Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Effect of the Unting Debt Game (Anti-Stunting Snake and Ladder) on Increasing Knowledge About Stunting Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; WD, Siti Mardiyah; Amilia, Rizkia; Adiputri, Ni Wayan Ari; Rospia, Evi Diliana; Makmun, Indriyani; Amini, Aulia; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 2 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i2.9572

Abstract

The prevalence of stunting in the world, as collected by WHO in 2020, was 150.8 million (22.2percent). WHO has designated five regions as stunting prevalence, including Indonesia in the Southeast Asian region with a prevalence rate (36.4percent). Adolescents are a group that has the potential to be agents of behavior change. For this reason, adolescents need to be given education to increase knowledge and build awareness of the impact of stunting in the future. This study aims to determine the influence of Uting Debt Media (Snake and Ladder Stunting) in increasing adolescents' knowledge about stunting. This research is quantitative. The type of research used was Quasy Experimental pretest and posttest with the control group. The population in this study is all young women of MTS Jamaluddin Bagik Nyaka Village in August 2024, with a sample of 30 people divided into two groups with 15 members each and using purposive sampling techniques. Data collection was carried out using a questionnaire to determine the level of knowledge of adolescent girls about stunting before and after the intervention. The statistical results of the post-test of the experimental and control groups using the Mann-Whitney techniques showed Asymp. signature. (2-tailed) 0.012 less than 0.050, with the mean rank of the experimental group of 19.00 and the mean rank of the control group of 12.00. So, it can be concluded that there is a significant difference in the results of the post-test of the experimental group and the control group, which affects the increase of knowledge in the experimental group before and after being given treatment to increase adolescent knowledge about stunting
Edukasi Dan Skrining Penyakit Diabetes Melitus Melalui Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu (KGDS) Pada Lansia cahya, Dwi Kartika; Rospia, Evi Diliana; WD, Siti Mardiyah; Makmun, Indriyani; Fratiwi, Nova Irmayanti; Khairah, Mifanatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 5 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/4zz6nx06

Abstract

Persentasi jumlah penduduk lansia yang terus meningkat menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup dan kesehatan akibat keberhasilan Pembangunan. Peningkatan jumlah lansia di dunia diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 25,3% dan di Indonesia 21,4%. Hal ini dapat menyebabkan Indonesia mulai termasuk kelompok negara berstruktur usia tua. Pengabdian ini bertujuan melakukan edukasi dan skrining penyakit diabetes melitus melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada lansia. Metode kegiatan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan PKM ini adalah terlaksananya pengabdian dengan rangkaian kegiatan yaitu edukasi pencegahan penyakit diabetes melitus, sebelum diberikan informasi terkait pencegahan penyakit diabetes melitus pada lansia, seluruh peserta sebanyak 20 lansia belum mengetahui jenis-jenis penyakit diabetes, gejala yang ditimbulkan, serta penanganan awal yang perlu dilakukan. Setelah diberikan informasi kesehatan terkait penyakit diabetes melitus seluruh peserta sebanyak 18 lansia memahami dan dapat menjelaskan, sedangkan 2 lansia belum dapat menjelaskan informasi yang diterima. Berdasarkan hasil skrining kadar gula darah sewaktu didapatkan sebanyak 9 lansia (45%) memiliki kadar gula darah normal (70-139) dan 2 lansia memiliki penyakit diabetes (>200). Kesimpulan pengabdian ini terkait Edukasi dan Skrining penyakit diabetes melitus melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dapat memberikan wawasan pada lansia dalam menanggulangi gejala yang dirasakan sejak dini sehingga dapat menuju lansia yang tangguh.
Upaya pencegahan dini komplikasi postpartum melalui inovasi cerdas (cek rutin dan edukasi seputar nifas) Cahyaningtyas, Dwi; Rospia, Evi Diliana; Liantanty, Firda; Pertiwi, Silvi Anggraini; Syaswari, Alya Syarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32222

