Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Policy Learning as a Strategy to Strengthen Collaborative Governance in Public Services: Theoretical and Practical Perspectives Martikalini, Citra; Alfitri; Sriati; Thamrin, M. Husni
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol. 17 No. 1 (2025): Publica
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v17i1.45738

Abstract

Collaborative governance in public services is an increasingly important approach amidst the complexity of problems faced by the government. Various actors with different interests must interact and work together to create effective and efficient services. However, the challenges faced in this collaboration often involve tensions between bureaucratic structures and horizontal cooperation between stakeholders. Policy learning is an important element in responding to these dynamics and strengthening collaborative processes in public governance. This study aims to explore the role of policy learning in strengthening collaborative governance in public services. This study uses a qualitative approach by collecting data from various sources, such as previous studies, research results, and relevant policy documents, to analyze the dynamics of collaboration and learning between actors. The results show that policy learning is key in creating a shared understanding between the actors involved. In addition, effective collaboration can be achieved with an inclusive and sustainable learning mechanism, as well as strong institutional support. This study suggests the importance of integrating policy learning into collaborative governance strategies to ensure the sustainability and success of better public services.
The DINAMIKA KAMPANYE PILKADA 2024: STUDI KASUS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN NOMOR 13 PKPU 13 TAHUN 2024 DI KOTA PALEMBANG Gunawan, Indra; Alfitri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v6i2.22795

Abstract

This research is motivated by the low level of voter participation in Palembang City in the 2024 South Sumatra Governor and Deputy Governor Elections, which was recorded as the lowest in the province. The purpose of this research is to examine the implementation of the policy and analyze the factors that affect it in an effort to increase public participation in elections. This study uses George C. Edwards III's policy implementation theory, which emphasizes four important variables: communication, resources, executive disposition, and bureaucratic structure. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the implementation of PKPU No. 13 of 2024 in Palembang City has not been running optimally. One of the main factors inhibiting implementation is the weak human resources of the organizers, both in terms of competence and quantity. In addition, the lack of coordination between institutions also slows down the effectiveness of election campaigns. As a recommendation, this study suggests that the implementation of future regional elections can be carried out electronically (e-voting) to increase efficiency, transparency, and encourage voter participation more widely and easily accessible to the public.
Strategi Peningkatan Sinergitas Pusat dan Daerah Berbasis Penta Helix Collaboration dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Nurwanti; Alfitri; Sriati; Thamrin, Muhammad Husni
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5378

Abstract

Pelaksanaan kolaborasi Penta Helix dalam penyelenggaraan penyuluhan perikanan melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, dan media. Model kolaboratif ini dipandang penting mengingat tantangan nyata yang dihadapi di lapangan, seperti tekanan politis, intervensi kepentingan lokal, dan lemahnya koordinasi antar pihak terkait. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian mencakup Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan terhadap dimensi kolaborasi, sinergitas pusat dan daerah, serta dimensi kesejahteraan kelompok pelaku usaha perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kolaborasi Penta Helix masih menghadapi berbagai hambatan. Pada aspek komitmen, masyarakat sebagai pelaku usaha belum menunjukkan sikap proaktif. Komunikasi antara akademisi dan stakeholder lain masih terbatas. Interaksi antara pelaku usaha dan penyuluh juga belum optimal, seperti halnya keterlibatan media yang masih rendah. Program dan layanan pemerintah masih bersifat top-down dan kurang sesuai dengan kondisi lokal. Namun, pada aspek konteks, pelaksanaan sudah berjalan dengan baik. Dalam hal sinergitas, koordinasi antara pusat dan daerah masih bersifat egosentris dan sektoral, meskipun komunikasi sudah mulai terbentuk meski masih terbatas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan semua stakeholder dalam pengembangan kebijakan peningkatan sinergitas.
Identifikasi Kesenjangan Layanan Dasar Rumah Tangga dan Infrastruktur: Studi Pembangunan Infrastruktur Dasar untuk Penurunan Kemiskinan di Kota Palembang Hadi, Harrey; Alfitri; Nadjib, Abdul; Adji, Ardi
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6415

