Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Kewaspadaan Hipertensi Melalui Pengendalian “CERDIK” Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak 1 Bantul Wuri Winahyu Sari, Ike; Dwi Kartika Rukmi; Anastasia Suci Sukmawati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 1 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i1.1289

Abstract

Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah dan seringkali tidak memiliki gejala, sehingga baru diketahui setelah menyebabkan kerusakan pada jantung. Pengendalian hipertensi penting dilakukan sebagai upaya menekan terjadinya komplikasi. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian hipertensi dengan upaya CERDIK di wilayah Puskesmas Pandak 1. Sasaran kegiatan ini adalah warga dalam wilayah binaan Puskesmas Pandak 1 berjumlah 100 orang. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Maret 2023 dengan metode pemberian penyuluhan yang sebelum dan sesudahnya dilakukan evaluasi untuk menilai peningkatan pengetahuan tentang pengendalian CERDIK. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian hipertensi dengan peningkatan nilai rata-rata 20,5 dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p<0,05. Hasil penyuluhan ini dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan kewaspadaan warga masyarakat di wilayah binaan Puskesmas Pandak 1 melalui pengendalian CERDIK.
Penguatan Peran Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Spiritual pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak 1 Sari, Ike Wuri Winahyu; Rukmi, Dwi Kartika; Yulaikhah, Lily
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2569

Abstract

Kader kesehatan menjadi perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan dalam menekan komplikasi pada penderita Diabetes Melitus. Kader kesehatan dapat mengajarkan pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerjanya dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. Hal ini seringnya tidak didukung dengan pengetahuan kader kesehatan yang memadai. Maka dari itu pemberdayaan kader kesehatan perlu ditingkatkan. Kesejahteraan spiritual pasien dengan penyakit tidak menular perlu mendapatkan perhatian dan penting pula untuk dikaji karena menjadi salah satu bentuk perawatan secara holistik dari aspek bio-psiko-sosial-spiritual pada pasien Diabetes Melitus. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang cara meningkatkan kesejahteraan spiritual untuk membantu pelayanan kesehatan pada penderita Diabetes Melitus. Sasaran dari kegiatan ini adalah sebanyak 11 kader kesehatan di Dusun Kadekrowo, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan evaluasi pretest dan posttest pada kader kesehatan tersebut. Kegiatan penyuluhan berupa pemberian materi cara meningkatkan kesejahteraan spiritual. Terdapat perbedaan antara pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang cara meningkatkan kesejahteraan spiritual dengan nilai rata-rata sebelum penyuluhan yaitu 72,73 meningkat menjadi 95,46 setelah diberikan penyuluhan dengan peningkatan rata-rata 22,73 poin.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Meningkatkan Keikutsertaan Suami Sebagai Akseptor Vasektomi Rahmawati, Dechoni; Ariningtyas, Ristiana Eka; Rukmi, Dwi Kartika
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12798923

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk  menganalisis persepsi, pengetahuan, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pria dalam menggunakan vasektomi sebagai metode kontrasepsi..  Vasektomi adalah prosedur bedah minor yang menghentikan aliran sperma dari testis ke saluran reproduksi pria. Meskipun prosedur ini telah ada selama beberapa dekade dan dianggap sebagai metode KB yang efektif, masih ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan dan penggunaan vasektomi di berbagai komunitas. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tahap persiapan meliputi pengurusan izin, studi pendahuluan, pengumpulan bahan, dan persiapan alat dan bahan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahap pelaksanaan kegiatan adalah melaksanakan penyuluhan.. Tahap Evaluasi dilaksanakan dengan cara mengevaluasi hasil dari pengetahuan para suami terkait KB vasektomi. Hasil luaran dari pengabdian ini berupa artikel ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta. Berdasarkan hasil pretest didapatkan rata-rata nilai pretest dari peserta adalah 60 sedangkan setelah dilakukan pemberian materi nilai posttest pada peserta meningkat yaitu 73,33.
The benar relaxation therapy (BRT) for increasing sleep quality in diabetic type II At Pakem primary health centre Hidayati, Rizqi Wahyu; Rukmi, Dwi Kartika
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 13 No 3 (2024): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v13i3.892