Abstract

AbstrakKomplikasi postpartum merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu, terutama dalam 42 hari pertama pascapersalinan. Minimnya edukasi, rendahnya kesadaran kunjungan nifas, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor utama terjadinya komplikasi seperti anemia dan hipertensi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini komplikasi postpartum melalui inovasi CERDAS (Cek Rutin dan Edukasi Seputar Nifas) yang mengintegrasikan edukasi partisipatif dan pemeriksaan kesehatan sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 15 ibu nifas, menggunakan metode action research yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu setelah intervensi edukatif, dengan nilai posttest meningkat dari 13% menjadi 93%. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin mengidentifikasi 13% peserta mengalami hipertensi tingkat I dan 53% mengalami anemia ringan. Inovasi ini terbukti efektif menjembatani kesenjangan informasi dan meningkatkan kesadaran ibu terhadap komplikasi pascapersalinan. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi secara berkala dengan dukungan lintas sektor guna memperkuat layanan kesehatan ibu berbasis komunitas. Kata kunci: ibu nifas; komplikasi postpartum; edukasi kesehatan; anemia; hipertensi AbstractPostpartum complications are one of the main causes of high maternal mortality, especially in the first 42 days postpartum. Lack of education, low awareness of postpartum visits, and limited access to health services are the main factors for the occurrence of complications such as anemia and hypertension. This community service program aims to improve early detection of postpartum complications through the innovation of CERDAS (Routine Check and Education About Postpartum) which integrates participatory education and simple health checks. Activities were carried out on 15 postpartum women, using an action research method consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. Results showed a significant increase in maternal knowledge after the educational intervention, with posttest scores increasing from 13% to 93%. Examination of blood pressure and hemoglobin levels identified 13% of participants had grade I hypertension and 53% had mild anemia. This innovation proved effective in bridging the information gap and increasing maternal awareness of postpartum complications. This program is recommended for regular replication with cross-sector support to strengthen community-based maternal health services Keywords: postpartum mothers; postpartum complications; health education; anemia; hypertension
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKRONUTRIEN PADA IBU HAMIL ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Pamungkas, Catur Esty; makmun, indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; nurbaety, Baiq; wd, siti mardiyah; Lestari, Cahaya Indah; Listi, Iqro Suryati; Firliani, Firliani
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 10, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v10i2.33125

Abstract

Kekurangan zat besi saat hamil menyebabkan cadangan zat besi menipis, sehingga sulit bagi ibu hamil untuk mendapatkan zat besi yang cukup dari cadangan makanan selama kehamilannya. Saat ini upaya suplementasi difokuskan pada penyediaan zat besi, asam folat, yodium, kalsium, dan beberapa formulasi mikronutrien [1] untuk mengatasi ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil anemia. Metode penelitian Quasi eksperiment dengan pemberian intervensi dan membandingkan kelompok ibu hamil yang diberikan suplementasi mikronutrien dan kelompok ibu hamil yang diberikan tablet fe asam folat. Hasil kelompok intervensi tablet fe didapatkan peningkatan kadar hemoglobin 0,54 pada ibu hamil anemia. Pada kelompok intervensi mikronutrien didapatkan peningkatan kadar Hb lebih tinggi sebanyak 1,35 dan hubungan yang signifikan pada pemberian suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar hb ibu hamil.
Effectiveness of Lemon Aromatherapy in Reducing Nausea and Vomiting in 1st Trimester Pregnant Women Skania, Pratiwi Cahya; Ashari, Elva Febri; Rospia, Evi Diliana; Haerunisa, Dinda
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6662

Abstract

Pregnancy is a physiological condition for women, especially for women of childbearing age. Pregnancy lasts for 42 weeks consisting of 3 trimesters, namely trimester I, II, and III. This study aims to reduce nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester at the Akmar Jaya Clinic, Serang City. The research method used in this study was a Quasi Experimental study in one group (one group pre-test post-test). The results showed that the majority of nausea and vomiting frequencies before the intervention were 6-10 times, namely 8 people (50%), after the intervention was mild with a frequency of nausea and vomiting 1-3 times, as many as 12 people (75%). Statistically, the p-value was obtained = 0.000 or less than the α value (0.05). The conclusion is that pregnant women in their first trimester can successfully reduce nausea and vomiting by using lemon aromatherapy at the Akmar Jaya Clinic, Serang City in 2004.
Literature Review: Perbedaan Pemberian Oksitosin Profilaksis Secara Intravena dan Intramuskular Terhadap Kejadian Perdarahan Postpartum Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Rospia, Evi Diliana; Agustina, Rika
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i1.689

