Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Potensi Ikan Tongkol Dan Ikan Lele Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Escherichia coli Muhammad Sholakhuddin Al-Ayubi; Pestariati Pestariati; Anita Dwi Anggraini; Diah Titik Mutiarawati
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 5, No 2 (2022): The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v5i2.14407

Abstract

Media pertumbuhan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bakteri dan yang sering digunakan untuk pertumbuhan bakteri yaitu media Nutrient Agar. Mahalnya harga media pertumbuhan bakteri mendorong para peneliti untuk menggunakan media pertumbuhan bakteri yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan dan tidak mengeluarkan biaya yang mahal. Ikan tongkol memiliki kandungan protein sebesar 26,46% dan ikan lele yang mempunyai kandungan protein sebesar 24,63%. Escherichia coli merupakan bakteri Gram negatif bersel satu, bersifat patogen dan dapat menyebabkan penyakit diare. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah rata-rata koloni terbanyak pada pertumbuhan Escherichia coli dengan menggunakan media alternatif Ikan Tongkol yaitu pada variasi massa 5 gram yaitu 118 x 10-13 CFU/mL, sedangkan jumlah rata-rata koloni terbanyak pada pertumbuhan Escherichia coli dengan menggunakan media alternatif Ikan Lele yaitu pada variasi massa 5 gram yaitu 104 x 10-13 CFU/mL. Media substitusi Nutrient Agar dari tepung daging Ikan Tongkol dan Ikan Lele dengan variasi massa 1 gram, 3 gram dan 5 gram dapat menumbuhkan koloni bakteri Escherichia coli dengan jumlah dan karakteristik yang berbeda. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan protein di dalam tepung daging Ikan Tongkol dan Ikan Lele yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan Escherichia coli. Ikan tongkol dan ikan lele mempunyai potensi sebagai bahan dasar pembuatan media alternatif untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli ditandai dengan adanya pertumbuhan koloni bakteri pada media alternatif ikan tongkol dan ikan lele. Kata Kunci : Ikan Tongkol, Ikan Lele, Nutrient Agar, Escherichia coli
Statistical Test of Two Way Anova Block Design as a Decision Making Tool for Analyzing the Growth Results of Staphylococcus aureus Bacteria in Sorghum Media (Sorghum bicolor L. Moench) Sri Sulami Endah Astuti; Diah Titik Mutiarawati
Health Notions Vol 6, No 12 (2022): December
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn61202

