Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Terciptanya Wirausahawan Baru Bengkel Sepeda Motor bagi Masyarat Tuna Karya Kec. Sungai Aur, Pasaman Barat Setiawan, Dedi; Muslim, Muslim; Rifdarmon, Rifdarmon; Utama, Rizky Indra; Nanda, Iffarial
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22, No 3 (2022): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.02750

Abstract

Data menunjukkan banyaknya masyarakat tunakarya di Nagari Persiapan Ranah Malintang sebanyak 10-15%. Hal ini tentu ada permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut yang sejatinya harus dipecahkan untuk mengurangi angka pengangguran. Dilihat pada sisi lainnya, bengkel sepeda motor sangat minim, sedangkan penggunaan sepeda motor merupakan aspek yang cukup besar di wilayah tersebut. Salah satu solusi yang diberikan agar dapat mengurangi beban masyarakat adalah dengan berwirausaha bidang bengkel sepeda motor dengan memberikan pelatihan life skill guna menciptakan wirausaha-wirausaha baru. Selain solusi yang telah diberikan tersebut, adanya peralatan yang dhibahkan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk mempercepat terciptanya bengkel sepeda motor sebagai bagian dari berwirausaha. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan ini sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, diskusi, praktikum serta bimbingan dan evaluasi. Hasil yang didapat adalah terdapatnya peningkatan life skill peserta mengenai cara berwirausah bidang bengkel sepeda motor, sehingga diharapkan dengan adanya hasil yang memuaskan dan tambahan peralatan bengkel dapat menciptakan wirausaha baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat tunakarya khususnya.
Analisis Dampak Variasi Pulley Primer dan Rasio Gearbox terhadap Performa Akselerasi dan Kecepatan Puncak Sepeda Motor Honda Beat ESP 2018 Hamdani, Riko; Alwi, Erzeddin; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i3.330

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh modifikasi sudut kemiringan pulley primer dan perubahan rasio Gearbox terhadap akselerasi dan top speed sepeda motor Honda Beat ESP tahun 2018. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya penggunaan sepeda motor di Indonesia dan kebutuhan peningkatan performa kendaraan untuk penggunaan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pengujian langsung menggunakan alat Dyno Test. Variasi yang diuji mencakup sudut pulley primer 13,5° dan 13,8° serta rasio Gearbox 14-44 dan 15-43 dibandingkan dengan konfigurasi standar (14° dan 12-45). Hasil menunjukkan konfigurasi standar menghasilkan akselerasi 7,39 m/s² dan top speed 95,32 km/h, sedangkan kombinasi rasio Gearbox 15-43 dengan pulley primer 13,8° menghasilkan top speed tertinggi 144,26 km/h dan akselerasi 5,01 m/s². Temuan ini mengimplikasikan bahwa modifikasi komponen transmisi dapat meningkatkan performa kendaraan secara signifikan, meskipun terdapat kompromi antara akselerasi awal dan kecepatan maksimum. This study investigates the effect of primary pulley angle modification and Gearbox ratio changes on the acceleration and top speed of the 2018 Honda Beat ESP motorcycle. The research background is rooted in the increasing use of motorcycles in Indonesia and the demand for improved performance in daily riding conditions. A quantitative experimental method was employed using a Dyno Test to evaluate performance. The tested variations included primary pulley angles of 13.5° and 13.8°, and Gearbox ratios of 14-44 and 15-43, compared to the standard configuration of 14° and 12-45. Results showed that the standard configuration achieved an acceleration of 7.39 m/s² and a top speed of 95.32 km/h, while the combination of a 15-43 Gearbox ratio and a 13.8° pulley achieved the highest top speed of 144.26 km/h with an acceleration of 5.01 m/s². These findings imply that transmission component modifications can significantly enhance vehicle performance, although a trade-off exists between initial acceleration and maximum speed.
Analisis Kelayakan Teknis Kendaraan Bermotor pada Uji Ban di Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Datar Gafari, Ariq Farhansyah Al; Nanda, Iffarial; Simatupang, Wakhinuddin; Muslim, Muslim
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4101

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia melebihi 136 juta unit pada 2020 meningkatkan risiko kecelakaan akibat kondisi ban yang tidak layak, seperti tekanan udara tidak sesuai dan keausan alur yang memengaruhi stabilitas pengereman. Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis ban pada uji berkala di Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Datar. Metode deskriptif kuantitatif survei diterapkan pada 30 kendaraan barang roda empat melalui observasi, pengukuran langsung (kedalaman alur, tekanan udara, kondisi fisik, umur pakai), kuesioner (30 item), wawancara, dan dokumentasi; data dianalisis dengan statistik deskriptif persentase. Hasil menunjukkan 56,67% kendaraan tekanan ban tidak sesuai standar, 46,67% alur ban aus, dengan persepsi responden mayoritas tinggi (52%) terhadap pemeriksaan. Temuan ini menegaskan pengaruh kondisi ban terhadap performa rem dan keselamatan, berkontribusi pada pengembangan standar pengujian kendaraan serta rekomendasi edukasi bagi pemilik dan dinas perhubungan
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH SENSOR DAN KONTROL ELEKTRONIKA OTOMOTIF DAPERTEMEN TEKNIK OTOMOTIF Putri Zelvanda, Atikah Hana; Rifdarmon, Rifdarmon; Yulia Basri, Irma; Nanda, Iffarial
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3655

