Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MARVIN E MUNDEL DI PT MEGAYAKU KEMASAN PERDANA Fazri Ramadani; Ade Astuti Widi Rahayu; Afif Hakim; Boyman Boyman
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dunia industri yang maju saat ini, perusahaan didorong untuk berkembang dalam meningkatkan kinerja perusahaannya agar memiliki daya saing yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas total dan parsial, selanjutnya mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan meningkatkan produktivitas PT Megayaku Kemasan Perdana. Berdasarkan dari hasil pengolahan data menggunakan maka hasil yang didapatkan adalah indeks produktivitas depresiasi tertinggi mencapai 162,98% pada periode bulan april 2019 dan indeks produktivitas terendah mencapai 106,9% di periode bulan juli 2018, indeks produktivitas material tertinggi mencapai 156,44% pada periode bulan oktober 2018 dan indeks produktivitas terendah mencapai 95,44% di periode bulan juni 2018, indeks produktivitas tenaga kerja tertinggi mencapai 136,28% pada periode bulan april 2019 dan indeks produktivitas terendah mencapai 99,8% di periode bulan mei 2019, indeks produktivitas energi tertinggi mencapai 144,77% pada periode bulan maret 2019 dan indeks produktivitas terendah mencapai 96,28% di periode bulan juni 2019, indeks produktivitas maintenance tertinggi mencapai 297,72% pada periode bulan mei 2019 dan indeks produktivitas terendah mencapai 14,82% di periode bulan desember 2018, dan indeks produktivitas total tertinggi berada di bulan oktober 2018 yang mencapai 149,87% terendah terdapat di bulan juni 2018 yaitu sebesar 98,24.
PEMANFAATAN LAHAN BEKAS GALIAN BATU BATA MENJADI EMPANG IKAN AIR TAWAR Afif Hakim
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 2 No 1 (2020): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.965 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v2i1.1178

Abstract

Desa Mekarmulya adalah salah satu desa dari 10 desa yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Dikepalai oleh seorang kepada desa dan dibantu oleh seorang sekretaris desa dan segenap perangkat desa. Desa Mekarmulya dikenal sebagai sentral industri rumahan (home industry) pembuatan batu bata merah pres. Hampir semua warga menjadi pembuat batu bata merah. Namun lambat laun usaha ini kian lesu dan kalah bersaing dengan adanya batu bata ringan. Lesunya penjualan batu bata merah ini juga dirasakan langsung oleh para buruh yang bekerja di salah satu pengrajin batu bata merah. Di sisi lian, terdapat potensi bekas galian material batu bata merah menjadi kolam untuk budi daya ikan air tawar sebagai tambahan penghasilan bagi para pengrajin bata merah yang mulai menurun. Untuk sementara waktu, sebagai permulaan ikan yang direkomendasikan adalah ikan nila karena mudah beradaptasi dengan lingkungan dan cepat berkembang biak. Selain budi daya ikan dan dijual secara mentah, juga disarankan untuk menjual hasil ikan tersebut berupa makanan olahannya seperti nugget, ikan asap, dan lain-lain. Kata kunci: Mekarmulya, Batu Bata Merah, Budidaya, Ikan Air Tawar Mekarmulya Village is one of the 10 villages included in the administrative area of ​​Telukjambe Barat District, Karawang Regency. Headed by a village officer and assisted by a village secretary and all village officials. Mekarmulya Village is known as the center of the cottage industry for making pressed red bricks. Almost all residents become red brick makers. However, gradually this business became sluggish and could not compete with the light bricks. The sluggish sales of red bricks were also felt directly by the workers who worked in one of the red brick craftsmen. On the other side, there is the potential for the ex-excavated red brick material to become a pond for freshwater fish resources as an additional stage for the red brick craftsmen, which is starting to decline. For a while, the fish that refused to start was tilapia because it was easy to adapt to the environment and quickly reproduced. Apart from cultivating fish and selling it raw, it is also advisable to sell fish products in the form of processed food such as nuggets, smoked fish, and others. Keywords: Mekarmulya, Red Bricks, Cultivation, freshwater fish
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN STRATEGI ONLINE MARKETING UNTUK MEMPERLUAS PASAR Afif Hakim; Nana Rahdiana; Annisa Indah Pratiwi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 3 No 1 (2021): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.389 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v3i1.1540

