Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Interdisciplinary Approach in Islamic Education Khoirudin Miftah; Cindy Fatikasari Ibrahim; Opik Taupik Kurahman; Dadan Rusmana
Al-Fadlan: Journal of Islamic Education and Teaching Vol. 3 No. 1 (2025): Exploring Trends in Islamic Education
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/fadlan.v3i1.82

Abstract

This research explains the interdisciplinary approach in the study of Islamic education, recognizing its approach in Islamic education, as well as its benefits, and also the important points of this interdisciplinary approach in Islamic education.  The research method used is using library sources. This approach includes the search for library materials or secondary data, including primary materials such as books, journals, and sources relevant to the object under study. In Islamic education, the interdisciplinary approach plays an important role in improving the quality of education that is more comprehensive and relevant to the problems faced by the world today. In addition, the interdisciplinary approach provides learners with the foundation to build new solutions to various modern problems faced by Muslims, both domestically and around the world. To achieve greater success, the application of the interdisciplinary approach in Islamic education must be supported by adjustments to the curriculum that harmonize religious and general sciences and the provision of competent human resources in various scientific fields.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS AKHLAKUL KARIMAH: KOLABORASI ANTARA LINGKUNGAN ISLAMI DAN PEMBIAYAAN MODERN Opik Taupik Kurahman; Wisnu Hambali Hidayat; Ayub Suganda; Qorie Hizratul Muttaqien
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v3i1.835

Abstract

Manajemen  pendidikan  Islam  berbasis  akhlakul  karimah  berperan  penting  dalam menciptakan  lingkungan pendidikan  yang  Islami  dan  berorientasi  pada  pembentukan  karakter  siswa.  Pendekatan  ini  menekankan pengintegrasian nilai-nilai moral dan etika Islam dalam seluruh aspek pendidikan, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, kualitas pendidik, lingkungan pendidikan, dan sistem pembiayaan. Kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dirancang agar relevan dengan perkembangan zaman melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan nilai-nilai keislaman. Metode pembelajaran interaktif dan kreatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan teknologi pendidikan, mendukung pemahaman siswa sekaligus membentuk akhlak mulia. Peningkatan kualitas pendidik dilakukan melalui pelatihan rutin dan pengembangan kompetensi dalam mengimplementasikan metode berbasis akhlakul karimah. Lingkungan pendidikan Islami diwujudkan melalui penyediaan  fasilitas  memadai,  pembiasaan  ibadah,  dan  pembentukan  budaya  sekolah  Islami.  Selain  itu, pembiayaan pendidikan Islam yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariat, didukung oleh inovasi seperti wakaf  produktif  dan  crowdfunding  Islam,  menjadi  solusi  strategis  dalam  keberlanjutan  pendidikan  Islam. Dengan pendekatan holistik ini, manajemen pendidikan Islam berbasis akhlakul karimah diharapkan mampu menghasilkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan era modern
The Role of Islamic Education in Shaping a Generation of Character Dede Arif Rahman Nurhakim; Opik Taupik Kurahman; Dadan Rusmana
LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Progressive Islamic and Education Studies
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/lectures.v4i3.136

Abstract

Islamic education integrates Islamic values into learning, focusing on the development of good character. This significantly contributes to the creation of a young generation that excels academically while possessing a strong personality in terms of ethics, spirituality, and social life. Based on literature review, it was found that the application of Qur'anic values and the Prophet's Sunnah in the educational process can serve as a solid foundation in producing individuals who are faithful, devout, and capable of making positive contributions to society. Thus, Islamic education aims not only to create a generation that excels in knowledge but also one that can implement Islamic values in everyday life and benefit their surroundings.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS CINTA: SUATU PENDEKATAN KUALITATIF HUMANISTIK Opik Taupik Kurahman; Gangan Sayid Mikdad; Ripan Maulana; Hadiyanto
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, pengalaman, dan dinamika sosial yang muncul dalam implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis cinta di madrasah melalui pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka (library research). Fokus kajian diarahkan pada peran cinta sebagai energi sosial, afektif, dan spiritual dalam proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui telaah kritis terhadap literatur ilmiah terkini mengenai Loving Pedagogy, Relational Pedagogy, serta paradigma pendidikan Islam humanistik yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi nasional dan internasional. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan prosedur Braun dan Clarke (2006) dengan bantuan perangkat lunak NVivo 14 untuk memetakan pola makna dan keterkaitan antarkonsep. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama, yakni: (1) cinta sebagai ruang relasional yang menumbuhkan rasa aman, penghargaan diri, dan empati antara guru dan siswa; (2) perjuangan emosional guru dalam menyeimbangkan kasih, disiplin, dan profesionalitas; serta (3) transformasi spiritual siswa melalui pengalaman afektif dan refleksi religius selama proses belajar. Ketiga tema tersebut membentuk kerangka konseptual baru yang disebut Spiritual Loving Pedagogy, yaitu integrasi antara kasih sayang pedagogis dan nilai-nilai teologis Islam yang menempatkan pendidikan sebagai proses penyucian diri (tazkiyatun nafs) sekaligus pembentukan karakter rahmatan lil ‘alamin. Secara teoretis, penelitian ini memperluas wacana Loving Pedagogy dengan memasukkan dimensi spiritualitas Islam, sedangkan secara praktis memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan pelatihan guru PAI berbasis kasih sayang. Temuan ini menegaskan urgensi reorientasi pendidikan Islam dari sekadar proses transfer pengetahuan menuju praksis kemanusiaan yang berlandaskan kasih, empati, dan kesadaran ilahiah.
The Relevance of Islamic Education Evaluation to Students' Spiritual Attitudes at SMKN 3 Cimahi Siti Nuraeni; Yanti Sapitri; Huriyatul Kamilah; Opik Taupik Kurahman
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v2i4.134

