Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat terhadap Pelaksanaan Pencegahan Risiko Jatuh pada Pasien Rawat Inap di RSUD Otanaha Kota Gorontalo Nurayin Anenengo; Nurdiana Djamaluddin; Gusti Pandi Liputo
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2025 - Juli 2025)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v4i1.145

Abstract

Nurses' knowledge of patient safety is essential to prevent errors or unwanted actions. Therefore, having good knowledge is crucial for nurses to improve their actions in the future. This study aims to determine the relationship between knowledge and nurses' compliance with the implementation of fall risk prevention in inpatient patients at Otanaha Regional Hospital, Gorontalo City. This research employs a qualitative method with statistical analysis using the Chi-Square test. The sampling technique used is Total Sampling, with a total of 40 nurses working in the Emergency Room (IGD), Internal Medicine Room 2, and Pediatric Room. The instrument used in this study is a questionnaire. The results show that after conducting a cross-sectional test, the obtained p-value is <0.05, specifically p-value <0.016. Thus, it can be concluded that there is a relationship between knowledge and nurses' compliance with the implementation of fall risk prevention in inpatient patients at Otanaha Regional Hospital, Gorontalo City. Based on this study, it is expected to enhance nurses' knowledge regarding fall risk prevention, thereby improving compliance in healthcare services, particularly in the application of patient safety.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING ANIMATED VIDEO ON KNOWLEDGE OF DIABETES MELLITUS PREVENTION IN SCHOOL-AGE CHILDREN Tia Afrilita Badaria; Nurdiana Djamaluddin; Maryadi
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2026): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v15i1.907

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) among school-age children demonstrates a concerning upward trend in Indonesia. The limited understanding of adolescents regarding DM prevention necessitates effective educational strategies tailored to their developmental characteristics. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness of animated video–based education on school students’ knowledge of diabetes mellitus. Methods: A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach was employed at SMPN 10, Gorontalo City. A total of 58 students were recruited through purposive sampling (intervention group n=29; control group n=29). The intervention group received health education via an animated video, while the control group received only a conventional lecture. Knowledge was assessed using a validated 10-item multiple-choice questionnaire. Data were analyzed using the paired sample t-test, the wilcoxon signed-rank test, and the independent sample t-test. Results: A statistically significant difference in knowledge gain was observed between the intervention group (33.45±9.24) and the control group (4.21±2.64) (p=0.000). Conclusion: Health education delivered via animated video was more effective than conventional lectures in improving knowledge of DM prevention among school-age adolescents.
Description of Uremic Pruritus in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis at Prof. Dr. Aloei Saboe Regional General Hospital Moh Ikbal Lahabu; Vivien Novarina A. Kasim; Maryadi Maryadi; Nurdiana Djamaluddin; Erwin Purwanto
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19379

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with a steadily increasing prevalence, particularly among patients undergoing hemodialysis. One of the most frequently reported complaints is uremic pruritus, defined as a chronic itching sensation that significantly affects patients' quality of life. This study aimed to describe the characteristics of uremic pruritus in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RSUD (Regional General Hospital) Prof. Dr. Aloei Saboe, Gorontalo City. This study employed a descriptive quantitative design using a total sampling technique involving 42 CKD patients undergoing hemodialysis who presented with uremic pruritus. Data were collected using a demographic questionnaire and the 5D Itch Scale instrument. The results showed that 3 respondents (7%) experienced mild pruritus, 24 respondents (57%) experienced moderate pruritus, and 15 respondents (36%) experienced severe pruritus. The findings indicate that uremic pruritus remains a predominant clinical problem among CKD patients undergoing hemodialysis. Consequently, increased attention to assessment and management is necessary to improve patients' quality of life
The Quality of Life Assessment of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Therapy in Gorontalo Nurdiana Djamaluddin; Ita Sulistiani; Adelia Dwi Lestari Mointi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 17 No 1 (2024): Supplemen Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.167

