Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEKTIVITAS ART THERAPY DALAM MANAJEMEN STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHAP EMERGING ADULTHOOD Linnas, Nur Huda; Tazkia, Aslama; Ahaddiah, Tsani; Pratama, Muharrofil Rachim; Zakariyya, Farhan; Lestari, Selfiyani
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i1.2315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan art therapy dalam manajemen stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa usia 18-21 tahun yang telah dipilih sebagai sampel dengan jumlah 15 partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mempersiapkan kuesioner pretest dan posttest dalam bentuk google form mengenai persepsi stres akademik yang terdiri dari 18 aitem yang dibuat dalam 4 pilihan untuk mengukur tinggi rendahnya stres akademik mahasiswa. Kami memanfaatkan desain model explanatory sequential design yang merupakan mixed method dengan mengkombinasikan penelitian kuantitatif serta kualitatif secara bertahap untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Hasil analisis data deskriptif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik sebelum dan sesudah sesi art therapy yaitu dari 47.93 menjadi 41.27. Hasil pretest dan posttest dengan uji paired sample T-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan art therapy berupa menggambar dan mewarnai mampu secara efektif menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa tahap emerging adulthood. Hasil penelitian kualitatif yang diambil pada sesi sharing session mengimplikasikan perasaan peserta selama melakukan art therapy, yaitu perasaan lega dan rileks yang dapat mereduksi stres.
Pelatihan Komunikasi Asertif (TOT Bagi Guru SD di Kabupaten Kuningan) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Nurendah, Gemala; Fauziyya, Eka; Maslihah, Sri; Chotidjah, Sitti; Musthofa, M. Ariez; Lestari, Selfiyani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Barat termasuk tinggi, menurut data Simfoni-PPA Jawa Barat menempati urutan 5 besar di Indonesia. Pada 2020 tercatat ada 1.186 kasus, 2021 ada 1.766 kasus dan 2022 ada 2.001 kasus. Peningkatan jumlah kasus setiap tahunnya menjadi sebuah fakta mengkhawatirkan dimana seharusnya anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara. Salah satu kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Kuningan, dialami seorang anak perempuan berusia 8 tahun dan pelaku adalah 2 orang dewasa berusia 63 dan 69 tahun (merdeka.com, 2022). Berdasarkan paparan kasus tersebut, maka Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia merasa perlu melakukan upaya preventif berupa pelatihan komunikasi asertif untuk meminimalisir semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembekalan kepada guru-guru Sekolah Dasar agar dapat melatih anak didiknya mengenai pentingnya perilaku asertif dan mengembangkan perilaku asertif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian materi mengenai komunikasi asertif dan deteksi dini anak korban kekerasan seksual, jumlah peserta pelatihan sebanyak 116 orang yang merupakan guru-guru SD yang tersebar di wilayah Kabupaten Kuningan. Terdapat pre test dan post test untuk menguji pengetahuan para guru, hasil analisis menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan dan peserta pelatihan memberikan respons positif dari segi pematerian dan penyelenggaraan.
Analisis Problematika Pengembangan Kampung Wisata Ramah Anak di Desa Cikole Berdasarkan Level Mikrosistem Teori Ekologi Ihsan, Helli; Selfiyani Lestari; Sri Maslihah; Anastasia Wulandari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a child-friendly tourist village in Cikole Village cannot yet be carried out optimally. The aim of this service program is to analyze the problems that occur in Cikole village in developing a child-friendly tourist village based on the microsystem level of ecological theory. The method used in this service is through focus group discussions. The data obtained were analyzed using thematic analysis based on the microsystem level of ecological theory. The results show that there are several main problems that are obstacles to the development of a child-friendly tourist village in Cikoleh Village, including the lack of a clear vision and mission, no organization capable of driving the program, lack of funding for program realization, and obstacles in mobilizing residents. Some of these obstacle points become initial data that can be used in designing further interventions. Based on analysis using ecological theory, it can be concluded that the problems faced in developing a child-friendly tourist village in Cikole Village occur at the ecological microsystem level so that intervention needs to be carried out comprehensively..
Efektivitas Pelatihan Positive Self-Talk dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa Baru Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia Agestianti, Ruth; Khalila Mustafid, Atha; Bulan Andari, Nafisya; Afifah Azzahra, Faza Tsalitsa; Ayu Regitha Pramesti, Ni Kadek; Zakariyya, Farhan; Lestari, Selfiyani
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 7 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v7i1.2588

