Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Latihan Lompat Tali terhadap Kecepatan dan Reaksi Pemain Bulutangkis Putri U-15 Isauraya, Fatikha; Suratman, Suratman; Pratama, Rivan Saghita
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol. 5 No. 2 (2025): June: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v5i2.1256

Abstract

Studi purpose. This study aims to determine the differences in speed and reaction between female teenage athletes and non-athletes 15 year-old. Materials and methods. This study used a quantitative approach with a comparative design. The research sample consisted of 20 adolescent girls who were divided into two groups, namely the athlete group and the non-athlete group. The athlete group consisted of 10 girls who were athletes of PB. Ngudi Berkah and have done skipping rope training regularly three times a week with a duration of 15-20 minutes, for four weeks before data collection whereas, the non-athlete group amounted to 10 adult Taman Junior High School students who did not take part in sports training and did not do skipping rope exercises. The data collection instruments include a 20-meter sprint test to measure speed and a Whole-Body Reaction test to measure reaction time. Results. Statistical analysis showed that the athlete's group significantly outperformed the non-athletes' group in terms of speed (p = .000) and reaction time (p = .001). These findings suggest that jump rope training effectively improves key performance components in young badminton athletes Conclusions.  Skipping rope exercises are effective in improving speed and reaction, with speed being the more dominant aspect that distinguishes athletes from non-athletes. This exercise can be incorporated into the physical training program for badminton athletes. The results of this study underscore the importance of incorporating jump rope training into structured training program to support early physical development in youth sports.
Penegakan Hukum dalam Upaya Pencegahan Penggunaan Doping pada PON XXI Aceh-Sumut Pratama, Rivan Saghita; Hutabarat, Iqbal Tama Segara
Jurnal Panorama Hukum Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan doping menjadi cara instan untuk meningkatkan performa dan meraih prestasi, namun membahayakan kondisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan regulasi anti-doping, upaya-upaya yang dilakukan pihak terkait dalam penegakan hukum penggunaan doping pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, peran penegakan hukum tersebut, serta tantangan dan implikasi dalam pencegahan dan pengawasan doping. Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif melalui pengumpulan data secara studi kepustakaan dan kemudian dideskriptifkan. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa regulasi larangan penggunaan doping mengacu kepada aturan anti-doping oleh Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), dokumen Code oleh World Anti-Doping Agency (WADA), dan UU terkait, Terkait pencegahan dan pengawasan doping dalam olahraga PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024, berbagai upaya dan kebijakan sudah dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional (KONI), Indonesia Anti-Doping Organization (IADO dan pihak berkepentingan lainnya. Hasilnya, tidak ada satupun atlet yang tebukti melanggar aturan anti-doping melalui pengujian sampel. Namun secara nasional, terdapat tantangan dalam upaya pelaksanaannya yang perlu diperhatikan dan diupayakan solusinya.
Integrasi Tari Tradisional Bonet ke dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Talan, Rudobertus; Nay, Florianus Aloysius; Pratama, Rivan Saghita; Irawan, Yoga
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 2 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i2.15536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tarian tradisional Bonet ke dalam pembelajaran PJOK sebagai langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Peneliti menggunakan metode campuran, yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PJOK di lima sekolah menengah pertama serta seorang tokoh budayawan lokal. Peneliti kemudian menyusun RPP dan LKPD yang menggabungkan tarian Bonet ke dalam materi senam ritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tarian Bonet dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, mendorong partisipasi siswa hingga 30%, serta memberikan kontribusi peningkatan kebugaran fisik sebesar 25%. Guru dan siswa merespons positif pendekatan ini karena mampu memadukan nilai-nilai budaya dengan aspek kebugaran secara relevan dan kontekstual. Disimpulkan bahwa Tarian Bonet berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pengembangan fisik sekaligus pelestarian budaya yang memperkuat karakter dan identitas peserta didik di era globalisasi.
Analisis Perbedaan Kecepatan Reaksi Pemain Bulutangkis Berdasarkan Kelompok Usia Huda, Abilal Martin; Suratman, Suratman; Pratama, Rivan Saghita; Hadi, Hadi
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 2 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i2.15281

