Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Dongeng Tradisional Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas III Di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar Muhiddin, Nur Afni Muhiddin; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6141

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pemanfaatan dongeng tradisional sebagai media inovatif untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada siswa kelas III di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan literasi siswa, teridentifikasi melalui data pra-siklus yang menunjukkan 61% peserta didik tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus (masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) dengan subjek 23 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi aktivitas pembelajaran dan tes pemahaman membaca berbasis cerita dongeng tradisional Makassar seperti "La Galigo". Hasil penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata tes membaca pemahaman naik dari 60,90 (siklus I) menjadi 80,43 (siklus II), dengan persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 39% menjadi 82,60%. Aktivitas siswa juga meningkat dari kategori "baik" (skor rata-rata 2,68) menjadi "sangat baik" (skor rata-rata 3,57), didukung penerapan teknik "Rolling Book" dan scaffolding kosakata kontekstual. Simpulan penelitian membuktikan bahwa dongeng tradisional berfungsi sebagai jembatan budaya yang efektif dalam mengakselerasi literasi, memadukan penguasaan teks dengan apresiasi nilai moral lokal. Implikasinya, integrasi dongeng tradisional ke kurikulum Bahasa Indonesia tingkat dasar direkomendasikan sebagai strategi pedagogis berkelanjutan. This study analyzes the effectiveness of utilizing traditional fairy tales as an innovative medium to enhance Indonesian reading comprehension skills among third-grade students at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Elementary School, Makassar. The research background stems from low student literacy, identified through pre-cycle data showing 61% of participants failed to meet the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 65. The Classroom Action Research (CAR) method, following Kemmis and McTaggart's model, was implemented in two cycles (each comprising planning, action, observation, and reflection) involving 23 students. Data collection instruments included learning activity observation and reading comprehension tests based on Makassar traditional tales such as "La Galigo." Results indicated significant improvements: the average test score rose from 60.90 (cycle I) to 80.43 (cycle II), with classical mastery increasing from 39% to 82.60%. Student activity levels also escalated from "good" (average score 2.68) to "very good" (average score 3.57), supported by the implementation of the "Rolling Book" technique and contextual vocabulary scaffolding. The study concludes that traditional fairy tales serve as effective cultural bridges for accelerating literacy, integrating textual mastery with local moral values. The implication recommends integrating traditional tales into the elementary Indonesian language curriculum as a sustainable pedagogical strategy.
Evaluasi Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Terhadap Kreativitas Guru Di Gugus Vi Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Rismayanti, Rismayanti; Hamsiah, Andi; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6149

Abstract

Upaya peningkatan profesionalisme dan kreativitas guru menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui program Kelompok Kerja Guru (KKG) yang berfungsi sebagai wadah kolaboratif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi pembelajaran. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kreativitas guru di Gugus VI Kecamatan Tamalanrea. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan utama dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKG memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas guru melalui peningkatan efektivitas perencanaan kegiatan, penyusunan materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran, penguatan kolaborasi antar guru, dan peningkatan penerapan materi dalam praktik kelas. Evaluasi yang dilakukan secara sistematis memungkinkan guru untuk merefleksikan dan menilai sejauh mana materi KKG berdampak pada kualitas pembelajaran. Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas evaluasi program meliputi keterlibatan aktif guru dalam evaluasi, kualitas materi evaluatif, kesinambungan program, dukungan dari fasilitator, serta kesesuaian evaluasi dengan kebutuhan profesional guru. Evaluasi berbasis refleksi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran. Temuan ini memiliki implikasi pada pengembangan profesionalisme guru, perancangan metode evaluasi yang partisipatif dan reflektif, serta strategi manajerial untuk optimalisasi program KKG secara berkelanjutan. Improving teacher professionalism and creativity is a central focus in enhancing the quality of education at the elementary level. One of the strategies employed is the Teacher Working Group (KKG) program, which serves as a collaborative platform for sharing knowledge, experiences, and instructional innovations. However, the success of this program greatly depends on the effectiveness of its implementation and the systematic and reflective evaluations conducted. This study aims to describe and analyze the evaluation of the Teacher Working Group (KKG) program in enhancing teacher creativity in Cluster VI of Tamalanrea District. A qualitative research approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with primary and supporting informants. The findings indicate that the KKG program plays a significant role in fostering teacher creativity, particularly through improved planning effectiveness, training materials aligned with learning needs, strengthened collaboration among teachers, and increased application of materials in classroom practice. Structured evaluations allow teachers to reflect on and assess the extent to which KKG content contributes to the quality of learning. Several factors influence the effectiveness of the program evaluation, including teacher involvement, quality and relevance of evaluation materials, program sustainability, facilitator and peer support, and alignment with professional development needs. Reflection-based evaluation was found to enhance teacher motivation and innovation in developing instructional methods. These findings have implications for teacher professional development, the design of reflective and participatory evaluation methods, and managerial strategies for sustaining and optimizing KKG implementation.
Penerapan Metode 3-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa UPT SPF SDN Negeri Garuda Chaeruny, Rachmi; Muhammadiah, Mas’ud; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6192

