Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Menjaga Kesehatan Kulit Lansia Melalui Pemeriksaan Rutin Kadar Hidrasi Kulit Wijayadi, Linda Julianti; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Setia, Nicholas; Prayogo Khoto, Anthon Eka
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2414

Abstract

Hidrasi kulit memainkan peran penting dalam menjaga fungsi penghalang kulit dan kualitas hidup individu. Kekurangan hidrasi, terutama pada populasi lanjut usia, dapat menyebabkan kulit kering, risiko infeksi, dan gatal yang dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi tingkat air dan minyak kulit pada populasi dewasa produktif guna mencegah kulit kering. Metode yang digunakan adalah pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA), termasuk perencanaan kegiatan skrining, pelaksanaan pengukuran kadar air dan minyak kulit, evaluasi hasil, serta pemberian edukasi perawatan kulit bagi peserta dengan hasil abnormal. Kegiatan ini diikuti oleh 87 peserta di SMP Kalam Kudus, Jakarta Barat. Hasil menunjukkan bahwa 1 orang (1,15%) memiliki kadar minyak kulit rendah, dan 17 orang (19,54%) memiliki kadar air kulit rendah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hidrasi, seperti asupan air yang cukup, penggunaan pelembap, dan gaya hidup sehat. Deteksi dini hidrasi kulit dan pendidikan efektif dalam mencegah kulit kering dan meningkatkan kualitas hidup.
Gambaran Hidrasi Kulit dan Dermatitis Kontak Alergi pada Mahasiswa FK UNTAR Angkatan 2021 Pengguna Hand Sanitizer Saedi, Aura Justitia Leonita Faradila; Wijayadi, Linda Julianti
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.169

Abstract

Penggunaan hand sanitizer telah meningkat secara signifikan di kalangan mahasiswa, termasuk di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Namun, penggunaan rutin hand sanitizer dapat mempengaruhi kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat deskriptif.  Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan alat ukur korneometer, sementara keberadaan dermatitis kontak alergi dinilai dengan anamnesis melalui kuesioner dan didukung dengan pemeriksaan fisik melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar hidrasi kulit tangan banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki dan 28 subjek penelitian mengalami gejala dermatitis kontak alergi. Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat berkontribusi pada penurunan kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi di kalangan mahasiswa. Langkah-langkah preventif dan perawatan perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan hand sanitizer pada kulit.
Body hydration levels and pH measurements of bath soap used among Tarumanagara University medical students: a cross sectional study Maahirah, Raahiil Kusuma; Wijayadi, Linda Julianti
Bali Dermatology Venereology and Aesthetic Journal BDVAJ - Volume 8, Issue 1 (2025)
Publisher : Explorer Front

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/balidervenaesthj.v8i1.111

Abstract

Background: The skin has an essential function of protecting the body against external environmental influences. The stratum corneum plays an important role in maintaining skin hydration and pH, which contribute to the skin barrier function. The normal pH of the skin ranges from 4.1 to 5.8, which affects the stability of the microbiome, the hydration of the stratum corneum, and the epidermal barrier function. The use of cleansing products, such as body wash, affects skin pH, where soaps with a high pH (10-11) can damage the stratum corneum lipid layer, leading to dryness, irritation, and decreased hydration levels. This study aims to describe skin hydration levels and pH of body wash used among Tarumanagara medical students class of 2023. Methods: This descriptive research design involved measuring skin hydration in various body areas using a corneometer and identifying the pH of body skin with a pH meter among medical students. Results: The results showed that the majority of subjects (68.1%) used soap with an alkaline pH (>8), with the highest prevalence in women compared to men. The right upper arm area showed the highest skin hydration, where 65.7% of subjects had very moist skin. The legs showed the lowest hydration, with 48.8% of subjects having very dry hydration. Conclusion: This study emphasizes the importance of using pH-balanced soap to support optimal skin hydration. Moisturizer use after bathing and increased mineral water consumption are also recommended to maintain skin hydration balance. The findings provide important insights to raise awareness of skincare habits that support holistic skin health.
Pencegahan Judi Online Terhadap Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tanjung Jabung Timur Chaniago, Fransisko; Purnama, Boby Yasman; Badriyah, Fina; Iranto, Ari; Maharani, Bintang; Julianti, Linda; Khalifa, Atila; Rahmadani, Hamidah Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3847