Abstract

Sebagai seorang entrepreneur harus selalu berupaya mencari ide kreatif agar usaha yang dijalankan dapat terus berjalan. Salah satu improvement yang dapat dilakukan adalah mengubah strategi pemasaran dari konvensional (offline) menjadi online atau yang sering disebut online/internet marketing terlebih lagi pada saat kondisi pandemic Covid-19 seperti saat ini. Untuk menjalankan online marketing memang tidak mudah dan butuh ketelatenan. Banyak para peserta yang beranggapan bahwa strategi online marketing sulit untuk dilaksanakan pada hal mereka menyadari bahwa strategi online marketing efektif untuk dilaksanakan terutama di saat-saat pandemic covid-19 ini sehingga pelatihan semacam ini penting untuk dilaksanakan untuk menghilangkan gap berupa ketidaktahuan para peserta. Pelatihan berjalan dengan lancar dan para peserta terlihat antusias dalam melaksanakan pelatihan ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dan hasil survey feedback menyatakan bahwa 100% mereka setuju pelatihan membawa manfaat untuk pengembangan usaha. Kata kunci— entrepreneur, Covid-19, online marketing As the entrepreneur, they must always try to find creative ideas so that his business can continue to run. One of the improvements that can be made is to change the strategy from conventional (offline) marketing to online or what is often called online / internet marketing first during the Covid-19 pandemic conditions like today. To run online marketing is not easy and requires patience. Many participants thought that online marketing strategies were difficult to implement when they realized that an effective online marketing strategy was to be implemented, especially during this time of the Covid-19 pandemic, so this kind of training is important to carry out to eliminate the gap in the form of participants' ignorance. The training went well and the participants seemed enthusiastic in carrying out the training as evidenced by the many questions asked and the survey results which stated that 100% of them agreed that the training was beneficial for business development. Keywords—entrepreneur, Covid-19, online marketing
PENGEMBANGAN POTENSI UKM DI DESA PANGULAH SELATAN AKIBAT DAMPAK COVID-19 Annisa Indah Pratiwi; Akda Zahrotul Wathoni; Afif Hakim; N. Neni Triana; Muhamad Sayuti
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 1 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.573 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i1.2299

Abstract

Pandemi covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun memberikan dampak bagi semua sektor tidak tidak terkecuali bagi pelaku UMKM di Indonesia. UMKM Topi milik Pak Endang merupakan satu dari 20 UMKM yang berada di Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru Karawang yang mengalami penurunan sebesar 50% selama pandemi. Sebelum pandemi, Pak Endang dapat mengirimkan 300 kodi tetapi saat ini hanya bisa mengirimkan 150 kodi setiap minggunya. UMKM ini memiliki 9 pegawai dan sudah berdiri sejak tahun 2017. Saat ini UMKM Topi memiliki satu konsumen tetap dari Bandung yang mengambil produk dalam jumlah besar. Ada beberapa potensi yang dapat dikembangkan di UMKM ini antara lain perbaikan kualitas dan perbaikan digital marketing.Kata kunci: UMKM Topi, Potensi, Kualitas, Digital Marketing. The COVID-19 pandemic, which has lasted more than a year, has had an impact on all sectors, including MSMEs in Indonesia. Mr. Endang's Hat MSME is one of 20 MSMEs located in South Pangulah Village, Kotabaru Karawang District which experienced a 50% decline during the pandemic. Before the pandemic, Mr. Endang could send 300 scores but currently he can only send 150 scores per week. This UMKM has 9 employees and has been established since 2017. Currently, the Topi UMKM has one regular customer from Bandung who takes products in large quantities. There are several potentials that can be developed in this MSME, including improving quality and improving digital marketing.Keywords: MSME Hats, Potential, Quality, Digital Marketing.
PERANCANGAN PRODUK SOFTENER PAKAIAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA UMKM SUCI LAUNDRY Afif Hakim; Nana Rahdiana; Ade Suhara
BUANA ILMU Vol 7 No 1 (2022): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v7i1.3020

