Claim Missing Document
Check
Articles

PKM PENTINGNYA BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN siregar, juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.926

Abstract

Pada Era teknologi canggih ini makin dirasakan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah selain ahli-ahli bahasa,semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan peraktik bahasa.semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa.melaui bahasa,kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk,dibina,dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang.dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi,maka semua yang berada disekitar manusia,peristiwa-peristiwa,binatang-binatang,tumbuh-tumbuhan,hasil cipta karya manusia dan sebagainya mendapat tanggapan dalam pikiran manusia disusun dan diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi.komunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.bahasa memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebiasaan,adat istiadat,kebudayaan serta latar belakangnya masing-masing.
PENINGKATAN KOMPETENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAKU BAGI SISWA MADRASAH TSANAWIYAH PASIR NAULI KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS Siregar, juliana; Pasaribu, Heka Afriannur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 1 No. 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v1i1.985

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada ragam-ragam bahasa Indonesia dan meningkatkan kompetensi mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia baku. Kami melakukan beberapa kegiatan yang kami bagi ke dalam tiga tahapan mulai dari tahap awal (observasi) sampai tahap akhir (evaluasi). Pada tahap awal kami mengumpulkan informasi menggunakan wawancara, kuesioner, dan latihan diagnostic test. Pada tahap inti, kami memberikan penyuluhan tentang ragam-ragam bahasa dan aturan tatabahasa Indonesia baku. Pada tahap akhir, kami melakukan evaluasi melalui kegiatan sharing session dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme siswa yang tinggi mengikuti kegiatan dan peningkatan kompetensi menjawab soal-soal tatabahasa Indonesia yang sebelumnya tidak dipahami dan disalahgunakan. Kata Kunci: tata bahasa Indonesia, ragam baku, bahasa gaul ABSTRACT This activity aims to introduce students to the variety of Indonesian languages and to improve their competence in using Indonesian standard language. We carried out three stages of activities from the initial stage to the final stage. In the initial stage, we collected information by interview, questionnaires, and diagnostic tests to gain information about the students' problems in using the language. At the core stage, we presented materials on the variety of Indonesia languages and the correct use of grammatical rules. In final stage, we made evaluation throu sharing session and posttest. Keywords: Indonesian grammar, standard language, slang languange
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SMA NEGERI 1 BATANG ANGKOLA Siregar, juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 2 No. 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v2i1.986

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menerapkan model pembelajaran berbasis proyek sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi. Dan Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batang Angkola bulan September 2019 sampai dengan bulan November 2019.dan Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIPA-2 SMA Negeri 1 Batang Angkola tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian adalah keterampilan berbahasa Indonesia. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi meningkat pada siklus I menunjukkan rata-rata 69, dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 46,88% dan pada siklus II menunjukkan rata-rata 89 dengan ketuntasan klasikal 90,63% atau terjadi peningkatan 44%; 2) aktivitas belajar siswa meningkat pada siklus I antara lain membaca dan menulis 37%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan menurut pengamatan pada Siklus II antara lain membaca dan menulis 32%, mengerjakan LKS 35%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia dan aktivitas belajar siswa dalam dua siklus. Kata Kunci: project based learning, keterampilan berbahasa Indonesia, aktivitas Abstract This study applies a project-based learning model as an effort to improve students' Indonesian language skills in the observation report material. This classroom action research took place in two cycles. The research was conducted at SMA Negeri 1 Batang Angkola from September 2019 to November 2019. The research subjects were all students of class X MIPA-2 SMA Negeri 1 Batang Angkola in the 2019/2020 academic year, totaling 32 students. The object of research is Indonesian language skills. The results showed: 1) the students' Indonesian language skills on the material of the observation report increased in the first cycle, showing an average of 69, with classical learning completeness of 46.88% and in the second cycle showed an average of 89 with classical completeness of 90.63 % or an increase of 44%; 2) student learning activities increased in the first cycle including reading and writing 37%, working on worksheets 32%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 5%, and 5% irrelevant to teaching and learning activities. Meanwhile, according to observations in Cycle II, among others, reading and writing 32%, doing worksheets 35%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 9%, and 3% irrelevant to teaching and learning activities. Thus the application of the project-based learningmodel can improve Indonesian language skills and student learning activities in two cycles. Keywords: project based learning, Indonesian language skills, activities
BENTUK TINDAK TUTUR PERSUASI PERAWAT DAN PASIEN DI PUSKESMAS PINTU PADANG Siregar, juliana; Pasaribu, Heka Afriannur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 2 No. 3 (2020): Vol. 2 No. 3 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v2i3.987