Abstract

Statistics has wide uses for making the right decisions in various areas of life, because statistics give a person the knowledge and ability to evaluate data. Through this research, researchers hope to create a new learning model from the results of the development of the Two Way Anova Design Block Statistical Test that can be used as a decision-making tool in the analysis of data on the growth results of Staphylococcus aureus bacteria on alternative media from sorghum media. The results obtained in this study, that in the variation of the sorghum period 4 grams, 5 grams, and 6 grams both in dilution with aqua distillation and meat broth the growth of Staphylococcus aureus bacteria in contrast to the growth in mannitol salt agar (positive control) media. Meanwhile, in the periodic variation of 7 grams of sorghum in both aqua distillation and meat broth, there is no difference in the growth in mannitol salt agar media. Two way Anova block design, used if the experimental material is grouped. So that each group aranges a replication for the treatment. The treatment was given randomly to each group. Based on statistical method approach block design, we find alternative mannitol salt agar media into sorghum.  
Peningkatan Kemandirian Siswa dalam Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah dan Mengurangi Protozoa Usus pada Anak SDN Ngingas Diah Titik Mutiarawati; Lully Hanni Endarini; Era Fitria Yunita; Anita Dwi Anggraini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi protozoa usus masih menjadi salah satu permasalahan di dunia, terutama di negara-negara berkembang dan beriklim tropis. Angka insidensi kasus protozoa usus di Indonesia mencapai 10-18%. Infeksi protozoa usus dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa (Deza et al., 2018). Di Negara berkembang tingkat pendidikan masih rendah dan iklim tropis merupakan faktor risiko infeksi protozoa usus. Hasil penelitian Charisma dkk. (2020), menyebutkan bahwa pada pemeriksaan sampel feses menunjukkan sebanyak 20,8% positif adanya kista protozoa usus. Didukung oleh penelitian Simatupang et al., (2013) yang melaporkan sebanyak 40% kasus infeksi didominasi oleh protozoa usus daripada cacing usus (STH) pada anak usia SD di Kedung Cowek, Surabaya. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit parasit masih menjadi salah satu masalah. Dengan demikian, pemberian edukasi kebersihan personal pada mereka menjadi salah satu solusi untuk menurunkan angka infeksi parasit usus (Fransisca et al., 2015). Dengan demikian, peneliti akanmengidentifikasi keberadaan protozoa usus pada sampel feses yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi protozoa usus dan gambaran kebersihan personal pada anak usia sekolah dasar di desa Ngingas Barat, kecamatan Krian kabupaten Sidoarjo. Dari hasil pretes dan postes terdapat terdapat peningkatan para siswa dalam menjawab soal dari 2.16 menjadi 3.66. Soal yang paling sulit dijawab oleh siswa adalah nomor 4 yaitu tentang protozoa. Setelah mendapat materi tentang protozoa usus, para siswa mampu menjawab soal nomor 4 pada postes. Peningkatan pengetahuan tentang protozoa usus sebagai penyebab diare diharapkan dapat mengubah sikap dan tindakan para siswa menjadi lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut. Satu minggu kemudian setelah diadakan kegiatan penyuluhan para siswa dilakukan pemeriksaan Feses lengkap untuk diperiksa adanya infeksi protozoa. Hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan semua siswa negatif dari infeksi protozoa atau 0%.
ANALISIS MIKROBA JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL PADA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PASAR GEDANGAN SIDOARJO diah titik mutiarawati
Analis Kesehatan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.158 KB) | DOI: 10.36568/anakes.v11i2.8

Abstract

Ikan cakalang adalah salah satu jenis ikan pelagis dengan kandungan protein tinggi. Kandungan air yang cukup tinggi pada tubuh ikan menjadi media yang cocok untuk kehidupan bakteri dan mikroorganisme lain serta daging ikan memiliki sedikit tendon, sehingga proses pembusukan akibat aktivitas bakteri lebih cepat dan mutu ikan berkurang serta tidak layak konsumsi, dimana untuk mengetahui adanya cemaran mikroba pada pangan dengan pemeriksaan mikrobiologis yaitu menguji total bakteri pada ikan cakalang yang dihitung berdasarkan Angka Lempeng total (ALT). Penelitianinibertujuanmengetahuijumlahmikrobapadaikancakalang (Katsuwonus pelamis) yang dijual dipasar Gedangan Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dan penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Analis Kesehatan Politekknik Kesehatan Surabaya. Sampel penelitian adalah ikan cakalang sebanyak 5 buah yang diambil secara total sampling. Metode pemeriksaan menggunakan hitung cawan dengan metode tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian Angka Lempeng Total pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang dijual dipasar Gedangan Sidoarjo setelah dilakukan uji secara mikrobiologi yaitu dari ke lima sampel yang dilakukan analisis terdapat 4 sampel yang termasukdalambatasnormalyangsesuaidenganStandarNasionalIndonesia(SNI)7388:2009 tentang batas maksimum mikroba dalam pangan yaitu 5x105koloni/g yang artinya ikan tersebut aman untuk dikonsumsi. Sedangkan 1 sampel termasuk dalam cemaran, karena tidak sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu 5x105koloni/g yang artinya ikan tersebut tidak boleh untuk dikonsumsi berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalampangan.  
ANALISA BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella sp PADA TELUR AYAM KAMPUNG Della Ika Putri Damayanti; Mutiarawati Diah Titik; Suliati Suliati
Analis Kesehatan Sains Vol. 10 No. 1 (2021): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.402 KB)