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Sosialisasi Pencegahan Judi Online terhadap Remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tanjung Jabung Timur” dilatarbelakangi oleh maraknya perjudian online yang dapat merusak generasi muda penerus bangsa. Tingginya peminat judi online yang melanda generasi muda saat ini mendorong Tim Pengabdian untuk melakukan sosialisasi pencegahan judi online yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tanjung Jabung Timur. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta didik dalam menanggulangi judi online di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Tanjung Jabung Timur. Pada kegiatan sosialisasi ini, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Sosialisasi ini dihadiri oleh 50 peserta didik. Pendekatan yang dilakukan adalah memberikan pemahaman dan penjelasan materi serta mengajak peserta dalam kegiatan sosialisasi untuk berdiskusi mengenai pencegahan judi online di kalangan remaja. Hasil dari sosialisasi yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan aktif peserta dalam mengikuti sosialisasi, termasuk partisipasi mereka dalam diskusi dan sesi tanya jawab setelah penyampaian materi oleh Tim Pengabdian.
Management of Cutaneous Wounds with Herbal Essential Oils Wijayadi, Linda Julianti; Kelvin, Kelvin; Gravianto, Evan Dionesia; Kartawijaya, Fransisca Nathalia Cindy
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4323

Abstract

In order to improve the effectiveness of cutaneous wound healing, various efforts have been made. Multiresistant bacteria are one of the challenges of wound healing treatment. Herbal essential oil is one of the alternatives that can be used, because of its broad-spectrum antimicrobial effects. The purpose of this literature review is to discuss in more depth the role of herbal essential oils in wound healing. Articles were retrieved from several databases such as Google Scholar, Sciencedirect, Cochrane, and Pubmed. Articles were searched using predetermined keywords, which were then screened from 2014-2024, resulting in 11 articles that met the inclusion criteria. The herbal essential oils discussed, namely immortelle essential oil, lavender essential oil, tea tree essential oil, chamomile essential oil, calendula essential oil, and castor essential oil, have been shown to be significantly beneficial in wound healing in studies on mice. The herbal essential oils are expected to be an alternative treatment in wound healing, especially in humans.
Nuclear Medicine for Precisiondiagnosis of Malignant Melanoma: A Literature Review Karinnia, Karinnia; Wijayadi, Linda Julianti; Kelvin, Kelvin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5475

Abstract

Malignant melanoma (MM) is a rare skin cancer that is increasing constantly. It accounts for the most cause of death of all skin cancer. High accuracy in MM staging is crucial to give exact information about the prognosis and facilitate the use of the most effective therapy available. The gold standard for skin cancer diagnosis is tissue biopsy, therefore precisely detecting the primary tumor site is crucial. It has high risk of dissemination to regional lymph nodes and visceral organs. Lymph node involvement and distant metastasis are the key prognostic value of MM. Nuclear medicine has been used to detect various primary and metastatic cancer including skin cancer. The aim of this literature review is to discuss about the role of nuclear medicine specifically positron emission tomography (PET), single-photon emission tomography (SPECT), and planar gamma imaging for the diagnosis of MM. We gather literature searches and books related using combined keywords such as “gamma camera”, “SPECT”, “PET”, “malignant melanoma”, “histopathology”. The data we use are limited to 10 years of this review article. Nuclear medicine technique, such as lymphoscintigraphy using gamma camera or SPECT/CT is recommended for early stage of MM, while PET/CT is recommended and have high sensitivity for advance stage of MM and evaluating disease recurrence. Utilising nuclear medicine to aid in acurate diagnostic of MM will give opportunity of a better outcome.
Effectiveness of biologic therapies on psoriasis vulgaris Christabela Tansuri, Verika; Wijayadi, Linda Julianti
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1459

