Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Smart Law

Perilaku Bully Siswa Menurut Pandangan MUI Kabupaten Langkat (Studi Kasus di MIN 5 Langkat) Afifuddin Al Ishlah; Sudianto; Suaib Lubis
Journal Smart Law Vol. 3 No. 1 (2024): September
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One negative form of social interaction between students is bullying. Bullying is considered inappropriate or deviant behavior because it has serious consequences. The purpose of this research is to explore bullying behavior among students, its psychological effects on the victims, the psychological effects on the perpetrators, and the perspective of the MUI (Indonesian Ulema Council) Langkat on bullying behavior at MIN 5 Langkat. This study uses a qualitative research method, which is descriptive and analytical, with data in the form of words, sentences, diagrams, or images rather than statistical numbers. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique involves analyzing the data simultaneously during the data collection process. The research results show that: first, the most common forms of bullying at MIN 5 Langkat are verbal and physical bullying. Second, the psychological effects on victims of bullying include disruptions in learning, social interactions, and personal development. Victims of bullying become fearful, withdrawn, lack enthusiasm for school, suffer from low self-confidence, have difficulty concentrating, and experience a decline in academic performance. Third, the psychological effects on perpetrators of bullying at MIN 5 Langkat impact their academic performance and social relationships. Fourth, MUI Langkat's view of bullying behavior at MIN 5 Langkat, namely that bullying behavior at MIN 5 Langkat is still in the mild category, but in Islam it does not allow and does not tolerate bullying behavior, therefore MUI Langkat hopes that the madrasah will take several actions to reduce bullying behavior. even to the point where it no longer exists at MIN 5 Langkat.
Pandangan Mui Kabupaten Langkat Pada Praktik Hibah Orang Tua Kepada Anak (Studi Kasus Di Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat) Silvia Damayanti; Sudianto; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hibah orang tua kepada anak di Desa SerapuhAsli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)mengenai hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif denganpendekatan empiris (field research), yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Subjek penelitian melibatkan ulama MUI Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik hibah di desa tersebut bertujuan untuk menjagakeharmonisan keluarga dan menghindari potensi konflik terkait pembagian warisan. Hibah dilakukansaat orang tua masih hidup untuk memastikan kesejahteraan anak-anak serta keadilan dalampembagian harta, sehingga dapat diselesaikan dengan transparansi. 2) Hibah di Desa Serapuh Aslitelah menjadi tradisi sebagai alternatif pembagian warisan, dengan penekanan pada perlakuan adilantara anak laki-laki dan perempuan, serta pemberian aset seperti tanah dan rumah untuk manfaatjangka panjang. 3) Pandangan MUI Kabupaten Langkat menyatakan bahwa praktik hibah sesuaidengan ajaran Islam selama dilakukan dengan prinsip keadilan. Keadilan tidak selalu berartipembagian yang sama rata, namun lebih kepada pemenuhan hak dan kebutuhan setiap anak secaraproporsional. Ketidakadilan dalam hibah dapat menyebabkan konflik, sehingga penting untukmelaksanakannya dengan bijaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahamipentingnya prinsip keadilan dalam pemberian hibah dalam konteks sosial dan agama, sertadampaknya terhadap keharmonisan keluarga