Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Dampak Kuota Gender Dalam Keterwakilan Politik: Analisis Kasus Kuota 30% Untuk Perempuan Di Parlemen Indonesia Cahyowirawan, Angelica Maria Diahlaksmita; Maulana, Ilham; Denisnawa, Fahdy Ahmada; Ummah, Aniqotul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 1.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the impact of the 30% gender quota for women in the Indonesian Parliament on women's political representation and the effectiveness of advocacy on gender issues. Using a qualitative approach, this research combines literature study and focus group discussions (FGD) to analyze the extent to which gender quotas have succeeded in increasing women's involvement in political decision making. The findings of this research show that although gender quotas increase the number of women in parliament, their effectiveness in influencing policies that impact women remains limited. Structural barriers and patriarchal political culture often prevent women from becoming agents of significant change. This research makes an important contribution to the literature on women's political representation in Indonesia by highlighting the challenges and opportunities in implementing gender quotas. Thus, it is hoped that this research can provide insight into the development of more inclusive and effective policies to strengthen women's advocacy in politics.
Perempuan di Eksekutif: Representasi Tri Rismaharini Sebagai Walikota Surabaya Periode 2010-2020 Ubaedi, Jasmine Maryam Btarindra; Huroidhoh, Salma; Optafiyacha, Siti Atika; Ummah, Aniqotul
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v6i1.134

Abstract

Representasi perempuan pada proses politik dapat memberi perspektif yang berbeda dan memberikan perubahan positif yang inklusif dan menyeluruh terhadap masyarakat, melalui pendekatan inklusif dan program inovatif, Tri Rismaharini memainkan peran penting pada pemberdayaan perempuan dan penanganan isu sosial terkait perempuan secara langsung. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Tri Rismaharini dalam mewujudkan representasi perempuan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui studi literatur dengan beberapa sumber, termasuk jurnal online, buku dan publikasi terkait dengan keterwakilan dan representasi perempuan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep representasi perempuan menurut Joni Lovenduski dengan mempertimbangkan representasi deskriptif dan representasi substantif. Temuan pertama, melalui program kebijakan Tri Rismaharini yaitu Pahlawan ekonomi, lokalisasi Gang Dolly dan Kota Peduli Perempuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan. Kedua, Tri Rismaharini yang menjabat sebagai Walikota Surabaya, memiliki peran penting dalam mengubah lanskap politik lokal melalui kehadiran dan pemberdayaan perempuan di Surabaya dalam menghasilkan kebijakan yang inklusif. Penelitian ini dilakukan sebagai kebaruan serta memperluas diskursus mengenai kajian representasi perempuan di Indonesia.
Ketidaksetaraan Gender dalam Pembangunan Perdesaan dan Partisipasi Perempuan dalam Pengambilan Keputusan di Nusa Tenggara Timur pada Periode Kepemimpinan Victor Laiskodat 2018 Chika, Princess Ngozi; Natalia Siregar, Gabriella Dofani; Sinaga, Kezia Marlinata; Ummah, Aniqotul
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v6i2.258