Abstract

Perancangan produk merupakan hal yang paling penting dalam suatu proses bisnis perusahaan. Perusahaan harus senantiasa mengembangkan produk yang dimiliki agar produk tetap eksis dan tidak mengalami fase kematian. Penelitian ini merancang produk softener suci laundry. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Quality Function Deployment (QFD) dengan pembuatan House of Quality yang dapat menterjemahkan voice of customer kedalam spesifikasi produk.. Dari hasil survey dilakukan pembobotan dan didapatkan bobot atribut konsumen (voice of customer) yang paling besar adalah softener pakaian yang diinginkan adalah softener yang lembut dengan bobot 23%. Kesimpualan pada penelitian ini adalah rekomendasi desain kemasan dan isi softener suci laundry adalah kekuatan Material kemasan (18 ribu x uji), tingkat kekentalan campuran (0,7 modulus), koefisien gesek kemasan / kelicinan (0,1 µ), tinggi kemasan (9 cm), berat kemasan (40 gram), tebal kemasan (12 mm), lebar kemasan (4 cm), panjang tutup kemasan (42,8 mm), tinggi tutup kemasan (46 mm), lebar tutup kemasan (39 mm), pewarnaan (terang), jenis campuran (buatan), dan model kemasan (tidak berkontur). Kata Kunci : Quality Function Deployment (QFD), House of Quality, voice of customer
PELATIHAN KIAT UMKM GO INTERNASIONAL DI DESA MULYASEJATI KEC. CIAMPEL – KAB. KARAWANG Afif Hakim; Nana Rahdiana
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.604 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2790

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dari kewajiban tri dharma dosen sebagai insan akademis. Pada pengabdian kepada masyarakat anggaran tahun 2021 mengambil judul Pelatihan Kiat UMKM Go Internasional di Desa Mulyasejati. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juni 2021. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kiat- kiat atau cara-cara bagaimana UMKM yang ada di Desa Mulyasejati agar dapat go internasional. Palaksanaan kegiatan ini dilakukan secara hybrid yakni perpaduan secara offline dan online mengingat kondisi masih dalam pandemic covid-19. Peserta offline berkumpul di aula desa dengan penerapan protocol Kesehatan sedangkan peserta online melalui zoom. Sejumlah 20 UMKM mengikuti pelatihan ini dan sangat antusias. Kegiatan ini pula mendapat respon yang positif dari kepala desa. Kata Kunci — UMKM, Go Internasional
PERANCANGAN KEMASAN YANG MENARIK PADA UMKM KERUPUK KULIT Afif Hakim
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 5 No 1 (2023): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v5i1.3965

Abstract

Penampilan luar produk erat kaitannya dengan kemasan produk. Fungsi utama kemasan adalah melindungi isi produk dari udara/lingkungan luar agar tetap pada kualitas yang baik. Selain fungsi utama tersebut, sebagai bagian paling luar dari suatu produk, kemasan juga sebaiknya didesain sangat menarik agar calon konsumen melirik untuk membeli produk tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pemaparan materi secara langsung kepada para karyawan kerupuk kulit APHE. Hasil posttest pemahaman peserta sebanyak 83% peserta faham dengan materi yang disampaikan dan sebanyak 100% mereka setuju pernyataan bahwa kemasan yang menarik akan lebih meningkatkan minat calon pelanggan untuk membeli produk. Kemasan yang disarankan untuk produk kerupuk kulit APHE adalah bahan plastik yang standar food grade (saat ini sudah dilaksanakan), perekat yang rapat dan menutupi celah yang mungkin muncul, dan label yang manarik dan informatif
IMPLEMENTASI HASIL PERANCANGAN ALAT PANGGANG ERGONOMIS UNTUK PARA PEDAGANG IKAN BAKAR DI KAWASAN WISATA TANJUNGPAKIS KARAWANG Nana Rahdiana; Afif Hakim; Ade Suhara; Roban
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 6 No 2 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i2.7952

