Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kabila: The Relationship Between Anxiety Levels and Blood Pressure in Hypertension Patients at the Kabila Community Health Center Moh. Nurhidayat H. Ento; Nurdiana Djamaluddin; Mihrawaty S. Antu; Bergita Dumar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8452

Abstract

Peningkatan tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yakni gangguan psikologis. Gangguan psikologis yang sering dijumpai pada pasien hipertensi adalah kecemasan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 menunjukkan penderita hipertensi di Provinsi Gorontalo sebanyak 52.690 jiwa. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di puskesmas kabila. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen tingkat kecemasan dan variabel dependen tekanan darah. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi tekanan darah dan kuesioner HARS dengan uji Spearman-Rank untuk analisa data. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value < ? dengan nilai correlation coefficient 0,58 yang artinya terdapat hubungan positif searah antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan oleh pihak Puskesmas dalam upaya penurunan angka hipertensi dengan cara memberikan Pendidikan kesehatan kepada responden dan juga keluarga untuk meningkatkan motivasi serta dukungan keluarga.
Gambaran Pengetahuan Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI Di Desa Popodu: Overview of Mothers' Knowledge in Providing Complementary Foods for Breastfeeding in Popodu Village Rahmatia Kadir; Nurdiana Djamaluddin; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8597

Abstract

Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) terlalu dini sebelum bayi berusia 6 bulan maupun terlambat, MP-ASI yang diberikan tidak cukup dan frekuensi pemberian MP-ASI yang kurang menyebabkan periode emas pada bayi dapat menjadi periode kritis yang akan menganggu tumbuh kembang bayi saat ini dan masa mendatang, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya pengetahuan ibu. Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di Desa Popodu. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian adalah semua ibu yang mempunyai bayi berusia 6-24 bulan di Desa Popodu sebanyak 33 bayi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dalam memberikan MP-ASI. Analisa data univariat dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang dikategorikan kurang sebanyak 13 responden (39,4%), pengetahuan cukup sebanyak 11 responden (33,3%) dan pengetahuan baik sebanyak 9 responden (27,3%). Simpulan pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di Desa Popodu mayoritas tergolong pengetahuan yang kurang. Saran bagi aparat desa Popodu dapat bekerja sama dengan Puskesmas Bulango Timur untuk memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan mendemostrasikan praktik pemberian MP-ASI secara langsung sesuai usia bayi.
Hubungan Jarak Melahirkan dan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Putri, Vidya Aurelya; Djamaluddin, Nurdiana; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4074

Abstract

Stunting pada anak dapat menjadi perhatian kesehatan yang sangat penting karena berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan dan kualitas hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting seperti jarak kelahiran dan riwayat BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai P value = 0,033 (<0,05) berarti ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting dan didapatkan hasil nilai P value = 0,00 (<0,05) berarti ada hubungan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara jarak kelahiran dan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat terkait jarak kelahiran ideal, pencegahan BBLR dan juga pencegahan kejadian stunting pada anak.
PEDOMAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK) PADA PERAWAT DI RSUD. TOTO KABILA BONE BOLANGO Dulahu, Wirda Y; Djamaluddin, Nurdiana; Liputo, Gusti Pandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.21552

Abstract

Pelayanan keperawatan secara keseluruhan memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan  kesehatan. Panduan Asuhan Keperawatan (PAK) adalah istilah teknis sebagai pengganti Standar Asuhan Keperawatan (SAK). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mensosialiasikan standar/pedoman asuhan keperawatan yang baik dan benar. Dalam pelaksanaan pengabdian ini di RSUD Toto Kabila Bone Bolango dihadiri sejumlah 2 orang pejabat rumah sakit dan 28 perawat yang terdiri dari kepala ruangan, ketua tim dan perawat pelaksana. Hasil yang didapatkan seluruh peserta mengetahui lebih dalam terkait pelaksanaan asuhan keperawatan yang sesuai dengan standar pedoman asuhan keperawatan yang telah diterbitkan oleh Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
LEVEL OF KNOWLEDGE AND FOOT CARE BEHAVIOR OF PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN BONEBOLANGO REGENCY Monoarfa, Hanifa Savanti; Djamaluddin, Nurdiana; Meylandri Arsad, Siti Fatimah
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i1.29609

Abstract

Elevated blood glucose (or blood sugar) levels are a sign of a chronic metabolic disease known as diabetes, which over time can cause serious damage to blood vessels, eyes, kidneys, heart, and nerves. Diagnosing people with diabetes as early as possible is very important to prevent or delay complications, avoid premature death, and improve quality of life. If diabetes continues for a long time, it can damage many organs in the body, and these disorders can be life-threatening. The efforts made in preventing complications are by doing foot care. This study aims to determine the level of knowledge and foot care behavior of patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the tapa health center, bone bolango district. This study used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach, data were collected from 106 patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of the Tapa Community Health Center, Bone Bolango Regency. The results showed that most respondents had a level of knowledge with a category of less than (44.3%). And had foot care behaviour with a deficient category of (52.8%). Future research is recommended for further researchers to conduct further research on factors related to the behaviour of preventing complications of Type 2 DM.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Prof. Dr. H Aloei Saboe Kota Gorontalo: The Relationship Between Stress Levels and Sleep Quality in Non-Hemorrhagic Stroke Patients at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital, Gorontalo City Hairun Nisya A.Mamente; Nasrun Pakaya; Mihrawaty S. Antu; Nurdiana Djamaluddin; Indra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8310