Abstract

Abstarct In Disclosure and purpose for different language events. In Puskesmas, the Tuturan between the nurse and the patient to express the intent behind the gutura and show the actions. Therefore this research aims to describe the function of speech in the speech speech in the speech speech and patient at the Padang Door Puskesmas, Angkola bar sub-district and describe the form of persuasion used by nurses and patients in Padang Door Puskesmas Batang Angkola. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. And the source of this research data is the speech of nurses and patients, the guturances between nurses and patients at Padang Door Puskesmas Batang Angkola District, and written documents in the form of interstellar transcripts in the nurse and Padang Door Puskesmas patient Batang Angkola District. As for the collection of data is obtained using the listening method and followed by advanced techniques: skill-free listening technique and note-free technique. And the results of this study are nurse and patient at Padang Door Puskesmas Nurse batang angkola sub-district using persuasion. Where The form of persuasion used is the rationalization of 4 tuturan, suggestion of 2 tuturan, identification of 3 tuturan conformity as many as 4 tuturan, replacement of 2 tuturan, compensation of 2 tuturan and projection of 1 tuturan. Keywords: form of speech, persuasion. ABSTRAK Dalam Pengungkapan tuturan dan tujuan untuk peristiwa berbahasa Berbeda-beda. Di Puskesmas, tuturan antara perawat dan pasien untuk mengungkapkan maksud di balik tuturan dan memperlihatkan tindakan-tindakan. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan fungsi tindak tutur dalam tuturan perawat dan pasien di puskesmas Pintu Padang,Kecamatan batang Angkola serta mendeskripsikan bentuk persuasi yang digunakan oleh perawat dan pasien di puskesmas Pintu Padang,Kecamatan Batang Angkola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dan Sumber data penelitian ini adalah tuturan perawat dan pasien, tuturan antara perawat dan pasien di puskesmas Pintu Padang Kecamatan Batang Angkola, dan dokumen tertulis berupa transkip tuturan antartokoh dalam tuturan perawat dan pasien puskesmas Pintu Padang Kecamatan BAtang Angkola ini. Adapun Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dan diikuti dengan teknik lanjutan yaitu : teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Dan Hasil penelitian ini yaitu tuturan perawat dan pasien di puskesmas Pintu Padang Kecamatan batang Angkola perawat menggunakan persuasi. Dimana Bentuk persuasi yang digunakan adalah rasionalisasi sebanyak 4 tuturan, sugesti sebanyak dua tuturan, identifikasi sebanyak tiga tuturan konformitas sebanyak 4 tuturan penggantian sebanyak dua tuturan, kompensasi sebanyak dua tuturan dan proyeksi sebanyak satu tuturan. Kata kunci: bentuk tindak tutur, persuasi
PENTINGNYA PEMBELAJARAN MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERWAWASAN LITERASI DI PERGURUAN TINGGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI siregar, juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia berwawasan literasi di perguruan tinggi dalam menghadapi era globalisasi. Pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi harus senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Mata kuliah bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mentrasfer ilmu pengetahuan ,trasmorfasi sikap serta membantu mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat dalam proses pembelajaran. Selain itu mata kuliah bahasa Indonesia merupakan alat yang mampu mendorong mahasiswa untuk senantiasa aktif dalam menghadapi era globalisasi yaitu yang mengharuskan mahasiswa untuk mampu menguasai teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia berwawasan literasi di perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi dalam menghadapi era globalisasi harus bersifat kontekstual artinya selain berorientasi dalam memahami bahasa dan fungsinya, berbahasa Indonesia yang baik dan benar, mahasiswa juga harus mampu menguasai teknologi dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan yang nyata. Mata kuliah bahasa Indonesia berwawasan literasi menuntut mahasiswa bukan hanya memahami tentang membaca ,menulis dan berhitung tetapi pada era globalisasi menuntut mahasiswa untuk mampu menguasai literasi teknologi dan data yang berbasis on line. Oleh karena itu kesuksesan mata kuliah bahasa Indonesia berwawasan literasi akan terlihat pada produk yang dihasilkan mahasiswa yaitu berupa karya ilmiah,jurnalistik ataupun sebuah karya sastra yang isinya berhubungan dengan keterampilan literasi.Mata kuliah bahasa Indonesia tidak hanya sekedar pada penugasan materi tetapi lebih ditekankan pada keterampilan berbahasa yaitu aspek membaca,mendengar,berbicara dan menulis.Oleh sebab itu,kemampuan literasi dalam bidang ilmu menjadi kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa agar dapat hidup dan berkehidupan pada era globalisasi sekarang ini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE PARAFRASE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PROGRAM STUDI S -1 KEBIDANAN siregar, juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.995