Abstract

Implementasi hasil perancangan alat panggang ergonomis yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan para pedagang ikan bakar di kawasan wisata Tanjungpakis, Karawang. Perancangan alat panggang ini didasarkan pada prinsip-prinsip ergonomi, dengan tujuan untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan produktivitas selama proses pemanggangan. Melalui pendekatan pengembangan teknologi tepat guna, alat panggang ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kerja para pedagang, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti postur tubuh dan gaya kerja. Implementasi alat panggang ergonomis ini juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas pedagang ikan bakar di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat panggang ergonomis telah memberikan dampak positif, termasuk peningkatan efisiensi kerja, penurunan tingkat kelelahan, dan peningkatan kualitas produk akhir. Implementasi teknologi tepat guna seperti alat panggang ergonomis ini memberikan contoh bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelaku usaha kecil di tingkat lokal, dengan potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mereka secara keseluruhan.
PERAWATAN ALAT POMPA HIDRAM UNTUK PENGAIRAN TANAMAN PADI DI DESA KARANGLIGAR KECAMATAN TELUK JAMBE BARAT KABUPATEN KARAWANG Ade Suhara; Roban; Afif Hakim; Ahmad Farhat; Yogy Atur Prasetyo
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 6 No 2 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i2.7968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan perawatan alat pompa hidram yang digunakan untuk pengairan tanaman padi di Desa Karangligar. Pompa hidram adalah teknologi yang memanfaatkan tenaga air untuk mengangkat air ke tempat yang lebih tinggi tanpa menggunakan sumber energi luar seperti listrik atau bahan bakar. Dalam konteks pertanian, pompa hidram sangat cocok diterapkan di daerah yang memiliki sumber air yang melimpah namun membutuhkan distribusi air yang efisien ke lahan pertanian. Menurut Sudrajat (2011), Pemeliharaan atau yang lebih di kenal dengan kata maintenace dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas yang di perlukan untuk menjaga atau mempertahankan kualitas pemeliharaan suatu fasilitas agar fasilitas tersebut dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi.
The Investigation of Safety Climate Using Nordic Safety Climate Questionnaire (Nosacq-50): A Case Study at A Paper Industry Rahdiana, Nana; Suhara, Ade; Hakim, Afif; Hartono, Markus
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 10 No 01 (2024): Volume 10 No 01 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The pulp and paper industry is one of the industries that significantly contributes to the national economy. Indonesia has at least 103 companies in the paper industry sector, with a total paper production capacity of 18.26 million tons per year. The industry has employed 1.36 million workers and generated exports worth USD 7.5 billion in 2021. The paper industry is not only categorized as a labor-intensive industry but also as a high-risk industry. This study aims to analyze the safety climate in the production department of the paper industry in West Java Province, Indonesia. This study involved the participation of 366 individuals in different roles, including managers, supervisors, leaders, officers, and operators, who were interviewed and asked to complete a questionnaire using the NOSACQ-50 method. The NOSACQ-50 method consists of 7 dimensions of safety climate. The results show that all safety climate dimensions scored between 3.38-3.77, which is a perfect level that needs to be maintained and continuously improved. The safety climate score of the paper industry in Indonesia has a similar pattern to the previous research results released by Nordic on its official website but with higher values. The results of this study are consistent with previous research, which posits safety climate as a homogeneous shared perception characteristic of an organization's safety culture.