Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Camilan Dawet Berbahan Dasar Daun Murbei (Morus alba L.) sebagai Upaya Diferensiasi Pangan Sehat di PKK RT 02 RW 06 Kelurahan Merjosari Malang Anitarakhmi Handaratri; Faidliyah Nilna Minah; Dwi Ana Anggorowati; Ayudya Mahendaringratry
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JIPPM - Desember 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.206 KB) | DOI: 10.54082/jippm.56

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dengan masyarakat negara lain yaitu suka sekali jajan, baik membuat sendiri maupun membeli di jajanan kaki lima. Untuk mengantisipasi jajanan atau camilan yang tidak sehat, perlu memperhatikan gizi yang terkandung di makanan. Salah satu camilan khas Indonesia yang sering dibeli adalah dawet atau sering disebut cendol. Cendol yang dijual di luar sering menggunakan bahan berbahaya, semisal pengawet atau pewarna tekstil. Alternatif bahan yang dapat digunakan adalah daun murbei yang sudah banyak diteliti khasiatnya. Pelatihan pembuatan dawet dari daun murbei dilaksanakan di wilayah PKK RT 2 RW 6 Kelurahan Merjosari Malang, karena pasokan bahan baku sangat besar di wilayah ini dan agar menjadi salah satu produk unggulan. Kegiatan ini juga mengusung pelatihan manajemen pemasaran yang mendukung penjualan produk dawet daun murbei nantinya. Dari hasil kuesioner yang disampaikan ke peserta, kegiatan pelatihan ini membuat masyarakat lebih memahami bagaimana mengolah camilan sehat dan memasarkan tidak hanya di seputaran RT 2 RW 6 namun diharapkan dapat dikenal secara luas oleh masyarakat Malang.
PENERAPAN MESIN PENGASAPAN IKAN PADA SENTRA USAHA IKAN ASAP KABUPATEN SIDOARJO Sany Andjar; Julianus Hutabarat; Dayal Gustopo; Dwi Ana Anggorowati; Muhammad Fatkhurozi; Yoga Putra Alviansyah; Nur Efendi; Widhiyanto
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.941 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v2i1.3438

Abstract

On the northeast coast of Sidoarjo Regency, East Java, most people carry out smoking business activities and have become a superior product for Sidoarjo Regency. The delicacy of smoked milkfish from the area which is the gateway to East Java Province is produced only from freshly caught fish. Fish are cultivated by paying attention to good water circulation so that they do not smell like the soil. Not only that, to produce savory smoked fish, fish must be processed traditionally, only with natural ingredients. The smoked fish craftsmen have fully memorized these conditions and guarded them for the continuity of their business. Smoked fish business centers in Sidoarjo are scattered in Sedati and Tanggulangin Districts. However, the largest is in Penatarsewu Village, Tanggulangin District. Processed fish is not limited to milkfish, but almost all types of fish caught in the sea and cultivated, such as tilapia, catfish and tuna. Different from the character of the village in general, almost every resident's house in Penatarsewu has a burning chimney. Some of the chimneys were made of iron, but others were constructed of red bricks mixed with sand and cement.
Pembuatan Teh Herbal Berbasis Kearifan Lokal Daun Seledri Di Desa Sumberejo Batu Dengan Pemasaran Melalui Program Website Terintegrasi Valerie Alpenada Valerie; Frisca Fitrianingrum; Dwi Ana Anggorowati
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.419 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v3i2.6002

