Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL SUBSTITUSI DALAM KUMPULAN CERITA PENDEK TANPA RENCANA KARYA DEE LESTARI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MODUL AJAR Nisa, Hoirun; Muhyidin, Asep; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.734

Abstract

Cerita pendek yang menggunakan piranti kohesi gramatikal substitusi cenderung lebih bervaritif, tidak monoton, dan mengurangi kebosanan saat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi gramatikal substitusi dalam kumpulan cerita pendek Tanpa Rencana karya Dee Lestari dan penyusunan modul ajar materi teks cerita pendek. Penelitian ini menggunakan metode simak untuk mengumpulkan data dengan teknik studi pustaka, teknik simak, teknik sadap, dan teknik catat. Pada tahap analisis data menggunakan metode agih dengan melibatkan teknik ganti, teknik balik, dan teknik lesap. Data penelitian diteguhkan validitasnya menggunakan teknik triangulasi penyidik. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen Tanpa Rencana karya Dee Lestari di dalamnya memiliki tingkat kohesi yang cukup baik jika ditinjau dari aspek gramatikal substitusi. Adapun hasil penelitian ini ditemukan kohesi gramatikal sebanyak 80 data. dengan rincian: 1) Substitusi nomina 38 data (48%) mengacu pada penggantian nama orang, penggantian nama tempat, nama profesi dan bersifat anafora dan katafora (data: frasa Semua kenalanku digantikan mereka; sebuah kedai menggantikan Kedai Asam Garam; bosku menggantikan Dai); 2) Substitusi verba 36 data (46%) mengacu pada penggantian kata kerja aktif dengan kata kerja aktif, serta mengacu pada penggantian kata kerja aktif dengan kata kerja pasif bersifat anafora (data: berjumpa diganti bertemu; berhenti berbunyi digantikan oleh kata terbungkam); dan 3) Substitusi klausa 6 data (6%) penggantian kalimat secara keseluruhan dengan kata demonstratif, dan berupa penggantian kalimat secara keseluruhan dengan frasa nomina bersifat anaforis dan kataforis (data: Untuk melengkapi kisah tentang Beni, datanglah Roti Bakar Sihotang, yang tak lain adalah roti beroles mentega dan gula. “Seperti beginilah Beni suka makan roti”. Kalimat sebelumnya mengalami penggantian klausa dengan kata demonstratif beginilah). Penelitian ini relevan sebagai modul ajar sehingga dapat digunakan dalam membuat modul ajar materi teks cerita pendek pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) kelas XI, menggunakan kurikulum merdeka yang merujuk pada buku teks yang telah disediakan oleh kemendikbud.
Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi Dan Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Kelas XI SMK Negeri 1 Cileles Bella, Saskia Mulia; Hilaliyah, Tatu; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pengunaan media video animasi dan gambar berseri terhadap keterampilan menulis pada materi keterampilan menulis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Cileles. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan pemilihan desain berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dari hasil belajar siswa berupa tes pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media video animasi dan gambar berseri pada keterampilan menulis teks eksplanasi siswa. Selain itu, ditemukan juga adanya perbedaan yang signifikan penggunaan media video animasi dan gambar berseri. Disimpulkan bahwa penggunaan media video animasi dan gambar berseri terhadap keterampilan menulis teks eksplanasi siswa baik.
Analisis Mean Length Of Utterance (Mlu) Pada Rayyanza Malik Ahmad Dalam Kanal Youtube Rans Entertainment Rohanah, Siti; Firmansyah, Dodi; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian mean length of utterence. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemerolehan yang sudah diperoleh anak berusia 2 tahun dengan menghitungkan rerata panjang ujaran atau mean length of utterence yang dimilikinya. Subjek penelitian ini adalah Rayyanza Malik Ahmad yang merupakan anak sepasang selebriti. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berasal dari ujaran dan dialog yang dianalisis melalui media YouTube pada kanalnya RANS Entertainment menggunakan teknik simak dan catat. Data yang dihasilkan kemudian ditulis menjadi kalimat dan paragraf berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan. Hasil pada penelitian ini diperoleh rerata 1,95 yang berada pada tahap II.
Pengaruh Model Student Facilitator and Explaining dan Model Example Non Example terhadap Keterampilan Menulis Puisi Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Kota Serang Sarniti, Sarniti; Hilaliyah, Tatu; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis perlu mendaptakan perhatian khusus, karena menulis merupakan bagain dari salah satu keterampilan yang harus dikuasi peserta didikyang sulit menulis akan sulit dalam menulis salah satunya menulis puisi. Akibat dari hal tersebut banyak peserta didik kurang berminat menulis puisi. Adapun, tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan pengaruh model Student facilitator and explaining, model Example Non Example, dan perbedaan Model Student facilitator and explaining, Model Example Non Example terhadap keterampilan menulis puisi peserta didik kelas X SMAN 2 Kota Serang. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitaif berjenis eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel diambil.melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dari hasil tes menulis teks deskripsi berupa pretest beserta posttest di kelas kontrol dan eksperimen dengan instrumen penilaian yaitu Isi, Organisasi, tata bahasa, gaya, dan mekanik dalam kategori baik, sedangkan kelas kontrol masuk dalam kategori cukup, keduanya mencapai KKM 70. Selisih antara rata-rata posttest model student facilitator and explaining dan model example non examplea dalah 4,4 poin, menunjukkan perbedaan dalam manfaat dan hasil dari kedua metode tersebut. Oleh karena itu, model student facilitator and explaining lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik kelas X di SMAN 2 Kota Serang. Dengan demikian, terbukti bahwa terdapat perbedaan signifikan antara model student facilitator and explaining dan model example non example terhadap keterampilan menulis puisi peserta didik, dengan kriteria pengujian – ttabel ≤ thitung≥ t ttabel atau --2,002 ≤ 3,875 ≥ 2,002, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima
Pengaruh Metode Pembelajaran Take and Give Learning dan Jig Saw terhadap Kemampuan Berdiskusi Peserta Didik Kelas X pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Pabuaran Dahlia, Euis; Hilaliya, Tatu; Tisnasari, Sundawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 6.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berdiskusi peserta didik di Sekolah, umumnya masih terlihat cenderung tidak percaya diri dan malu dalam mengungkapkan persetujuan, bantahan, pikiran, ide bahkan pendapat saat sedang berdiskusi. Akibatnya, banyak peserta didik yang kurang bekerjasama saat kegiatan berdiskusi karena hanya menjadi milik peserta didik yang aktif dan tidak semua peserta didik secara merata bisa mengungkapkan idenya. Adapun tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan pengaruh metode Take and Give Learning, metode Jig Saw, dan perbedaan metode Take and Give Learning dan metode Jig Saw terhadap kemampuan berdiskusi peserta didik kelas X pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Pabuaran. Penelitian ini memanfaatkan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan pemilihan desain berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan cluster class. Teknik pengumpulan data dari hasil tes menulis yang disampaikan secara lisan berupa pretest-posttest kelas eksperimen dan kontrol dengan instrumen penilaian yakni, kelancaran, ketepatan stile penuturan, ketepatan kalimat, ketepatan kata, pemahaman, keruntutan penyampaian gagasan, kemampuan berargumentasi, keaslian dan keakuratan gagasan. Hasil menunjukkan pengaruh metode Take and Give Learning dengan rata-rata nilai pretest sebesar 59,56 dan nilai posttest sebesar 82,16. Kemudian, pengaruh metode Jig Saw dengan rerata nilai pretest sebesar 57,67 dan nilai posttest sebesar 74,2. Selanjutnya, hasil perbedaan posttest menunjukkan metode Take and Give Learning lebih unggul dengan selisih sebesar 7,96 poin. Disimpulkan bahwa metode Take and Give Learning lebih unggul dibandingkan dengan metode Jig Saw untuk diterapkan dalam meningkatkan kemampuan berdiskusi peserta didik.
PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE SEBAGAI BAHAN AJAR BERCERITA ULANG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 2 BOJONG LELES LEBAK BANTEN Saroh, Siti; Yuliawati, Yuliawati; Tisnasari, Sundawati
PREDIKSI (PROFESI PENDIDIKAN INDONESIA) Vol 4, No 1 (2024): PREDIKSI (Profesi Pendidikan Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/prediksi.v4i1.34948

