Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Metode Memperpanjang Masa Simpan Minuman Sari Markisa Dengan Menggunakan Mesin Multifungsi di Kampung Ramqisa Dwi Ana Anggorowati; Nanik AR; Maranatha W; Dimas Indra Laksmana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.3371

Abstract

ABSTRAK Pertanian di perkotaan yang berlokasi di Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang di wilayah RW I menjadi salah satu lokasi percontohan dimana masyarakat dilingkungan tersebut benar-benar memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Berbagai tanaman sayur dan buah-buahan dibudidayakan dilokasi ini untuk dijadikan produk olahan yang dikomersialkan sehingga bisa menjadi produk unggulan di kampung ramqisa. Dalam memproduksi minuman sari markisa, kendala terbesarnya adalah produk sangat mudah rusak. Kendala ini disebabkan karena mitra tidak memahami bagaimana penanganan produksi dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, tim pendamping dari ITN Malang membantu mitra dalam menangani proses pembuatannya, diantaranya adalah memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam memproduksi minuman jus markisa. Selain itu, tim membantu dalam hal mengupayakan mesin produksi dengan cara membantu mendesain mesin yang sesuai dengan proses terkontrol. Mesin tersebut adalah Mesin Pemanas dan Pengaduk dan pengemas  didesain mampu mengendalikan mikroorganisme penyebab pembusukan dari sari buah markisa dengan cara mengontrol suhu pemasakan, sehingga proses sterilisasi sari buah dapat dicapai. Dalam desain mesin ini, juga dibuat mampu untuk melakukan pengadukan sehingga jus buah tidak terpisah dan jus buah tercampur homogen. Dengan alat multifungsi mampu membuat 20 Liter minuman sari markisa dengan waktu 1  jam/1 tenaga kerja, jadi lebih bisa menghemat waktu jika dibandingkan denga metode lama yang membutuhkan waktu 3 jam/2 tenaga kerja, Masa Simpan : penyimpanan di lemari es bertahan 3 bulan , dan di suhu ruang 1 bulan lebih bagus dari produk sebelumya yaitu penyimpanan di lemari es bertahan 10 hari dan disuhu ruang 2 hari. Kata Kunci: jus markisa; mesin pemanas dan pengaduk; sterilisasi.ABSTRACTAgriculture in urban areas located in Rampal Celaket Subdistrict, Klojen Subdistrict, Malang City in RW I region is one of the pilot locations where the community actually uses the yard to grow crops. Various vegetable and fruit plants are cultivated in this location to be processed products that are commercialized so that they can become superior products in Ramqisa village. In producing passion fruit drinks, the biggest obstacle is that the products are very perishable. This obstacle is caused because the partners do not understand how to handle production properly. To overcome this, a team of assistants from ITN Malang helps partners in handling the manufacturing process, including providing counseling or training in producing passion fruit juice drinks. In addition, the team helped in terms of working on a production machine by helping to design machines that are in accordance with controlled processes. The machine is a heating and stirring machine and the packaging is designed to be able to control the microorganisms that cause decomposition of passion fruit juice by controlling the cooking temperature, so that the sterilization process of fruit juice can be achieved. In the design of this machine, it is also made capable of stirring so that the fruit juice is not separated and the fruit juice is mixed homogeneously. With a multifunctional tool capable of making 20 Liters of passion fruit drinks with an hour / 1 of labor, so it can save more time when compared with the old method which takes 3 hours / 2 of labor, Save Period: storage in the refrigerator lasts 3 months, and at room temperature 1 month better than the previous product that is storage in the refrigerator last 10 days and at room temperature 2 days.Keywords: heating and stirring machines; passion fruit juice; sterilization 