Abstract

This study aims to examine the relevance of the Islamic Education (PAI) evaluation system to the development of students’ spiritual attitudes at SMKN 3 Cimahi. The main focus is to understand how the assessment practices implemented by teachers support the strengthening of faith, piety, and moral values in students’ daily lives. This research employs a qualitative approach through classroom observations, document analysis, and interviews with Islamic Education teachers and several students as supporting informants. The findings indicate that PAI evaluation still predominantly measures cognitive abilities through written tests and academic assessments. Although spiritual attitude assessments, such as the discipline of worship, moral behavior, and honesty, have been applied, they are not yet optimal due to limited instruments and the absence of consistent monitoring. Nevertheless, the habituation of religious practices and teachers’ role-modeling continue to have a positive impact on students’ spiritual development. This study suggests strengthening affective and practical worship assessments in a more structured manner, as well as encouraging greater involvement of the entire school community so that spiritual evaluation does not become merely a formality. Islamic Education evaluation is expected to fully reflect the aims of Islamic education, which include nurturing intellectually capable students with noble character.
Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Fauziah, Yulida; Sri Wahyuni; Rika Haulina; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai multikultural berbasis pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bermuatan toleransi, serta menggambarkan sikap toleransi siswa di SMP Negeri 1 Pagaden Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI tercermin melalui apresiasi terhadap pluralitas budaya, pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan pengembangan tanggung jawab sosial. Sikap toleransi siswa tampak melalui kemampuan hidup rukun di tengah perbedaan tanpa membeda-bedakan agama maupun budaya. Penanaman nilai-nilai multikultural dalam PAI berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan menghargai keberagaman. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang sempit, sehingga disarankan penelitian berikutnya dilakukan pada konteks sekolah yang lebih beragam.
Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah dalam Menanamkan Nilai–Nilai Religius Peserta Didik Opik Taupik Kurahman; Zahra Nur Azizah; Dede Arif Rahman Nurhakim; Taupik Hamdani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8386

Abstract

Pelaksanaan program pembiasaan salat zuhur berjamaah di sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai religius, strategi pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program salat zuhur berjamaah yang dilaksanakan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah mampu menumbuhkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan, tanggung jawab, keteladanan, dan kebersamaan. Strategi penanaman nilai dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan yang berkelanjutan, ajakan, aturan sekolah, serta pemberian reward dan punishment. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya motivasi sebagian peserta didik dan keterbatasan sarana wudhu. Secara keseluruhan, program pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Telaah Yuridis Potensi Pelanggaran Keimigrasian oleh Mahasiswa Asing di Yogyakarta: Ditinjau dari Kebijakan Pengawasan Keimigrasian Dicky Alfian Nur Rachman; Haedarullah; Syahruramadhan; Opik Taupik Kurahman
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 6 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.7090

Abstract

This research is motivated by the rampant issues regarding mental health that occur at this time. This study aims to analyze how the process of internalizing the values of mauizah hasanah as a means of Islamic therapy and students' learning motivation. The research approach used is qualitative with a literature study method, data collected from literature that discusses mauizah hasanah, Islamic psychotherapy and learning motivation using Miles and Huberman's descriptive-analytical analysis which includes data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification. The findings of this research are that the process of internalizing value has three stages initiated by Muhaimin, namely transformation of value, transaction of value and transinternalization of value. This research shows that the internalization of the value of mauizah hasanah not only plays a role as a psychological healing based on Islamic spirituality, but also fosters students' motivation to learn based on their moral and spiritual awareness. The implications of this study include theoretical enrichment for Islamic psychology and practical recommendations for Islamic educators and counselors to internalize the values of mauizah hasanah into the context of therapy or learning. Further research is suggested to test the application of these mauizah hasanah values empirically through direct practice or education in schools
Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Tafsir Tarbawi dalam Mengatasi Dekadensi Moral pada Gen Z Opik Taupik Kurahman; Paisal Ahmad Akbar; M. Imam Riziek Sihabi; Siti Sutiawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berbasis tafsir tarbawi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari generasi Z guna membentuk karakter moral yang positif. Fokus penelitian mengeksplorasi strategi dan metode paling efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berbasis tafsir tarbawi pada generasi muda, khususnya dalam konteks era digital yang sarat dengan tantangan moral. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berbasis tafsir tarbawi adalah peran pendidik sebagai teladan, pemanfaatan media digital edukatif, serta penguatan nilai sosial melalui komunitas keagamaan efektif menurunkan perilaku dekadensi moral. Nilai-nilai moral yang diajarkan tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga meningkatkan kualitas karakter dan akhlak generasi Z.