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal secara progresif. Umumnya gagal ginjal kronik ditangani dengan beberapa cara, salah satunya melalui tindakan hemodialisis. Beberapa masyarakat menganggap prosedur hemodialisis hanya akan membawa dampak fisik dan emosional yang signifikan yang membuat kualitas hidup pasien semakin memburuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi terdiri dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, di RSUD Toto Kabila, dan di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto. Adapun pengambilan sampel dengan metode propability sampling dengan cara cluster sampling berjumlah 70 responden sebagai sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Kidney Diseases Quality of Life (KDQOL). Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Gorontalo dalam kualitas hidup baik sebanyak 56 orang (80,0%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 14 orang (20,0%). Dengan demikian, kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Gorontalo menunjukan sebagian besar dalam kualitas hidup baik sebanyak 56 orang (80,0%). Gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Gorontalo menunjukan sebagian besar dalam kualitas hidup baik.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Limboto Nur Lisa Walahe; Nurdiana Djamaluddin; Dewi Suryaningsi Hiola
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2026): Vol. 8 No. 2 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronik dengan prevalensi tinggi pada kelompok lansia. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi kunci keberhasilan terapi. Tingkat ketidakpatuhan masih tinggi. Dukungan keluarga diyakini menjadi salah satu faktor protektif yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 116 lansia hipertensi dipilih melalui purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner empat dimensi Toulasik (2019), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), instrumen yang dipilih karena telah tervalidasi pada populasi hipertensi dewasa di Indonesia dan banyak digunakan secara internasional untuk mengukur perilaku kepatuhan pengobatan. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (53,4%) dan berstatus patuh minum obat (60,3%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Limboto. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan keluarga sebagai bagian dari strategi pelayanan kesehatan primer, misalnya melalui integrasi edukasi keluarga ke dalam program Prolanis atau Posbindu PTM, guna meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Hipertensi, Lansia ABSTRACT Hypertension is a chronic disease with a high prevalence among older adults. Adherence to antihypertensive medication is essential for successful treatment; however, non-adherence remains a major challenge. Family support is considered an important protective factor that may influence medication adherence among older adults with hypertension. This study aimed to analyze the relationship between family support and medication adherence among older adults with hypertension at Limboto Primary Health Center, Gorontalo Regency. This analytical descriptive study employed a cross-sectional design. A total of 116 older adults with hypertension were selected using purposive sampling. Family support was measured using the four-dimension questionnaire developed by Toulasik (2019), while medication adherence was measured using the 8-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), selected because it has been validated in the Indonesian adult hypertensive population and is widely used internationally to assess adherence behavior. Bivariate analysis was performed using the chi-square test. Most respondents reported high family support (53.4%) and were adherent to their antihypertensive medication regimen (60.3%). The chi-square test revealed a significant association between family support and medication adherence (p = 0.001). There was a significant relationship between family support and medication adherence among older adults with hypertension at Limboto Primary Health Center. These findings highlight the importance of strengthening family support within primary health care strategies, for example, by integrating family-based education into the Prolanis or Posbindu NCD programs to improve medication adherence and blood pressure control among older adults with hypertension.   Keywords: Family Support, Medication Adherence, Hypertension, Elderly
Digital Health Education Based on Huyula Gorontalo Local Wisdom for Stunting Prevention Rachmawaty Hunawa; Dewi Suryaningsi Hiola; Nurdiana Djamaluddin
An Idea Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v5i2.788

Abstract

Background: Stunting is a nutritional issue that can adversely affect physical growth, cognitive development, and long-term health outcomes. Adolescents and prospective brides represent a critical target group, as their knowledge and attitudes significantly influence maternal and child health Objective: To evaluated the effectiveness of “Huyula Gorontalo,” a digital transformation grounded in local wisdom, as an educational medium to improve knowledge and attitudes regarding stunting prevention among adolescents and prospective brides Methods: A quantitative approach was employed, utilizing a quasi-experimental design with a pre-test and post-test one-group method. Data were collected using validated questionnaires measuring knowledge and attitudes related to stunting prevention. The sample comprised 67 adolescents and prospective brides, selected through accidental sampling in the Tilango Public Health Center area, Gorontalo. The intervention consisted of digital health education based on the local cultural concept of “Huyula,” which emphasizes cooperation, collective responsibility, and community support. Results: Indicated a significant improvement in participants’ knowledge and attitudes following the intervention. The mean knowledge score increased from 2.3881 to 2.9403 (p = 0.000), and the proportion of participants with good knowledge rose from 44.8% to 94.0%. Attitudes also improved, with the mean score increasing from 1.8209 to 1.9701 (p = 0.001), and the percentage of respondents with positive attitudes rising from 82.1% to 97.0%. Conclusion: The “Huyula Gorontalo” digital transformation approach effectively enhanced knowledge and attitudes toward stunting prevention. This strategy has the potential to support sustainable health education among adolescents and prospective brides.
Edukasi Kesehatan Pencegahan Stunting Melalui Media Kalender: Health Education for Stunting Prevention Through Calendar Media Nurdiana Djamaluddin; Vidya Avianti Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6220