Abstract

Psoriasis is a chronic proliferative inflammatory condition mediated by the immune system that is characterized by erythematous plaques covered by silvery scales. Psoriasis vulgaris is mediated by T lymphocytes, wherein the activation of innate immune cells and pathogenic T cells leads to inflammation of the skin and excessive growth of keratinocytes. The pathogenesis of psoriasis vulgaris has significantly enhanced comprehension of cutaneous immunology, facilitating an introduction to highly effective therapies. Biologic therapy binds to a specific cytokine such as TNF-α, IL-12, IL-17, or IL-23, unlike non-biologic therapy primarily focuses on resolving clinical manifestation without targeting the underlying causes. A literature review was performed to present the effectiveness of biologic therapies as a part of psoriasis vulgaris management.
Dari CLE ke SLE: Laporan Kasus dari Rumah Sakit Setempat: Laporan Kasus Kelvin; Rianto, Louis; Wijayadi, Linda Julianti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 6 (2025): Kesehatan Jiwa
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i6.1281

Abstract

Introduction: Lupus erythematosus (LE) is a combination of various interrelating autoimmune clinical diseases. Cutaneous lupus erythematosus (CLE) is a spectrum of typical autoimmune skin features of systemic lupus erythematosus (SLE). A good recognition of the typical appearance of this skin lesion (CLE) enables diagnosis and good management of SLE. Case: A 26-year-old female with SLE with acute skin lessions (ACLE) skin lesions. Suspicion of SLE became stronger when the antinuclear antibody (ANA) titer reached 1:3,200. The main therapy is methylprednisolone injection followed by a gradual dose reduction. The patient was treated for 6 days in hospital and all lesions improved. Conclusion: The patient in this case had SLE with 6 clinical domains in the EULAR/ACR 2019 criteria and a total score of 34 (>10). Earlier and more accurate diagnosis of SLE can make therapy more effective, especially if CLE is already present.
ERITRODERMA AKIBAT TINEA CORPORIS : LAPORAN KASUS Wijaya, Angeline; Kristiyani, Erna; Julianti, Linda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51390

Abstract

Eritroderma merupakan kelainan kulit ditandai eritema yang melibatkan lebih dari 90% luas permukaan tubuh. Kondisi ini jarang terjadi dengan kejadian sekitar satu per 100.000 orang dewasa, namun memiliki mortalitas tinggi hingga 16% populasi. Salah satu penyebab eritroderma yaitu infeksi dermatofita seperti tinea corporis. Tinea dapat berkembang menjadi eritroderma, terutama pada individu imunokompromais maupun penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat. Seorang laki- laki usia 59 tahun datang ke poli kulit dengan keluhan bercak kemerahan gatal sejak tiga tahun yang lalu dan memberat sehaj tiga hari yang lalu. Awalnya, muncul bercak kemerahan di area dada, dalam satu tahun meluas ke punggung, perut, dan ekstermitas. Gatal memberat saat berkeringat dan membaik setelah mandi. Gejala sistemik lainnya tidak ditemukan. Pasien memiliki diabetes melitus tidak terkontrol serta kebersihan diri yang buruk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi berupa plakat multiple, eritematosa hingga hiperpigmentasi, batas tegas, berskuama kasar disertai ekskoriasi dengan distribusi universal. Hasil laboratorium menunjukkan leukositosis, peningkatan eosinofil dan trombositosis. Pasien didiagnosis dengan eritroderma akibat tinea corporis. Terapi rawat jalan dengan pemberian ketokonazol oral, salep racikan antijamur-steroid-emolien, dan cetirizine oral serta edukasi kebersihan diri. Terapi perbaikan klinis setelah sepuluh hari pemberian terapi. Evaluasi lanjutan tidak dapat dilakukan karena pasien tidak kembali datang untuk kontrol. Laporan kasus ini menunjukkan bahwa dermatofitosis seperti tinea corporis dapat menyebabkan eritroderma, walaupun sangat jarang terjadi, namun penting dipertimbangkan terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti imunokompromais dan keberhisan diri yang buruk.