Abstract

Pembelajaran menulis puisi pada sekolah dasar seringkali menghadapi tantangan dalam mengembangkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap unsur-unsur puisi (diksi, rima, pengimajian, dll). Pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang mengintegrasikan kearifan lokal masih menjadi kendala dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi secara efektif. Metode 3-N (Niteni, Nirokke, Nambahi), yang berakar pada falsafah pendidikan Ki Hadjar Dewantara, menawarkan pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal melalui observasi, imitasi, dan pengembangan ide kreatif. Namun, penerapan metode ini dalam konteks pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran 3-N terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Garuda. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan model One-Group Pretest-Posttest Design, di mana pengukuran keterampilan dilakukan sebelum dan setelah penerapan metode 3-N. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik, jenis Wilcoxon Signed Rank Test untuk menguji signifikansi perbedaan skor pretest dan posttest tanpa mempertimbangkan hasil pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis puisi siswa setelah penerapan metode 3-N (p<0.01). Semua siswa menunjukkan peningkatan skor yang menandakan efektivitas metode ini dalam membantu siswa memahami struktur puisi, diksi, rima, dan pengimajian. Dengan demikian, metode 3-N dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi khususnya di sekolah dasar. Teaching poetry writing in elementary schools often faces challenges in fostering students’ creativity and understanding of poetic elements (diction, rhyme, imagery, etc). Conventional teaching methods that lack integration of local wisdom hinder the effective enhancement of poetry writing skills. The 3-N method (Niteni, Nirokke, Nambahi), rooted in Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy, offers a culturally based learning approach through observation, imitation, and creative idea development. However, the application of this method in elementary poetry writing instruction remains limited. This study aims to analyze the effect of the 3-N learning method on improving poetry writing skills among fourth-grade students at UPT SPF SD Negeri Garuda. The research employed a One-Group Pretest-Posttest experimental design, measuring students’ skills before and after implementing the 3-N method. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess the significance of differences between pretest and posttest scores without considering the results of classical assumption testing. Results indicate a significant improvement in students’ poetry writing skills following the application of the 3-N method (p<0.01). All students showed increased scores, demonstrating the method’s effectiveness in helping students understand poem structure, diction, rhyme, and imagery. Therefore, the 3-N method can be considered an innovative alternative to enhance poetry writing skills in elementary education.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Rakyat Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae – Lae I Kota Makassar Ratnawati, Ratnawati; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6198

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar berbahasa yang penting untuk dikembangkan sejak dini, termasuk melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan konteks peserta didik. Salah satu media yang potensial digunakan adalah media audiovisual yang mampu merangsang perhatian dan keterlibatan siswa secara visual dan auditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Studi ini juga mengeksplorasi efektivitas penggunaan media audiovisual dalam konteks sekolah dasar perkotaan di Indonesia, yang masih relatif kurang mendapatkan perhatian dalam kajian empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes esai sebanyak lima butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 62 dan rata-rata skor posttest sebesar 78. Berdasarkan analisis statistik menggunakan regresi linier, diperoleh nilai thitung sebesar 54,668 pada taraf signifikansi a = 0,001 dengan derajat kebebasan (dk) = 38. Nilai tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar. Listening is a fundamental language skill that should be developed from an early age, especially through the use of relevant and engaging learning media. Audiovisual media is considered one of the effective tools to stimulate students’ attention and involvement through both visual and auditory channels. This study aims to examine the effect of audiovisual media on the listening skills of fifth-grade students in understanding folktales at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1, Makassar City. The study also explores the effectiveness of audiovisual media in urban elementary school contexts in Indonesia, where empirical studies are still relatively limited. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data were collected through observation, documentation, and essay-based tests consisting of five items. The data were analyzed using a one-sample t-test. The results showed that the average pretest score was 62, while the average posttest score increased to 78. Based on linear regression analysis, the t-value was found to be 54.668 at a significance level of a = 0.001 with 38 degrees of freedom. This result indicates that the t-value exceeds the table, leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. In conclusion, audiovisual media has a significant and positive effect on improving students’ listening skills in comprehending folktales. This research contributes to the implementation of innovative and contextual language learning practices at the elementary school level.
Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Keaktifan Siswa SD Inpres Polongan Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Arruan, Edianto; Hamsiah, Andi; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6199