Abstract

This study aims to develop instructional video media for the Automotive Electronic Sensors and Control course as a solution to the low level of student understanding in visualizing the working principles of sensors and vehicle control systems. The research employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which included needs analysis, video design, expert validation, and practicality testing with students. Validation results from material and media experts show that the developed video is highly valid, with an Aiken’s V score of 0.81. Practicality testing involving 75 students produced scores ranging from 86% to 87%, indicating that the video is highly practical, easy to use, and effective in enhancing students’ understanding of automotive sensor concepts and control systems. The study concludes that the developed video is an effective instructional medium, supports student independent learning, and is feasible for use in both classroom and self-directed learning contexts.Keywords: learning videos, automotive sensors, electronic controls, educational media, 4D models 
PENGARUH VIDEO TUTORIAL GARDAN (DIFFERENTIAL) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH SISTEM PEMINDAHAN TENAGA Firdaus, Muhammad Rifki; Nanda, Iffarial; Simatupang, Wakhinuddin; Rifdarmon, Rifdarmon
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3650

Abstract

The advancement of technology demands learning media that are more engaging and interactive. In the Power Transmission Systems course, instruction is still dominated by lectures, resulting in suboptimal student comprehension. This study aims to examine the effectiveness of a differential tutorial video as a learning medium. The research employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 Automotive Engineering students. A test instrument was administered before and after the intervention. Normality tests showed that pretest data were normally distributed, while posttest data were not, leading to the use of the Wilcoxon Signed Rank test. The results indicated an improvement in learning outcomes, with 30 positive ranks. A Z-value of –4.798 and p = 0.000 confirmed a significant difference. The effect size of 0.876 indicated a very strong impact. Overall, the tutorial video proved effective in enhancing students’ understanding of differential concepts through visual and auditory stimulation.Keywords: Video Tutorial, Differential, Learning Outcomes, Learning Media, Power Transmission System 
Analisis Pengaruh Modifikasi Sudut Kontak Primary Pulley dan Implementasi Roller Sliding terhadap Karakteristik Torsi dan Daya Motor Yamaha Aerox 155cc Pulungan, M. Ady Safutra; Yulia Basri, Irma; Rifdarmon; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.324

Abstract

Penelitian ini membahas peningkatan performa mesin sepeda motor matik Yamaha Aerox 155cc melalui optimasi sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Fokus kajian adalah perubahan sudut primary pulley dan pemilihan massa roller, karena keduanya menentukan karakter penyaluran torsi dan daya. Metode eksperimen menggunakan desain faktorial pada dua sudut primary pulley (14° standar dan 13,5° modifikasi) dan tiga jenis roller (standar, sliding 12 gram, sliding 10 gram). Uji performa dilakukan dengan chassis dynamometer pada rentang 3000–9000 rpm dengan tiga pengulangan tiap konfigurasi. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi primary pulley 13,5° dan sliding roller 10 gram meningkatkan daya maksimum dari 7,35 kW menjadi 9,52 kW atau sekitar 22,8% dibandingkan kondisi standar, sedangkan torsi tertinggi 11,70 Nm dicapai pada pulley 13,5° dengan roller standar. Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan sudut pulley dan konfigurasi roller yang tepat mampu mengoptimalkan transmisi CVT dan menjadi dasar teknis bagi strategi tuning yang efisien dan ekonomis. This study investigates improvement of Yamaha Aerox 155cc scooter performance through optimization of the Continuously Variable Transmission (CVT) system. The analysis focuses on primary pulley angle and roller mass selection, since both parameters govern torque and power delivery. A factorial experimental design used two primary pulley angles (standard 14° and modified 13.5°) and three roller types (standard, 12 g sliding, 10 g sliding). Performance tests were conducted on a chassis dynamometer over 3000–9000 rpm with three repetitions for each configuration. The combination of a 13.5° primary pulley and a 10 g sliding roller increased maximum power from 7.35 kW to 9.52 kW, or about 22.8% above the standard configuration, while the highest torque of 11.70 Nm was obtained from the 13.5° pulley with standard rollers. These findings show that appropriate pulley-angle adjustment and roller configuration can optimize CVT transmission and support efficient and economical tuning strategies.
Efektivitas Model Active Knowledge Sharing Berbantuan Augmented Reality terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik SMK Sholat, Amin; Muslim; Rifdarmon; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.373