Abstract

Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan menyimak mahasiswa yang sangat rendah sehingga tidak mencapai ketuntasan kemampuan belajar yang diharapkan. Permasalahan ini terjadi, diantaranya kurangnya pemahaman terhadap mata kuliah, dan ketidaktepatan dalam pemilihan cara pembelajaran yang digunakan dosen. Faktor lain, berasal dari mahasiswa adalah kurangnya motivasi untuk menyimak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan menyimak dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat proses menyimak mahasiswa melalui metode parafrase. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian berupa hasil tes unjuk kerja tertulis, hasil lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan angket mahasiswa terhadap pembelajaran menyimak melalui pemaham Metode parafrase mahasiswa program studi s-I Kebidanan universitas aufa royhan tahun pelajaran 2022-2023 yang berjumlah 30 orang. Prosedur penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran, yang pelaksanaanya dalam empat kali pertemuan dan berkolaborasi dengan dosen bahasa Indonesia di kampus yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Metode parafrase dapat meningkatkan kemampuan Kemampuan menyimak mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut. Pada siklus I, rata-rata hasil kemampuan menyimak mahasiswa adalah 71,50. Permasalahan yang terjadi pada siklus I ini adalah, (1) mahasiswa masih belum mampu menyimak materi dengan baik, (2) mahasiswa masih belum mampu mengungkapkan kembali materi yang disimaknya, (3) mahasiswa masih belum mampu membuat menjelaskan hasil simakannyanya, dan (4) mahasiswa masih belum percaya diri dalam bersosialisasi dalam lingkungan sekitarnya. Pada siklus II, rata-rata hasil kemampuan menyimak mahasiswa meningkat, yaitu 80,70. Perubahan tingkah laku yang tampak dalam pembelajaran Kemampuan menyimak rnelalui pemahaman Metode parafrase yaitu mahasiswa merasa senang, lebih bersemangat, aktif dan mandiri dalam melaksanakan tugasnya, mahasiswa juga lebih memahami materi simakan melalui Metode parafrase tersebut.
PENYULUHAN PENDIDIKAN DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA PRIA DI LAPAS siregar, juliana; Harahap, Olivia Feby Mon; Afriannur, Heka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1242

Abstract

Adapun tujuan daripada penyuluhan ini adalah untuk memberikan pendiikan dalam pembinaan terhadap Narapidana di Lapas padangsidimpusn tenggra dengan tujuan pembinaan yang tertuang dalam undang-undang republik Indonesia Nomor 12 Pada Tahun 1995 tentang lambaga pemasyrakatan,dan juga untuk menentukan tentang tata cara pembinaan yang harus dilakukan kepada Narapidasna di lembaga Pemasyarakatan Keccamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2023 dan dqata yang diambil melalui angket,dokumentasi dan observasi di lembaga Pemasyarakatan Padangsidimpuan Tenggara,Narapidana dan juga Petugas Lembaga Pemasyarakatan,berdasarkan hasil analisa tersebut maka ditemukan jawaban tentang Bagaimana Tinjauan Hukum Negara Republik Indonesia Nomor 12 thun1995 Tentang lembaga Pemasyarakatan dengan Pembinaan narapidana Di lapas Padangsidimpuan Tenggara sebagian besar sudah baik,namun ada juga beberapa hal yang harus diperbaiki.
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS AUFA ROYHAN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN TERHADAP PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN siregar, juliana; Harahap, Olivia Feby Mon; Afriannur, Heka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1298