Abstract

Sayur seledri telah menjadi produk utama unggulan di Desa Sumberejo Kota Batu. Berdasarkan potensi dan masalah yang disebutkan, tanaman seledri memiliki ketersediaan melimpah namun mempunyai umur simpan yang singkat sekitar 2-3 hari. Maka dengan adanya inovasi pembuatan teh herbal daun seledri serta pembuatan sistem pemasaran berupa Website diharapkan memberikan dampak positif pada sistem perekonomian masyarakat. Cara memperpanjang umur simpan dari sayur seledri dapat dilakukan dengan mengolah sayur seledri menjadi teh herbal. Untuk cara pengolahannya sendiri memanfaatkan sistem pengeringan. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengawetkan bahan pangan yang memiliki sifat mudah rusak atau busuk. Tujuan proses pengeringan sendiri untuk mengurangi kandungan air dalam bahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroba atau reaksi lain yang tidak dinginkan. Metode Pengeringan yang digunakan untuk mengolah sayur seledri menjadi teh herbal daun seledri dengan menggunakan sinar matahari selama 12 jam dan alat dehidrator dengan suhu 50°C selama 1 jam untuk mendapatkan hasil seledri kering.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SUMBEREJO BATU MELALUI PROGRAM WIRAUSAHA MENUJU DESA MANDIRI Dwi Ana Anggorowati; Veronica P. I; Mardhiyah A.S; Rizky N.N.; Faishal A.D.; M. Jamilulchal; Ido K.; Claudya D. S.; Natarisa P. I. S.; Nur H. A.; Adam Y.; Dio Ajeng O.; Betarina N. F.; Adhisty E.; Vinsen A. M.; Dewi R.
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v4i2.8313

Abstract

Desa Sumberejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Desa Sumberejo didominasi oleh wilayah persawahan dan hutan. Permasalahan yang dihadapi petani saat ini yang pertama adalah tanaman tomat memiliki ketersediaan melimpah namun mempunyai umur simpan yang singkat sekitar 4-5 hari, sehingga mengakibatkan harga jualnya rendah dan buah tomatnya banyak yang terbuang karena membusuk. Yang kedua banyaknya tomat yang rusak baik daun, akar, dan buahnya yang terserang hama, ulat, dan virus yang disebabkan karena curah hujan yang tinggi didesa Sumberejo dan membuat pupuk sulit terserap oleh tanah. Dengan adanya pupuk organik Gel (POG), maka penyerapan nutrisi pupuk terhadap tanah menjadi lebih maksimal. Selain itu, penanganan limbah sabut kelapa dan bambu yang masih kurang maksimal dalam pemanfaatannya, dapat diolah menjadi biobriket yang awalnya tidak berguna menjadi lebih bernilai tinggi. Dengan pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan sumberdaya alam yang ada di desa Sumberejo, maka semua permasalah tersebut diatas didapatkan solusinya dengan terciptanya produk yang berinovasi tinggi serta transfer tehnologi dari tim PPK Ormawa ITN Malang kepada Mitra. Dari hasil pelatihan bersama ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita tani (KWT), Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), 3 Produk telah dihasilkan yaitu Pasta Tomat dengan merk Sumber Selera, Biobriket dengan merk Arang Brijo dan Pupuk Organik Gel dengan merk POG Makmur. Sehingga tomat yang saat ini memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah dipasaran dan dapat diolah secara mudah serta praktis menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Adanya biobriket ini juga sebagai terobosan bagi masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan sebagai solusi untuk menggantikan bahan bakar Gas yang relatif mahal dan terkadang keberadaannya sulit dipasaran. Selain itu, dengan inovasi penambahan bahan murah seperti Aquakeeper Hydrogel pada pupuk organik cair membuat efisiensi pemupukan semakin meningkat karena pupuk yang diaplikasikan tidak akan segera larut ketika terkena hujan lebat. Kegiatan Tim PPK Ormawa dilakukan melalui beberapa mekanisme tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi dan pelatihan, pemasaran, dan pendampingan. Adapun terdapat lima kelompok yaitu KWT, PKK, KIM, GAPOKTAN, dan BUMDES yang membantu melakukan pemasaran 3 produk yang telah dibuat melalui sosial media seperti Instagram, WA Business, dan Facebook.
Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Burm.f.) dengan Pretreatment Microwave dan Distilasi Air-Uap Elvianto Dwi Daryono; Dwi Ana Anggorowati; Firyaal Putri Verdina; Vina Nur Laily
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v12i2.12923

