Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah Surabaya Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Damawiyah, Siti; Sari, Ratna Yunita; M.shodiq, M.Shodiq; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15376

Abstract

ABSTRAK Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Mereka menganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dan terdapat banyak pondok pesantren dengan prevalensi skabies cukup tinggi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pengetahuan santri diukur dengan dilakukan pre post test dengan kuisioner mengenai perilaku hidup bersih sehat dan tentang penyakit skabies. Hasil pretest dan postest terhadap 50 santri, didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar tentang perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan skabies. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi santri untuk melakukan pencegahan penyakit skabies. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Pencegahan, Skabies ABSTRACT Skabies is not given much attention by students in Islamic boarding schools. They consider their habits of maintaining personal hygiene to be sufficient and will not cause health problems, especially skin diseases. Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and there are many Islamic boarding schools with a fairly high prevalence of skabies. The activities carried out in this community service aim to increase knowledge about clean living behavior and prevention of skabies at the Assalafi Alfitrah Islamic Boarding School. The method used is to provide education using a lecture method about clean and healthy living behavior. The students' level of knowledge was measured by carrying out a pre-post test with a questionnaire regarding healthy, clean living behavior and skabies.  The results of the pretest and posttest on 50 students showed an increase in knowledge of 52% regarding healthy, clean living behavior and skabies prevention. Health education can increase knowledge and motivate students to prevent skabies.  Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Prevention, Skabies
PENGUATAN KAPASITAS SANTRIWATI DALAM MENGATASI PENYAKIT MENULAR DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Muhith, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26513

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu yang kerap sekali menjadi lokasi penularan penyakit akibat padatnya santri yang bermukim. Padatnya aktivitas santri dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran santri dalam perilaku kesehatan, menyebabkan santri mudah tertular penyakit. Penguatan kapasistas santri dalam mengpenyatasi akit menular melalui edukasi kesehatan untuk membantu santri dalam memecahkan masalah, menangani, mencegah, dan memutus rantai penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas santri melalui edukasi yang diberikan dan mampu membantu menjaga kesehatan individu ataupun kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang penyakit menular menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan bantuan media edukasi microsoft power point, Buku Panduan Penyakit Menular, dan lembar kuesioner pre test-post test. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. Hasil edukasi penyakit menular di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, sebesar 27,6% santri cukup memahami tentang penyakit menular, sedangkan 72,4%% santri memahami dengan baik bagaimana penanganan dan pencegahan penyakit menular. Setelah dilakukan edukasi, tingkat pemahaman santri tentang penyakit menular meningkat menjadi 96,5% baik, dan 3,5% masih cukup memahami tentang edukasi yang diberikan. Terdapat perbedaan dampak perlakuan antara edukasi penyakit menular sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan.
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) BERBASIS VIDEO DAN CEK RUTIN GULA DARAH DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA Muhith, Abdul; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31906

Abstract

Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yang mencakup kegiatan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan masa tua yang bahagia dan berdayaguna. Oleh karena itu, penting sekali lansia tahu pentingnya kegiatan Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader dan warga lansia melalui edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada di tempat mitra yaitu terkait masalah Diabetes Melitus pada warga Lansia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi sosialisasi tentang Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA pada warga lansia. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) dan Senam Lansia di desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Hasil Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video Menunjukan sebagian besar 44 (73,4%) warga Lansia memiliki GDA hasil Tidak Normal sedangkan setelah diberikan diberikan sosialisasi dan Implementasi DSME hasilnya sebagian besar 36 (60%) warga lansia memiliki GDA hasil Normal. Terdapat penurunan hasil cek GDA yang tidak Normal dari dampak perlakuan edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tersebut. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga lansia untuk dapat menyelesaikan masalah secara holistik mulai dan biopsikospiritual yang berkaitan dengan masalah kesehatan, dan pencegahan serta perawatan Diabetes Mellitus pada warga lansia.
PENGUATAN PENGETAHUAN SPIRITUAL CARE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PENDERITA DIABETES MELLITUS Hasina, Siti Nur; Shodiq, M.; Misutarno, Misutarno; Putri, Rahmadaniar Aditya; Noventi, Iis; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32066

Abstract

Pasien yang hidup dengan diabetes mengalami gangguan kejiwaan yang terjadi bersamaan, seperti depresi, dapat menghambat pengelolaan diabetes dengan menurunkan kepatuhan pengobatan. Meskipun diabetes dapat dikelola melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, pola makan, dan olahraga, manajemen spiritual dan psikologis juga sangat dibutuhkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kader Kesehatan dan penderita diabetes mellitus melalui spiritual care dalam meningkatan kesehatan mental Penderita Diabetes Mellitus. sebelum mengikuti kegiatan masyarakat Sebagian besar 60% berpengatuan kurang dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan Sebagian besar 82% berpengetahuan baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan para penderita diabetes hidup Bahagia dan meningkatnya kualitas hidupnya.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM REHABILITASI KOGNITIF DAN SPIRITUAL PENDERITA STROKE Faizah, Imamatul; Kartini, Yanis; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Aulia, Nurlisa Naila
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8030

Abstract

Stroke is a major global health problem. Stroke survivors experience impairments in motor, cognitive, psychological, and sensory functions that can hinder daily activities. The independence of stroke survivors is highly dependent on family support for prolonged stroke care at home. Families and stroke survivors require education on self-management, diet, medication, and rehabilitation to prevent disability and death, thereby enhancing the meaning of life for stroke survivors. The purpose of this community service is to optimize the role of families in improving cognitive and spiritual rehabilitation for stroke survivors. The community service activities were carried out within the RW 06 area of ​​Wonokromo Village, Surabaya City. The training method used a participatory approach through lectures, discussions, brainstorming, and live demonstrations to increase family knowledge in optimizing spiritual and cognitive rehabilitation for stroke survivors. This activity was held from May to July 2025 and was attended by 56 families of stroke survivors. The results of the evaluation of the training activities showed an increase in knowledge and skills as indicated by the pretest results of 19.8% increasing to 50% of the posttest results accompanied by an increase in good skills where families can directly practice physical, spiritual and cognitive exercises that can improve neurological improvement and minimize the number of recurrent strokes.
OPTIMALISASI SELF-MANAGEMENT MELALUI HEALTH COACHING DAN PSIKOEDUKASI GIZI UNTUK KONTROL GULA DARAH OPTIMAL Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Shodiq, M.; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8042

Abstract

Pengelolaan diabetes tipe 2 yang efektif sangat bergantung pada kemampuan pasien dalam melakukan self-management, termasuk pengendalian pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, masih banyak pasien menghadapi kesulitan dalam mengendalikan gula darahnya akibat kurangnya pemahaman dan motivasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching dan psikoedukasi gizi sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 06 Kelurahan Wonokromo Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui ceramah, diskusi hingga demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai self-management melalui health coaching dan psikoedukasi gizi untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2025 dan diikuti oleh 10 kader dan 20 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi Setelah pelaksanaan program, terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan motivasi pasien terkait self-management diabetes dengan hasil pretest 35% meningkat menjadi 86% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan psikoedukasi gizi. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam program pengelolaan diabetes di masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.