Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penanaman Katokkon Dan Sawi Menggunakan Limbah Pertanian Dan Mulsa Kebun Percontohan Di Kelurahan Leatung Kecamatan Sangalla Utara Fikran Fikran; Christof Geraldi Simon; Yafet Bontong; Nitha Nitha; Nofrianto Pasae
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9017

Abstract

Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, budidaya konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya pertumbuhan gulma, rendahnya kelembapan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Leatung, Kabupaten Tana Toraja, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tanaman katokkon dan sawi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, persiapan lahan, penanaman, serta penerapan mulsa dari jerami dan sisa tanaman. Mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menambah bahan organik tanah. Kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa mampu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta mendukung pertumbuhan tanaman katokkon dan sawi secara lebih optimal. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa juga membantu mengurangi praktik pembakaran limbah yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian berkelanjutan di Kelurahan Leatung.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat di Lembang Lilikira Ao’ Gading Yafet Bontong; Ariyen Duri; Nitha Nitha; Reski Reski; Morgiyani Sari; Jein Rappana; Rumas Binti Janu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9383

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat perdesaan perlu diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan praktik sosial yang telah berkembang di masyarakat. Lembang Lilikira Ao’ Gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara memiliki potensi pertanian dan kearifan lokal yang kuat, namun masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pemanfaatan lahan, terbatasnya diversifikasi pangan, serta perlunya penguatan praktik pertanian berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengolahan dan pemanfaatan lahan, pendampingan aktivitas pertanian, monitoring, dan evaluasi deskriptif. Partisipasi masyarakat dan praktik gotong royong juga teridentifikasi sebagai modal sosial penting dalam pengelolaan pangan. Dampak langsung kegiatan berupa meningkatnya pemanfaatan lahan produktif, keterlibatan masyarakat, dan penguatan kesadaran terhadap pentingnya potensi lokal dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi sumber daya lokal, kearifan masyarakat, dan pemberdayaan partisipatif merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat pedesaan.