Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identifikasi Gulma pada Usia Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) yang Berbeda pada Tanah Ultisol Di Kebun Jaya Seujahtera PT. ASN habib yasin el akbar; Amda Resdiar; Irvan Subandar; Maulidil fajri; Mahyudi Afrizal Batubara
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.3022

Abstract

Kelapa Sawit merupakan komoditas tanaman perkebunan dengan penghasil minyak nabati tertinggi. Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya tanaman Kelapa Sawit memerlukan perhatian dan perawatan secara intensif, salah satunya dengan pengendalian gulma. Gulma ialah tanaman yang hidup disekitar tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pertumbuhan Gulma di areal perkebunan PT. Agro Sinergi Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2022 hingga Juni 2022 dengan menggunakan Metode Penelitian Kuadrat dengan pengambilan Sample secara langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil sample pada bingkai yang sudah dibentuk dengan ukuran 1x1 meter sebanyak 5 titik didalam 1 blok dengan penempatan secara acak dan beratur. Hasil penelitian ini ditemukan 10 famili dan 18 Jenis Gulma. Frekuensi pertumbuhan Gulma pada umur 10 Tahun di dominansi oleh jenis Gulma Ludwigia palustris dan pada umur tanaman 9 Tahun di dominansi oleh Ehrharta erecta. Persentase penutupan Gulma pada umur 10 Tahun 60% dan pada umur 9 tahun 63%.Kata kunci: Elaeis guinensis Jacq, Tanah PMK, Identifikasi gulma, Frekuensi gulma, PT. ASN
Analisis Vegetasi Gulma Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Area Afdeling I, Kebun Jaya Seujahtera, PT. ASN Eki Nurul Imran Nduru; Sumeinika Fitria Lizmah; Irvan Subandar; Chairuddin Chairuddin; Muhammad Adlan Arisyi
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2529

Abstract

Budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis J.) sangat bergantung pada lingkungan dan teknik budidaya yang dilakukan sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal. Keberadaan gulma di perkebunan kelapa sawit dapat memicu kerugian di berbagai aspek, sehingga penting dilakukan inventarisasi gulma untuk menentukan pengendalian yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, frekuensi, struktur gulma dan indeks keanekaragaman gulma yang terdapat di lahan sehingga dapat digunakan sebagai data inventarisasi gulma pada perkebunan kelapa sawit Afdeling I, perkebunan Jaya Seujahtera PT. Agro Sinergi Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 dengan menggunakan metode survey yaitu pengamatan langsung dan pendataan gulma di lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode garis sepanjang 10m, 3 garis dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi gulma terdiri dari 13 famili, 20 spesies, dan 7590 populasi gulma. Nilai frekuensi (F) berkisar dari 1x sampai 5x, KR 0.36% - 24.76%, FR 1.67% - 8.33%, DR 0.36% - 24.76%, NP 2.38% - 57 .85%, SDR 0.79% - 19.28% dan Diversity Indeks (H') sebesar 2,46.Kata kunci: Elaeis guineensis Jacq, Gulma, Analisis Vegetasi, Indeks Keanekaragaman Gulma, PT. ASN
IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN PADI DI DESA TEU DAYAH KABUPATEN ACEH BESAR Elin Sahroni; Firdaus Firdaus; Dewi Fithria; Irvan Subandar
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2556

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang bisa di budidayakan dan bisa di konsumsi buah atau bijinya sebagai bahan makanan, tanaman ini dijadikan sebagai bahan makanan pokok oleh sebagian besar penduduk indonesia. Masalah yang menyebabkan turunnya hasil panen pada tanaman padi juga disebabkan oleh serangan hama seperti hama walang sangit, kepik hijau, keong mas, dan penggerek batang, yang mana hama tersebut dapat menyebabkan turunnya hasil produksi tanaman padi bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis hama padi di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis hama pada tanaman padi di desa Teu Dayah. Jenis-jenis hama padi yang ditemukan di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar yaitu walang sangit (Leptocorisa acuta), kepik hijau (Nezara viridula), keong mas (Pomacea canaliculate), penggerek batang (Scirpophaga innotata), ulat grayak (Spodoptera litura).Kata kunci: Identifikasi, Jenis Hama, Padi.
Respon Pertumbuhan Bayam ( Amaranthus sp ) Terhadap Pemberian Trichoderma sp Di Desa Babul Makmur Nonita Sari; Amda Resdiar; Irvan Subandar; Jasmi Jasmi
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.6993