Abstract

Kecepatan reaksi merupakan selang waktu antara penerimaan stimulus dengan munculnya suatu respons (refleks) dengan waktu secepat mungkin. Hal ini dibutuhkan atlet untuk menganalisis pergerakan shuttlecock dan mengantisipasi gerakan lawan. Setiap kelompok usia memiliki rata-rata kecepatan reaksi berbeda sesuai tahapan perkembangan motoriknya. Tujuan penelian untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan dari kecepatan reaksi atlet bulutangkis Kabupaten Grobogan kelompok usia U9, U11, U13, dan U15. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data berupa tes dan instrumen Whole Body Reaction Test (WBRT) tipe IV dengan sampel 40 atlet. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan rata-rata kecepatan reaksi atlet bulutangkis setiap kelompok usianya. Kelompok usia U9 memiliki kecepatan reaksi lebih rendah dibandingkan U11, U13, dan U15. Namun, perbedaan U11 dengan U13 serta U13 dengan U15 hasilnya tidak signifikan. Hal  ini dikarenakan seiring bertambahnya usia khususnya remaja awal hingga pertengahan kematangan neuromotoriknya mencapai fase stabil sehingga peningkatan kecepatan reaksi tidak secepat fase awal perkembangan
PENINGKATAN KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI MELALUI METODE TARGET GAMES PADA SISWA SMA NEGERI 8 JENEPONTO BADARU, BENNY; juhanis, juhanis; Zainuddin, M. Said; Sufitriyono, Sufitriyono; suwardi, suwardi; Pratama, Rivan Saghita
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sportive.v7i1.44893

Abstract

This research is a class action research (classroom action research) which aims to determine the increase in the ability to smash volleyball with the target games method in class XI IPS 2 SMA Negeri 8 Jeneponto. The design of this study uses the Kurt Lewin model in 2 cycles and in each cycle there are 2 meetings consisting of planning, implementation & observation, and reflection. The research subjects were 28 students of class XI IPS 2 at SMA Negeri 8 Jeneponto. The results showed that the ability to smash volleyball with the target games method of students in class XI IPS 2 SMA Negeri 8 Jeneponto experienced an increase, namely from the results of the first cycle test the complete category was 11 students or 39% and the incomplete category was 17 students or 61%. Meanwhile, in cycle II, the results of the completeness of students were obtained, namely the complete category of 26 students or 93%, while the incomplete category in cycle II was 2 students or 7%, so it can be concluded that the results of cycle II increased by 93% from cycle I..
AI-Based Learning System In Analyzing Student Progress In Real-Time Fauzan, Ahmad Tegar; Pratama, Rivan Saghita; Elda, Sheva Tiara Kasih
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 7 No 1 (2025): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2025.7.1.16237

Abstract

This study aims to analyze the usage of AI in the learning system to analyze student progress in real-time. The method utilized is a narrative literature review, which is divided into two stages: collecting and analyzing data. Data was collected by examining 25 articles from various sources. Data analysis through topic-based categorization in AI-driven learning systems is employed to monitor and evaluate student progress in real time. The results of the narrative literature review reveal that AI has great potential in increasing the effectiveness and personalization of learning. However, it also poses challenges like the digital divide and ethical issues. In conclusion, implementing AI in education requires a holistic and sustainable approach to maximize its benefits and address its challenges.
Availability of Sports Open Spaces in Tawangharjo District, Grobogan Regency: A Sport Development Index Perspective Pratama, Rivan Saghita; Seftiana, Seftiana; Wahadi, Wahadi; Aji, Tri; Nadzalan, Ali MD; Imron, Fatkhul; Santosa, Teguh; Kusumawardhana, Buyung; Setia Lengkana, Anggi
Journal of Sport Science and Education Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sport and Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v9n1.p63-71