Abstract

Background: Insomnia was 4.3 times more risky improving blood glucose. Nowadays, 60% of diabetes type II patients are insomnia. Sleep regulates the hormones and regulation of glucose. Poor glucose regulation has aneffect on obesity, which increases the risk of diabetes complications. Purpose: To evaluate the effect of Benar Relaxation Therapy (BRT) on increasing sleep quality in diabetes patients. Method: This study was a Quasi-experimental method with a pre-posttest control group design—the 37 adults with type II diabetic patients. The patients who had got ADLs independently in Pakem Primary Health Centre followed this study. Both the BRT and aromatherapy needed 3 days long and got 15 minutes for one session each day. PSQI was used to measure the sleep quality of the respondents. The Friedman was used to test statistically. Result: Based on the result, it showed that the p-value 0.02 (p<0.05) for the intervention group with the Post Hoc result pre–post 1 was 0.017; pre-post 2 was 0.006; and pre-post 3 was0.009 (p<0.05). However, the control group was 0.188 (p>0.05). Conclusion: Benar Relaxation Therapy significantly increases sleep quality with one session minimum intervention. This therapy can be implemented in nursing practice who have insomnia, especially patients with type II diabetes
Pengaruh Edukasi Tantrum dan Manajemen Marah Anak Pra Sekolah Pada Ibu di Tk Sunan Gunung Jati Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu; Rukmi, Dwi Kartika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.683

Abstract

Tantrum merupakan ledakan emosi yang dialami oleh anak usia prasekolah yang bersifat alami dengan angka kejadian yaitu 80% dan hal ini terjadi pada usia 2 – 6 tahun. Namun, orang tua sering kali menyalahartikan bahkan merasa hal tersebut adalah perbuatan tercela. Padahal, tantrum merupakan ekspresi anak ketika ia merasa tidak nyaman hingga keinginan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, butuh pengetahuan tentang tantrum pada orang tua menjadi dasar agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada ibu tentang tantrum dan manajemen marah pada anak usia pra sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan soal tentang materi terkait. Berdasarkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p yaitu 0,001 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang tentrum dan manajemen marah pada anak di usia pra sekolah.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Wanita di Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol, Purworejo Rukmi, Dwi Kartika; Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.684

Abstract

Masalah mengenai kanker payudara masih menjadi tantangan khusus bagi wanita usia subur di Indonesia. Pencegahan yang digalangkan di Indonesia adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Pemerintah Desa Singkil Wetan berusaha untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan wanita untuk meningkatkan kualitas kesehatan wanita diwilayahnya. Salah satunya mengenai pelatihan SADARI sebagai tindak lanjut edukasi kanker payudara yang pernah dilakukan. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui tingkat ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan SADARI pada wanita di Desa Singkil Wetan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa pelatihan diikuti oleh 26 peserta yang rata rata berusia 43,07 ± 9,82 tahun, berlatar belakang Pendidikan SMA (65,45%) dan memiliki aktivitas sebagai ibu rumah tangga (57,7%). Mayoritas peserta tidak pernah melakukan cek rutin terkait kondisi payudaranya ke dokter (96,2%), tidak dapat melakukan SADARI 61,5%, dan tidak rutin melakukan SADARI (76,9%). Setelah diberikan pelatihan didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (pv:0,000) untuk tingkat ketrampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan dimana skor ketrampilan sebelum pelatihan untuk para peserta rata rata adalah 7,85 ± 0,97 dan skor ketrampilan setelah pelatihan para peserta rata rata adalah 12,2 ± 1,05. Kategorisasi tingkat ketrampilan dalam melakukan SADARI didapatkan sebelum dilakukan pelatihan semua peserta (100%) berada pada kategori sedang, sedangkan pada hasil kategorisasi setelah dilakukan pelatihan didapatkan bahwa sebanyak 84,6% peserta sudah berada dalam kategori tinggi dan hanya 15,4% yang masih berada dalam kategori sedang. Peningkatan motivasi untuk melakukan SADARI perlu terus diupayakan dengan memanfaatkan hasil pelatihan yang sudah didapatkan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Anemia Defisiensi Besi Pada Siswa Remaja Putri di SMA Negeri 1 Gamping Wuri Winahyu Sari, Ike; Dwi Kartika Rukmi; Rizqi Wahyu Hidayati; Fajriyati Nur Azizah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.748

Abstract

Rematri rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap rematri tentang anemia defisiensi besi serta bagaimana cara pencegahannya agar dapat menekan risiko dari kejadian anemia tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2022 di SMA Negeri 1 Gamping. Acara dihadiri oleh total sebanyak 114 siswa. Sementara sasaran penyuluhan ini adalah sebanyak 80 siswa rematri yang pada saat pelaksanaan dihadiri oleh 75 siswa rematri. Metode yang digunakan adalah evaluasi awal berupa pretest tentang anemia defisiensi besi. Dilanjutkan dengan pemberian materi anemia defisiensi besi dan menonton video pelayanan kesehatan tentang anemia dari Kemenkes. Selanjutnya evaluasi akhir berupa posttest tentang materi penyuluhan yang telah diberikan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan pada pengetahuan dan sikap rematri tentang anemia defisiensi besi dengan masing-masing p value <0,001.
Edukasi Audio Visual dalam Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus pada Anak Usia Sekolah Nirmalasari, Novita; Rizqi Wahyu Hidayati; Dwi Kartika Rukmi; Arif Adi Setiawan
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.761