Abstract

Meanings of animal origin are often contaminate by microorganism, one of it is chicken eggs. Free range chicken is often consumed raw for medicinal purposes without knowing any contamination in it. Free range chicken are often associated with the genesis of foodborne diseases that can cause ailments in the form of diarrheal and gastroenteristic diseases. According to data provided by the 2018 ministry of health, there are approximately 7 million cases of diarrheal disease every year. The bacteria responsible for diarrhea is Salmonella sp, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This type of research is laboratory experimental research through culture. The population of this study was eggs obtained from the village of Tanggul Kulon RT 01/RW 07 Jember. The sample of this research is free range chicken taken by purposive sampling based on criteria. The place of this research was conducted at the Bacteriology Laboratory of Poltekkes Surabaya from January to April 2021. The result showed 4 out of 12 positive samples identified as Escherichia coli and 8 out of 12 positive samples identified as Salmonella parathypi A bacteria
UJI OPTIMALISASI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia Sinensis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Salsyabillah Ramadhani HD. Widya; Mutiarawati Diah Titik; Suliati Suliati
Analis Kesehatan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on substances as new antibiotics to inhibit or kill bacteria that are resistant to antibiotics needs to be done. One of the simplicia has an antibacterial effect is the leaves of green tea (Camellia sinensis). Antibacterial content the leaves of green tea (Camellia sinensis), namely alkaloids, saponins, tannins, and catechins (polyphenols). Tea one of the favorite products from Indonesia’ estate. The purpose of this study was to determine optimization of the inhibitory power the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract against the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This research is an experimental laboratory conducted at Bacteriology”s Laboratory, Department of Medical Laboratory Technology Surabaya in November 2020 - April 2021. This study uses the Kirby Bauer disk diffusion method, namely Mueller Hinton Agar (MHA) media which has been planted with Escherichia coli and Staphylococcus aureus with disks that have been prepared. soaked in the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% and then incubated for 24 hours in an incubator. The results can be concluded the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract can be used as an antibacterial. Optimal of results in this research were Escherichia coli at a concentration of 25% with an average diameter of 10,25 mm and Staphylococcus aureus at a concentration of 100% with an average of 22,5 mm. This is because content the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) is catechins and alkaloids as strong antibacterials
ANALISIS MIKROBA JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL PADA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PASAR GEDANGAN SIDOARJO mutiarawati, diah titik
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i2.8

Abstract

Ikan cakalang adalah salah satu jenis ikan pelagis dengan kandungan protein tinggi. Kandungan air yang cukup tinggi pada tubuh ikan menjadi media yang cocok untuk kehidupan bakteri dan mikroorganisme lain serta daging ikan memiliki sedikit tendon, sehingga proses pembusukan akibat aktivitas bakteri lebih cepat dan mutu ikan berkurang serta tidak layak konsumsi, dimana untuk mengetahui adanya cemaran mikroba pada pangan dengan pemeriksaan mikrobiologis yaitu menguji total bakteri pada ikan cakalang yang dihitung berdasarkan Angka Lempeng total (ALT). Penelitianinibertujuanmengetahuijumlahmikrobapadaikancakalang (Katsuwonus pelamis) yang dijual dipasar Gedangan Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dan penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Analis Kesehatan Politekknik Kesehatan Surabaya. Sampel penelitian adalah ikan cakalang sebanyak 5 buah yang diambil secara total sampling. Metode pemeriksaan menggunakan hitung cawan dengan metode tuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian Angka Lempeng Total pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang dijual dipasar Gedangan Sidoarjo setelah dilakukan uji secara mikrobiologi yaitu dari ke lima sampel yang dilakukan analisis terdapat 4 sampel yang termasukdalambatasnormalyangsesuaidenganStandarNasionalIndonesia(SNI)7388:2009 tentang batas maksimum mikroba dalam pangan yaitu 5x105koloni/g yang artinya ikan tersebut aman untuk dikonsumsi. Sedangkan 1 sampel termasuk dalam cemaran, karena tidak sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu 5x105koloni/g yang artinya ikan tersebut tidak boleh untuk dikonsumsi berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalampangan.  
Kolesterol dan Tekanan Darah Lansia di Posyandu Abiyoso Polkesbaya Christyaningsih, Juliana; Rusyadi, Luthfi; Minarti, Minarti; Mamik, Mamik; Pestariati, Pestariati; Mutiarawati, Diah Titik; Suliati, Suliati; Sasongkowati, Retno; Woelansari, Evy Diah; Suhariyadi, Suhariyadi; Istanto, Wisnu; Endarini, Lully Hanni; Museyaroh, Museyaroh
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v2i2.35