Abstract

The number of open spaces and the population aged seven years and above are known to determine the ratio of open spaces to the Sports Development Index. This study used a survey method with a quantitative descriptive approach, using sports open spaces as research variables. The sampling technique was based on the Sports Development Index (SDI), namely the Multistage Random Sampling. The population of this study was residents of Tawangharjo Village, Tarub Village, and Godan Village. The availability of open sports spaces in the Tawangharjo sub-district, represented by 3 villages, namely Tawangharjo, Tarub, and Godan, is in a low category. The solution is to improve sports development in the open space aspect, namely by involving the government to improve the welfare of the people, such as by providing the most superior sports facilities in the region, including football, volleyball, martial arts, and jogging tracks. The role of the community can help develop sports development, such as cooperation in cleaning abandoned sports open spaces.
The impact of hexagon drill on the agility of junior men's tennis players Pratama, Rivan Saghita; Santosa, Teguh; Lengkana, Anggi Setia; Imron, Fatkhul; Mahardika, Wisnu; Hidayah, Taufiq
Jurnal Keolahragaan Vol. 11 No. 1: April 2023
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v11i1.52532

Abstract

The modern tennis games is characterized by an emphasis on quickness and strength. Rapid and multidirectional changes in the ball's speed necessitate a high level of agility. This study aimed to determine the impact of hexagon drill training on the agility of male junior tennis players. This research is a quantitative type with experimental methods. The research design uses a one group pre-test and post-test design. The population in this study were junior male tennis players in Jawa Tengah with the sampling technique using purposive sampling. The characteristics of the sample determined by the researcher were male, athletes under 18 years of age, and practicing in the Jawa Tengah area. The number of samples used in the study was 40 people. Data analysis used the t-test by first carrying out the normality test and homogeneity test. The results of the data normality test in this study were 0.06 > 0.05 (0.06 greater than 0.05), which means that the data is normally distributed in the population frequency. The results of the homogeneity test in this study were 0.15 > 0.05 (0.15 greater than 0.05), which means the data is homogeneous. After the data is normally distributed and homogeneous, the researcher continues data processing, namely the t-test. The results of the t-test showed a significance value of 0.000 so it was less than 0.05 or 0.000 <0.05 so there was a significant effect. The conclusion is that the hexagon drill exercise has an effect on increasing agility in junior men's tennis players in Central Java. Suggestions from researchers are that coaches can apply hexagon drill exercises to train junior tennis players under the age of 18 years.
Tingkat Kecemasan Pada Atlet Petanque : Analisis Faktor Penyebab dan Dampaknya Terhadap Performa Sofiana Amelia Putri; Rivan Saghita Pratama; Sri Haryono; Syahru Romadhoni
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 9 No. 6 (2025): September
