Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF GIVING INSTANT NOODLES PATETA (CATFISH, TEMPEH FLOUR, AND TAPIOCA FLOUR) ON BODY WEIGHT OF UNDERWEIGHT TODDLERS Aisyah, Salsabila; Podojoyo, Podojoyo; Mardiana, Mardiana; Yulianto, Yulianto; Sartono, Sartono
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 2 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.2.17351

Abstract

Underweight remains one of the most common nutritional problems among toddlers, characterized by body weight that does not meet age standards due to inadequate nutrient intake. One effort to help meet toddlers’ nutritional needs is through the provision of supplementary food (PMT) in the form of instant noodles made from catfish, tempeh flour, and tapioca flour. This study aims to determine the effect of instant noodles based on catfish, tempeh flour, and tapioca flour on the body weight of underweight toddlers at Makrayu Public Health Center. A quasi-experimental method with a pre-test and post-test control group design was used. The study was conducted over 21 days with a total sample of 59 toddlers aged 24–59 months, selected using simple random sampling. The participants were divided into two groups: 29 toddlers in the treatment group and 30 toddlers in the control group. The results showed that the treatment group experienced an average weight gain of 0.3983 kg, while the control group showed an average gain of 0.2033 kg. Statistical analysis using independent t-test indicated a significant effect of the instant noodles on weight gain among underweight toddlers at Makrayu Health Center (p-value = 0.002).
P Pengaruh Pemberian Modifikasi Makanan Selingan Puding Labu Kuning & Wortel Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD Palembang BARI Susanti, Tiara Indah; Nazarena, Yunita; Podojoyo, Podojoyo
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1748

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang disebabkan karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kasus diabetes melitus setiap tahun terus meningkat, sehingga penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu intervensi non farmakologis yang penting yaitu melalui pengaturan konsumsi serat harian. Salah satu altelrnatif untuk melnurunkan kadar glukosa dalam darah dipelrlukan altelrnatif belrupa modifikasi makanan sellingan tinggi selrat yakni puding labu kuning & wortel. Penelitian ini bertujuan untuk melngeltahui pelngaruh pelmbelrian puding labu kuning & wortel selbagai makanan sellingan pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Penelitian quasi elxpelrimelnt ini menggunakan rancangan onel group prel-telst - post-telst dengan sampel 32 pasien diabetes mellitus di RSUD Palembang Bari. Kelompok perlakuan diberikan puding labu kuning & wortel selama 7 hari berturut-turut. Hasil uji statistik (t-delpelndelnt) menunjukkan signifikansi perubahan kadar glukosa darah setelah pemberian puding labu kuning & wortel dengan nilai P < 0,05. Puding labu kuning & wortel bermanfaat sebagai alternatif makanan selingan tinggi serat yang dapat mengontrol kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus.
Pengaruh Pemberian Puding Purple Mushroom (Ubi Jalar Ungu dan Jamur Tiram) sebagai Makanan Selingan Penderita Hiperkolesterolemia Pegawai Puskesmas Pagar Jati Mitha, Dwi Frah; Nazarena, Yunita; Podojoyo, Podojoyo; Rotua, Manuntun; Sihite, Natasha Weisdania; Eliza, Eliza
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v8i2.653

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kadar kolesterol total dalam darah > 200 mg/dL. Peningkatan hiperkolesterolemia diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian di dunia. Faktor penyebab hiperkolesterolemia antara lain pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya asupan serat harian. Salah satu alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah melalui pemberian makanan selingan tinggi serat, yaitu puding purple mushroom berbahan dasar ubi jalar ungu dan jamur tiram yang dikembangkan sebagai solusi inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian puding purple mushroom (ubi jalar ungu dan jamur tiram) sebagai makanan selingan terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia pegawai Puskesmas Pagar Jati. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar kolesterol pada responden sebanyak 35 orang adalah sebesar 52,49 mg/dL. Hasil uji statistik (t-dependent) menunjukkan nilai p-value < 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian puding purple mushroom terhadap penurunan kadar kolesterol penderita hiperkolesterolemia pegawai Puskesmas Pagar Jati.
Analisis Faktor Kinerja Bidan Dalam Pendokumentasian Buku KIA Mawarti, Fitri; Podojoyo, Podojoyo; Ocktariyana, Ocktariyana
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v8i2.657

Abstract

Background : To improve maternal and child health, the MCH (Maternal and Child Health) Handbook has been introduced as the primary tool for recording healthcare services. To identify the factors associated with midwives' performance in documenting the MCH Handbook used a cross-sectional design. Sample included all 33 midwives. Results: Bivariate analysis showed that knowledge level (p = 0.001), motivation (p = 0.002), and length of service (p = 0.005) were significantly associated with midwives' performance in documenting the MCH Handbook. In contrast, age (p = 0.162) and education level (p = 0.114) were not significantly associated. Conclusion: There is a significant relationship between midwives’ knowledge, motivation, and length of service and their performance in documenting the MCH Handbook. Socialization, orientation, and regular monitoring and evaluation are recommended to improve documentation practices. Keywords: midwife performance, knowledge, motivation, MCH Handbook