Abstract

Postpartum Haemorrhage is a condition of blood loss of more than 500 cc that occurs within 24 hours after delivery. Postpartum hemorrhage is a significant cause of morbidity and mortality in childbirth. Postpartum Haemorrhage occurs in about 1% to 6% of all deliveries. Uterine atony, the leading cause of primary postpartum hemorrhage, accounts for 70% to 80% of all bleeding. Early prevention in postpartum hemorrhage cases is the usage of uterotonics in the third stage of labor which has become the standard of intervention worldwide. The choice of uterotonic in managing postpartum hemorrhage should be adjusted to the administration and dosage. This Study aims to analyze the difference in prophylactic administration of oxytocin injected in intramuscular and intravenous during postpartum hemorrhage. Data were searched using PICO, articles were selected using PRISMA, and critical appraisal. There is decreased postpartum hemorrhage compared to IM oxytocin administration. Intra Vena oxytocin administration could reduce the incidence of severe postpartum hemorrhage and prevent blood transfusions compared to IM oxytocin administration in the third stage of labor in postpartum hemorrhage. However, there was no significant difference in hemoglobin changes. The side effects caused by intravenous administration are still manageable compared to intramuscular administration. Intravenous oxytocin prevented postpartum hemorrhage in stage III more effectively than intramuscular administration. The side effects that emerged in the two groups of intravenous and intramuscular administration were not significantly different and were still within mild limits. The administration of oxytocin in preventing postpartum hemorrhage in the third stage of labor has become a procedure and recommendation of health organizations.
PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT Liantanty, Firda; Amini, Aulia; Makmun, Indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare. ABSTRACTThe partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.
Sosialisasi dan penerapan natural therapy dalam upaya peningkatan asi eksklusif di Poskesdes desa Bagik Polak Barat Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Silvi Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.14597

Abstract

Abstrak                                                                                 Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Upaya yang dilakukan dalam mengeluarkan ASI pada ibu postpartum terdapat 2 hal yang mempengaruhi yaitu produksi dan pengeluaran. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan natural therapy yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dengan cara memperbanyak ASI menggunakan natural therapy berupa pijat oksitosin, yang dapat mengatasi pembengkakan pada payudara akibat bendungan ASI dan mengetahui nutrisi yang tepat selama masa nifas agar ibu dan bayi menjadi sehat. Tujuan pengabdian untuk mengedukasi ibu postpartum tentang ASI Eksklusif dan penerapan pijat oksitosin. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi dan penerapan pijat oksitosin. Berdasarkan hasil pengabdian pengetahuan sebelum diberikan dan setelah diberikan terjadi peningkatan menjadi lebih baik, serta ibu postpartum mampu melakukan pijat oksitosin secara mandiri. Kata kunci: ASI eksklusif; ibu nifas; natural therapy; pijat oksitosin; teknik menyusui AbstractThe age of 0-24 months is a period of rapid growth and development, so it is often termed a golden period as well as a critical period. There are 2 things that affect the efforts made in expressing breast milk in postpartum mothers, namely production and expenditure. This is related to the implementation of natural therapy which aims to increase the knowledge of postpartum mothers by increasing breast milk using natural therapy in the form of oxytocin massage, which can overcome swelling of the breasts due to breast milk dams and knowing proper nutrition during the postpartum period so that mothers and babies become healthy. The purpose of the service is to educate postpartum mothers about exclusive breastfeeding and the application of oxytocin massage. The method used is socialization and application of oxytocin massage. Based on the results of the knowledge service before it was given and after it was given there was an increase for the better, and postpartum mothers were able to do oxytocin massage independently Keywords: exlusive breastfeeding; postpartum; natural therapy; oxytocin massage; breastfeeding technique
Deteksi dini dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisasi Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25857