Abstract

The problem of learning motivation of fourth grade students at SDN 2 Bojong Leles became the basis for conducting this class action research (CAR). The purpose of this Class Action Reseach is to increase students' learning motivation by applying the use of YouTube media. The use of YouTube media can create a more meaningful learning process where students experience learning using audio-visual media. The subjects of this study were fourth grade students at SDN 2 Bojong Leles, totaling 43 students. This research was conducted in 2 cycles with four stages in each cycle, namely planning, action, observation and reflection. Data collection methods used are the method of documentation, observation, interviews and tests. The data obtained in this study are quantitative data and qualitative data. The results showed that the first cycle was 60% at the first meeting and increased to 65% at the second meeting, so that the average percentage value for cycle I was 62.5%. In cycle II, it obtained a percentage value of 75% at the first meeting and increased at the second meeting, namely to 80% so that the average percentage value for cycle II was 77.5%. Based on these results, it can be concluded that the use of YouTube media can increase learning motivation in class IV students at SDN 2 Bojong Leles. Keywords: Use of Youtube Media, Learning Motivation
Perubahan Bunyi Fonologi dalam Gangguan Psikogenik Tuturan Manja Pada Remaja Dewasa Indriyani, Indriyani; Kalamsyah, Isnayni; Tisnasari, Sundawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19849

