Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Hubungan Karakteristik dengan Klasifikasi Kejadian Ikutan pasca Imunisasi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di Kota Padang Fadhilah, Dwi Rizki; Ermayanti, Sabrina; Herman, Deddy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan karakteristik dengan derajat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) COVID-19 pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Se-Kota Padang. Metode penelitian ini adalah retrospektif cohort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian terbanyak adalah reaksi lokal yaitu nyeri pada lokasi suntikan, yang terjadi pada 98% dosis pertama dan 95,3% dosis kedua. Reaksi sistemik terbanyak adalah kelelahan yang dialami oleh 49,8% pada dosis pertama dan 45,9% pada dosis kedua. Umur terbanyak yang mengalami KIPI berkisar 26-35 tahun, dan jenis kelamin yang paling banyak mengalami KIPI adalah perempuan. Tidak ada hubungan signifikansi antara karakteristik dengan klasifikasi KIPI COVID-19 pada tenaga kesehatan di rumah sakit umum se-Kota Padang. Penelitian ini menuturkan bahwa reaksi lokal adalah kejadian terbanyak dan tidak ada hubungan signifikansi antara karakteristik dengan derajat KIPI COVID-19.
Prophylactic Cranial Irradiation (Pci) Pada Kanker Paru Jenis Karsinoma Sel Kecil (Kpksk) Sari, Nurul; Ermayanti, Sabrina; Afriani, Afriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.64075

Abstract

Kanker Paru jenis Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) merupakan tipe kanker paru yang sangat agresif dengan kecenderungan tinggi untuk metastasis otak. Prophylactic Cranial Irradiation (PCI) dikembangkan sebagai strategi preventif untuk menurunkan insidensi metastasis otak dan meningkatkan luaran klinis pada pasien KPKSK. Berbagai uji klinis dan meta-analisis menunjukkan bahwa PCI secara signifikan menurunkan risiko metastasis otak dan dapat memberikan manfaat pada survival, khususnya pada pasien KPKSK stadium terbatas yang merespons kemoterapi dan/atau radioterapi definitif. Namun demikian, manfaat PCI harus dipertimbangkan secara hati-hati terhadap potensi toksisitas, terutama dampak neurokognitif jangka pendek dan panjang. Referat ini membahas peran PCI pada KPKSK dengan meninjau dasar biologis, bukti klinis utama, rekomendasi guideline terkini, aspek toksisitas dan neurokognisi, serta pertimbangan klinis dalam pemilihan pasien, guna mendukung pengambilan keputusan yang rasional dan berbasis bukti dalam praktik onkologi toraks.