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender yang cukup tinggi, terutama dalam konteks pembangunan perdesaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa selama masa kepemimpinan Gubernur Viktor Laiskodat (2018–2023), serta menilai efektivitas kebijakan yang diarahkan untuk mengurangi kesenjangan gender. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelusuran sistematis terhadap dokumen kebijakan daerah, laporan pelaksanaan program, serta publikasi akademik dan organisasi non-pemerintah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan triangulasi sumber untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai situasi gender di perdesaan NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akses pendidikan dasar sudah relatif setara antara laki-laki dan perempuan, ketimpangan masih terjadi pada tingkat pendidikan tinggi dan partisipasi ekonomi. Pemerintah Provinsi NTT berupaya mengatasi hal ini melalui program pemberdayaan perempuan, seperti pengembangan industri bambu dan program pembibitan keluarga berbasis komunitas, yang terbukti mampu meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi lokal hingga 27%. Selain itu, terdapat peningkatan peran perempuan dalam forum-forum musyawarah desa dan kelompok usaha bersama. Namun, hambatan struktural seperti norma budaya patriarkal, minimnya dukungan keluarga, serta keterbatasan akses terhadap pelatihan teknis dan sumber daya masih menjadi tantangan utama. Temuan ini menekankan pentingnya perumusan kebijakan berkelanjutan dan inklusif yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan agar dapat berpartisipasi secara aktif dan setara dalam pembangunan perdesaan di NTT
Membangun Kesadaran Politik Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Di Jakarta Selatan Fadhilah, Firyal Nur; Luthfia, Haifa Marsya; Megantara, Mahesha Suryo; Ummah, Aniqotul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 6.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat apa saja yang memengaruhi partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan umum 2024 di Jakarta Selatan. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana akses ke informasi, keterlibatan masyarakat, dan juga pendidikan politik berkontribusi pada peningkatan kesadaran pemilih pemula. Dengan menggunakan metode kualitatif penelitian ini menemukan bahwa pemilih pemula memiliki potensi yang besar dalam memengaruhi hasil pemilu tetapi mereka menghadapi berbagai masalah, seperti tidak mengetahui banyak mengenai proses pemilu dan minimnya kampanye yang ditunjukkan kepada mereka. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi pemilih pemula. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi sosialisasi pemilu yang lebih efektif, serta meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pemilih pemula dalam proses demokrasi.
Minoritas Dan Multikulturalisme: Studi Kasus Sulitnya Izin Pembangunan Gereja Di Cilegon Putri, Bintang Aura Mayesa; Haryanto, Tiara Julianti; Siregar, Gabriella Dofani Natalia; Ummah, Aniqotul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sulitnya mendapatkan izin pembangunan gereja di Kota Cilegon, yang mencerminkan tantangan terhadap kebebasan beragama di Indonesia. Dengan metode kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengungkap beberapa penyebab utama, seperti aturan yang diskriminatif, penolakan dari masyarakat, dan kebijakan lokal yang tidak adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan ini tidak hanya melanggar konstitusi dan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menimbulkan ketegangan antaragama. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan aturan, dialog yang inklusif, dan pendidikan tentang keberagaman untuk menciptakan keadilan dan toleransi beragama di Indonesia.
Identity Construction Polemic And Overcoming Radicalism: Case Study Of Hti Transnationalism In Indonesia Nugraha, Mauludy; Valentine, Easter; Larashati, Fadjria; Ummah, Aniqotul
JURNAL TAPIS Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v20i1.20215

Abstract

This research aims to provide an analysis of the activities of the HTI transnationalism movement in Indonesia, especially after the revocation of the Legal Decree. However, behind this incident there is a dilemma for the government, on the other hand there is an obligation to implement freedom of association and ward off the dangers of radicalism. By disbanding HTI, a social identity construction emerged for former HTI members. In this case, they are still active under other names, making the process of monitoring radicalism more difficult. This research uses qualitative methods or literature studies by utilizing previous research and the author's analytical skills in finding facts from the results of other research. In this case, the facts and realities on the ground emerge from research results that the activities of HTI or former HTI members threaten the disintegration of national stability and division due to its vision and goals. Then, after the dissolution, a social identification polemic emerged where there was difficulty in identifying HTI activities. Finally, the role of the central state in this case is to address the issue of the spread of the HTI transnationalist movement in Indonesia, considering that licensing, action, revocation and maintaining the integrity of the Indonesian nation lies in the government's authority which is produced through policy
Pelatihan Pelayanan Publik Berbasis Website Menuju Desa Digital untuk Perangkat Desa Baros, Serang, Banten Ummah, Aniqotul; Maryam, Siti; Satrio, Jati; Zempi, Chairun Nisa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v3i2.267

Abstract

Kemajuan teknologi dan pengetahuan pada era digital, telah mengubah corak dunia dari yang sebelumnya konvensional menuju pengembangan teknologi berbasis internet. Hal ini berdampak pada perubahan arah kehidupan sosial, politik, ekonomi. Tak terkecuali dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, dari yang konvensional menjadi berbasis website, dengan tujuan agar lebih efisien, selain itu pelayanan publik berbasis website dapat memudahkan interaksi dengan masyarakat serta mendorong akuntabilitas dan transparansi desa dengan lebih efektif. Dalam rangka penerapan e-government sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2021 tentang Telekomunikasi, Media, dan Informatika yang menyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi informasi untuk mendukung dan mempercepat proses good governance, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) UPN “Veteran” Jakarta yang terdiri dari 7 anggota dosen, memberikan pelatihan pelayanan berbasis website kepada para perangkat Desa Baros, Kabupaten Serang Banten, untuk menuju desa digital. Dalam pelatihan ini, perangkat desa dibekali pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat mengoperasionalkan website desa dengan maksimal yang sebelumnya tidak aktif. Setelah pelatihan website, para peserta memahami dan aktif mengisi konten berita dan informasi lainnya ke website desa dengan arahan dan bimbingan langsung dari tim abdimas. Hasil kegiatan menunjukkan peserta yang merupakan perangkat desa dapat mengunggah konten ke dalam website secara mandiri.
Iḥtijājāt jamāhīrīyah fī al-ḥarakāt al-ijtimāʿīyah: Dirāsat muqāranah bayna aḥdāth ḥadīqat Ghezi al-Turkīyah wa ḥarakat al-difāʿ ʿan al-Islām al-Indūnīsīyah Ummah, Aniqotul; Perdana, Aditya; Noor, Firman
Studia Islamika Vol. 31 No. 3 (2024): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v31i3.41215