Abstract

This study aims to determine the Growth Response of Spinach (Amaranthus sp) to Trichoderma sp administration in Babul Makmur Village by applying Trichoderma sp fertilizer with Dakota and Sumatra 901 varieties and to determine the interaction of Spinach Plant Growth Response (Amaranthus sp) with Trichoderma sp fertilizer application. This research is a field trial carried out in Babul Makmur Village, Simeulue Barat District, Simeulue Regency. The study was conducted from November to December 2022, using the factorial pattern RAK (Randomized Block Design). The first factor is the dose of Trichoderma sp which consists of 3 levels, namely T1 = 30gr/plot, T2 = 40gr/plot, and T3 = 50gr/plot. The second factor of spinach plant varieties consisted of 2 types, namely V1 = Dakota variety and V2 = Sumatra 901 variety. The parameters observed were Plant Height (cm), Number of Leaves (strands), Root Length (cm), Wet Fallow (gr), Weight Dry (gr). From the results of the parameters observed, it can be concluded that the best results from applying Trichoderma sp. and types of varieties on plant height parameters were found in the T2V2 treatment, in the number of leaves parameter T2V1, in the root length parameter T3V1, in the wet weight parameter T3V1 and in the dry weight parameter T1V1 had better growth than other treatments.
Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.) di Desa Gunung Kleng Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Putri Mustika Sari; Sumeinika Fitria Lizmah; Irvan Subandar
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7834

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu produk hortikultura yang menjadi sumber gizi dan serat, serta menjadi sumber pendapatan petani, dalam memenuhi permintaan masyarakat, dibutuhkan hasil produksi yang optimal, namun terdapat berbagai faktor pembatas diantaranya adanya serangan penyakit pada tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk penyakit yang menyerang tanaman terung di lahan petani. Penelitian ini dilakukan di lahan terung milik petani di Desa Gunung Kleng Kecamatan Muerebo Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Metode penelitian ini adalah observasi, wawancara, identifikasi gejala penyakit tanaman, dan analisis persentase dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan gejala penyakit yang menyerang tanaman terong pada lahan petani begejala bercak daun yang diindikasikan dari patogen golongan fungi Cercospora, sp., Hasil analisis persentase serangan penyakit tngkat serangan rendah sebesar 38,72%, sedangkan intensitas serangan penyakit (49,00%) yang berkriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian dibutuhkan pengendalian penyakit secara terpadu seperti sanitasi lahan, pengendalian secara mekanis, dan pengendalian secara hayati. Kata kunci : tanaman terung, wawancara, bercak daun, persentase serangan penyakit, pengendalian penyakit
Potensi Kerusakan Tanaman Naga akibat Serangan Penyakit di UPTD BBHTPP DISTANBUN Aceh Nur Fajri; Irvan Subandar; Dewi Junita; Hendri Saputra
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kerusakan tanaman naga  akibat serangan penyakit. Penelitian dilakukan di UPTD BBHTPP DISTANBUN ACEH, Lembah seulawah Aceh besar. Penelitian dimulai bulan Febuari hingga bulan Mei 2022. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dilakukan secara sengaja pada tanaman yang tampak memiliki ciri-ciri yang sesuai untuk keperluan analisis dengan menetapkan beberapa sampel pada areal tanaman buah naga yang dilaksanakan sebanyak 5 blok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga tertinggi yaitu 79.16% dan yang terendah 20,83% sedangkan keparahan penyakit yang tertinggi yaitu 30,00%.   yang terendah 5.00%. Kejadian penyakit kanker batang pada tanaman naga tertinggi yaitu 58,33%  dan yang terendah 0% sedangkan keparahan penyakit yang tertinggi yaitu 20,00% dan yang rendah 0%.Kata kunci : Busuk Batang, Kanker Batang, Buah Naga
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Trichoderma sp. Sebagai Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.) M Arifin; Irvan Subandar
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari jenis pupuk kandang dan Trichoderma sp. sebagai bioaktivator terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil dimulai dari bulan Agustus sampai November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor jenis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf yaitu pupuk kandang sapi, pupuk ayam dan pupuk kandang kambing. Faktor Trichoderma sp. yang terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa perlakuan Trichoderma sp. dan menggunakan Trichoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pengaruh jenis pupuk kandang pada parameter tinggi tanaman dan berat basah terbaik dijumpai pada perlakuan K1 (pupuk kandang sapi), sedangkan panjang daun, jumlah daun, dan panjang akar terbaik dijumpai pada perlakuan K2 (pupuk kandang kambing). Pengaruh Trichoderma sp. pada seluruh parameter pengamatan terbaik pada perlakuan T1 (dengan Trichoderma sp.). Tidak terdapat interaksi di antara jenis pupuk kandang dan Trichoderma sp.
Intensitas Serangan Penyakit Jamur Upas (Erythricium Salmonicolor B Et Br) pada Lahan Kopi Arabika Organik dan Anorganik di Kebun Petani Binaan Koperasi Usaha Tani Gayo Kabupaten Aceh Tengah nurazizah nurazizah; Irvan Subandar; Maulidil Fajri; Ichwandi Suhada
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Intensitas Serangan Penyakit Jamur Upas (Erythricium Salmonicolor B Et Br) Pada Lahan Kopi Arabika Organik Dan Anorganik Di Kebun Petani Binaan Koperasi Usaha Tani Gayo Kabupaen Aceh Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada kebun kopi milik anggota petani yang bekerja sama dengan Koperasi Usaha Tani Gayo (U_Tani Gayo) yang berada di kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022  dengan menggunakan metode survey pada lahan kopi tersebut. Alat yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah buku, pulpen dan kamera, sedangkan bahan yang digunakan adalah tanaman kopi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Persentase serangan penyakit jamur upas kopi paling tinggi terjadi pada lahan anorganik yaitu 17.00% di desa Blang gele (F-A02), sedangkan persentase paling rendah terdapat pada lahan organik yaitu 2.00% di desa Bies Mulie (F-A05). Sementara itu, untuk Intensitas serangan penyakit jamur upas paling tinggi terjadi pada lahan anorganik juga, yaitu 6.00% di desa Blang gele (F-A02) sedangkan intensitas paling rendah terjadi pada lahan organik yaitu 0.50% di Desa Bies Mulie (F-A05) . Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat serangan yang paling tinggi terjadi pada lahan anorganik di banding lahan organik. Hal tersebut menunjukkan bahwa  penggunaan bahan kimia baik pupuk buatan maupun pestisida tidak mengurangi serangan jamur upas akan tetapi tingginya serangan jamur upas lebih banyak disebabkan pemeliharaan yang kurang tepat dan tidak intensif.Kata kunci : Intensitas, kopi,, Jamur Upas, Aceh Tengah
KEMAMPUAN TUMBUH DAN DAYA HAMBAT Trichoderma asperellum ASAL LAHAN GAMBUT DALAM CAMPURAN MEDIA TUMBUH DEDAK TERHADAP Sclerotium rolfsii Irvan Subandar; Muhammad Jalil; Chairudin Chairudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2908