Abstract

Stunting is a condition where a child's physical growth and development are hindered due to a long-term lack of adequate nutritional intake. It is not just a physical issue, but also a health and developmental problem that involves various social, economic, and environmental factors. Inaccurate knowledge of mothers is the earliest cause of malnutrition in children. There are various types of media that can be used to maximize message delivery, such as print media, electronic media, billboard media, and entertainment media. One of the print media used for message delivery is educational calendars. Additionally, calendar media can contain many images and texts, is easy to understand, and can be placed in accessible areas where it can be read at any time. The aim of this community service activity is to enhance public knowledge on the prevention and improvement of nutrition for stunted toddlers. After the community service was conducted, there was an increase in public knowledge following the education provided about stunting through calendar media. After the counseling, the majority of participants understood how to prevent stunting, recognize stunting, and the impacts of stunting.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Beban Keluarga dalam Merawat Lansia yang Menderita Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila : Factors Related to Family Burden in Caring for Elderly People Suffering from Hypertension in the Kabila Health Center Work Area Nazwa Tahuhe; Nurdiana Djamaluddin; Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7371

Abstract

Lanjut usia merupakan orang yang termasuk dalam kategori kelompok umur 60 tahun ke atas. Dilihat dari beberapa penyakit yang menyerang pada lansia diantaranya hipertensi. Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistole ? 140 mmHg dan diastole ? 90 mmHg. Keluarga memiliki tanggung jawab untuk merawat, namun dalam pelaksanaannya menyebabkan beban bagi keluarga. Beban ini dikenal sebagai beban caregiver yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari 107 responden dengan menggunakan pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden lebih banyak mengalami beban ringan sebanyak 61 orang (57,0%) dari 107 responden. Kesimpulan variabel yang berhubungan dengan beban keluarga dalam merawat lansia yang menderita penyakit hipertensi adalah status pekerjaan (p=0,000), penghasilan (p=0,000), hubungan keluarga (p=0,002) dan lama merawat (p=0,005). Penelitian ini di harapakan dapat memberikan informasi secara adekuat pada caregiver terkait perawatan lansia dengan hipertensi sehingga dapat mengurangi beban caregiver.
Hubungan Jarak Melahirkan dan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Vidya Aurelya Putri; Nurdiana Djamaluddin; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4074

Abstract

Stunting pada anak dapat menjadi perhatian kesehatan yang sangat penting karena berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan dan kualitas hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting seperti jarak kelahiran dan riwayat BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai P value = 0,033 (<0,05) berarti ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting dan didapatkan hasil nilai P value = 0,00 (<0,05) berarti ada hubungan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara jarak kelahiran dan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat terkait jarak kelahiran ideal, pencegahan BBLR dan juga pencegahan kejadian stunting pada anak.
Pengaruh Edukasi Diet Rendah Garam terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Erwin Purwanto; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto K. Rahim; Maryadi Maryadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1442

Abstract

Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, dimana salah satu akar masalahnya yakni rendahnya pengetahuan pasien mengenai manajemen nutrisi berupa pembatasan asupan garam (natrium). Pengelolaan diet rendah garam sebagai strategi non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebih merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet rendah garam terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test pada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan media leaflet selama 60 menit. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebanyak 20 item pertanyaan, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan pre-test sebesar 58,75 meningkat menjadi 84,63 rata-rata skor pengetahuan post-test, dengan proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik dari 20,31% menjadi 76,56% setelah intervensi dengan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam secara terstruktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Intervensi keperawatan ini terbukti efektif digunakan sebagai upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan primer.