Abstract

This article aims to analyze the motives, goals, and mobilizing actors of the Gezi Park protests in Turkey in 2013 and the Aksi Bela Islam (ABI-Islamic defenders’ action) protests in Indonesia in 2016. The study finds that while both protests have strong Islamic historical roots, their underlying motives are significantly different. The Gezi Park protests were driven by government policies regarding the relocation of the park for commercial purposes, whereas the IDF protests were triggered by a statement made by the former Governor of Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, which was deemed blasphemous to Islam. Both movements share a common mobilizing factor, including the construction of easily understandable narratives for the masses. The ABI amplified public anger by emphasizing the importance of defending Islamic theological values that had been insulted, calling for collective prayer with prominent religious leaders as its key actors. On the other hand, the Gezi Park protests amplified public anger by voicing resistance against state brutality.
Fenomena Pedagang Kaki Lima Sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat Urban di Tengah Masifnya Pembangunan Ruang-Ruang Perkotaan Ummah, Aniqotul; Saleh, Fathurahman; Sukarno, Bilal
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 9 No. 6 (2022)
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v9i6.27756

Abstract

Urbanization in general view is the process of mass migration of residents from rural areas to urban areas. Urbanization also is seen as a process in the city that is identified with the development of urban spaces and also affects various aspects of the social community. The massive development of urban spaces opens up a gap among the citizens, where some minority communities such as the poor, choose to work in the informal sector in search of the most basic livelihoods. However, the problem lies in how they use urban spaces as a place where they sell, such as street vendors who use various spaces within the city. This study tries to analyze the extent of urban space utilization by street vendors around Grand Depok City and Margonda Raya Year 2020-2021, using the theory of space production from Henry Lefebvre. The research concluded that the utilization of city space used by street vendors in the vicinity of Grand Depok City and Margonda, occurred because they did not have the money to rent a place for selling activity. In line with the theory of space from Lefebvre, the use of urban space as a place to sell their products on street vendors occurs because at the level of conceived space facing the reality of lived space, it will always leave residues that are the problem of using space such as parks, sidewalks, and so on, to sell.  Keywords: Urban Community; Economic Solution; Development of Urban Spaces AbstrakUrbanisasi dalam pandangan umum merupakan proses perpindahan penduduk secara masif dari kawasan pedesaaan ke perkotaan. Urbanisasi juga dapat dilihat sebagai proses dalam kota yang diidentikkan dengan pembangunan pada ruang-ruang kota dan turut memengaruhi berbagai aspek dalam sosial masyarakat. Masifnya pembangunan pada ruang kota membuka jurang kesenjangan antar warga kota, di mana beberapa masyarakat minoritas seperti masyarakat miskin memilih bekerja pada sektor informal untuk mencari penghidupan yang paling dasar. Namun, masalahnya adalah bagaimana mereka menggunakan ruang perkotaan sebagai tempat mereka berjualan, seperti pedagang kaki lima yang menggunakan berbagai ruang dalam kota? Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan studi kepustakaan, penelitian ini mencoba untuk menganalisis sejauh mana pemanfaatan ruang perkotaan oleh pedagang kaki lima di sekitar Grand Depok City dan Margonda Raya Tahun 2020-2021, dengan menggunakan teori produksi ruang dari Henry Lefebvre. Adapun penelitian ini berkesimpulan bahwa, pemanfaatan ruang kota digunakan oleh para pedagang kaki lima di sekitar Grand Depok City dan Margonda terjadi karena mereka tidak mempunyai modal untuk menyewa tempat berjualan. Sejalan dengan teori ruang dari Lefebvre, pemanfaatan ruang perkotaan sebagai tempat berjualan oleh pedagang kaki lima terjadi karena ruang yang dikonsepsikan (conceived space) berhadapan dengan kenyataan dari ruang yang hidup, maka akan selalu meninggalkan residunya yakni permasalahan penggunaan ruang seperti taman, trotoar, dan sebagainya, untuk berjualan. Kata Kunci: Masyarakat Urban; Solusi Ekonomi; Pembangunan Ruang Perkotaan
Pembatasan Kebebasan Berpendapat Masyarakat Dengan Hadirnya UU ITE Dalam Perspektif Keadilan Salsabila, Ananda Syifa; Arsita, Lia Yuni; Kirsanto, Talitha Nabila; Ummah, Aniqotul
Journal Law and Government Vol 2, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jlag.v2i1.20635

