Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Asupan Protein dalam Kaitannya dengan Keseimbangan Gizi Pada Remaja Jannah, Siti Zainabul; Nurlaela, Raden Siti; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22968

Abstract

Kelompok remaja sering menghadapi risiko masalah kesehatan terkait nutrisi karena berada pada masa pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yang sangat pesat. Pada fase transisi ini, kebutuhan zat gizi tubuh, terutama protein, mengalami peningkatan yang signifikan. Protein memiliki peran penting dalam membangun serta memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, dan mendukung metabolisme serta kemampuan berpikir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan pola konsumsi protein dengan status gizi remaja melalui metode tinjauan pustaka (literature riview). Data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional berbahasa Indonesia yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada asupan protein, status gizi, aktivitas fisik, dan prestasi akademik remaja. Artikel dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah protein yang dikonsumsi memiliki hubungan erat dengan status gizi remaja. Ketidakseimbangan konsumsi protein, baik kekurangan maupun kelebihan, dapat meningkatkan risiko gizi kurang dan gizi lebih atau obesitas. Selain itu, pemenuhan kebutuhan protein berdampak positif terhadap kebugaran fisik serta kecerdasan, yang tercermin dari prestasi belajar di sekolah. Remaja dengan asupan protein cukup cenderung memiliki kesehatan tubuh lebih baik dan hasil belajar lebih memuaskan. Kesimpulannya, pemberian protein seimbang sesuai tingkat aktivitas fisik individu sangat penting untuk menjaga kualitas kesehatan remaja. Oleh karena itu, edukasi gizi dan pengawasan pola makan yang konsisten sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya berbagai masalah gizi di kalangan generasi muda.
Analisis Karakteristik Fisikokimia Karbohidrat pada Buah Apel (Malus domestica) selama Proses Pematangan Aulia, Syifa Nur; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22989

Abstract

Apel (Malus domestica) merupakan buah klimakterik yang mengalami perubahan fisikokimia yang signifikan selama proses pematangan, terutama pada komponen karbohidratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme transformasi karbohidrat dan peran enzimatis yang mendasari perubahan kualitas sensoris buah apel selama pematangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur (critical review) terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa pematangan apel dipicu oleh lonjakan respirasi dan produksi gas etilen yang mengaktifkan enzim amilase dan fosforilase untuk menghidrolisis cadangan pati menjadi gula sederhana (fruktosa, glukosa, dan sukrosa). Proses ini menyebabkan peningkatan Total Padatan Terlarut (TPT) hingga mencapai 12,10–15,00 Brix. Secara simultan, aktivitas enzim poligalakturonase mendegradasi dinding sel yang menyebabkan pelunakan tekstur buah. Faktor lingkungan pascapanen, khususnya suhu rendah dan pengemasan yang tepat, terbukti efektif dalam menekan laju respirasi dan menjaga stabilitas fraksi gula serta tekstur buah apel.
Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Sumber Antioksidan Alami: Peran Xanton, Antosianin, serta Dukungan Vitamin E dan K untuk Kesehatan Tubuh Khoerurrohmah, Miranda Laela; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22997

Abstract

Buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman tropis Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif seperti xanton dan antosianin, yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Peningkatan stres oksidatif berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis, sehingga diperlukan sumber antioksidan alami yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran xanton dan antosianin buah manggis serta dukungan vitamin E dan K terhadap kesehatan tubuh melalui tinjauan pustaka sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan Embase, dengan fokus pada artikel peer-reviewed terbitan 2019–2024 yang membahas kandungan senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan (DPPH, FRAP), serta efek protektif terkait. Proses seleksi mengikuti panduan PRISMA, dan analisis dilakukan secara naratif dengan mengevaluasi konsistensi temuan. Hasil menunjukkan bahwa xanton dan antosianin manggis memiliki kemampuan menetralkan radikal bebas yang kuat, sementara vitamin E memberikan efek protektif pada fungsi endotel dan penurunan enzim hati pada kondisi stres oksidatif, serta vitamin K mendukung proses biologis meskipun bukti terbatas. Kombinasi ini menunjukkan potensi sinergis dalam pencegahan kerusakan oksidatif. Kesimpulannya, buah manggis berprospek sebagai sumber antioksidan alami untuk pangan fungsional dan suplemen kesehatan, namun diperlukan studi klinis lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal dan interaksi senyawa.
Protein sebagai Emulsifier dan Foaming Agent: Tinjauan Mekanisme, Modifikasi, dan Aplikasi Industri Desti Novia Salsabilla; Nurlaela, Raden Siti; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protein berperan penting dalam sistem pangan di luar nilai gizinya, terutama karena sifat amfifiliknya yang memungkinkan fungsi ganda sebagai emulsifier dan agen pembentuk buih alami. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif mekanisme, faktor penentu kinerja, strategi modifikasi terkini, dan aplikasi inovatif protein dalam produk pangan industri. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dan eksploratif dengan menganalisis artikel-artikel relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsionalitas protein berasal dari kemampuannya beradsorpsi pada antarmuka minyak-air atau udara-air, membentuk lapisan film viskoelastis yang memberikan stabilisasi secara sterik dan elektrostatik. Kinerjanya dipengaruhi oleh faktor intrinsik (sumber dan struktur protein) dan ekstrinsik (pH, suhu, kekuatan ionik), dengan efek sinergis yang diamati ketika dikombinasikan dengan hidrokoloid atau surfaktan lain. Tinjauan ini menyoroti potensi protein nabati lokal (seperti dari lamtoro gung dan sorgum) sebagai alternatif berkelanjutan, meskipun sering memerlukan modifikasi kimia, enzimatis, atau fisik untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Aplikasinya meliputi emulsi ganda, sistem enkapsulasi, produk daging analog, dan produk bakery, yang mendukung pengembangan pangan berlabel bersih (clean label) dan fungsional. Penelitian ke depan perlu difokuskan pada optimalisasi proses modifikasi protein nabati serta validasi stabilitas dan penerimaan konsumen dari formulasi inovatif berbasis protein.
Stabilitas Enzim dalam Proses Pengolahan Pangan dan Implikasinya terhadap Mutu Aulia Nur Rahma; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.23378

Abstract

Enzim telah banyak dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk meningkatkan efisiensi proses dan mutu produk, namun stabilitas enzim selama pengolahan masih menjadi tantangan karena sensitif terhadap kondisi lingkungan. Selain itu, keterkaitan antara stabilitas enzim dan mutu pangan belum banyak dikaji secara terpadu, sehingga artikel ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas enzim dalam proses pengolahan pangan serta implikasinya terhadap mutu produk. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah relevan dari jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir melalui penelusuran basis data daring. Data dianalisis secara kualitatif melalui seleksi, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa stabilitas enzim dipengaruhi oleh kondisi proses seperti suhu, pH, dan durasi pengolahan, serta pendekatan teknologi yang diterapkan. Stabilitas enzim berperan penting dalam menjaga konsistensi aktivitas katalitik yang berdampak langsung pada berbagai parameter mutu pangan, termasuk tekstur, cita rasa, dan kualitas kimia produk. Penurunan stabilitas enzim berpotensi menyebabkan perubahan mutu yang bersifat multidimensional. Keterbatasan kajian ini terletak pada pendekatan berbasis literatur tanpa pengujian eksperimental. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan stabilitas enzim sebagai bagian integral dari perancangan proses pengolahan pangan dan membuka peluang penelitian lanjutan secara eksperimental.