keaktifan ini muncul dalam berbagai bentuk kebutuhan belajar, namun tingkatnya dapat berbeda-beda bergantung pada bentuk kegiatan yang dilakukan, isi pelajaran yang sedang dikaji, dan sasaran yang hendak diraih. Rendahnya keaktifan peserta didik juga akan berdampak kepada hasil belajarnya itulah yang melatarbelakangi penelitian ini yang telihat pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tujuan penelitian adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk Persentase keaktifan belajar terjadi peningkatan yaitu siklus 1 pertemuan I (45 %), siklus 1 Pertemuan II (51,33%), Siklus 2 Pertemuan I (61,66%), Siklus 2 pertemuan II (73,33%). Begitu juga dengan persentase hasil belajar yaitu pratindakan (64,08%), siklus 1 (70,04%), dan siklus 2 (77,36%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan yang dapat dilihat pada siklus 2
Efektivitas model hybrid project-based learning berbasis virtual reality terhadap pemahaman digital twin kendaraan listrik Gangga, Almes; Maiharni , Yetti; Handepi , Nogi; Jalinus, Nizwardi; Anwar, Muhammad; Nanda, Iffarial
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026604jpgi0005

Abstract

Transformasi industri otomotif menuju kendaraan listrik menuntut kompetensi Digital Twin yang belum terfasilitasi optimal di SMK otomotif akibat keterbatasan sarana praktik. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 30 siswa SMK otomotif. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui model Hybrid Project-Based Learning berbasis Virtual Reality menggunakan simulator Digital Twin kendaraan listrik berbasis Unity dan perangkat Oculus Quest 2. Data dikumpulkan melalui tes kognitif, kuesioner motivasi, dan lembar observasi keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman Digital Twin kendaraan listrik dengan nilai N-Gain 0,70 (kategori tinggi) dan Cohen’s d = 2,34. Motivasi belajar meningkat dengan N-Gain 0,73 dan keterlibatan siswa mencapai 92%. Sebanyak 73,3% siswa berada pada kategori N-Gain tinggi dan tidak ditemukan siswa dengan peningkatan rendah. Model Hybrid PBL berbasis VR efektif meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa SMK otomotif dalam pembelajaran Digital Twin kendaraan listrik. Meskipun demikian, keterbatasan desain tanpa kelompok kontrol membatasi generalisasi kausal sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain quasi-eksperimental.
Pelatihan Smart Trainer EFI untuk Civitas SMKN 1 Ampek Nagari: Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi di Era Industri Otomotif Modern Nanda, Iffarial; Muslim, Muslim; Putra, Rido; Fridayati, Lucy; Suci, Suci; Halimahtusakdiah, Halimahtusakdiah
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21401

Abstract

Background: Kegiatan pelatihan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) di SMK Negeri 1 Ampek Nagari dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam memahami, mendiagnosis, serta mengoperasikan sistem EFI pada kendaraan modern. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kemampuan teknis dan kesiapan peserta terhadap tuntutan industri otomotif masa kini. Metode: Diikuti 30 peserta melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi mencakup prinsip dasar EFI, fungsi komponen, perawatan, dan diagnostik menggunakan Smart Trainer Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari 56,07 pada pre-test menjadi 85,11 pada post-test. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dan siswa, memperkuat penerapan teknologi EFI dalam pembelajaran vokasi, serta menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di Indonesia.
Mode-Dependent Effects of a Piggyback Throttle Controller on Torque and Power in a 1500 cc EFI Engine Ilza, Farhat Ramadhan; Hidayat, Nuzul; Sugiarto, Toto; Nanda, Iffarial; Muriban, Jackly
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 8 No 1 (2026): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/motivection.v8i1.531

Abstract

The rising adoption of aftermarket devices in the car modification industry has heightened interest in the piggyback throttle controller as an effective means of modifying throttle response without substituting the original ECU. Nonetheless, its impact on torque and power remains inadequately substantiated through controlled experimentation. This study experimentally assessed the impact of a 9-Drive piggyback throttle controller on the performance parameters of a 2011 Toyota Yaris 1500 cc EFI engine utilizing a chassis dynamometer. The car underwent testing under four conditions: no treatment, Standard mode, F1 mode, and ECO mode, with each condition replicated three times. The findings indicated that F1 mode generated the maximum average torque, attaining 177.13 Nm, which was 15.03 Nm greater than the untreated condition. Conversely, ECO mode yielded the highest average power at 98.60 HP, whereas Standard mode exhibited just negligible variations in both metrics. The data demonstrate that the controller did not produce a consistent performance enhancement across all modes, but instead altered the engine's output characteristics in a mode-dependent fashion. Under the current testing conditions, F1 mode exhibited a more pronounced torque-oriented response, while ECO mode demonstrated marginally greater power output. The findings indicate that a piggyback throttle controller can alter engine response characteristics, however its impact must be assessed in relation to the chosen mode and the particular performance metric under evaluation.
Penerapan Modul Ajar Berbasis iSpring Suite untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Daya Pikir Kritis Siswa pada PMKR Pratama, Aditya; Arif, Ahmad; Sugiarto, Toto; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Perawatan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) serta perlunya media pembelajaran digital yang lebih interaktif untuk mendukung kemandirian belajar dan daya pikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan modul ajar berbasis iSpring Suite terhadap peningkatan hasil belajar, kemandirian belajar, dan daya pikir kritis siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui angket, tes pretest–posttest, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 25,00% pada pretest siklus I menjadi 71,88% pada posttest siklus I, lalu meningkat menjadi 84,38% pada posttest siklus II. Nilai praktikalitas modul mencapai 76,03% dengan kategori praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis iSpring Suite layak digunakan untuk mendukung pembelajaran PMKR yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. This study was motivated by the low learning outcomes of students in Light Vehicle Engine Maintenance (PMKR) and the need for more interactive digital learning media to support students’ self-directed learning and critical thinking. This study aimed to analyze the use of an iSpring Suite-based teaching module in improving learning outcomes, self-directed learning, and critical thinking of Grade XI TKR students at SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. The study employed a quantitative approach using a two-cycle Classroom Action Research design. The subjects consisted of 32 students. Data were collected through questionnaires, pretest–posttest tests, and documentation. The results showed that learning mastery increased from 25.00% in the pretest of cycle I to 71.88% in the posttest of cycle I, and further increased to 84.38% in the posttest of cycle II. The module practicality score reached 76.03%, categorized as practical. These findings indicate that the iSpring Suite-based teaching module is feasible for supporting more interactive and student-centered PMKR instruction.