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan pada atlet petanque serta mengevaluasi faktor-faktor penyebab dan dampaknya terhadap performa atlet. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 70 atlet petanque yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia melalui kuesioner Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2). Hasil menunjukkan bahwa kecemasan somatik merupakan bentuk kecemasan yang paling dominan. Rata-rata tingkat kecemasan atlet berada pada skor 32,93 dengan rentang antara 15 hingga 45. Ditemukan adanya hubungan signifikan yang sangat kuat antara variabel gender dan lama latihan terhadap tingkat kecemasan, di mana atlet laki-laki dan mereka yang memiliki masa latihan lebih lama cenderung mengalami kecemasan lebih tinggi. Hasil uji-t juga menunjukkan pengaruh signifikan dari kedua variabel tersebut terhadap kecemasan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan program pelatihan mental yang optimal dalam pengelolaan kecemasan untuk meningkatkan performa atlet.
Analisis Daya Tahan Aerobik (Vo2max) Atlet Taekwondo Klub Supernova Menggunakan MFT (Multi-Stage Fitness Test) Muhammad Nasiim Azhar Firdaus; Rivan Saghita Pratama
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 9 No. 6 (2025): September
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat daya tahan aerobik (VO2Max) atlet taekwondo Klub Supernova berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui tes pengukuran. Sampling purposive digunakan untuk memilih 14 atlet (7 putra dan 7 putri) yang berusia antara 12 dan 14 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan Multi-Stage Fitness Test (MFT) atau bleep test, dengan validitas sebesar 0,80 dan reliabilitas 0,52. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa nilai minimum, maksimum, rata-rata, standar deviasi, dan persentase berdasarkan norma kategori VO2Max. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet putra memiliki rata-rata VO2Max sebesar 24,15 ml/kg/menit, dengan kategori “Kurang” (57,14%) dan “Sangat Kurang” (42,86%). Sementara itu, seluruh atlet putri memiliki rata-rata VO2Max sebesar 20,69 ml/kg/menit dan seluruhnya (100%) berada dalam kategori “Sangat Kurang”. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat daya tahan aerobik atlet taekwondo Klub Supernova secara umum masih rendah, sehingga diperlukan penguatan program latihan fisik khususnya dalam aspek daya tahan aerobik untuk meningkatkan kapasitas aerobik guna menunjang performa dalam pertandingan.
Co-Authors . Hasbunallah AS Abdian Asgi Sukmana Al Baihaqi, Luthfi Ibnu Ali MD Nadzalan Ali MD Nadzalan Anggit Wicaksono Anggit wicaksono Arimbiyanti Selantiana badaru, Benny Badaru, Benny Benny Badaru BUDIONO SKM, M.Kes(Epid), IRWAN Buyung Kusumawardhana BUYUNG KUSUMAWARDHANA BUYUNG KUSUMAWARDHANA, BUYUNG Candra, Adiska Rani Ditya Chairat Choosakul Donosuko Dwi Priyatno Elda, Sheva Tiara Kasih Fatkhul Imron Fauzan, Ahmad Tegar Fekie Adila Fernando, Ricky Florianus Aloysius Nay Hadi Hadi Hadi Hadi Huda, Abilal Martin Hutabarat, Iqbal Tama Segara Ikadarny Ilham Azis Indra Ramadhan Isauraya, Fatikha IWAN ARYA KUSUMA Jasmani Jihan Fatahillah Annur Juhanis Juhanis Juhanis, Juhanis Kriswantoro Lengkana, Anggi Setia Luthfi Ibnu Al Baihaqi M Imran Hasanuddin M. Said Zainuddin Muhammad Fatchurrahman Bagus Saputra Muhammad Muhibbi Muhammad Nasiim Azhar Firdaus muhammad qasash hasyim Nadzalan, Ali Md Ni Putu Nita Wijayanti Nova Rizky Pratama Oca Fernandes AF Permono, Purwono Sidik Priyanto Purwono Sidik Permono Ramadhan, Indra Retno Farhana Nurulita Risa Agus Teguh Wibowo Rizam Ahada Nur Ulinnuha Rohmah, Tsania Nur Romadhoni, Syahru Rudobertus Talan Satria Yudi Gontara Seftiana, Seftiana Segara Hutabarat, Iqbal Tama Setia Lengkana, Anggi Setya Rahayu Soegiyanto KS Sofiana Amelia Putri Sri Haryono Sri Haryono Suci Prasasti Sufitriyono, Sufitriyono Suratman Suratman Suwardi Suwardi Suwardi Suwardi Syahru Romadhoni Taufiq Hidayah Teguh Santosa Tri Aji Tri Tunggal Setiawan, Tri Tunggal Tulyakul, Singha Wahadi Wahadi Wahadi, Wahadi Wicaksono, Ryan Adi WISNU MAHARDIKA yoga irawan