Abstract

Keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMKN 4 Pariaman masih rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Active Knowledge Sharing berbantuan media Augmented Reality (AR) terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas X TKR. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest pada 33 peserta didik yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data keaktifan belajar dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari kategori “kurang aktif” menjadi “aktif”, dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan Cohen’s d = 2,576 yang mengindikasikan pengaruh sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Active Knowledge Sharing dan Augmented Reality efektif meningkatkan keaktifan belajar dalam pembelajaran vokasional otomotif. Students’ learning activeness in the Power Transmission Systems subject at SMKN 4 Pariaman remains low, indicating the need for more participatory, technology-based instruction. This study investigates the effect of the Active Knowledge Sharing learning model assisted by Augmented Reality (AR) on the learning activeness of tenth-grade automotive students. A quantitative one-group pretest–posttest design was applied to 33 students selected through saturated sampling. Learning activeness data were collected using questionnaires and analyzed with paired-samples t-test and Cohen’s d effect size. The results show an increase in mean scores from the “less active” to the “active” category, with a significance value of 0.001 (p < 0.05) and Cohen’s d = 2.576, indicating a very large effect. These findings confirm that integrating Active Knowledge Sharing with Augmented Reality is effective for promoting learning activeness in vocational automotive education.
Studi Eksperimental Peningkatan Performa Mesin Honda Scoopy FI melalui Modifikasi Bore up 110–130 cc Adnan, Anggi Nur; Sugiarto, Toto; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.375

Abstract

Bore up banyak digunakan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor, namun data kuantitatif pada skuter matik injeksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bore up dari 110 cc menjadi 130 cc terhadap daya dan torsi mesin Honda Scoopy FI. Metode yang digunakan adalah eksperimen sebelum–sesudah dengan variabel bebas bore up dan variabel terikat daya serta torsi. Pengujian dilakukan menggunakan chassis dynamometer pada tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah bore up. Hasil menunjukkan peningkatan daya rata-rata dari 6,91 HP menjadi 9,09 HP (≈31,6%) dan torsi rata-rata dari 8,57 N·m menjadi 10,85 N·m (≈26,6%). Peningkatan engine performance ini mengonfirmasi bahwa pembesaran volume silinder memperbaiki proses pembakaran dan kemampuan akselerasi, sehingga bore up dapat direkomendasikan sebagai strategi modifikasi geometris untuk mengoptimalkan performa sepeda motor harian secara terukur. Bore-up modification is widely used to increase motorcycle engine performance, yet quantitative data for small fuel-injected scooters are still limited. This study investigates the effect of increasing displacement from 110 cc to 130 cc on the power and torque of a Honda Scoopy FI engine. An experimental before–after method was applied, with bore-up as the independent variable and brake power and torque as the dependent variables. Tests were carried out on a chassis dynamometer with three repetitions in standard and bore-up conditions. The results show that average power rose from 6.91 HP to 9.09 HP (≈31.6%) and average torque from 8.57 N·m to 10.85 N·m (≈26.6%). These findings confirm that enlarging the cylinder volume improves combustion and acceleration capability, so bore-up can be recommended as a geometric modification strategy to optimise daily motorcycle engine performance in a measurable way.
Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Asadifa Saputra, Aditya; Maksum, Hasan; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.377

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan. The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.
Pengaruh Variasi Jarak Penyemprotan di dalam Spray booth terhadap Ketebalan Lapisan Cat pada Bodi Kendaraan Rhana Rhandika, Sandhy; Fernandez, Donny; Muslim; Nanda, Iffarial
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.385

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jarak penyemprotan terhadap ketebalan lapisan cat pada body kendaraan di dalam spray booth. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental deskriptif pada pelat baja yang dicat Penta Super Gloss NC Metallic. Spray gun gravitasi dioperasikan pada tekanan konstan 2,8 bar dengan jarak penyemprotan 10, 15, 20, 25, dan 30 cm. Setelah pengeringan oven pada 60 °C selama 20 menit, ketebalan lapisan cat warna diukur menggunakan coating thickness gauge pada tiga titik untuk setiap jarak. Hasil menunjukkan tren penurunan ketebalan rata-rata dari 64,33 µm pada jarak 10 cm menjadi 47,20-48,50 µm pada jarak 25-30 cm, yang paling mendekati standar industri sekitar 50 µm dan menghasilkan permukaan yang lebih halus serta merata. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jarak penyemprotan di dalam spray booth sebagai parameter utama untuk mengendalikan ketebalan lapisan cat. This study investigates the effect of spraying distance using a spray gun on coating thickness on vehicle body panels inside a spray booth. A quantitative quasi-experimental method was applied on steel plates coated with Penta Super Gloss NC Metallic paint. A gravity spray gun was operated at a constant pressure of 2.8 bar with spraying distances of 10, 15, 20, 25, and 30 cm. After oven drying at 60 °C for 20 min, the coating thickness of the color layer was measured using a coating thickness gauge at three points for each distance. The results show a decreasing trend in average coating thickness from 64.33 µm at 10 cm to 47.20–48.50 µm at 25–30 cm, which is closest to the 50 µm automotive standard and produces smoother, more uniform surfaces on the vehicle body. These findings highlight spraying distance as a key controllable parameter for achieving target coating thickness in spray booth applications.