PENGARUH SUHU DAN PENAMBAHAN NUTRISI PADA PROSES FERMENTASI UNTUK PEMBUATAN BIOETHANOL DARI SABUT KELAPA Dwi Ana Anggorowati; Purwati Purwati; Sulis Dwi P
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.718 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i1.141

Abstract

Pada saat ini,  bioethanol diperhitungkan sebagai pilihan yang lebih baik daripada bahan bakar fosil karena dapat mengurangi ketergantungan pada minyak mentah. Bioetanol juga menjanjikan pembakaran  lebih bersih yang mendorong ke arah lingkungan yang lebih sehat karena karbon yang dihasilkan dari proses pembakaran netral dan yang terpenting bebas dari sulfur. Bahan- bahan yang mungkin digunakan sebagai penghasil bioetanol biasanya mengandung karbohidrat, seperti pati sagu, jagung dan bongkolnya, singkong, rumput laut dan limbahnya.Dari  sekian  banyak  bahan  yang  tersedia  di alam selain bahan berpati, bahan lignoselulosa merupakan  substrat  terbanyak  yang  belum digunakan secara maksimal.Salah satu bahan yang mengandung lignoselulosa adalah buah kelapa, terutama bagian sabut kelapa. Sabut kelapa merupakan  bagian  yang  cukup  besar  dari  buah kelapa  yaitu  35%  dari  berat  keseluruhan  buah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terbaik pada proses fermentasi, dan mengetahui pengaruh penambahan nutrisi (NH4)2HPO4 terbaik pada proses fermentasi.Variabel penelitian ini antara lain : Suhu fermentasi yaitu 26, 29, 31, 33 dan 35 oC dan beratnutrisi (NH4)2HPO4 yaitu  5, 7, 9, 11 dan 13 g.  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil terbaik didapatkan pada kondisi fermentasi pada suhu 29oC menghasilkan kadar etanol sebesar 0,46790%. Serta penambahan nutrisi (NH4)2HPO4 pada proses fermentasi sebanyak 7 g menghasilkan kadar etanol sebesar 0,46790%. Kata kunci   : Bioetanol,            Sabut      Kelapa,Saccharomyces Cerevisea
KULTIVASI MIKROALGA SPIRULINA PLATENSIS DENGAN VARIASI PENCAHAYAAN MENGGUNAKAN LAMPU TL DAN MATAHARI Muyassaroh _; Rini kartika dewi; Dwiana Anggorowati
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirulina platensis is one kind of bluish green microalgae classified into cyanobacteria, single celled and spiral shaped. The small size of Spirulina is the opposite with to big benefit from spirulina. Spirulina contain components of proteins, carbohydrates, fats, vitamins and minerals. With high carbohydrate content, spirulina has the potential as an energy feedstock that can be converted into bioethanol. Besides that in spirulina contains polysaccharides which have antitumor and antiviral effects, α-linoleic acid (GLA) which functions in cholesterol lowering, prevention of hepatitis, ficocyanin which is useful as an prevent tumors. Considering the many benefits of spirulina, various food industry, feed, pharmaceutical and other industries, it is necessary to conduct research to develop of spirulina. The cultivation of spirulina platensis was carried out in a laboratory using Walne media, fresh water which was kept at 25 - 270C, pH 7-8 and salinity 16-21, the variable used was lighting with TL light intensity of 2730 lux with a period of lighting bright (T) and dark (G) is: 6T-18G; 12T-12G; 18T-6G; 24T-0G compared to lighting using sunlight. The purpose of this research is to determine the efficient harvest age with maximum cell density. The results showed that for the 6T-18G the highest cell density was obtained on the eighteen day, which was 100,849,2569, for 12T-12G, it was obtained on the twelve day which was 182,324.84, for 18T-6G it was produced on the twelve day which was 218,312, 1019, for 24T-0G, it was found on the seven day that is 190.127,388, whereas with sunlight on the seven day with cell density of 411,624,2038, it can be concluded that with the most efficient sunshine is seven days and the highest cell density is 411,624, 2038.
