Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

OPTIMIZATION AND EFFICIENCY ANALYSIS OF REAL-TIME PCR FOR LEPTOSPIRA SPP. DIAGNOSIS BASED ON THE LIPL32 GENE Sulaeman, Rizal Pratama; Rohayati; Merdekawati, Fusvita; Sundara Mulia, Yuliansyah
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.10646

Abstract

Leptospirosis is a widespread zoonotic infection that endangers the health of both humans and animals, particularly in tropical and subtropical regions. Therefore, timely, sensitive and specific laboratory confirmation is essential for early clinical management. The LipL32 gene is a highly conserved virulence factor in pathogenic Leptospira. Real-time PCR provides rapid detection with high sensitivity and specificity. This study optimized real-time PCR conditions by evaluating annealing temperatures (60°C, 61°C, 62°C), primer concentrations (500 nM, 700 nM, 900 nM), and probe concentrations (250 nM, 300 nM). PCR efficiency was analyzed using absolute quantification with serial DNA dilutions (100 to 10⁻⁴). The optimal conditions were 60°C annealing temperature, 500 nM primers, and 300 nM probes. Near-ideal efficiency (97%) was achieved at 60°C with 500 nM primers and 250 nM or 300 nM probes, while 103% efficiency was observed at 61°C with 500 nM primers and 250 nM probes. This optimization enhances Leptospira detection accuracy using real-time PCR.
GENETIC STUDY OF HEPATOCYTE NUCLEAR FACTOR-1 ALPHA (HNF-1Α) MUTATIONS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Merdekawati, Fusvita; Rahayu, Ira Gustira; Juliastuti, Aditya; Anhar, Citra Amaniah; Hasan, Zulfikar Ali; Maynar, Larasati Putri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4242

Abstract

Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY) merupakan bentuk diabetes monogenik yang sering salah diklasifikasikan sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2, seringkali mengakibatkan penanganan klinis yang kurang optimal. Salah satu penyebab paling umum dari MODY adalah mutasi pada gen HNF1A, yang berperan penting dalam mengatur ekspresi gen di dalam sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutasi potensial pada gen HNF1A pada pasien yang dicurigai menderita MODY secara klinis menggunakan Sanger sequencing. DNA diisolasi dari dua pasien yang dicurigai menderita MODY sebagai studi molekuler awal untuk mengeksplorasi mutasi potensial pada gen HNF1A, diikuti dengan amplifikasi sepuluh ekson HNF1A menggunakan PCR konvensional. Produk PCR dievaluasi dengan elektroforesis gel agarosa untuk memastikan amplifikasi yang berhasil sebelum dilakukan Sanger sequencing. Data urutan yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak BioEdit dan ClustalW untuk mendeteksi variasi nukleotida dengan membandingkannya dengan urutan referensi HNF1A (NM_001306179.2). Ditemukan enam mutasi titik pada gen HNF1A yang tersebar di ekson 7, 9, dan 10, terdiri atas satu mutasi silent (p.Leu459Leu), empat mutasi missense (p.Gln460His, p.Ser486Asn, p.Ser581Gly, dan p.Val705Leu), serta satu mutasi nonsense (p.Trp785*) yang menyebabkan terminasi translasi dini. Mutasi yang ditemukan berpotensi memengaruhi struktur dan fungsi protein HNF1A, termasuk domain transaktivasi yang penting dalam regulasi ekspresi gen target. Penelitian ini menunjukkan bahwa deteksi mutasi genetik, khususnya pada HNF1A, penting dalam mendiagnosis MODY secara akurat dan dapat menjadi dasar pemilihan terapi yang lebih tepat, seperti penggunaan sulfonilurea sebagai alternatif insulin.
Korelasi Kadar C-Reactive Protein (CRP) dengan Kadar Hemoglobin A1c (Hba1c) pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Zahrani, Azka Hasbia; Khoirul Abror, Yogi; Marliana, Nina; Merdekawati, Fusvita
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.314

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah kondisi meningkatnya kadar gulosa yang disebabkan oleh kesalahan fungsi insulin oleh sel beta pankreas. HbA1c digunakan sebagai penanda kontrol glikemik jangka panjang sementara CRP merupakan biomarker inflamasi yang digunakan sebagai biomarker inflamasi sistemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi CRP dengan HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis observasional dengan desain cross-sectional terhadap 30 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Baleendah. Kadar CRP diukur menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA) dan kadar HbA1c diperoleh melalui rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata CRP sebesar 11,26 mg/L dan HbA1c sebesar 9,8%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukan nilai signifikasi p = 0,002 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,552 yang artinya terdapat korelasi positif yang signifikan antara kadar CRP dan HbA1c. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kadar CRP, sebagai indikator peradangan sistemik, berhubungan dengan buruknya kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2.