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama kematian serta kecacatan. Kondisi ini terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Faktor yang memengaruhi kejadian stroke non hemoragik antara lain kualitas tidur, tingkat stres, usia, serta riwayat penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada pasien stroke non hemoragik di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel terdiri 54 pasien stroke non hemoragik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 38 orang (70,4%) mengalami stres tingkat sedang, sementara masing-masing sebanyak 8 orang (14,8%) mengalami stres ringan dan berat. Selain itu, sebanyak 48 orang (88,9%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan 6 orang (11,1%) yang memiliki kualitas tidur baik. Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat stres dan kualitas tidur pada pasien stroke di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo dengan p value 0,038 (<0,05) dan nilai koefisien 0,282 termasuk dalam kategori hubungan lemah. Diharapkan rumah sakit agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap manajemen stres pada pasien stroke non hemoragik, terutama terkait dengan dampaknya terhadap kualitas tidur pasien.
Gambaran Toxic Relationship Dan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo: An Overview of Toxic Relationships and Mental Health in Nursing Students at Gorontalo State University Safira R. Pagau; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto Rahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9249

Abstract

Toxic Relationship atau hubungan beracun merupakan bentuk interaksi interpersonal yang berdampak negatif bagi salah satu atau kedua belah pihak, baik secara emosional maupun fisik. Hubungan ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk hubungan romantis, pertemanan, keluarga, serta lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk Mengidentifikasi Toxic Relationship Mahasiswa sJurusan Keperawatan di Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Penelitian ini menggunakan teknik sampel Slovin, yaitu pengambilan sampel acak berstrata dengan jumlah sampel 243 responden. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pembagian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 64,6% mahasiswa Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo mengalami gejala hubungan toxic, sementara 29,6% melaporkan hubungan sehat. Faktor-faktor seperti tekanan akademik, tuntutan sosial, dan masalah pribadi dapat memengaruhi tingkat kesehatan mental mahasiswa, sehingga dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk mendukung mereka dalam mencapai kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dukungan dari berbagai pihak baik dari pihak peruguruan maupun tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi maupun informasi tentang pola komunikasi sehat dan pencegahan Toxic Relationship dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan tentang Toxic Relationship dalam bersosialisasi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melituus Tipe 2 Di Puskesmas Kabila: Relationship between Body Mass Index and Random Blood Sugar Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Kabila Community Health Center Sri Harmawi Polotoy; Nurdiana Djamaluddin; Muh. Nursyukriani Yusuf; Maryadi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9315

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang terus meningkat yang ditantdai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemik, kadar gula darah yang tidak terkontrol sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya indeks massa tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini berjumlah 292 responden dan menggunakan teknik sampel purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 74 responden, instrumen dalam penelitian ini menggunakan pengukuran berat badan tinggi badan. Analisa data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value sebesar 0,036<0,05 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kabila. Pada hasil penelitian ini diharpakan dapat menjadi tumpuan bagi Puskesmas Kabila dalam program rutin yang pentingnya dalam menjaga berat badan dan pengelolaan kadar gula darah sewaktu
Description of Uremic Pruritus in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. Aloei Saboe Regional General Hospital Lahabu, Moh Ikbal; A. Kasim, Vivien Novarina; Maryadi, Maryadi; Djamaluddin, Nurdiana; Purwanto, Erwin
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19379

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with a steadily increasing prevalence, particularly among patients undergoing hemodialysis. One of the most frequently reported complaints is uremic pruritus, defined as a chronic itching sensation that significantly affects patients' quality of life. This study aimed to describe the characteristics of uremic pruritus in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RSUD (Regional General Hospital) Prof. Dr. Aloei Saboe, Gorontalo City. This study employed a descriptive quantitative design using a total sampling technique involving 42 CKD patients undergoing hemodialysis who presented with uremic pruritus. Data were collected using a demographic questionnaire and the 5D Itch Scale instrument. The results showed that 3 respondents (7%) experienced mild pruritus, 24 respondents (57%) experienced moderate pruritus, and 15 respondents (36%) experienced severe pruritus. The findings indicate that uremic pruritus remains a predominant clinical problem among CKD patients undergoing hemodialysis. Consequently, increased attention to assessment and management is necessary to improve patients' quality of life
The Effect of Comprehensive Sexual Models on Self-Efficacy of Prevention of Sexual Violence in Adolescents at SMAN X Suwawa Anindya Prananda Ishak; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto K. Rahim
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10399

Abstract

Adolescents are an age group that is vulnerable to sexual violence due to limited knowledge and ability to protect themselves. Self-efficacy plays an important role in shaping adolescents' confidence to carry out prevention. The comprehensive sexual education model is one of the educational approaches that can increase adolescents' self-efficacy through providing information and strengthening prevention skills. This study aims to determine the effect of the comprehensive sexual education model on the self-efficacy of sexual violence prevention in adolescents at SMAN X Suwawa. The study used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design and involved 61 respondents selected through cluster random sampling technique. The research instrument is in the form of a questionnaire in the form of a dichotomy question. The results showed that most adolescents experienced excellent self-efficacy (91.8%), while the rate of self-efficacy was good (8.2%) after being given intervention. The results of the Wilcoxon signed rank test showed a p-value = 0.006 (< 0.05), which indicates that there is a significant influence of the comprehensive sexual education model on the self-efficacy of preventing sexual violence in adolescents at SMAN X Suwawa. Schools are advised to integrate comprehensive sexuality education in learning activities and counseling guidance services.