Abstract

Persoalan kemiskinan di Kota Palembang, belum sepenuhnya terselesaikan. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dan program pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran agar penggunaan anggaran pemerintah dapat lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan dasar rumah tangga dan infrastruktur dalam mendukung upaya penurunan kemiskinan di Kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif melalui wawancara dan observasi lapangan. Metode pengambilan sampel responden pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Responden yang digunakan adalah rumah tangga miskin di Kota Palembang. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif secara sistematis dan faktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rumah tidak layak, minimnya akses air bersih dan sanitasi, serta rendahnya keamanan menunjukkan bahwa anggaran belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan dasar kelompok rentan. Rumah tangga miskin masih tinggal di daerah banjir, menggunakan sungai untuk MCK, dan menderita penyakit yang berhubungan dengan lingkungan. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan alokasi anggaran untuk infrastruktur dasar perumahan dan permukiman yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Adaptasi Masyarakat Nagari Lubuk Alung Terhadap Pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Satifa, Oriza; Alfitri; Miko, Alfan
Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Administrasi Publik dan Pemerintahan
Publisher : LPPM STISIP IMAM BONJOL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55850/simbol.v4i2.185

Abstract

Banyak aspek kehidupan masyarakat, terutama di Nagari Lubuk Alung, sangat dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur jalan tol. Menganalisis apa dan bagaimana komunitas menyesuaikan diri dengan lingkungan baru setelah akuisisi lahan adalah tujuan dari studi ini. Studi ini melihat dampak, faktor sosial, dan ekonomi yang harus dihadapi oleh masyarakat setelah pembelian tanah. Di Nagari Lubuk Alung, yang terkena dampak pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin, penelitian ini dilakukan dengan metodologi kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adaptasi masyarakat setelah akuisisi lahan meliputi modifikasi penggunaan dana kompensasi untuk tujuan produktif dan konsumtif, penyesuaian terhadap dampak polusi debu, dan pemeliharaan hubungan integrasi komunitas. Temuan studi ini menunjukkan bahwa masyarakat Nagari LubukAlung menggunakan uang kompensasi dengan berbagai cara, baik untuk tujuan produktif maupun konsumtif. Selain itu, mereka telah berhasil menjaga integrasi sosial komunitas, yang tidak mengalami perubahan signifikan dari awal proses akuisisi lahan hingga setelah selesai. Selain itu, komunitas khawatir tentang kemungkinan dampak pembukaan jalan tol, terutama yang terkait dengan nilai tanah dan keberlanjutan ekonomi lokal. Untuk mempromosikan keberlanjutan sosial dan lingkungan di daerah tersebut, diperlukan strategi komprehensif yang menekankan baik pengembangan infrastruktur maupun mitigasi dampak.
The Impact of Electronic Government Policy on Transparency and Accountability in Public Services Wijaya, Sandita; Alfitri; Thamrin, M. Husni; Salya, Dida H.
International Journal of Science and Society Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v6i2.1157

Abstract

Implementing the Electronic Government policy has become the main focus in efforts to increase transparency and accountability in public services. This policy is intended to change the way of interaction between government and society, expand access to information, and increase service efficiency. However, there are still various challenges that need to be overcome, including data security issues and gaps in technology access across various demographics. This research aims to evaluate the impact of Electronic Government policies on transparency and accountability in public services. This research uses a qualitative approach, collecting data from various relevant studies and sources for analysis. The data is processed to identify emerging themes and patterns, ensuring the validity and reliability of the conclusions produced. The research conclusion shows that e-government is significant in increasing transparency and accountability, by speeding up service processes and increasing public participation. However, challenges such as data security and uneven access are still major obstacles. Continuous evaluation and adaptation to feedback from the community are needed to improve and sharpen the implementation of this policy. Further development in e-government technology is also essential to overcome current weaknesses. An inclusive and sustainable development strategy will be key in making e-government a more effective tool for transparent and accountable government.
Analysis of the Arabic Language Test Questions at the CELAD Institute from the Perspective of CEFR Standards Alfitri; Musthofa, Tulus; Supriady, Harif
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v9i2.13801

Abstract

This study aims to describe and analyze the Arabic language test items used at the CELAD Institute, which serves as an assessment tool to measure the Arabic proficiency of students in the Faculty of Islamic Studies at Universitas Islam Riau. Specifically, the research identified the characteristics of CELAD’s Arabic language test items and determined their alignment with Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) proficiency levels. This study adopted a descriptive-qualitative design with a content-analysis approach. The findings indicate that: (1) CELAD’s Arabic language test items are integrative, communicative, and interactive in nature, and fall within the category of standardized tests that include proficiency and achievement assessments; and (2) the competency standards reflected in the test align with CEFR, corresponding to level B1 for reading skills and level A2 for speaking and writing skills. This research is expected to serve as an evaluative reference for stakeholders in the further development of the CELAD Arabic language test. Additionally, the findings may offer a model for the development of other Arabic language tests that have not yet been standardized using an international reference framework.