Abstract

Remaja saat ini menghadapi lingkungan digital yang semakin kompleks dan bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan eksplorasi identitas. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini kesejahteraan psikologis dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisai. Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 16 remaja, kegiatan ddalam ini adalah deteksi dini dan edukasi atau penyuluhan terkait kesejahteraan psikologis remaja Gen Z. Hasil deteksi dini didapatkan kesejahteraan psikologis remaja didapatkan mayoritas kategori tinggi berjumlah 12 remaja (75%). Ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan remaja generasi Z pada era digitalisasi, hasil pretest menunjukkan belumada remaja yang menjawab 4 pertanyaan dengan benar, hasil postest menunjukkan 16 remaja menjawab 4 pertanyaan dengan benar setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci: pengabdian; deteksi dini; kesejahteraan psikologis; remaja Abstract Teenagers today face an increasingly complex digital environment and depend on social media as a means of communication, social interaction and identity exploration. The aim of this service is to carry out early detection of psychological well-being and education on the psychological well-being of generation Z teenagers in the digital era. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 16 teenagers. The activities in this are early detection and education or counseling related to welfare. psychology of Gen Z teenagers. The results of early detection showed that the majority of teenagers' psychological well-being was in the high category, numbering 12 teenagers (75%). There were differences before and after being given counseling to Generation Z teenagers in the era of digitalization. The pretest results showed that there were no teenagers who answered 4 questions correctly, the posttest results showed that 16 teenagers answered 4 questions correctly after being given the counseling. Keywords: devotion; early detection; psychological well-being; adolescents
Postnatal yoga class (kelas yoga nifas) sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dan psikologis ibu nifas Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Ni Wayan Ari Adiputri; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Mifanatul Khairah; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27815

Abstract

Abstrak Postnatal Yoga efektif untuk memperkuat otot-otot uterus, memperlancar peredaran darah, dan menstimulasi neurohormonal sehingga dapat mempercepat involusi uterus , efektif mencegah depresi meningkatkan ketenangan, dan membantu relaksasi. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan Postnatal Yoga Class (Kelas Yoga Nifas) Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Fisik Dan Psikologis Ibu Nifas Di Poskesdes Abian Tubuh Baru Kota Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu nifas, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan tekanan darah dan involusi uterus), pengkajian kesehatan psikologis melalui instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), edukasi tentang yoga nifas dan praktik gerakan yoga nifas. Hasil pengabdian , setelah diberikan informasi terkait yoga nifas 10 ibu nifas mengetahui tujuan, manfaat dan dapat melakukan gerakan yoga nifas dengan benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik 10 ibu nifas tekanan darah dalam batas normal yaitu 110/60-140/80 mmHg dan involusi uterus berkaitan dengan kontraksi uterus baik sesuai dengan masa nifas. Skrining kesehatan psikologis didapatkan 8 ibu nifas tidak mengarah ke depresi postpartum atau tidak beresiko depresi postpartum, dan 2 ibu nifas mengarah pada kemungkinan depresi atau beresiko mengalami depresi postpartum. Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; yoga; kesehatan fisik; kesejahteraan psikologis Abstract Postnatal Yoga is effective in strengthening uterine muscles, improving blood circulation, and stimulating neurohormones so that it can accelerate uterine involution, effectively preventing depression, increasing calm, and helping relaxation. The purpose of this service is to conduct Postnatal Yoga Classes as an effort to improve the physical and psychological well-being of postpartum mothers at the Abian Badan Baru Health Post, Mataram City. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 10 postpartum mothers, service activities include: carrying out physical examinations (blood pressure checks and uterine involution), psychological health assessment using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument, education about postpartum yoga and the practice of postpartum yoga movements. The results of the service, after being given information regarding postpartum yoga, 10 postpartum mothers knew the purpose, benefits and were able to do postpartum yoga movements correctly. Based on the results of physical examinations of 10 postpartum mothers, blood pressure was within normal limits in the range of 110/60-140/80 mmHg and uterine involution was related to good uterine contractions in accordance with the postpartum period. Psychological health screening found that 8 postpartum mothers did not have postpartum depression or were not at risk of postpartum depression, and 2 postpartum mothers showed the possibility of depression or were at risk of postpartum depression. Keywords: devotion; postpartum women; yoga; physical health; psychological wellbeing