Abstract

Biological control by utilizing Trichoderma asperellum from peatlands is one of the efforts to control disease caused by Sclerotium rolfsii which is environmentally friendly. One of the plants that are at risk of being infected with this disease in peatlands is the peanut plant. Therefore, it is necessary to carry out research on the growth ability and inhibition of Trichoderma asperellum from peatlands in a mixture of bran growing media against Sclerotium rolfsii. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Teuku Umar from July to December 2022. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD). Parameters observed in this study were colony growth percentage, spore count, inhibition percentage, growth potential and peanut seed germination. The results showed that the use of bran, corn and rice mixed media gave the best results on colony growth and the number of Trichoderma asperellum spores. The fungus T. asperellum in bran and rice mixed media gave the best results for seed germination and inhibition against S. rolfsii.INTISARI Pengendalian hayati dengan memanfaatkan Trichoderma asperellum asal lahan gambut merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii yang ramah terhadap lingkungan. Salah satu tanaman yang beresiko terinfeksi penyakit ini di lahan gambut adalah tanaman kacang tanah. Maka perlu dilakukan penelitian uji kemampuan tumbuh dan daya hambat Trichoderma asperellum asal lahan gambut dalam campuran media tumbuh dedak terhadap Sclerotium rolfsii. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar pada bulan Juli hingga Desember 2022. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter pengamatan dalam penelitian ini yaitu Persentase pertumbuhan koloni, Jumlah spora, Persentase hambatan, Potensi tumbuh dan daya berkecambah benih kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media campuran dedak, jagung dan beras memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan koloni dan jumlah spora Trichoderma asperellum. Jamur T. asperellum dalam media campuran dedak dan beras memberikan hasil yang terbaik daya berkecambah benih dan daya hambatnya terhadap S. rolfsii.
In vitro potential control of white root fungus in nutmeg (Myristica fragrans) based on botanical fungicide of coconut shell liquid smoke CHAIRUDIN, CHAIRUDIN; SUBANDAR, IRVAN; AGUSTINUR, AGUSTINUR; MAULIDIA, VINA
Jurnal Natural Volume 24 Number 2, June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v24i2.35879

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans) is spice plant which has an important position as a source of essential oils. An important problem in nutmeg cultivation is white root disease which can reduce nutmeg production. Until now, white root disease is still a problem in nutmeg plantations in South Aceh district. One of the solution that can be explored as an environmentally friendly control measure is to use the botanical fungicide coconut shell liquid smoke. This research aims to determine the potential of coconut shell liquid smoke in controlling white root fungus in vitro. The research was carried out in the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Teuku Umar University. The research design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of nine levels of liquid smoke concentration treatment; control 0%, 0.5%, 1%, 2%, 3%, 4%, 6%, 8%, 10%. Each treatment involved three replications. Data analysis was carried out using analysis of variance and Tukey's least significant difference (HSD) test.The research stages carried out consisted of producing coconut shell liquid smoke, isolating white root fungus from the roots of infected nutmeg plants and potential assay of liquid smoke in inhibiting the growth of white root fungus. In vitro bioassay result showed that liquid smoke treatment 3% was the best treatment because it was the lowest concentration causing total inhibition of the growth of white root fungus.