Abstract

As people age, the physical state of the human body will gradually deteriorate due to a decrease in the quantity of cells present, leading to a gradual reduction in functionality referred to as the aging process. In elderly humans (aged more than 60 years) excessive cholesterol levels and high blood pressure are one of the causes of diseases such as heart disease which has been recognized by WHO as the number one cause of death in the world. The buildup of fatty deposits on the linings of blood vessels has the potential to lead to obstructions within the blood vessels. The objective of this initiative is to enhance understanding regarding the hazards associated with cholesterol. This outreach effort took place in July 2023, conducted at Posyandu Abiyoso, Surabaya Health Polytechnic. The activity consists of several processes 1). conducting a survey of the location of the Abiyoso posyandu of the Surabaya Health Polytechnic, 2). Opening registration and taking participants' personal data, 3) conducting participant health interviews, 4). Checking cholesterol levels and blood pressure of participants. From the community service activities carried out, it was found that 42 of the 65 (64.6%) participants who took part in the examination at the integrated service post had high cholesterol levels, and 60 of the 65 (92.3%) participants had high blood pressure or hypertension. By conducting health checks on cholesterol levels and blood pressure, there is an expectation that the society will come to realize and comprehend. the dangers of hypertension and hypercholesterolemia so that the community can prevent the occurrence of sustainable diseases.
Efektivitas Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Staphylococcus aureus Ilma Ilma; Diah Titik Mutiarawati; Suliati .
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk360

Abstract

Staphylococcus aureus has been the cause of a variety of community and nosocomial infections in humans, including folliculitis, impetigo, sepsis, endocarditis, osteomyelitis, implant-associated biofilms, and is also a major cause of recurrent infections in chronic wounds. This bacterium has a high efficiency in forming biofilms which results in continuous infection. One of the virulence factors of Staphylococcus is biofilm, which has the function of facilitating persistence in the host's body and weakening the host's defense system, resulting in resistant bacteria to high concentrations of antimicrobials. Centella asiatica (L.) Urb. or commonly known by the common name gotu kola, is a type of medicinal plant that has been used for a long time to treat and treat disease. Centella asiatica has various types of secondary metabolites that are able to effectively inhibit the formation of biofilms on bacteria. The purpose of this study was to determine the effectiveness of gotu kola ethanol extract as an inhibitor of Staphylococcus aureus biofilm formation. This type of research was a true experimental laboratory conducted in vitro with the microtiter dish assay method. The results obtained in this study were in the form of optical density values for biofilm density which were then processed using the SPSS application. The results showed that gotu kola extract was effective in inhibiting the formation of S. aureus ATCC 25923 biofilms as well as clinical isolates. The conclusion of this study is that the ethanol extract of Centella asiatica (L.) Urb) can inhibit the formation of Staphylococcus aureus biofilms with an MBIC value of 2 mg/mL.Keywords: Staphylococcus aureus; biofilms; gotu kola  ABSTRAK Staphylococcus aureus telah menjadi penyebab beragam infeksi pada manusia yang bersifat komunitas dan nosokomial, termasuk folikulitis, impetigo, sepsis, endokarditis, osteomielitis, biofilm terkait implant, dan juga merupakan salah satu penyebab utama infeksi yang berulang pada luka kronis. Bakteri ini memiliki efisiensi yang tinggi dalam membentuk biofilm yang mengakibatkan infeksi terjadi secara terus menerus. Salah satu faktor virulensi dari Staphylococcus adalah biofilm, yang memiliki fungsi memfasilitasi persistensi dalam tubuh host dan melemahkan sistem pertahanan host, sehingga mengakibatkan bakteri resisten pada antimikroba dengan konsentrasi tinggi. Centella asiatica (L.) Urb. atau yang biasa dikenal dengan nama umum pegagan, merupakan salah satu jenis tumbuhan obat yang telah digunakan sejak lama untuk mengobati dan mengatasi penyakit. Pegagan memiliki berbagai jenis zat metabolit sekunder yang mampu menghambat pembentukan biofilm pada bakteri secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol pegagan sebagai penghambat pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratoris yang dilakukan secara in vitro dengan metode microtiter dish assay. Hasil yang didapatkan pada penelitian berupa nilai optical density kepadatan biofilm yang kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pegagan efektif dalam menghambat pembentukan biofilm S. aureus ATCC 25923 maupun isolat klinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dapat menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus dengan nilai MBIC 2 mg/mL.Kata kunci: Staphylococcus aureus; biofilm; pegagan
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN MISI NUSANTARA SURAKARTA Juliana Christyaningsih; Puspitadewi, Teresia Retna; Alberta, Lembunai Tat; Pengge, Nuning Marina; Siagian, Hotmaida; Mutiarawati, Diah Titik; Rahayuningsih, Christ Kartika; Kurniawan, Dedi; Lestari, Indah; Sumasto, Hery; Endarini, Lully Hani; Kiaonarni OW; Ira Puspita Sari; Evi Yunita N; Suliati; Darjati; Nur Hatijah; Khambali; Hadi Suryono; Demes Nurmayanti; Tatarini Ika Pipitcahyani; Astuti Setiyani; Siti Alfiah; Dina Isfentiani; Bambang Hadi Sugito; Retno Sasongkowati; Yusianti Silviani; N. S. Widodo
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.553