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang rawan bencana dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Peristiwa bencana berkaitan dengan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana dengan salah satu upayanya adalah edukasi terkait bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hasil kegiatan tersebut didapatkan bahwa sebanyak 21 peserta menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak jika dibandingkan laki laki sebesar 38% dengan usia peserta sebagian besar berusia 11 tahun (90,6%). Peningkatan pengetahuan ditunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest yaitu sebesar 21,59. Pada masa anak usia sekolah dasar ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak sangat peka dan mudah mempelajari sesuatu. Usia mempengaruhi pengetahuan, sikap, daya tangkap dan pola pikir anak. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir sehingga pengetahuan yang didapatkan semakin membaik. Perbedaan gender dapat menimbulkan perbedaan fisiologi dan memengaruhi perbedaan psikologis dalam belajar. Laki-laki dan perempuan memiliki berbagai perbedaan yang mengakibatkan perbedaan cara berpikir dan cara menyelesaikan masalah dalam belajar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terjadinya peningkatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Upaya Peningkatan Kewaspadaan Hipertensi Melalui Pengendalian “CERDIK” Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak 1 Bantul Wuri Winahyu Sari, Ike; Dwi Kartika Rukmi; Anastasia Suci Sukmawati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 6 No 1 (2024): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v6i1.1289

Abstract

Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah dan seringkali tidak memiliki gejala, sehingga baru diketahui setelah menyebabkan kerusakan pada jantung. Pengendalian hipertensi penting dilakukan sebagai upaya menekan terjadinya komplikasi. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian hipertensi dengan upaya CERDIK di wilayah Puskesmas Pandak 1. Sasaran kegiatan ini adalah warga dalam wilayah binaan Puskesmas Pandak 1 berjumlah 100 orang. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Maret 2023 dengan metode pemberian penyuluhan yang sebelum dan sesudahnya dilakukan evaluasi untuk menilai peningkatan pengetahuan tentang pengendalian CERDIK. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian hipertensi dengan peningkatan nilai rata-rata 20,5 dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p<0,05. Hasil penyuluhan ini dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan kewaspadaan warga masyarakat di wilayah binaan Puskesmas Pandak 1 melalui pengendalian CERDIK.
Key Predictors for Reducing Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting Among Cancer Patients Sari, Ike Wuri Winahyu; Rukmi, Dwi Kartika; Yulaikhah, Lily
Indonesian Journal of Cancer Vol 19, No 2 (2025): June
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v19i2.1289

Abstract

Background: Chemotherapy-induced nausea and vomiting (CINV) is a common and distressing side effect for many cancer patients. Given its high prevalence, it is essential to investigate additional factors associated with CINV. This study aimed to identify key predictors for reducing CINV in cancer patients undergoing chemotherapy.Method: This study used a descriptive-analytical design with a cross-sectional approach conducted in one of the public hospitals in Yogyakarta from March to September 2023. Of the 100 samples purposively selected, they joined the study. Inclusion criteria were patients with any cancer type undergoing chemotherapy, aged 18 years or older, and who had signed informed consent. Exclusion criteria included patients experiencing sudden emergencies or families not consenting to data collection. Demographic characteristics and CINV moments were measured during chemotherapy sessions using the Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INVR), which measures experiencing symptoms over the previous 12 hours. The collected data were then analyzed using descriptive statistics. The correlation between demographic characteristics and CINV was analyzed using bivariate and multivariate analyses to identify the predictors of CINV.Results: The average INVR score among patients experiencing CINV was 9.20 ± 7.29, with a range of 0–32, and most patients experienced moderate CINV. Bivariate analysis revealed that cancer stage and the type of family caregiver were significantly correlated with CINV (both with p 0.001). Multivariate analysis confirmed that cancer stage (β = 0.440; p 0.001) and family caregiver type (β = 0.255; p = 0.004) were strong predictors of CINV. Patients in advanced cancer stages and those cared for by child caregivers were at higher risk for more severe CINV symptoms.Conclusion: The findings highlight key factors associated with CINV among cancer patients. Understanding these predictors can help in developing targeted interventions to manage CINV better. Educating patients and their families about CINV management and incorporating patient feedback into care practices could improve patient outcomes and overall well-being.