Abstract

dapun Judul daripada Penelitian ini adalah Persepsi Mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan Terhadap Peran Bahasa Indonesia dalam pelayanan Kebidanan.(Studi Deskriptif kuantitatif Tentang Persepsi Mahasiswa Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan Terhadap Peran Bahasa Indonesia dalam Asuhan Kebidanan). Dan Teori yang digunakan disini yaitu Tentang Komunikasi dan Persepsi Kata Kunci: Mahasiswa,Bahasa Indonesia,Kebidanan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS CERPEN SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 5 ANGKOLA MUARATAIS Siregar, Juliana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 2 (2020): Vol.5 No. 2 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i2.310

Abstract

This study aims to know whether there is a significant influence of using pair share learning model on students’ ability in analyzing short stories at the eleventh grade students of SMP Negeri 5 Angkola Muaratais. The research was conducted by applying experimental method (one group pretetst post test design) with 24 students as the sample and were taken by using random sampling technique from 192 students. Test and observation were used in collecting the data. Descriptive and inferential analyzes are used to analyzed the data. Based on the data analysis, it was found: (a) the average of using pair share learning model was 3.20 (good category) and (b) students’ ability in analyzing short stories before using pair share learning model was 61.6 (enough category) and after using pair share learning model was 79 (good category). Furthermore, based on inferential statistics by using paired sample ttest, the result showed ttable was less than tcalculated (1.714 > 11. 9). It means, there is a significant influence of using pair share learning model on students’ ability in analyzing short stories at the eleventh grade students of SMP Negeri 5 Angkola Muaratais.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA TUTURAN PERAWAT KE PASIEN DI PUSKESMAS MUARATAIS Siregar, juliana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 5 No 1 (2020): Vol. 5 No. 1 Juni 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v5i1.983