PENERAPAN PENGGUNAAN MAGNESOL SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN BIODIESEL PADA PERUSAHAAN PENGHASIL BIODIESEL Harimbi Setyawati; Dwi Ana Anggorowati; Erni Junita Sinaga
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.375

Abstract

PT. Alegria Indonesia merupakan salah satu perusahaan penghasil biodiesel yang ada di kotaPasuruan, bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan biodiesel adalah biji jarak. Untuk mendapatkan bijijarak perusahaan terebut bekerjasama dengan para petani yang ada di sekitar perusahaan dan BalittasKarangploso Malang. Untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas biodiesel, termasukpada proses pencucian biodiesel tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendapatkanbiodiesel dengan kualitas yang baik sesuai dengan standard kelayakan biodiesel di Indonesia dengan prosespencucian menggunakan magnesium silikat (Magnesol). Proses pemurnian dry washing biodiesel menggunakanadsorben magnesium silikat, dapat meningkatkan kemurnian dari biodiesel yang dihasilkan. Penggunaanmagnesium silikat yang tepat akan menyerap impurities dengan maksimal, termasuk sisa gliserol, sisa alkoholdan katalis, serta air dan sedimen pada biodiesel.Karakter fisik biodiesel secara umum telah memenuhi standardkelayakan biodiesel di Indonesia yang diatur dalam SNI 04-7182-2006 kecuali beberapa poin yaitu angka setanadan gliserol bebas.Masa aktif magnesium silikat (magnesol) rata-rata adalah sekitar 40-50 menit. Setelah itudisinyalir magnesium silikat (magnesol) telah atau mulai mengalami kejenuhan.
PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DESA KARANGKATES UNTUK MENCAPAI ZERO WASTE Anis Artiyani; Dwi Ana Anggorowati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v9i1.376

Abstract

Desa Karangkates berupaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah dimana volume sampahsangat berdampak pada lingkungan disekitarnya, maka dari itu direncanakan pengelolaan sampah dengan sistem3 R yaitu : Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang). Penyediakansarana dan prasarana kebersihan. Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Karangkates untuk mencapai Zero Wastebisa dilaksanakan. Data komposisi dapat diketahui jenis sampah yang paling banyak yaitu sampah basah atausisa makanan dan daun sebesar 54,48 % dimana sampah basah tersebut akan di buat pengomposan. Tersedianyasemua fasilitas yang dibutuhkan dalam proses pengelolaan sampah termasuk pengadaan peralatan, sarana danprasarana yang bisa digunakan oleh penduduk untuk memilah milah sampah sejak berada di TPST. Dari hasilpengolahan data bahwa kelompok ibu rumah tangga lebih banyak mendominasi kegiatan pengolahan sampah,terutama pengolahan sampah organik yang kemudian menjadi kompos. Di Desa Karangkates organisasi yangberasal dari masyarakat seperti PKK membina bagaimana memanfaatkan sampah dan mengembangkan polapikir masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah sebagai peningkatan ekonomi dengan pendirian banksampah.
PENERAPAN MESIN PENGOLAHAN KOMPOS UNTUK PENINGKATAN HASIL PRODUKSI KOMPOS ORGANIK PADA URBAN FARM KELURAHAN RAMPAL CELAKET KOTA MALANG Julianus Hutabarat; Harimbi Setyawati; Dwi Ana Anggorowati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Bersahaja merupakan Urban Farm yang berada di tengah perkotaan,terletak di wilayah RW 01 Kelurahan Rampal Celaket Kota Malang. Kelompok tani yang bergerak di bidang tanaman organik dengan cara memanfaatkan pekarangan di lingkungan rumah tempat tinggal anggota. Kegiatan bertanam sayuran ini pada awalnya sebagai salah satu kegiatan hoby ibu-ibu kemudian berkembang sebagai peluang bisnis untuk menambah pendapatan keluarga. Serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran keluarga yang bebas dari pestisida, bersih untuk dikonsumsi dan sayuran yang masih fresh, membuat tanaman dalam polibag, vertikultur, dan vertiminaponik.Selain menghasilkan tanaman dan sayuran organik, kelompok tani ini juga memproduksi pupuk/kompos, dimana pada proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, perajangan bahan pupuk/kompos dipotong-dipotong dengan pisau sederhana dalam jumlah banyak dan ukuran yang dihasilkan juga tidak seragam. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi para petani, dikarenakan tiap bulannya untuk permintaan kompos sangat banyak.Pada kegiatan pengabdian ini akan dibuat mesin perajang bahan dan mesin pengayak kompos, yang menggunakan motor bensin untuk menggerakkan motor penggerak perajang. Dengan adanya mesin pengolahan kompos terutama mesin perajang bahan dan mesin pengayak kompos ini diharapkan dapat mempercepat waktu proses untuk merajang dan mengayak bahan kompos, serta untuk meningkatkan kualitas produksi kompos.