Abstract

Lemon peel is a waste containing essential oils which can be used as an aroma enhancer in food and drinks as well as aromatherapy. This study aims to determine the effect of microwave pretreatment power and time on the extraction of lemon peel essential oil. The research phase began with microwave pretreatment, namely lemon peel was put into the microwave with pretreatment times of 2 minutes, 4 minutes, 6 minutes, 8 minutes, and 10 minutes with microwave power of 100 W, 200 W, and 300 W followed by water-steam distillation 150 g of lemon peel. Furthermore, the distillate is put in a separatory funnel for ± 12 hours to separate the essential oil and water. The top layer is essential oil added ± 5 g of sodium sulfate (Na2SO4) to adsorb water. The best conditions for the extraction process of lemon peel essential oil was at 300 W microwave power and 2 minutes of pretreatment which produces clear yellowish lemon peel essential oil with a distinctive lemon smell with a yield of 4.88%, limonene content of 27.501%, and refractive index of 1.48.
Penerapan Mesin Pengepres Bubur Kedelai Untuk Peningkatan Produktivitas Produksi Tahu Pada UMKM Sumber Rejeki Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Andjar Sari, Sanny; Sujana, Wayan; Setyawati, Harimbi; Ana Anggorowati, Dwi; Artiyani, Anis
JURNAL FLYWHEEL Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v13i1.4746

Abstract

Proses produksi tahu di UMKM Sumber Rejeki milik Bapak Samingin menggunakan peralatan yang manual sehingga karyawan yang bekerja merasakan sakit pada bagian tubuh saat melakukan pekerjaan setiap harinya. Proses pembuatan tahu melalui tahapan pencucian kedelai kemudian direndam dalam air selama 2 sampai hingga 7 jam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang lalu dibersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali-kali. Selanjutnya menggiling kedelai hingga halus dengan mesin penggiling . Setelah kedelai halus langsung ke proses berikutnya yaitu perebusan kedelai sampai mendidih. Kemudian bubur kedelai disaring dengan kain untuk memisahkan ampas yang akan di proses dan sisa sisa air rebusan tadi. Tahap ini tentunya sangat melelahkan,karena memisahkan dengan cara manual. Air yang keluar dari saringan langsung jatuh kedalam wadah yang sudah disiapkan dibawahnya. Selain itu juga pada proses pengepresan tahu dapat terlihat kurangnya perhatian pada postur kerja pekerja yang nantinya akan berdampak pada sakit akibat pekerjaan apalagi jika dilakukan monoton dan berulang. Penerapan mesin pengepresan bubur kedelai diharapkan dapat meminimalkan waktu dan tenaga. Fasilitas kerja pengepresan tahu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pekerja pada UMKM produksi tahu.
Penerapan Workstation Bagian Pemotong Bahan Tas Untuk Peningkatan Produktivitas Pekerja Sari, Sanny Andjar; Setyawati, Harimbi; Anggorowati, Dwi Ana; Hutabarat, Julianus; Tamara, Priscilla
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i1.6524

Abstract

Home Industry Rangganesvi merupakan usaha yang bergerak di bidang produk dan jasa konveksi souvenir, kemasan, tas, dan sebagainya. Home industry Rangganesvi terletak di Jl. Ontoseno Baru I No.9 RT.10 RW.02, Kel. Polehan, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Rangganesvi adalah sebuah home industry yang didirikan pada awal bulan Maret tahun 1998 yang terletak di Kota Malang. Usaha home industry Rangganesvi selain memproduksi tas , dompet, dan berbagai souvenir, usaha ini juga melayani jasa menjahit dan sablon satuan minimal 50 pcs. Luas area usaha ini yaitu 14 x 10 meter, lokasi pembuatan tas ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada home industry souvenir tas ini adalah untuk dapat meningkatkan produktivitas pekerja dengan dengan menerapkan workstation atau stasiun kerja bagi pekerja di bagian pemotong kain, serta meminimalkan terjadinya aktivitas yang kurang efisien jika ditinjau dari tata letak fasilitas yang dipergunakan dalam operasional home industry tersebut.
MAKING LIQUID DISHWASHING SOAP FROM USED COOKING OIL WITH KOH AND NaCl CONCENTRATION VARIATIONS USING SAPONIFICATION PROCESS Setyawati, Harimbi; Anggorowati , Dwi Ana; Yunita , Erni; Angreani, Firda Nur; Fajriyatul , Fresti
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v4i2.5994