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the realization of language politeness in the speech of nurses to patients based on Leech politeness principles. And The data in this study are qualitative data derived from the speech of nurses in the inpatient room of Barru Hospital. The main instrument in this study is the researcher himself with all his knowledge about pragmatics supported by three supporting instruments, namely mobile phones, data identification instruments, and data cards. There are two data collection techniques used in this study, namely recording techniques and notes. The data in this study were analyzed through five stages, namely data transcription, identifying data, clarifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results showed that there were speeches that obeyed the rules of politeness while others violated the rules of politeness. And The speech is detailed as follows: (1) based on wisdom maxim found 5 data that obeys the maxim with subindicators provides information there are 3 data, offers something to benefit others there is 1 data, and uses the word help in direct command and uses question marks to govern there is 1 data and 3 data that violates the maxim with subindicators governing directly; (2) based on the maxim of generosity, found 4 data that adhere to the maxim with subindicators implies a loss to oneself there is 1, provides assistance in the form of self-action there is 1 data, and gives suggestions there are 2 data and no data violating; (3) based on the maxim of appreciation found 2 data that adhere to the maxim with subindicators do not state things that do not please others there is 1 data and give sincere appreciation, such as giving praise there is 1 data and no data violating; (4) based on the maxim of simplicity, found 1 data that adheres to the maxim with subindicators showing self weaknesses and being inferior has 1 data and no data that violates the maxims; (5) based on the maximization of agreement, found 2 data that adhere to the maxim with subindicators wanting themselves with others to agree, agree or fit there are 2 data and no data violating; (6) based on the maximal conclusions, 1 data was found that obeys the maxims with subindicators condolence towards the misfortune of others and no data that violates the maxim. Keywords: Language politeness, language politeness principle, nurse speech. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa pada tuturan perawat ke pasien berdasarkan prinsip kesantunan Leech. Dan Data dalam penelitian ini merupakan data kualitatif yang bersumber dari tuturan perawat di ruangan inap puskesmas Muaratais. Instrumen utama dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri dengan segenap pengetahuannya tentang pragmatik dengan didukung oleh tiga instrumen penunjang, yaitu handphone, instrumen identifikasi data, dan kartu data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu teknik rekam dan catat. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan melalui lima tahap, yaitu transkripsi data, mengidentifikasi data, mengklarifikasi data, menganalisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tuturan yang mematuhi kaidah kesantunan ada pula yang melanggar kaidah kesantunan. Tuturan tersebut dirinci sebagai berikut: (1) berdasarkan maksim kebijaksanaan ditemukan 5 data yang mematuhi maksim dengan subindikator memberikan informasi terdapat 3 data, menawarkan sesuatu untuk mengguntungkan orang lain terdapat 1 data , dan menggunakan kata tolong dalam memerintah secara langsung serta menggunakan tanda tanya untuk memerintah terdapat 1 data dan 3 data yang melanggar maksim dengan subindikator memerintah secara langsung; (2) berdasark maksim kedermawanan, ditemukan 4 data yang mematuhi maksim dengan subindikator menyiratkan kerugian pada diri sendiri terdapat 1, memberikan bantuan sesuatu yang berupa tindakan diri terdapat 1 data, dan memberikan saran terdapat 2 datadan tidak ada data yang melanggar; (3) berdasarkan maksim penghargaan ditemukan 2 data yang mematuhi maksim dengan subindikator tidak menyatakan hal-hal yang tidak menyenangkan orang lain terdapat 1 data dan memberikan penghargaan secara tulus, seperti memberikan pujian terdapat 1 datadan tidak ada data yang melanggar; (4) berdasarkan maksim kesederhanaan, ditemukan 1 data yang mematuhi maksim dengan subindikator menunjukkan kelemahan diri sendiri dan bersikap rendah diri terdapat 1 data dan tidak ada data yang melanggar maksim; (5) berdasarkan maksim pemufakatan, ditemukan 2 data yang mematuhi maksimdengan subindikator menghendaki diri dengan orang lain sepakat, setuju atau cocok terdapat 2 data dan tidak ada data yang melanggar; (6) berdasarkan maksim kesimpatian, ditemukan 1 data yang mematuhi maksim dengan subindikator ucapan belasungkawa terhadap kemalangan orang lain dan tidak ada data yang melanggar maksim. Kata kunci :Kesantunan berbahasa, prinsip kesantunan berbahasa, tuturan perawat.
Co-Authors Adela, Adela Adira, Elsa Afriani, Winda Afriannur, Heka Al Ikhlas, Al Ikhlas Aldinda, Anggun Ali Anis Anati, Mutiara Andini, Nurul Anggraini, Diana Fitri Anggraini, Ezi Aninda, Femira Nasyirah Anni Faridah Antoni, Jefri Aprillia, Eka Ariusni Ariusni Armel, Bunga Melati Artha, Dwirani Puspa Asmar Yulastri Atikah, Rahadatul Aysi A’yuni, Qurrata Cahyani, Bunga Gusti Cahyani, Vella Tri Cici Andriani Dewi, Mega Silvia Dollah, Elda Febri Edlin, Dhelsa Arindi Efendi, Elma Wahyuni elida elida Ertanto, Boby Faiza, Ardiana Febriani, Lia Febriyanti, Lucy Fitri Rahmadani, Fitri Fridayanti, Lucy Gusnita, Wiwik Gusnita, Wiwik Gusnita Harahap, Olivia Harahap, Olivia Feby Mon Hidayat, Kurnia Holinesi, Rahmi Honesty, Helga Nuri Indrayeni, Wiwik Insan, Ranggi Rahimul Jannah, Yori Raudhatil Jasmine, Zoya Jefriyanto, Jefriyanto Kasmita Kasmita Khaira Ummah, Kuntum Lubis, Nur Laila Annisa Lucy Fridayati Mardiyah, Fauzanil Martua, Ansori Mudhiah, Putri Khansa Nasution, Nuraliah Pasaribu, Heka Afriannur Pebriani, Amelia Pertiwi, Ayunda Putri Yanti, Aimi Dwi Putri, Syandra Meylani Rahmadini, Nur Rahmi Hidayatul Kharnisa, Aulia Rahmi Holinesti Rahmi, Zulfiandra Rina Anindita Riski Baroroh Salsabila, Shofira Saqinah, Natasya Siti Khairun Nisa Susanti, Hafifah Mardiah Syahrul R, Syahrul Syajida, Jihan Tahira Fitri, Fenia ULWAN, NASEH Urmatul Uska Akbar Wahidzal, Fajri Wannur, Nabilah Azzahra Widyawati, Ilhami Pebi Wirnelis Syarif Wiwik Gusnita Wulandari, Yesi Dwi Yasih, Fitri Yelfi, Reno Zamil, Ilham Zebua, Sherli Rahmadani