POTENSI DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILLER) SEBAGAI MINUMAN TEH HERBAL YANG KAYA ANTIOKSIDAN Dwi Ana Anggorowati; Gita Priandini; Thufail Thufail
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman avocado yang terkenal dengan nama alpukat (Persea americana miller) sangat banyak di temukan di Indonesia. Walau bukan tanaman asli Indonesia, tetapi keberadaannya tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat yang sangat penting dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk pengobatan seperti sariawan, kencing batu, darah tinggi, kulit muka kering sakit gigi, bengkak karena perandangan dan kecing manis.Kandungan zat aktif yang terdapat di daun alpukat (Persea americana miller) adalah flavonoid dan quersetin. Daun alpukat (Persea americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang dibuat teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan dan haid tidak teratur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh variasi suhu pemanasan yaitu suhu 40°C, 50°C, 60°C, 70°C, 80°C dan lama waktu pengeringan 30, 50, 70, 90, 110 menit terhadap pembuatan minuman teh herbal dari daun alpukat sebagai antioksidan alami dengan kualitas optimalBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa variasi suhu pemanasan dan waktu pengeringan mempengaruhi kadar antioksidan pada minuman teh daun alpukat. Kadar antioksidan tertinggi terdapat pada suhu 40 ºC dengan lama waktu pengeringan 30 menit dengan nilai IC50 24,863 μg/ml , sedangkan kadar antioksidan terendah terdapat pada suhu 80 ºC dengan lama waktu pengeringan 110 menit dengan nilai IC50 38,216 μg/ml. Untuk suhu 50 °C dan waktu 50 menit merupakan suhu dan waktu yang optimum untuk pembuatan minuman teh daun alpukat. Karena pada suhu ini memiliki nilai IC50 yang rendah yaitu 29,568 μg/ml, sesuai dengan kandungan flavonoid dan kuersetin dalam ekstrak daun alpukat bahwa pada suhu 50 °C dan lama waktu 50 menit, nilai Rf pada KLT untuk klorofil pada ekstrak daun alpukat dan sampel teh daun alpukat sama, yaitu 0,9333 dan 0,75, sedangkan pada kandungan kuersetin pada ekstrak daun alpukat dan sampel daun alpukat adalah 0,8963 dan 0,75, dari hasil tersebut nilai Rf kedua sampel tersebut mengalami penurunan 0,1463, tetapi nilai penurunan tersebut tidak terlalu jauh.Sehingga dapat disimpulkan bahwa teh daun alpukat terbukti masih terkandung zat aktif flavanoid dan kuersetin yang tinggi
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI PANEN PADI DENGAN PENGGUNAAN MESIN PERONTOK PADI TIPE JERAMI (THROW IN) Dwi Ana Anggorowati; Erni Junita Sinaga; Anis Artiyani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, yang mempunyai program kerja antara lainpeningkatan kualitas produksi padi untuk menuju swasembada beras. Desa Ngadirejo adalah salah satu desadiantara 7 (tujuh) desa yang termasuk wilayah Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Luas wilayah desaNgadirejo 466.232 Ha terdiri dari pemukiman seluas 90.332 Ha, tegalan seluas 185 Ha dan area persawahanseluas 179 Ha lain-lain seluas 11.900 Ha.Dari hasil pengamatan di desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dapat disimpulkanbahwa petani membutuhkan sarana alat perontok padi, yang saat ini masih menggunakan sistem yang sederhanadengan memukul-mukulkan ikatan padi pada papan yang terbuat dari kayu.Pada kegiatan pengabdian ini akan diterapkan mesin perontok padi dengan tipe jerami (throw in)berbahan bakar bensin untuk menggerakkan motor penggerak motor bensin berdaya 6 hp /3600 rpm (4,48 kw),perontok padi dengan kapasitas hasil rontokkan 200kg/jam dan hanya membutuhkan 2 orang pekerja. Sehinggadengan diterapkannya mesin perontok padi ini diharapkan dapat mempercepat proses perontokkan danmeningkatkan jumlah padi yang dirontokkan.