Abstract

ABSTRACT. Used cooking oil is cooking oil that has been used repeatedly until the colour changes into dark brown or black. If this substance is immediately disposed of, it will pollute the environment and can reduce soil fertility. Used cooking oil as used cooking oil can be reprocessed into raw materials for non-food industries, such as biodiesel, candles, and soap. This study aims to obtain optimal variables of KOH concentration and NaCl concentration in the saponification process of making liquid dish soap from used cooking oil. The variables used in this study consisted of a fixed variable, namely the amount of used cooking oil, and the changing variables were variations in the concentration of KOH (10%, 20%, 30%, 40%, 50%) and variations in the concentration of NaCl (24%, 27%, 30 %). The research was conducted at the Microbiology Laboratory of ITN Malang. The analysis showed that the highest percentage decrease in water content reached 8.4%, free fatty acids 1.03% at 50% KOH concentration and 30% NaCl concentration. The highest percentage increase in viscosity is called 2214.25 cps, 0.15% free alkali, 1.88% high foam, and pH 11.2 at 50% KOH concentration and 30% NaCl concentration. From the study results, it can be concluded that the saponification process with variations in the concentration of KOH and NaCl used in making liquid soap affects the characteristics of the liquid soap produced.
Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Burm.f.) dengan Pretreatment Microwave dan Distilasi Air-Uap Elvianto Dwi Daryono; Dwi Ana Anggorowati; Firyaal Putri Verdina; Vina Nur Laily
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v12i2.12923

Abstract

Lemon peel is a waste containing essential oils which can be used as an aroma enhancer in food and drinks as well as aromatherapy. This study aims to determine the effect of microwave pretreatment power and time on the extraction of lemon peel essential oil. The research phase began with microwave pretreatment, namely lemon peel was put into the microwave with pretreatment times of 2 minutes, 4 minutes, 6 minutes, 8 minutes, and 10 minutes with microwave power of 100 W, 200 W, and 300 W followed by water-steam distillation 150 g of lemon peel. Furthermore, the distillate is put in a separatory funnel for ± 12 hours to separate the essential oil and water. The top layer is essential oil added ± 5 g of sodium sulfate (Na2SO4) to adsorb water. The best conditions for the extraction process of lemon peel essential oil was at 300 W microwave power and 2 minutes of pretreatment which produces clear yellowish lemon peel essential oil with a distinctive lemon smell with a yield of 4.88%, limonene content of 27.501%, and refractive index of 1.48.
Pengaruh PENGARUH VARIASI JENIS LIMBAH KULIT PISANG DENGAN KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL PRODUKSI BIOGAS anggorowati, dwi ana
jurnal ATMOSPHERE Vol. 2 No. 1 (2021): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v2i1.3550

Abstract

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata dan hanya di buang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan ternak. Oleh karena itu, limbah kulit pisang memiliki nilai yang menguntungkan bila dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan variasi limbah kulit pisang dan kotoran sapi terhadap biogas yang dihasilkan. Variasi yang digunakan yaitu campuran kotoran sapi dengan kulit pisang ambon, kepok dan raja dengan perbandingan berturut-turut 1:7, 1:5, 1:4 dan waktu fermentasinya selama 15 hari. Dari hasil penelitian didapatkan volume gas terbanyak yaitu 409 mL pada hari ke-9.