Abstract

The demands and responsibilities in a new learning environment, namely college, can cause a crisis of confidence for students, especially new students. Positive self-talk is one alternative in increasing the confidence of new students. The purpose of this study was to determine the effectiveness of positive self-talk training in increasing the self-confidence of new psychology students at Universitas Pendidikan Indonesia. This study used a quantitative quasi-experimental method with a one group pretest-posttest design. The sample selection was determined using purposive sampling technique. Meanwhile, the subjects in this study amounted to 9 first semester students majoring in psychology at the University of Education Indonesia. Data analysis was carried out with the Wilcoxon test. The results showed a significance value of p = .042 (> 0.05), which means that positive self-talk is effective in increasing the confidence of new psychology students at Universitas Pendidikan Indonesia Keywords: Training; Positive Self Talk; College Students  
ARTPSY FUSION PROGRAM: UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVISME PADA JUVENILE SEX OFFENDER SEBAGAI BENTUK RETROGRESI MORAL MELALUI TEATRIKAL WAYANG GOLEK Yunita Putri Lestari; Sri Maslihah; Selfiyani Lestari; Febrian Kusnadi; Maitria Prada Yusuf; Syifa Fauziah; Candra Nugaraha Setiawan
Indonesian Psychological Research Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v6i1.1089

Abstract

This research aims to overcome moral retrogression in juvenile sex offenders through the Artpsy Fusion Program intervention which uses Wayang Golek performances to insert culture-based moral values. This research uses a qualitative experiment approach with a pretest and posttest design. Data collection was carried out through in-depth interviews. The research participants consisted of six children who were children assisted by the Bandung Class II Special Child Development Institute (LPKA). The Artpsy Fusion Program intervention was carried out three times for three weeks. The research results show that the Artpsy Fusion Program is effective in improving moral reasoning in juvenile sex offenders. Content analysis showed there was a significant change in participants' moral reasoning after the intervention, with a shift from immature moral reasoning to more mature moral reasoning. Apart from that, by combining cultural aspects through Wayang Golek performances, it adds a valuable cultural dimension in efforts to improve the morale of young people who commit sexual crimes. Theoretical implications for moral retrogression in juvenile sex offenders and practical implications for intervention in LPKA are also discussed.
Bystander Behavior dalam Situasi Bullying pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Sri Maslihah; Gemala Nurendah; Ghinaya Ummul Mukminin Hidayat; Selfiyani Lestari; Muhammad Ilham Mudin
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i2.1573

Abstract

Peran bystander dalam kejadian bullying dapat mencegah insiden perundungan yang dampaknya memengaruhi kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran perilaku bystander dalam kejadian perundungan pada siswa SMP. Studi deskriptif ini melibatkan 205 siswa berusia 12–15 tahun dengan menggunakan Bullying Bystander Role Scale (BBRS). Instrumen itu mengukur lima peran, yakni Assistant, Reinforcer, Outsider, Defender, dan Digital Defender. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan seluruh tipe bystander berada pada kategori rendah, kecuali peran defender yang berada pada kategori tinggi. Ditemukan juga perbedaan signifikan pada semua tipe bystander berdasarkan jenis kelamin. Siswa perempuan menunjukkan perilaku membela yang lebih tinggi baik secara langsung maupun Digital sedangkan siswa laki-laki cenderung lebih pasif atau bahkan mendukung tindakan perundungan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan usia. Temuan ini mendukung perlunya pengembangan program intervensi anti-perundungan yang disesuaikan dengan karakteristik tipe bystander serta jenis kelamin, khususnya strategi untuk mendorong perilaku membela pada siswa laki-laki dan memperkuat sikap defender pada siswa sekolah menengah pertama.
Baraya Ngajaga Intervention: Promoting Bystander Behavior for Bullying Prevention Through Sundanese Cultural Values in Junior High School Students Maslihah, Sri; Mudin, Muhammad Ilham; Nurendah, Gemala; Hidayat, Ghinaya Ummul Mukminin; Lestari, Selfiyani
Indonesian Psychological Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Psychological Research
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v8i1.1675

Abstract

This study was conducted to develop and examine a bystander intervention programme integrated with Sundanese values for preventing bullying amongst junior high school students, namely the Baraya Ngajaga programme. The research utilized a quasi-experimental design employing One-Group Pretest-Posttest Design, which was carried out at SMPN X Bandung, Indonesia, involving ten female students aged 13-14 years from the school's "Agen Perubahan" community as the subjects. The intervention implemented was the "Baraya Ngajaga" programme delivered across three sessions, which combined Sundanese cultural values of Silih Asih, Sauyunan, and Ngamumule. Three instruments were employed to measure the program's effectiveness, namely the Conative Scale (α = 0.790) for behavioral intention, the Affective Scale (α = 0.810) for emotional reaction, and the Cognitive Scale (α = 0.733) for knowledge evaluation. The results showed enhancement in intervention intentions (p = 0.007), while emotional response and knowledge scores were not found to be significant.  Based on these findings, Baraya Ngajaga's pilot intervention showed promising initial results in increasing bystander intervention intentions through integrating local cultural values thus providing preliminary evidence for further development of anti-bullying programs tailored to local contexts.