Abstract

Permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat adalah kaum marjinal yang terpinggirkan seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis, dan sebagainya. Salah satu upaya mengatasi masalah kaum marjinal yaitu dengan didirikan lembaga sosial berupa panti asuhan anak. Sejak masa pandemi, anak di Panti Asuhan Misi Nusantara Surakarta jarang mendapat layanan kesehatan dan ada keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu panti asuhan dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan penghuni dan pengelola Panti Asuhan Misi Nusantara di Surakarta. Metoda pelaksanaan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi Anak, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan pengelola panti asuhan serta pelatihan penanggulangan bencana. Hasil pemeriksaan Kesehatan pada penghuni dan pengelola panti didapatkan sebagian besar (52,6 persen) penghuni panti berjenis kelamin laki-laki, hampir setengahnya berusia rata-rata 21-60 tahun, Sebagian besar (68,4 persen) tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, Sebagian besar (73,1 persen) berstatus gizi normal, hampir seluruhnya (94,4 persen) glukosa darah kurang dari 126 m/dL dan asam urat kurang dari 8 mg/dL. Secara umum keadaan warga panti asuhan dalam keadaan baik Social problems that often occur in society are abandoned children, street children, beggars, disabled people, neglected elderly, poor families, families with social problems, and so on. Children and poor people should have their human rights fulfilled by the State of Indonesia. However, in reality there are many children whose needs are not met, such as parents who are unable to provide for the child's needs or the child does not have parents. One effort to overcome this is to establish social institutions in the form of orphanages. Since the pandemic, children at the Mission Nusantara Surakarta Orphanage rarely receive health services and there is limited space for children to move. Theless than purpose of this community service is to assist the orphanage in monitoring the growth and development of residents and managers of the Mission Nusantara Orphanage in Surakarta. The implementation method is in the form of examinations on child growth and development, Counseling on Clean and Healthy Living, checking on the Nutritional Status of Children, counseling on how to brush their teeth properly, health checks for orphanage managers and training on disaster management. 6 percent) of the residents of the orphanage are male, almost half of them are aged 21-60 years, most (68.4 percent) have blood pressure less than 140/90 mmHg, most (73.1 percent) have normal nutritional status, almost all (94.4 percent) blood glucose less than 126 m/dL and uric acid less than 8 mg/dl. Similar activities are needed to see general body health and must be monitored periodically, so that the residents of the orphanage can find out their health status, especially now that they are still in a pandemic condition Covid-19