Abstract

Language speakers are not only on the side of direct communication; they may also be seen as individuals with established psychological. This psycholinguistic study examines the phenomenon of psychogenic language disorder in the form of childlike speech behavior among young adults, focusing on a subject referred to as VA (20 years old) who exhibits such speech patterns with her partner. The aim of this research is to describe the phonological alterations that occur and to identify the psychological factors underlying this childlike speech behavior. This study employs a qualitative descriptive method with a case study approach, using observation and interviews as data collection techniques. The findings reveal that the subject's childlike speech behavior involves various phonological changes, such as dissimilation, anaptyxis, metathesis, and zeroization. This phenomenon is not caused by any physical disorder, but rather by a psychological drive to seek attention and affection. These findings highlight the significant role of psychological aspects in language production and underscore the importance of considering psychogenic factors in psycholinguistic studies, particularly in understanding mild language disorders of psychological origin.
CADEL SEBAGAI GANGGUAN FONOLOGIS PADA REMAJA: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK TERHADAP ARTIKULASI FONEM /R/ Riyanni, Khaila; Adqiyah, Liya; Tisnasari, Sundawati
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol7no2hlm99-110

Abstract

Gangguan pelafalan fonem /r/ atau yang umum dikenal sebagai cadel merupakan salah satu bentuk gangguan fonologis yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena cadel dari sudut pandang psikolinguistik, dengan menyoroti faktor penyebab dan dampaknya terhadap kemampuan berbicara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua remaja yang mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi /r/. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, kondisi fisiologis alat ucap, dan kemungkinan faktor genetik menjadi penyebab utama gangguan tersebut. Selain itu, gangguan ini juga memengaruhi rasa percaya diri dan interaksi sosial individu. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin, baik dari aspek linguistik, psikologis, maupun medis dalam penanganan gangguan fonologis.
PERBANDINGAN SPEECH DELAY PADA RAMA (L) DAN KASHI (P): ANALISIS PENYEBAB DAN SOLUSI Noper, Amanda Devina; Nugroho, Astria Novianti; Tisnasari, Sundawati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i2.1320

Abstract

Speech delay merupakan hambatan yang sering kali terjadi pada anak usia dini dan tidak memandang jenis kelamin. Banyaknya penelitian mengatakan bahwa jenis kelamin lelaki lebih dominan dan rentan terkena gangguan tersebut. Selain itu, penelitian ini akan membandingkan penyebab penyakit dari kedua jenis kelamin dan menemukan solusi baik preventif maupun kuratif. Akibat jangka panjang keterlambatan bahasa pada anak akan menggangu prestasi akademik, kemampuan bersosialisasi yang rendah, dan pasif. Temuan ini selaras dengan psikolinguistik yang menekankan pentingnya interaksi antara aspek kognitif, neurologis, dan lingkungan dalam perkembangan bahasa anak. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengurangi gangguan keterlambatan bahasa menjangkiti anak usia dini dan menciptakan generasi berkarakter. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara langsung bersama orang tua dan anak terdekat dari tim penyusun. Dan ditemukan hasil perbedaan signifikan serta solusi yang relevan dari penyebab keduanya. Orang tua memiliki peran penting dalam pemerolehan bahasa anak usia dini. Isi dalam penelitian dapat dijadikan sebagai referensi pembaca maupun orang tua untuk memiliki pengetahuan pranikah dan parenting yang sangat penting guna melahirkan generasi dan keluarga yang sehat. Kata Kunci: speech delay; psikolinguistik; jenis kelamin; lingkungan sehat
Dampak Meme Anomali Brainrot Pada Pemerolehan Kosakata Gen-Alpha: Studi Kajian Psikolinguistik Azizah, Fauziyah; Saputra, Kaman Jaya; Tisnasari, Sundawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20082

Abstract

This study analyzes the impact of Brainrot memes on Generation Alpha's vocabulary development from a psycholinguistic perspective. Qualitative methods were used through semi-structured interviews with 7-10 year old children and parents. Results show that Brainrot memes introduce new vocabulary significantly through digital platforms. Children can adopt the absurd words in their daily communication. However, there are also negative effects such as difficulty in choosing the right language register and a tendency to think less critically. In conclusion, although Brainrot memes can enrich vocabulary, overexposure has the potential to hinder the formation of a productive mental lexicon. The need for parental supervision of digital content and strengthening language learning in structured contexts is suggested.