Abstract

Peningkatan keaktifan belajar peserta didik menjadi fokus penting dalam proses pembelajaran abad ke-21, terutama di wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Strategi pembelajaran berdiferensiasi dipandang sebagai pendekatan yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran berdiferensiasi terhadap keaktifan belajar siswa kelas V di SD Inpres Polongan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan angket untuk mengukur tingkat keaktifan belajar siswa setelah penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan umum data, serta statistik inferensial untuk menguji signifikansi pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0,01. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif selama proses belajar berlangsung, ditandai dengan peningkatan frekuensi bertanya, menjawab, berdiskusi, serta menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap materi pelajaran. Selain itu, tingkat partisipasi dalam aktivitas kelas juga meningkat secara nyata, seiring dengan disesuaikannya metode pembelajaran terhadap kebutuhan, minat, dan gaya belajar masing-masing individu. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif terhadap keragaman siswa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keaktifan akademik, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang lebih optimal. Oleh karena itu, implementasi strategi ini di SD Inpres Polongan terbukti relevan dan berhasil dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Increasing student learning activity is an important focus in the 21st century learning process, especially in remote areas facing limited resources. Differentiated learning strategies are seen as an approach that can accommodate students' diverse learning needs. This study aims to determine the effect of differentiated learning strategies on the learning activity of fifth grade students at SD Inpres Polongan, Tobadak District, Central Mamuju Regency. The approach used is quantitative with a pre-experimental research design. The sample in this study amounted to 24 students. Data collection was carried out using observation sheets and questionnaires to measure the level of student learning activity after the implementation of differentiated learning strategies. Data analysis techniques used include descriptive statistics to describe the general trend of data, as well as inferential statistics to test the significance of the effect of treatment. The results of the study indicate that differentiated instruction has a statistically significant effect on improving student learning engagement, with a significance value of p < 0.01. Students exposed to this instructional approach demonstrated more active involvement during classroom activities, reflected in an increased frequency of asking questions, responding, participating in discussions, and showing greater interest in the subject matter. Participation levels also rose noticeably as teaching methods were tailored to meet each student's unique needs, interests, and learning styles. These findings confirm that differentiated instruction is effective in fostering an inclusive and adaptive learning environment. This strategy not only enhances academic engagement but also contributes to improved learning outcomes. Therefore, its implementation at SD Inpres Polongan has proven to be both relevant and impactful in enhancing the overall quality of the learning process.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) Terhadap Keterampilan Membaca Siswa Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM Makassar Fitriyani, Fitriyani; Hamsiah, Andi; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan Kurikulum Merdeka dengan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, melalui pendekatan diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan dalam pemahaman teks, keterlibatan membaca, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi tubuh, intelegensi, motivasi, minat, dan kematangan siswa. Di sisi lain, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, metode pengajaran guru, serta ketersediaan fasilitas belajar turut menjadi penentu keberhasilan. Kendala-kendala dalam implementasi meliputi minimnya pelatihan guru, kurangnya sumber bacaan, serta keterbatasan akses teknologi. Temuan ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran literasi yang kontekstual dan transformatif di tingkat pendidikan dasar. This study aims to analyze the correlation between the implementation of the Merdeka Curriculum and elementary school students’ reading comprehension skills in Rappocini District, Makassar City. The Merdeka Curriculum is designed to provide learning flexibility that aligns with students’ characteristics and needs, utilizing differentiated instruction, project-based learning, and technology integration. A qualitative descriptive approach was employed in this research, using observation and interviews with teachers and students from several elementary schools. The findings reveal that students engaged in the Merdeka Curriculum demonstrate improved text comprehension, reading engagement, and critical as well as analytical thinking skills. Moreover, the study identifies that successful curriculum implementation is significantly influenced by internal factors such as physical condition, intelligence, motivation, interest, and emotional maturity. In addition, external factors including family support, teaching methods, and access to learning facilities also determine the effectiveness of literacy development. Key challenges in implementation include limited teacher training, lack of reading resources, and restricted access to technology. These findings suggest the need for collaboration among teachers, schools, families, and policymakers to support an inclusive and sustainable literacy ecosystem. This study contributes to the development of contextual and transformative literacy learning strategies at the elementary education level.
Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Pongtiku II Hijra, Hijra; Hamsiah, Andi; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6219

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II di UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes lisan, observasi, dan dianalisis dengan uji-t berpasangan serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berbicara sebesar 3,15 poin, meskipun nilai N-Gain rata-rata tergolong rendah yaitu 0,01060. Peningkatan terjadi pada indikator kelancaran, kejelasan pengucapan, penggunaan kosakata, dan keberanian berbicara. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara secara bertahap. Temuan ini memperkuat teori perkembangan kognitif dan sosial yang relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hasil, pendekatan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sejak dini. Speaking skill is a crucial component of language acquisition that must be developed from the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the scientific approach in improving the speaking skills of second-grade students at UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. The method employed is an experimental design using a one group pre-test-post-test model. The research subjects consisted of 27 students selected through simple random sampling. Data were collected using oral tests and observation sheets, and analyzed through paired t-tests and N-Gain calculations. The results revealed an increase of 3.15 points in speaking performance, although the average N-Gain score was relatively low at 0.01060. Improvement was noted in fluency, clarity of pronunciation, vocabulary usage, and speaking confidence. The scientific approach enabled students to be actively engaged in observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which gradually enhanced their speaking proficiency. These findings support relevant cognitive and social development theories within the context of Indonesian language learning. Despite some limitations in the magnitude of improvement, the scientific approach proves to be an effective alternative instructional strategy for fostering communication skills in early education.