Abstract

Dirumuskannya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada tahun 2008 yang kemudian diperbarui pada tahun 2016 ternyata menimbulkan polemik baru dikarenakan tidak sesuai dengan tujuan awal. Hal ini dikarenakan pada perjalananya terdapat pasal-pasal di dalam UU ITE ini yang dinilai melanggar HAM dan mengekang masyarakat untuk mengutarakan pendapatnya di ruang digital. Kebebasan masyarakat untuk berpendapat di Indonesia sudah diatur di dalam UU sejak dahulu kala namun setelah kehadiran UU ITE menjadikan masyarakat menjadi sangat berhati-hati untuk mengutarakan opini atau pun kritiknya terutama di media digital. Tentunya fenomena ini dapat dikaitkan dengan teori keadilan menurut Rawls dikarenakan keberadaan UU ITE ini membuat kedudukan masyarakat dalam berpendapat menjadi tidak setara dalam mendapatkan kesempatan untuk berpendapat di ruang publik terutama di media digital. Hal tersebut sudah jelas sangat mengingkari prinsip keadilan yang dirumuskan oleh Rawls. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menganalisa tentang pembatasan kebebasan berpendapat masyarakat Indonesia dengan hadirnya UU ITE yang dinilai menggunakan sudut pandang keadilan Rawls. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan teknik pengumpulan datanya dengan teknik studi literatur dan studi kepustakaan pada jurnal, buku, dan berita yang terkait dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah terlihat bahwa kehadiran UU ITE dapat mengekang kebebasan berpendapat masyarakat dan tentunya hal ini sangat bertolak belakang dengan prinsip keadilan menurut Rawls.
Co-Authors Abdullah, Faris Kamil Aldira, Farhan Anugrah, Abigail Anak Aprilia, Aisyah Dwi Ardiansyah, Syalaisha Putri Arsita, Lia Yuni Azzahra, Anandita Bayu, Bimo Putra Cahyowirawan, Angelica Maria Diahlaksmita Charren Galuh Indaswari Chika, Princess Ngozi Denisnawa, Fahdy Ahmada Dewi, Ananda Dewi, Nirina Jelita Eka Widiastuti, Ni Putu Fadhilah, Firyal Nur Farroza, Kayla Salsabilla Ferdiansyah, Fadillah Firman Noor Fitriah, Maulidah Fullah Jumaynah Haryanto, Tiara Julianti Humaira, Alya Huroidhoh, Salma Ilham Maulana Isommudin, Muhammad Kamaluddin Nashir, Asep Kirsanto, Talitha Nabila Kristyafajar , Canza Anadya Sabrina Putri Kusumajanti, Kusumajanti Larashati, Fadjria Livtanta, Nabunga Khansa Luthfia, Haifa Marsya Manullang, Gladys Rotua Marito Megantara, Mahesha Suryo Mulyani, Mega Tiara Naila, Neysa Nandari, Tarissa Natalia Siregar, Gabriella Dofani Nugraha, Mauludy Nurcahyani, Nabila Putri Optafiyacha, Siti Atika Perdana Aditya, Perdana Princess Ngozi Chika Puspitasari, Rinny Putra Susilo, Galang Putri, Bintang Aura Mayesa Putri, Nayla Febrina Rahma Syakira Ayu Rahmadani, Jihan Ramadhanty, Aulia Rambadani, Amanda Jingga Rasullillah, Cinta Saleh, Fathurahman Salsabila, Ananda Syifa Sanjaya, Steven Tjahjadi Sarasvati, Raihana Devi Sarya, Muhammad Raul Zikra Satrio, Jati Shafa Andira, Davina Sinaga, Kezia Marlinata Siregar, Gabriella Dofani Natalia SITI MARYAM Sizdah, Raisha Sukarno, Bilal Ubaedi, Jasmine Maryam Btarindra Valentine, Easter Widodo, Angelic Jovita Wulandari, Safitri Zahra, Cut Salwa Alifia Zempi, Chairun Nisa