Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

AKSI BERSIH-BERSIH PANTAI DAN SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI MANGROVE Afwina, Rahma; Nasution, Mahliza; Hermansyah, Hermansyah; Nasution, Muhammad Muslim; Frapanti, Sri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35195

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir merupakan isu mendesak yang berdampak pada ekosistem laut, kesehatan masyarakat, dan daya tarik wisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pantai Cemara Kembar, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam pengelolaan sampah plastik berbasis partisipasi warga. Metode yang digunakan meliputi aksi bersih pantai, sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari nelayan dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket dua minggu pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kesadaran masyarakat, di mana 80% warga mulai melakukan pemilahan sampah rumah tangga, 60% memanfaatkan komposter, serta terjadi penurunan volume sampah plastik di pesisir sebesar 20% dari total 85 kg sampah yang terkumpul. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan teknis dan partisipatif mampu membangun kesadaran kolektif dan memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.Abstract: Plastic waste in coastal areas is an urgent issue affecting marine ecosystems, public health, and tourism sustainability. This Community Service Program (PKM) was implemented at Cemara Kembar Beach, Serdang Bedagai Regency, aiming to strengthen community capacity in managing plastic waste through participatory approaches. The methods included beach clean-up, socialization, lectures, interactive discussions, and hands-on practice involving 20 participants consisting of fishermen and local residents. Evaluation was carried out through observation, interviews, and questionnaires two weeks after implementation. The results showed a significant improvement in community awareness, with 80% of residents practicing household waste separation, 60% utilizing household composters, and a 20% reduction in plastic waste volume from an initial 85 kg collected. This program demonstrates that technical and participatory approaches are effective in fostering collective awareness and strengthening community-based environmental management.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN MELALUI SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN BIOBRIKET Nasution, Mahliza; Dalimunthe, Apip Gunaldi; Nasution, Muhammad Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24875

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian jika tidak dikelola dengan tepat, tidak hanya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan tetapi juga membawa potensi bahaya bagi kesehatan manusia. Melalui inovasi teknologi pengolahan, limbah pertanian dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif berupa biobriket, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Tujuan PKM ini yaitu meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan biobriket yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan ekonomi Masyarakat. PKM ini dihadiri 28 peserta yang terdiri dari seorang petani, pekerja di industri pembuatan gula merah dan mahasiswa UMA. Sistem evaluasi berbentuk kuisioner yang dilakukan pada awal dan akhir kegiatan PKM. Persentase kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian meningkat 53.3%, pada awal evaluasi 36.7% menjadi 90%. PKM ini telah berjalan efektif atau lancar.Abstract: If agricultural waste is not managed properly, it can not only cause environmental pollution but also pose potential dangers to human health. Through innovative processing technology, agricultural waste can be converted into alternative fuel in the form of biobriquettes, which are not only environmentally friendly but also have high selling value. The aim of this PKM is to improve the soft skills and hard skills of the community through socialization activities and training in making biobriquettes which is expected to increase awareness and economic welfare of the community. This PKM was attended by 28 participants consisting of a farmer, workers in the brown sugar manufacturing industry and UMA students. The evaluation system takes the form of a questionnaire which is carried out at the beginning and end of PKM activities. The percentage of public awareness regarding the use of agricultural waste increased by 53.3%, from 36.7% to 90% at the start of the evaluation. This PKM has been running effectively or smoothly.