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH SABUT KELAPA DENGAN METODE HIDROLISIS ASAM DAN FERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN RAGI TAPE Dwi Ana Anggorowati; Betaria Kusuma Dewi
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, kebutuhan energi dunia semakin meningkat sementara persediaan energi dari bahanbakar fosil yang selama ini diandalkan jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatifyang mampu mengatasi krisis energi tersebut. Salah satu sumber energi alternatif yang sedang dikembangkanadalah bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dengan cara fermentasi glukosa menggunakan ragi Saccharomycescerevisiae. Produksi etanol dalam penelitian ini menggunakan bahan dasar sabut kelapa yang memiliki kadarselulosa 43,44%. Sebelum proses fermentasi, terlebih dahulu dilakukan beberapa proses pendahuluan antara lainpemurnian selulosa dan hidrolisis selulosa hingga didapat larutan yang mengandung gula (glukosa). Larutanhasil hidrolisis yang mengandung glukosa kemudian difermentasi selama selang waktu tertentu menggunakanragi Saccharomyces cerevisiae dengan penambahan nutrisi berupa (NH4)2HPO4.
PENERAPAN ALAT DESTILASI MINYAK ATSIRI DI KELURAHAN TUNJUNGREJO KECAMATAN SUKUN MALANG Sri Indriani; Sanny Andjar Sari; Dwi Ana Anggorowati; Mujiono Mujiono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi tepat guna sangat penting dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat baikdari segi sumber daya sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Tiap daerah memiliki banyakpotensi sumber daya alam akan tetapi sangat sulit untuk berkembang karena kurangnya pemahaman terhadapteknologi maupun faktor mahalnya fasilitas-fasilitas untuk mengolah sumber daya tersebut. Keadaan tersebuttidak terlepas dari peran serta pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam melakukan pembinaan bagi masyarakatuntuk mengembangkan potensi yang dimilki suatu daerahSeperti halnya di Kelurahan Tunjungrejo Kecamatan Sukun dimana pembangunan di wilayah ini sampaisaat ini secara prinsip telah dilaksanakan dengan partisipasi dan peran serta masyarakat melalui lembagakemasyarakatan yang ada (LPMK, BKM, dan sebagainya). Namun, dalam perencanaannya sering dilakukansecara spasial (per wilayah RT atau RW) tanpa adanya keterpaduan yang terarah dalam jangka panjang. Dengandemikian, diperlukan upaya untuk memahami potensi wilayah yang dapat dipakai sebagai media untukpeningkatan pembangunan wilayah tersebut.Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatnya pemberdayaan sumber daya masyarakat KelurahanTunjungrejo Kecamatan Sukun kota Malang dengan diterapkannya alat destilasi minyak atsiri. Membukapeluang usaha baru dibidang pengolahan minyak atsiri. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah untukmengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengolah tanamanan nilam menjadi minyak atsiri menjadiproduk yang lebih memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Meningkatkan perekonomian masyarakat KelurahanTunjungrejo Kecamatan Sukun kota Malang.