Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kajian Psikolinguistik Gangguan Berbicara Cadel pada Tokoh Utama Laki-laki dalam Film Geez dan Ann 2021 Anisa, Aulia Fitri; Raihany, Faiza; Tisnasari, Sundawati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45317

Abstract

One of the most obvious language disorders is lisp. This difficulty in pronouncing words fluently is included in the language disorder. This research will discuss the slurred speech disorder of the actor Junior Robert in the movie Geez & Ann 2021. The purpose of this research is to identify and describe the speech sounds in the movie. The interesting problem for researchers to study is how the speech sounds of lisp sufferers on the main male character in the movie Geez & Ann 2021 using psycholinguistic studies. The approach used is descriptive qualitative including the approach of the listening method along with the basic technique of tapping and the advanced technique of free listening and note taking. The results found were 22 phoneme changes and omissions. The researcher identified 4 classifications of slurred language disorder experienced by the character Geez. Abstrak Salah satu gangguan berbahasa yang cukup jelas diketahui ialah cadel. Kesulitan mengucapkan kata-kata dengan fasih ini termasuk ke dalam gangguan berbahasa. Penelitian ini akan membahas mengenai gangguan berbicara cadel terhadap aktor Junior Robert dalam film Geez & Ann 2021. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasikan juga mendeskripsikan bunyi tuturan yang ada di film tersebut. Adapun permasalahan yang menarik untuk peneliti kaji ialah bagaimana bunyi tuturan penderita cadel pada karakter utama pria dalam film Geez & Ann 2021 dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Pendekatan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif meliputi ancangan metode simak beserta teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap serta catat. Hasil yang ditemukan ialah 22 perubahan dan pelesapan fonem. Peneliti mengidentifikasikan 4 klasifikasi gangguan berbahasa cadel yang dialami oleh karakter Geez.
PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERBASIS LITERASI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK KELAS I SEKOLAH DASAR Rosanti, Sri; Yuliana, Rina; Tisnasari, Sundawati
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v11i2.4932

Abstract

This study aims to describe the development, feasibility, and student responses toward literacy-based flashcard media as a learning tool to improve early reading skills among first-grade students. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model, which consisted of six stages. The subjects of this study were first-grade students. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation. The results of the study show that: (1) the average score from media experts was 69.33%, categorized as “Feasible”; (2) the average score from material experts was 94.15%, categorized as “Highly Feasible”; (3) the average score from language experts was 95%, categorized as “Highly Feasible”; and (4) the average student response score was 89%, categorized as “Very Good.” Based on these findings, it can be concluded that the literacy-based flashcard media is feasible to use and can serve as an effective teaching aid to develop early reading skills among elementary school students.
ANALISIS BENTUK PENYIASATAN STRUKTUR PADA NOVEL RUMAH TANPA JENDELA KARYA ASMA NADIA Kapsah, Kapsah; Husnul Mawadah, Ade; Tisnasari, Sundawati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i1.66

Abstract

This study analyzes the novel using a statistical approach. The research method is a qualitative-descriptive method. The purpose of this study is to describe the form of structuring that is contained in the novel House without Windows by Asma Nadia. As for data collected through library research research techniques, see techniques and note techniques. The data used in this study are excerpts from the novel that are the source of the data. The source of the data in this study is the novel House without Windows by Asma Nadia. In addition, the data obtained are classified based on their shape in order to facilitate the analysis. Data analyzed are data that have been tested for validity by validators who are experts in their fields. Referring to the knife analysis of the stylistic approach, we found a form of structural alignment. So, it can be concluded that the form of structuring data obtained from the novel House without Window by Asma Nadia 55 data with detailed data, 9 data repetition, 4 data parallelism, 7 data anaphora, 9 data antithesis, 7 data alliteration, climax as much as 1 data, asindeton as much as 13 data, rhetorical questions as much as 4 data, and polisidenton as much as 1 data. While the least data found was polysindeton and climax data, and no anticlimactic data was found.
IMPLEMENTASI KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SDN 1 SUKARAJA Nuraini, Nuraini; Yuliana, Rina; Tisnasari, Sundawati; Setiawan, Sigit
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v12i1.1538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan abad 21 melalui pembelajaran berbasis proyek di SDN 1 Sukaraja yang mencakup mengenai daya dukung kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar berbasis keterampilan abad 21, proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, dan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kepala sekolah sudah memberikan daya dukungnya untuk mencipatakan lingkungan belajar berbasis keterampilan abad 21 dengan menyusun dan melaksanakan program sekolah, melakukan pengembangan sumber daya manusia khususnya guru, serta menyediakan sarana prasarana yang memadai. Selain itu, guru pula sudah menyusun dan membuat perangkat pembelajaran yang dapat mendukung penerapan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran berbasis proyek, dan proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah berjalan dengan sistematis sesuai dengan sintaks pembelajaran berbasis proyek. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis proyek sudah mengembangkan keterampilan abad 21 peserta didik yang meliputi, keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), komunikasi (communication), kewarganegaraan (citizenship), dan karakter (character).
Analisis, psikolingustik bahasa Analisis Kesalahan Berbahasa Penggunaan Media Sosial Pada Anak Gen Z : Kajian Psikolinguistik Inayah, Siti Inayah; Salwa, Rima Rahma Laila; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.16640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh anak-anak Gen Z dalam penggunaan media sosial melalui pendekatan psikolinguistik. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap anak-anak Gen Z yang aktif menggunakan media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa yang paling umum meliputi penggunaan kata yang tidak baku, struktur kalimat yang tidak tepat, dan kesalahan ejaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan berbahasa ini termasuk kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa baku, pengaruh bahasa gaul, serta interaksi dengan pengguna lain yang juga melakukan kesalahan serupa. Dari sudut pandang psikolinguistik, kesalahan-kesalahan ini dapat dihubungkan dengan proses kognitif dan perkembangan bahasa pada anak-anak tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua untuk lebih memahami dinamika berbahasa anak-anak di era digital dan menyusun strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa mereka.